Presiden Guinea Jajaki PT DI

Presiden Guinea Jajaki PT DI

Presiden Guinea Jajaki PT DI
Presiden Guinea Jajaki PT DI

BANDUNG-Presiden Republik Guinea, Alpha Conde berkunjung ke PT Dirgantara

Indonesia (Persero) (PTDI). Kunjungan ini disambut oleh Dewan Komisaris PTDI dan Direktur Produksi, Arie Wibowo. Ikut serta dalam rombongan yakni Duta Besar RI untuk Dakar, Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri dan Pangdam III Siliwangi.

Rombongan kerja Presiden Guinea, negara di pesisir barat Afrika, berlangsung tertutup di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Pusat Manajemen (GPM) lantai 9 PTDI, Jl. Pajajaran No. 154 Bandung.

Kunjungan pertama Presiden Guinea ke PTDI untuk melihat proses produksi

pesawat terbang dan helikopter yang telah diproduksi dan dioperasikan di seluruh negara ASEAN, Guam, Venezuela, Turki dan Uni Emirat Arab. Sedangkan negara Afrika yang telah membeli pesawat CN235-220 buatan PTDI yakni Burkina Faso dan Senegal.

“Saat ini 2 unit pesawat militer CN235 buatan kami telah beroperasi di Burkina Faso, serta 1 unit pesawat Cargo CN235 yang akan segera dikirimkan dan dioperasikan di Senegal, ” kata Arie Wibowo.

Ia menyebutkan sejumlah keunggulan pesawat CN235-220 antara lain dapat

lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal, mampu mengangkut 49 penumpang termasuk pilot dan co-pilot dan merupakan pesawat multiguna untuk berbagai macam misi, seperti pesawat angkut penerjun, evakuasi medis, pesawat kargo, pesawat sipil maupun pesawat VIP dan VVIP.

 

Baca Juga :

Target Penerimaan Negara dari Tax Amnesty

Target Penerimaan Negara dari Tax Amnesty

Target Penerimaan Negara dari Tax Amnesty
Target Penerimaan Negara dari Tax Amnesty

BANDUNG-Anggota Badan Anggaran DPR RI, Akmal Pasluddin menilai, target penerimaan negara dari Tax Amnesty yang dicanangkan oleh pemerintah sebesar Rp 165 triliun terlalu ambisius.

Akibatnya, untuk mengantisipasi tidak tercapainya target tersebut agar tidak menjadi defisit anggaran sebesar 3 persen, pemerintah memangkas anggaran Kementerian/ Lembaga (K/L) serta anggaran pembangunan ke daerah. Oleh karena itu, Akmal meminta pemerintah harus mengevaluasi target penerimaan tersebut.

“Bahwa rendahnya respon Pengampunan Pajak harus dievaluasi, apakah terjadi karena ketidakpercayaan kepada pemerintah yang begitu dalam, atau memang karena para wajib pajak sedang tidak berdaya secara ekonomi sehingga berdampak pada turunnya penerimaan pajak,” tegas Akmal dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Sabtu (6/8).

Akmal menambahkan saat ini, kondisi bisnis retail sedang terpuruk yang mengakibatkan turunnya penerimaan dari sektor PPN. Hal itu semakin ditambah dengan kondisi perekonomian global yang masih tidak sehat, juga sektor industri domestik yang stagnan, sehingga mengakibatkan konsumsi nasional pun menurun drastis.

“Harapan terakhir pemerintah untuk menyehatkan postur pendapatan negara pada pengampunan pajak telah suram. Perhitungannya terlalu optimis. Ini akan memaksa pemerintah melakukan jurus selanjutnya, yaitu dengan memangkas anggaran kementerian dan lembaga serta anggaran pembangunan daerah,” papar Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS ini.

Dampak dari adanya penghematan di seluruh K/L ini adalah akan

mempertahankan kondisi defisit anggaran tetap di bawah 3 persen sesuai dengan UU Keuangan Negara. Namun secara jangka panjang, upaya peningkatan kualitas kesejahteraan dan pemerataan pembangunan akan menjadi mundur kembali.

“Saya mengingatkan kepada pemerintah, pada upaya pemotongan anggaran di kementerian dan lembaga serta pemotongan pembangunan daerah, harus konsultasi dengan DPR,” tegas Akmal.

Diketahui pasca diangkat menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani langsung

membuat kebijakan untuk memangkas anggaran terhadap seluruh K/L, juga dana transfer ke daerah. Pemotongan anggaran tersebut mencapai 133,8 triliun rupiah, yaitu 65 triliun untuk K/L dan 68,8 triliun untuk ke daerah.

Akmal menilai realistis, sebab kehadiran Sri Mulyani tersebut yaitu “SMI Effect”, hanya membawa sentimen positif sementara yang ditandai dengan hanya selang tiga hari pasca pengangkatan Sri Mulyani, rupiah kembali melemah terhadap dolar.

“Ada harapan terhadap iklim ekonomi Indonesia setelah Sri Mulyani masuk,

namun harapan itu hanya sekejap selama tiga hari saja, karena berbagai pihak baik pelaku ekonomi maupun pengamat meyakini, bahwa kondisi ekonomi yang berat akan dihadapi bangsa ini. Sehingga sosok Menkeu sekarang pun akan sulit merestorasi normalnya perekonomian negara ini,” tegas Akmal.

 

 

Sumber :

https://sites.google.com/view/situs-pendidikan-online/beranda/ips

Kejakgung : Eksekusi Mati Tetap Jalan

Kejakgung : Eksekusi Mati Tetap Jalan

Kejakgung Eksekusi Mati Tetap Jalan
Kejakgung Eksekusi Mati Tetap Jalan

BANDUNG–Jaksa Agung H. M. Prasetyo menegaskan eksekusi mati akan terus

dilakukan namun tentunya melihat waktu yang tepat dan kondisi di lapangan. Hal itu ditegaskannya saat mengunjungi Kejaksaan Tinggi Jabar, Senin (8/8).

“Tidak ada kemungkinan-kemungkinan, kita lihat waktu yang tepat, evaluasi yang dilakukan, karena tiap kali lakukan eksekusi mati ada saja pro dan kontra,” ujar dia.

Prasetyo juga menepis jika terpidana mati yang siap dieksekusi berjumlah

sepuluh orang. Dia menyebut masih banyak terpidana mati yang bakal menjalani eksekusi pada tahap selanjutnya.

Prasetyo menyatakan, selama hukuman mati masih memiliki hukum positif, tidak ada keraguan pihaknya dalam melakukan eksekusi.

“Tiap hari ada 50 orang meninggal karena narkoba, bila ada pihak yang

menyebut hukuman mati melanggar HAM, selama hukum positif melakukan itu, kita akan melaksanakan dan tegakkan selama telah ada putusan berkekuatan hukum tetap,” tegasnya.

Sebelumnya, keempat terpidana mati telah dieksekusi, mereka adalah Freddy Budiman (Indonesia), Michael Titus Igweh dan Humphrey Ejike alias Doctor (Nigeria), serta Seck Osmane (Senegal), di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (29/7). jo

 

Sumber :

https://sites.google.com/view/situs-pendidikan-online/

Ranking” Kelas Yang Masih Penting

Ranking” Kelas Yang Masih Penting

Sudah banyak sekolah yang menghalau ranking kelas. Kurikulum 2013 sadar tidak beranggap perlu ranking. Terus, bagaimana langkah mengajarkan sikap kompetitif kepada anak? Bagi orangtua, nampak pertanyaan bagaimana langkah sadar kapabilitas anak saya?

Ranking” Kelas Yang Masih Penting

Orangtua selamanya penasaran perihal posisi seberapa pintar anaknya di kelas. Hal ini sangat wajar. Hanya saja, yuk kami bertanya pada diri sendiri, untuk apa? Positif atau negatif? Memuji anak, menghakimi anak, membanggakan diri, memperlihatkan kepada orang lain, pemicu untuk lebih baik, atau untuk sekadar sadar saja.

Kalau kami telaah, rata-rata ketidaksetujuan pada peringkat kelas adalah dikarenakan langkah memberi tambahan peringkat atau didalam mengakibatkan ranking udah tidak lagi sesuai dengan pertumbuhan metode studi dan langkah kerja otak. Meskipun banyak yang tidak setuju dengan peringkat kelas, selamanya tetap ada hal yang mesti kami berikan apresiasi dan penghargaan.

Dulu, orangtua begitu bangga disaat anaknya menggapai peringkat satu di kelasnya. Yah, sedikitnya tiga besar. Capaian itu diwartakan sedemikian bangga kepada sebanyak mungkin orang. Kini, udah banyak yang berubah. Metode studi udah berubah, psikologi studi udah berkembang, ukuran kesuksesan seseorang udah berubah, apalagi kebanggaan orangtua pada anaknya terhitung menjadi bergeser.

Satu hal yang tidak akan pernah bergeser. Yaitu, kebanggaan orangtua pada anaknya yang memiliki sifat yang baik.

Ranking kami manfaatkan di sini bukan untuk menghakimi siswa lain yang belum meraihnya. Ranking yang nampak di sini adalah proses penghargaan pada pertumbuhan studi anak. Maka, mengakibatkan ranking kelas layaknya di bawah ini sangat baik jikalau dilaksanakan tiap tiap bulan dan bukan satu th. satu kali. Salah satu tujuannya adalah agar perubahan yang baik dapat cepat terjadi, dan memberi tambahan kesempatan kepada yang lain untuk meraihnya.

Maka, inilah beberapa peringkat yang mesti kami berikan kepada anak-anak didik kita.

Pertama, ranking karakter.

Inilah peringkat yang sangat penting. Saat ini, kami mesti sering menularkan kebanggaan pada sikap baik ketimbang kebanggaan akan nilai.

Caranya,

Inilah yang paling menentukan. Berbicara, mendampingi anak, atau mengamati anak untuk sadar sifat perlu waktu. Tidak ada batasan. Bahkan, sementara jam mengajar saja terhitung udah cukup asalkan kami terhitung sembari mengamati sifat anak disamping memberikan materi.
Pilihlah tiga atau empat sifat unggulan yang dapat kami amati. Misalnya: disiplin, peduli, santun, atau sabar.
Catatlah tiap tiap siswa yang selamanya tunjukkan sifat tersebut. Catatlah tiap tiap hari jikalau memungkinkan, satu minggu sekali jikalau tidak memungkinkan.
Mintalah pendapat siswa lain.
Caranya: buatlah sekali sementara pertanyaan kecil yang mesti dijawab anak. Tulislah tiga temanmu yang paling sabar! Tulislah tiga temanmu yang paling santun! Dan seterusnya.

Kedua, ranking inovasi dan kreativitas.

Untuk tiap tiap level sekolah memiliki type penilaian yang berbeda. Kategori yang kami ingin terhitung berbeda-beda. Misalnya: kreativitas mengakibatkan prakarya, memberi tambahan solusi untuk kelas, atau mengakibatkan hal baik lain di luar sekolah yang mesti dan pantas ditiru oleh siswa lain.

Di tingkat SD kami menjadi dengan hal yang sederhana. Misalnya: Siapa yang lebih banyak sadar perihal pengetahuan pengetahuan di luar sekolah, prakarya terbaik, dapat menjual barang terbanyak sementara kegiatan tertentu, memimpin teman-temannya untuk hal yang baik, atau sekadar menciptakan hal-hal baru dari kertas origami.

Di tingkat yang lebih tinggi, SMP-SMA-atau lebih tinggi, pasti tingkat kerumitan terhitung mesti berkembang.

Kategori ranking ini sangat dibutuhkan agar anak-anak lain yang tetap malu-malu dan tidak sadar langkah mengeksplorasi diri, dapat studi dari temannya udah bagus dan membuatnya tidak was-was mencoba.

Setiap penghargaan yang adil dan baik pasti akan menghidupkan keinginan bagi pihak lain untuk meraihnya. Jika tidak dapat sementara ini dan di area ini, maka mereka menyimpan tenaga untuk meraihnya di kesempatan dan area yang lain.

Ketiga, ranking tiap tiap bidang studi.

Kesalahan yang sepanjang ini berlangsung adalah mengakibatkan ranking gabungan dari seluruh bidang studi. Ketika udah didapatkan, maka anak khusus dianggap paling hebat di antara yang lain.

Yuk kami ganti jadi ranking tiap tiap bidang studi. Yang ini jauh lebih enteng melaksanakannya. Dengan ranking ini, setidaknya kami akan sadar keunggulan anak di tiap tiap bidang.

Sujmber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/

Kisah “Siswa SD” Berusia 39 Tahun

Kisah “Siswa SD” Berusia 39 Tahun

Seorang guru, suatu siang di kala istirahat sekolah, sambil menikmati tahu goreng bercerita perihal rumitnya edukatif anak. Di ruang guru, mereka biasa ngobrol ngalor ngidul. Terlebih jikalau ada murid yang kemauannya melebihi kemampuannya.

Jika seorang anak punya kemauan melebihi kemampuannya, maka itu percikan berhasil yang tidak boleh diabaikan. Tidak harus latah menghalangi bersama dengan kalimat yang membunuh. “kamu belum waktunya belajar itu”, “Jangan tanya yang macam-macam”, “pelajari ini saja, jangan lebih!”, “jangan sok tahu!”, dan sebagainya.

Sambil nyeruput teh hangat, guru berikut bercerita perihal prilaku murid yang dia hadapi.

Dia bercerita perihal muridnya yang terlampau detil perihal tugas, terlebih tugas di tempat tinggal atau PR. Setiap tugas di tempat tinggal dilakukan nyaris sempurna untuk ukuran anak SD. Mungkinkah faktor usia membuatnya khawatir berlebih dan kuatir gagal?

Di sisi lain, ketika tugas berikut tampak rumit, murid berikut tak segan-segan memprotes guru. Cara protesnya lumayan baik. Sangat jarang memperlihatkan protes terlalu berlebih di hadapan murid-murid lain. Di hadapan umum, dia dapat jadi umpama yang baik. Tempat protes favoritnya adalah tempat sosial bernama whatsapp.

“Di Whatsapp (di tempat sosial lain juga), dia terlampau agresif dan galak. Kata-kata tidak sopan mengalir tanpa hambatan. Sopan santun sudah dilupakan”.

Sang guru tarik napas sejenak. Itulah alasan kenapa sang guru sharing cerita. Ada prilaku yang butuh perhatian. Pantang bagi guru untuk mengeluh dalam edukatif anak. Kalau seorang guru bercerita perihal susah dalam mendidik, maka kemungkinannya cuma dua.

Pertama, sharing pengalaman sehingga memperoleh pengalaman lain yang lebih bagus berasal dari rekannya. Kedua, melewatkan beban sebentar untuk mengangkatnya kembali bersama dengan tenaga lebih besar. Niat-niat lain hanya tambahan. Bisa harus dapat tidak.

Pernah suatu siang, murid berikut tidak merampungkan tugas tepat kala akibat bercanda bersama dengan teman. Ketika saya peringatkan, dia membalas bersama dengan pelototan. Saya pun menghampiri, memegang tangannya untuk mengajaknya berbicara. Dia senantiasa berontak dan mengeluarkan kalimat yang tidak pantas. Bahkan, dia melawan dan mengajak guru berikut berkelahi. Emosinya gampang sekali tersulut.

Sang guru tidak barangkali memperlihatkan sikap membalas keburukan bersama dengan keburukan. Tugas seorang guru adalah memperlihatkan langkah yang tepat dan bijak ketika hadapi prilaku yang tidak baik. Dia juga sudah mempunyai pengalaman dilaporkan ke pihak berwajib. Dan dia tidak idamkan mengulanginya lagi. Tentu bukan sebab kapok, namun idamkan menghentikan pertunjukan langkah merampungkan masalah bersama dengan langkah yang tidak pantas.

Sang guru cuma berpikir, sedemikian kuatkah pengaruh pergaulannya bersama dengan orang-orang dewasa sehingga dia membiarkan usia belajar seorang anak. Membuatnya lupa bahwa belajar itu bukan cuma belajar menegakkan harga diri, melainkan juga belajar mengendalikan emosi, belajar berbagi, peduli, dan belajar tahu orang lain.

Apakah cuma sebab alasan usia dan seolah-olah tahu banyak hal, maka dia berhak melawan barang siapa bersama dengan alasan HAM, kebebasan, dan bahkan alasan uang. Karena sudah membayar untuk sekolah, maka dia berhak memperoleh segalanya.

Sembari minum teh, guru lain menimpali “Dia lupa ungkapan bahwa guru adalah ahlinya di sekolah, orangtua adalah ahlinya di rumah”.

Tidak berhenti di situ saja, kawan. Sang guru buru-buru menambahkan. Dia kerap mengintimidasi. Kadang langsung, kadang lewat kepala sekolah, bahkan tidak jarang langsung ke pemilik sekolah. Hingga suatu ketika, sekolah memastikan untuk memanggil dan menghadapinya. Kita ajak berbicara baik-baik untuk mendengarkan apa yang jadi keinginannya.

“Apa yang jadi keinginanmu sehingga engkau bersikap seperti itu?”, tanya kepala sekolah bersama dengan lembut.

Dia merasa menunduk, dan sementara lantas mengangkat kepalanya sambil menarik nafas panjang. Kami semua siap mendengarkan.

“Masa kecil saya tidak cukup bahagia. Saya kerap terima kekerasan baik fisik maupun mental. Saya idamkan anak saya bahagia. Saya idamkan anak saya safe dan terlindungi. Sebagai orangtua murid, saya juga idamkan yang terbaik bikin anak saya. Jika langkah saya salah, mohon diingatkan.”

Ya, dia bukan siswa SD. Dia adalah orangtua murid yang pikirkan bersama dengan pendidikan anaknya.

Namun, sayang, tampaknya dia lupa bahwa yang bersekolah adalah anaknya. Yang belajar adalah anaknya. Karena lupa, maka orangtua kerap repot mengerjakan tugas anaknya. Sibuk buat persiapan seluruhnya sehingga anaknya tidak capek. Sibuk protes bahkan menghujat sekolah atau guru. Sangat emosional ketika anaknya bercerita perihal teguran guru kepada dirinya. Sehingga lebih percaya anak ketimbang guru. Sehinggal muncul intimidasi, kekerasan verbal, dan tak jarang berbuah pelaporan.

Wahai orangtua, janganlah berperan kembali jadi siswa sekolah dalam tubuh dan emosi orang dewasa. Jika pun idamkan peduli, memperlihatkan sikap yang pantas ditiru oleh anak. Berikan kasih sayang yang menumbuhkan kebaikan. Setiap respon dan langkah kita merampungkan masalah dapat dilihat, direkam, dan kelak dapat saja ditiru oleh anak-anak kita.

Setiap anak senantiasa belajar berasal dari apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialaminya. Mulai sekarang, bertanyalah dalam diri,

“Jika saya bersikap demikian, apa yang dapat dipelajari anakku? Bagaimana perasaan orang lain? Dan hal baik apa yang didapat oleh anak?”

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/

Akal Sehat; Digunakan Atau Hilang

Akal Sehat; Digunakan Atau Hilang

Bagi kamu yang jarang mengfungsikan akal sehat, waspadalah akal sehat kamu dapat hilang. Di kala menerima Informasi, dan kami lebih menentukan emosi ketimbang akal sehat, maka siap-siap kehilangan akal sehat.

Dr. Mehmet Cengiz Oz atau lebih dikenal Dr. Oz, seorang muslim yang menjadi dokter ternama di Amerika Serikat menulis dalam bukunya bahwa kecuali kamu tidak melatih otot-otot anda, maka otot-otot kamu dapat menjadi kentang tumbuk. Jika kamu tidak melatih jantung anda, maka arteri kamu dapat menjadi lebih tersumbat ketimbang saluran kamar mandinya orang jorok.

Jika kamu menginginkan tetap menulis, sebaiknya kamu tetap menajamkan pensil. Saat ini, kecuali menginginkan tetap bisa menulis di medsos, kamu perlu memiliki tukang pijit jempol dan tentu tetap memiliki kuota.

Hal ini, menurut Dr. Oz, terhitung berlaku bagi otak manusia. Melatih otak supaya tetap aktif secara emosional dan mental perlu dilakukan. Jika tidak, kamu telah mempercepat sendiri hilangnya energi ingat dan ketajaman otak anda. Salah satu cara terbaik adalah sebabkan otak kamu tetap aktif.

Otak bisa aktif lewat sistem mengetahui, mengingat, membandingkan, menganalisis, menghubungkan, mencipta, melamun, berkhayal, dan merenung. Pilih satu selanjutnya berubah ke yang lain, ke yang lain lagi, dan seterusnya.

Ini adalah belajar ilmiah. Jika kamu terlampau mengabaikannya, maka kamu dapat terkena mantra: digunakan atau hilang. Bahkan, konon mantra ini berlaku terhitung bagi perempuan. Perempuan itu layaknya kopi. Jika engkau mengabaikannya, maka ia menjadi dingin lebih-lebih sampai dalam perihal cita rasanya.

Sayangnya, ramainya fasilitas sosial kala ini secara tidak tahu telah sebabkan banyak orang sering tidak mengfungsikan akal sehatnya. Ketika tersedia prestasi, dia minta otaknya merespon dengan kecurigaan. Ketika tersedia kesalahan, dia latih untuk tetap memuji. Padahal pujian adalah pembunuh paling jitu. Ketika tersedia kebenaran, dia arahkan untuk tidak yakin dan lebih memercayai informasi bohong asalkan emosi terpuaskan. Ketika harga di warteg naik, dia segera koar-koar di medsos. Dan seterusnya.

Ketika kamu membiasakan diri pada level layaknya ini, maka potensi tertinggi otak dapat menghilang. Tidak hanya itu, otak terhitung dapat berhenti pada level berikut dan tidak dapat berkembang. Akibatnya, dapat keluar keyakinan yang sejatinya adalah sebuah anomali.

Ketika otak tetap menentukan tanggapan kebencian, hinaan, kebohongan, dan kepalsuan, maka terjadilah sistem autopilot dalam otak. Sistem otomatis yang lahir berasal dari rutinitas yang mirip berasal dari hari ke hari dan bulan ke bulan. Jika telah melekat menjadi rutinitas maka otak dapat “miring”. Kesulitan menyaksikan masalah berasal dari bermacam sisi.

Dr. Oz mengingatkan bahwa kecuali kami tidak menginginkan kehilangan energi ingat lebih cepat, maka perihal pertama yang perlu dilakukan adalah hindari hidup dengan mobilisasi autopilot. Aktifkan otak secara jernih dengan menjaganya tetap logis, obyektif, dan seimbang pada emosi dan mental.

Salah satu caranya adalah dengan mempelajari ilmu baru tiap-tiap hari, sudut pandang baru tiap-tiap hari. Jika tidak bisa tiap-tiap hari, tiap-tiap satu minggu satu kali. Maka, isi TTS satu minggu satu kali dapat berfungsi memperpanjang energi ingat anda. Acara layaknya Teka Teki Sulit Cak Lontong bisa menjadi perihal baru bagi otak karena menyajikan sudut pandang yang tidak biasa.

Dalam belajar, tersedia lebih dari satu yang tidak boleh kami lupakan.

Otak yang aktif. Tidak hanya hafalan, namun terhitung membandingkan, menganalisis, menghubungkan, dan mencipta.
Menguji ambang batas dengan memberikan tantangan.
Menghindari autopilot dengan mempelajari hal-hal baru.

Uji kecerdasan

Di bawah ini dapat tersedia tes untuk otak anda. Tes ini diadaptasi berasal dari tes Mensa karya dr. Abbie Salny berasal dari America Mensa Ltd. Berapa lama kamu bisa memecahkannya?

“sementara Siti tengah menyeterika, seseorang mengetuk pintu. Dia adalah anak Laki-laki berasal dari putra tunggal ibu mertuanya.”

Baca Juga :

BI Jabar Prediksi Peredaran Uang Baru Capai Rp 1,31 Triliun

BI Jabar Prediksi Peredaran Uang Baru Capai Rp 1,31 Triliun

BI Jabar Prediksi Peredaran Uang Baru Capai Rp 1,31 Triliun
BI Jabar Prediksi Peredaran Uang Baru Capai Rp 1,31 Triliun

BANDUNG-Kantor Perwakilan (KpW) Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat

memprediksi hingga Maret 2017 peredaran uang baru Tahun Emisi (TE) 2016 yang sampai ke masyarakat mencapai Rp 1,31 triliun. Sementara KpW BI Cirebon sebesar Rp 37,2 miliar dan KpW Tasikmalaya sebesar Rp 34,58 miliar.

Kepala Grup BI Jabar, Ismet Inono, mengatakan beberapa hal yang telah

dilakukan terkait distribusi uang Rupiah TE 2016 kepada perbankan dan masyarakat selain penukaran di loket Bank Indonesia juga melakukan kegiatan kas keliling retail kepada masyarakat di wilayah Bandung Raya, kas keliling secara retail dan kas keliling wholeshale kepada perbankan di luar kota.

“Termasuk melakukan kas keliling ke daerah remote area dengan melakukan

dropping kepada bank umum dan BPR yang bekerjasama dengan BI Jabar,” katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (23/2/2017).

Ismet menjelaskan pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan bank umum yang memiliki kendaraan kas keliling untuk melayani masyarakat secara langsung di beberapa pasar tradisional dan modern termasuk pada saat car free day.

“Kegiatan itu akan berlangsung hingga akhir Maret 2017,” pungkasnya. (MAT)

 

Baca Juga :

Teroris Ledakan Bom Panci di Bandung

Teroris Ledakan Bom Panci di Bandung

Teroris Ledakan Bom Panci di Bandung
Teroris Ledakan Bom Panci di Bandung

 

BANDUNG-Sekitar pukul 08.15 warga di sekitar Taman Pandawa dikejutkan

dengan suara ledakan keras. Rupanya sebuah bom panci meledak di kawasan tersebut.

Pelaku yang diduga dua orang kabur ke arah Jalan Kresna. Satu orang melarikan diri satu lagi masuk ke kantor Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo.

Terduga pelaku dikepung oleh tim Polrestabes Bandung dan akhirnya dapat

dilumpuhkan setelah baku tembak.

Kapolres Bandung, Kombes Hendro Pandowo mengatakan jenazah pelaku dibawa ke RS Sartika Asih untuk diotopsi.

“Kami masih identifikasi pelaku teroris itu,” ujarnya singkat.

 

Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan mengimbau untuk masyarakat tidak panik, karena situasi sudah ditangani pihak kepolisian. jo

 

Sumber :

https://www.lomography.com/homes/jessieschultz/notes/1954590-karenanya-mereka-dikenal-sebagai-gelombang-elektromagnetik

Mensos: Hentikan Kabar Hoax

Mensos: Hentikan Kabar Hoax

Mensos Hentikan Kabar Hoax
Mensos Hentikan Kabar Hoax

BANDUNG-Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, menyayangkan ulah

sejumlah pihak yang tega menyebarkan berita hoax tentang situasi bencana di Kabupaten Pangandaran melalui media sosial (medsos).

“Setelah sebelumnya beredar hoax Gunung Agung kini juga muncul hoax perihal banjir Pangandaran. Kabar bohong yang beredar melalui media sosial tersebut berlebihan karena menyebut Pangandaran lumpuh total akibat bencana banjir dan longsor,” ucapnya.

Menurut Khofifah, banjir di Pangandaran sudah surut dan area wisata

Pangandaran tidak terkena dampak karena lokasi longsor cukup jauh dan pengungsi secara berangsur kembali ke rumah.

“Pangandaran aman dan kondusif bagi wisatawan,” tegas Khofifah, melalui rilis yang diterima www.Jabarprov.go.id.

Seperti diketahui, banjir dan longsor melanda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pasa Sabtu (7/10) lalu,  akibatnya ratusan rumah tersebar di sejumlah kecamatan ada yang rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.

Empat orang dinyatakan meninggal akibat kejadian ini sebagai akibat tingginya

curah hujan bersamaan dengan rob (air pasang) yang mengakibatkan sejumlah sungai dan anak sungai meluap sehingga menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah titik.(

 

Baca Juga :

 

 

Kemenpar Rilis Calendar of Events 2018

Kemenpar Rilis Calendar of Events 2018

Kemenpar Rilis Calendar of Events 2018
Kemenpar Rilis Calendar of Events 2018

BANDUNG-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melaunching Calendar of Events

2018 Kabupaten Kepulauan Selayar.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (Deputi P3N) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti menjelaskan peluncuran kalender event pariwisata ini sebagai upaya mempromosikan serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Selayar pada 2018 yang mentargetkan lebih dari 11 ribu wisatawan.

“Dalam kalender event 2018, Kabupaten Selayar akan menyiapkan sekitar 50 event mengandalkan daya tarik berupa budaya (culture), alam (nature), bahari (marine tourism) dan buatan manusia (man-made) dengan gelaran Pesona Takabonerate 2018 sebagai event utama,”kata Esthy dalam keterangan resminya yang diterima di Bandung, (12/10/2017)

Menurut Esthy, Taman Nasional Takabonerate yang ditetapkan sebagai Kawasan

Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) ini menjadi ikon untuk wisata bahari kelas dunia dan akan menjadi tempat diselenggarakannya event internasional Sail Indonesia atau Sail Takabonerate 2019 mendatang.

Peluncuran Calendar of Events 2018 Kab. Kepulauan Selayar sebagai persiapan Kabupaten Selayar dalam menyambut pariwisata 2018 yang mentargetkan kedatangan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 270 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

“Dari sejumlah event yang dipersiapkan dalam Calendar of Events 2018 Kab. Kepulauan Selayar diharapkan ada yang terpilih sebagai satu di antara 100 premier event internasional Wonderful Indonesia 2018,” ungkap Esthy

Esthy Reko Astuti mengatakan, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam

Rakornas III Pariwisata 2017 di Jakarta baru-baru ini menegaskan perlu adanya stimulus pada setiap daerah agar menciptakan event berskala internasional masuk dalam Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia 2018.

“CoE Wonderful Indonesia 2018 perlu disusun kemudian dikurasi berdasarkan standar internasional yang berkelanjutan, dikelola profesional, dan terjadwal dengan ketat,” pungkasnya (MAT)

 

Sumber :

http://riskyeka.web.ugm.ac.id/contoh-surat-kuasa-dan-fungsinya/