Puasa Bisa Sembuhkan Maag

Puasa Bisa Sembuhkan Maag

Puasa Bisa Sembuhkan Maag
Puasa Bisa Sembuhkan Maag

Penderita maag kadang penyakitnya kambuh jika telat makan. Kondisi ini kadang membuat penderitanya kesulitan berpuasa karena selama puasa tidak ada makanan dan minuman yang masuk selama 14 jam tersebut.

Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM menulis, penelitian yang dilakukan memang menunjukkan bahwa pada minggu pertama puasa orang normal akan mengalami peningkatan asam lambung setelah siang hari dan kadang-kadang keadaan ini menimbulkan rasa perih.

Tetapi penelitian menunjukkan kondisi ini akan stabil setelah minggu kedua dan naik turun asam lambung akan kembali normal 1 minggu paska puasa Ramadan. Adanya peningkatan asam lambung ini tidak akan merusak dinding lambung.

Oleh karena itu bagi masyarakat yang mamang tidak mempunyai masalah dengan sakit maagnya, puasa Ramadan tidak akan membuat lambungnya menjadi sakit dan sebaliknya secara keseluruhan tubuhnya akan menjadi sehat.

Tapi bagaimana dengan orang yang punya masalah dengan maagnya? “Justru kepada mereka dianjurkan untuk berpuasa karena puasa akan menyembuhkan sakit maagnya,” kata Dr Ari seperti dikutip dalam rilisnya, Senin (9/8/2010).

Penjelasannya seperti ini. Sebagian besar sakit maag yang ada dimasyarakat adalah sakit maag fungsional yaitu pada pemeriksaan endoskopi tidak ditemukan kelainan yang bermakna pada saluran cerna atas.

Sakit maag fungsional ini terjadi karena makan yang tidak teratur, konsumsi camilan untuk lambung yang tidak sehat seperti makan yang mengandung coklat dan keju serta makanan yang mengandung minyak, konsumsi kopi dan minuman bersoda sepanjang hari, merokok dan hidup dengan stres.

Pada kelompok yang sakit maag organik yaitu adanya luka dalam dikerongkongan, lambung dan usus dua belas jari juga tetap dianjurkan berpuasa tetapi tetap dengan minum obat. Karena tahapan awal dalam mengobati sakit maag adalah keteraturan makan, menghindari camilan dan makanan yang mengandung coklat, keju dan lemak serta menghindari stress melalui pengendalian diri.

“Hal ini bisa terwujud kalau kita menjalani puasa Ramadhan. Selama berpuasa makan kita menjadi teratur pada saat sahur dan berbuka. Hal ini susah kita lakoni jika kita tidak berpuasa karena kesibukan dan juga kemacetan dijalan sehingga waktu kita banyak habis dijalanan sehingga sering akhirnya makan kita menjadi tidak teratur. Kebiasaan camilan yang tidak sehat serta bagi yang merokok pasti akan mengurangi kebiasaan yang tidak sehatnya ini kalau mereka berpuasa,” tutur Dr Ari dalam tulisannya.

Untuk menghindari rasa tidak nyaman yang tidak berlebihan penderita maagnya dianjurkan untuk mengkonsumsi obat penekan asam lambung seperti obat antagonis reseptor H2 (ranitidine,famotidine, simetidine,nizatidine) atau penghambat pompa proton (omeprazole,lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole,pantoprazole).

Sedang obat-obatan seperti antasida yang saat ini dipromosi secara luas baik melalui media cetak dan media elektronik bukan obat yang mencegah agar tidak terkena sakit maag. Obat antasida hanya untuk menghilangkan gejala saja dan kerjanya hanya 6-8 jam, sehingga sebenarnya penggunaannya tidak bersifat umum hanya untuk menghilangkan gejala gangguan lambung yang timbul.

Namun jika pasien sakit maag yang sedang mengalami perdarahan lambung dengan gejala muntah darah atau buang air besar hitam, muntah berulang dan setiap makan muntah memang tidak diperbolehkan puasa. Bahka mereka harus dirawat di rumah sakit untuk mengatasi gangguan sakit maagnya tersebut. Pasien dengan kanker saluran cerna juga tidak dianjurkan untuk berpuasa.

“Jadi jelas kalau karena takut sakitnya maagnya kambuh kalau berpuasa merupakan alasan-alasan yang dicari-cari agar tidak berpuasa,” ungkap dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan,FKUI-RSCM.

KO-EKSISTENSI ETIS

KO-EKSISTENSI ETIS

KO-EKSISTENSI ETIS
KO-EKSISTENSI ETIS

Eksistensi

Kata eksistensi dapat digunakan dalam arti umum untuk menandakan “apa yang ada”, umpamanya dikatakan: eksistensi Negara Indonesia. Akan tetapi dalam kalangan sarjana-sarjana filsafat kata eksistensi sudah lazim digunakan untuk menandakan keberadaan manusia saja, yakni cara manusia berada di dunia sebagai subjek yang konkret. Deangan menggunakan kata eksistensi maksudnya mengungkapkan bahwa manusia yang konkret (Dasein)“eksistit”, yakni berada pada dirinya sendiri dalam batin (sistit), akan tetapi juga keluar dari dirinya sendiri, yakni ke dunia.

Bahwa manusia berada pada dirinya sendiri dirasakan orang tipa-tiap saat. Apa saja yang dilakukan manusia, berpusat pada kesadaran manusia tentang dirinya, sehingga seluruh hidupnya dialami sebagai bagian dirinya disebut dimensi immanensia. Bahwa manusia keluar dari dirinya nyata juga, manusia tidak hidup dalam batin saja, tetapi apa yang dirasakannya dalam batin itu adalah apa yang ada di luar dirinya, yakni dalam dunia. Dengan demikian manusia mempunyai dimensi yang melampaui dirinya; iinilah dimensi transendensi.

Manusia sanggar subjek yang berimmanensi dan bertransendensi bersifat dinamis. Sifat dinamis ditandai dua hal:

  1. Manusia berkembang dengan menuju ke arah masa depan.
  2. Manusia berkembang melalui tindakannya sendiri.

Dari 2 hal di atas maka muncullah ide kunci pengertian manusia, yakni kebebasan.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Masalah Hukum

Masalah Hukum

Masalah Hukum
Masalah Hukum

Hukum ditanggapi sebagai kaidah-kaidah (undang-undang, leges, wetten), yang mengatur hidup bersama, yang dibuat oleh instansi yang berwenang, dan yang berlaku sebagai norma.

Untuk mempertahankan arti hukum sebagai sungguh-sungguh yang mewajibkan, satu-satunya jalan yang tinggal ialah memberikan perhatian kepada isi kaidah-kaidah hukum. Dengan isi hukum di sini bukan objek-objek yang diatur oleh suatu kaidah hokum yang dimaksudkan, melinkan cara suatu objek diatur; diperhatikan apakah suatu peraturan menurut isinya bersifat adil atau tidak. Sebab tentu saja, bila suatu kaidah menurut isinya menggalang suatu aturan yang adil, kaidah itu bernilai dan dapat ditanggapi sebagai mewajibkan secara batin. Karenanya timbullah pertanyaan: apakah keadilan termasuk pengertian hukum atau tidak?

Bila adil merupakan unsur konstitutif hukum, suatu peraturan yang tidak adil bukan hanya hukum yang buruk, akan tetapi semata-mata bukan hukum: non-hukum. Kalau non-hukum, orang tidak terikat akan peraturan yang bersangkutan, dan tindakan balasan tidak sah. Sebaliknya, bila adil merupakan unsure regulatif bagi hukum, suatu peraturan yang tidak adil tetap hkum walaupun buruk, dan tetap berlaku dan mewajibkan (walaupun hanya secara ekstern berupa sanksi). Maka pertanyaan yang timbul berbunyi: apakah cukuplah  adanya suatu peraturan dalam bentuk yuridis yang tepat untuk dapat disebut hukum(richtiges/correct) atau perlu juga peraturan itu sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan (gerechtes recht/just)?

Menurut pengertian tradisional, yang cukup kuat di Eropa, hukum pertama-tama menuju suatu aturan yang dicita-citakan yang memang telah dirancangkan dalam undang-undang, akan tetapi belum terwujud dan tidak pernah tidak terwujud sepenuhnya. Sesuai dengan dikhotomi (pemisahan) ini terdapat dua istilah untuk menandakan hukum:

  1. Hukum dalam arti keadilan (keadilan: iustitia) atauius/Recht (dari regere= memimpin).
  2. Hukum dalam arti undang-undang atau (lex/wet).Kaidah-kaidah yang mewajibkan itu dipandang sebagai sarana untuk mewujudkan aturan yang        adil tersebut.

Sumber : https://merkbagus.id/

Peserta UNBK di SMPN 1 Kendal Dapat Sarapan Gratis

Peserta UNBK di SMPN 1 Kendal Dapat Sarapan Gratis

Peserta UNBK di SMPN 1 Kendal Dapat Sarapan Gratis
Peserta UNBK di SMPN 1 Kendal Dapat Sarapan Gratis

Pihak sekolah SMP Negeri 1 Brangsong, Kendal, Jawa Tengah, pada hari pertama

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menyiapkan sarapan gratis untuk para peserta ujian, Senin (22/4/2019).

Sarapan gratis diberikan untuk membantu siswa yang tak sempat sarapan

karena harus berangkat pagi sebelum ujian. Para siswa ini mengaku senang karena kebanyakan dari mereka tidak sempat sarapan.

Sekolah menyiapkan sarapan gratis sudah berlangsung selama empat tahun

terakhir. Kepala SMPN 1 Brangsong Sri Hardanto mengatakan sekolah menyiapkan sarapan gratis hingga pelaksanaan ujian berakhir.

Menu tahun ini makanan yang disiapkan tidak hanya untuk sarapan, tapi juga untuk makan siang.

 

Baca Juga :

BPK Bertekad Ciptakan Budaya Tertib Arsip

BPK Bertekad Ciptakan Budaya Tertib Arsip

BPK Bertekad Ciptakan Budaya Tertib Arsip
BPK Bertekad Ciptakan Budaya Tertib Arsip

Dalam rangka pelaksanaan Bulan Budaya Arsip, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyelenggarakan seminar dengan tema “Mewujudkan Tata Kelola Arsip Dinamis Menuju Era Teknologi Informasi”, yang dilaksanakan di Auditorium Kantor Pusat BPK, Jakarta, Selasa (23/4/2019). Acara yang diselenggarakan atas kerja sama antara Biro Umum dan Inspektorat Penegakan Integritas ini bertujuan membangun kepedulian serta membentuk dan kebiasaan yang baik dan benar sesuai kebutuhan kearsipan.

Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar yang hadir memberikan keynote speech dan sekaligus membuka seminar ini mengatakan arsip merupakan bagian dari tata kelola proses bisnis BPK untuk menghasilkan prosedur, kebijakan, surat-menyurat sampai dengan laporan hasil pemeriksaan (LHK). Untuk itu, pihaknya mendorong komitmen dari pelaksana BPK untuk terus menjaga arsip agar menjadi lebih baik.

Pembukaan seminar bertema “Mewujudkan Tata Kelola Arsip Dinamis Menuju Era Teknologi Informasi”.

Perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu alasan arsip pada saat ini

harus dikelola secara elektronik. Dengan adanya media elektronik, seperti komputer, maka proses pengelolaan dan pengurusan arsip akan menjadi lebih mudah dan tidak membutukan waktu lama, sehingga dapat memudahkan proses penemuan kembali. Oleh karena itu, pengetahuan mengelola arsip secara elektronik, penciptaan arsip elektronik, dan cara serta media penyimpanan arsip elektronik menjadi hal yang penting bagi pelaksana BPK pada era teknologi informasi.

Bahrullah Akbar juga menyatakan aspek hukum arsip elektronik juga harus dipahami. Selain itu, harus ada berbagai upaya dalam penyimpanan dan penyelamatan arsip agar memori yang ada di dalamnya dapat terus terjaga. Hal ini merupakan hal yang penting untuk dipahami pelaksana BPK.

“Kegiatan Bulan Budaya Arsip Tahun 2019 termasuk di dalamnya

penyelenggaraan seminar arsip ini diharapkan dapat mewujudkan citra para pelaksana BPK yang tertib arsip dan siap menyambut era teknologi informasi di bidang kearsipan. Selain itu kegiatan ini juga dapat menjadikan budaya tertib arsip ini sebagai bagian dari budaya kerja di lingkungan BPK” kata Wakil Ketua BPK, Bahrullah Akbar melalui keterangan tertulis.

Selain Bahrullah Akbar, pembicara lain dalam seminar itu adalah Direktur

Jenderal Pengendalian Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan, Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan, Arsip Nasional Repbuplik Indonesia (ANRI), Imam Gunarto, dan Deputi Bidang Konservasi Arsip ANRI, M Taufik.

 

Sumber :

http://diana-ega-fst12.web.unair.ac.id/artikel_detail-311171-Umum-Sejarah%20Nini%20Pelet.html

Aturan Kolaborasi Riset Asing Diperketat

Aturan Kolaborasi Riset Asing Diperketat

Aturan Kolaborasi Riset Asing Diperketat
Aturan Kolaborasi Riset Asing Diperketat

Ekosistem riset di Indonesia terus diperbaiki. Pemerintah memastikan akan terus menggali potensi kerja sama dengan penelitian asing sehingga meningkatkan daya saing Indonesia. Sejalan dengan itu, aturan dan perizinan penelitian asing juga ditingkatkan untuk mencegah pelanggaran penelitian yang bisa mengancam hilangnya potensi sumber daya keanekaragaman hayati Indonesia.

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Muhammad Dimyati mengatakan, saat ini pemerintah terus menggali kerja sama dengan memberi kemudahan perizinan penelitian asing sesuai aturan yang berlaku.

“Kita juga ingin melihat sejauh mana akibat dari kerja sama penelitian itu mendatangkan kerja sama yang lebih besar berikutnya yakni prospek ke depannya,” katanya di sela-sela acara “Evaluasi dan Pengukuran Capacity Building Lembaga Mitra Kerja sebagai Dampak Pemberian Izin Penelitian Asing” di Jakarta, Selasa (30/4).

Oleh karena itu, Kemristekdikti memastikan pentingnya peran mitra kerja penelitian asing sebagai wahana untuk meningkatkan posisi daya saing Indonesia. Tahun 2018, total dana masuk ke Indonesia untuk penelitian asing mencapai Rp 623 miliar dari 521 penelitian.

Dimyati menjelaskan, peneliti asing dari Amerika Serikat membawa paling banyak dana penelitian yaitu sebanyak Rp 120 miliar. Disusul Jepang dengan Rp 108 miliar dan Australia Rp 96 miliar.

“Rata-rata setiap peneliti asing memiliki dana Rp 1 miliar dan juga sebagian membawa peralatan sendiri. Sedangkan mitra kerja bertugas mendampingi peneliti asing dan memiliki dana yang sangat kecil,” ungkapnya.

Ke depan lanjutnya, alasan keterbatasan dana harus segera diselesaikan agar

mitra kerja peneliti asing dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Tahun 2019, Kemristekdikti sudah menganggarkan Rp 1 miliar untuk mendukung kolaborasi riset tersebut.

“Peneliti asing dan mitra kerja pendamping harus dilindungi agar dapat bekerja sama dengan baik. Untuk itu harus ada peraturan yang wajib ditaati oleh kedua belah pihak secara jelas, terbuka, dan menguntungkan kedua pihak,” ujarnya.

Menurutnya, peraturan izin penelitian asing di Indonesia saat ini sudah sangat baik, lebih sederhana, serta lebih singkat prosesnya. Untuk itu semua pihak, baik peneliti asing maupun mitra kerja pendamping lokal harus mengikuti peraturan tersebut.

“Jangan coba-coba ada yang mensiasati aturan tersebut, karena pasti pemerintah Indonesia akan melakukan law enforcement,” tegasnya.

Dimyati menambahkan, penegakan hukum terkait penelitian asing akan lebih dipertegas lagi dalam rancangan undang-undang Sistem Nasional Iptek (RUU Sisnas Iptek) yang sedang dibahas oleh pemerintah bersama dengan DPR.

Kemristekdikti pun sudah menyurati seluruh rektor perguruan tinggi (PT) di Indonesia untuk lebih jeli ketika ada tawaran kolaborasi riset asing. Artinya, peneliti asing harus mengantungi izin riset.

Terkait upaya penegakan hukum, lanjut Dimyati, dari aturan yang ada, peneliti

asing yang melakukan penelitian harus mengantungi izin penelitian asing. Jika melanggar, sanksi akan diterapkan sesuai aturan yang dilanggarnya.

Ia pun menegaskan, dalam RUU Sisnas Iptek, hal itu akan dipertegas. Bagi peneliti asing yang tidak berizin nantinya akan ditangani terlebih dahulu oleh komisi etik untuk ditelusuri jenis pelanggarannya. Komisi etik ini kemudian merekomendasikan apakah sanksi mengarah ke pidana atau administrasi.

Belum lama ini, ditemukan empat peneliti asing asal Polandia di Sintang,

Kalimantan yang mengambil sampel serangga di hutan. Saat ini, kasusnya masih dalam proses penelusuran. Namun, diketahui bahwa sampel tersebut bukan termasuk jenis dilindungi. Peneliti datang pun hanya mengantungi visa kunjungan dan bukan penelitian.

 

Sumber :

http://pendidikanku.web.unej.ac.id/2019/08/12/sejarah-kisah-kelahiran-raja-sisingamangaraja/

KH Said Aqil Siradj: Kami Menolak Permen Sekolah 5 Hari, Tidak Ada Kompromi Dan Dialog Lagi

KH Said Aqil Siradj: Kami Menolak Permen Sekolah 5 Hari, Tidak Ada Kompromi Dan Dialog Lagi

KH Said Aqil Siradj Kami Menolak Permen Sekolah 5 Hari, Tidak Ada Kompromi Dan Dialog Lagi
KH Said Aqil Siradj Kami Menolak Permen Sekolah 5 Hari, Tidak Ada Kompromi Dan Dialog Lagi

Kiai Said kekeh menolak kebi­jakan sekolah lima hari alias full day school. Alasannya karena akan merusak madrasah dini­yah dan karakter siswa. Saat ini aturan sekolah 5 hari ini masih dibahas di Istana. Salah satu poin penting yang masih dibahas adalah tentang pembentukan karakter anak bangsa.

Jadi, aturan kebijakan yang sudah berlangsung di beberapa sekolah ini hanya tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Setelah pembahasannya rampung, Presiden Joko Widodo berencana menguatkan aturannya, dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres). Berikut penuturan Kiai Said;

Pemerintah kan sedang membahas soal Perpres pem­bangunan karakter. Apa NU diundang?
Nggak.

NU sudah tahu isi draf Perpres tersebut?
Baru denger-denger sedikit.

Sudah ada pembicaraan lagi dengan pemerintah?
Itu Maarif (Syafii Mariif be­kas ketua Muhammadiyah-red) dan RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah atau Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia-red) su­dah ada komunikasi. Tapi saya kalaupun diundang oleh sia­papun untuk membahas sekolah 5 hari, saya nggak akan datang.

Kenapa?
Karena kami dari NU menolak keras, tidak ada kompromi, tidak ada dialog. Kami minta pemer­intah segera mencabut permen sekolah 5 hari, karena akan menggusur madrasah diniyah yang dibangun oleh masyarakat, yang guru-gurunya juga dikasih honor oleh masyarakat swadaya, dan jumlahnya tidak tanggung-tanggung, ada 72 ribu se-Indo­nesia.

Tapi Perpresnya kan sudah mau keluar?
Kami harapkan, Perpres yang akan dikeluarkan, isinya men­cabut kebijakan sekolah 5 hari itu. Karena sangat mengganggu atau merugikan masyarakat.

Merugikan bagaimana?
Yang sudah menjadi kehidu­pan di masyarakat, anak itu pagi sekolah SD, siangnya sekolah madrasah diniyah. Di sana dia diajarkan prinsip teologi dan akhlak. Meskipun kemudian dia di SMP, SMA, dan perguruan tinggi umum, dia sudah punya bekal, sudah punya dasar teologi Islam yang benar, akhlak islam yang benar.

Kalau tidak, maka sangat berbahaya karena kondisi islam yang akan datang kita enggak tahu. Jadi berbahaya kalau tidak ada madrasah diniyah, terutama untuk mengajarkan pendidikan moral, komitmen, nilai-nilai budaya bangsa. Itulah yang kami prihatin kalau seandainya madrasah diniah tergusur oleh sekolah lima hari.

Pemerintah sudah menya­takan akan mengatur supaya pendidikan di madrasah

tidak terganggu?
Prakteknya nanti seperti apa? Prakteknya dong, itu kan omon­gannya, cuma aturan tertulis.

Memang prakteknya seperti apa?
Prakteknya ada banyak masalah jika sekolah lima hari ini diterapkan. Misalkan makannya bagaimana? Makannya kan ba­wa dari rumah. Nanti anak orang kaya lauknya daging, sementara anak orang miskin lauknya teri, itu sudah masalah. Kemudian ada di daerah yang jam 4 sudah tidak ada transportasi. Pulangnya bagaimana anak-anak itu? Lalu juga ada masalah anak-anak jadi kecapekan karena pulang kesorean.

Biasanya setelah Maghrib mer­eka bisa kumpul bersama terus mengaji, ini jadi

tidur sampai pagi. Kerugian sangat banyak. Oleh karena itu saya mengang­gap sekolah lima hari bukan membentuk karakter, tapi justru akan merusak karakter siswa. Itu menurut saya.

Kalau pemerintah ngeluar­kan perpres, NU gimana?
Saya yakin tidak akan.

Seandainya Perpres tetap keluar, apakah NU akan melakukan aksi penolakan?

Menolak ya, tapi kami enggak ikut-ikut acara yang seperti itu.

Apakah akan berdampak kepada dukungan NU ke Jokowi di 2019?
Di NU enggak ada dukung mendukung, dan ini bukan masalah dukungan politik. Masalahnya kalau madrasah di­gusur akan ada yang hilang dari islam nusantara, yaitu ajaran-ajaran yang selama ini diterima anak oleh guru-guru, cium tan­gan orang tua, cium tangan kyai, berdoa mau makan, tidur, semua diajar di situ. Saya juga belajar di situ.

 

Baca Juga :

Klasterisasi Perguruan Tinggi untuk Tingkatkan Mutu

Klasterisasi Perguruan Tinggi untuk Tingkatkan Mutu

Klasterisasi Perguruan Tinggi untuk Tingkatkan Mutu
Klasterisasi Perguruan Tinggi untuk Tingkatkan Mutu

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi kembali melakukan

pengelompokkan/klasterisasi perguruan tinggi tahun 2017. Untuk memetakan perguruan tinggi di Indonesia yang berada di bawah naungan pemerintah.

Menurut Menristekdikti M. Nasir, klasterisasi dilakukan dalam rangka

meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan tridharma, termasuk didalamnya kesehatan organisasi.

Klasterisasi menyediakan landasan bagi Kemenristekdikti untuk melakukan pembinaan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia. Serta memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai perguruan tinggi.

“Klasterisasi atau perankingan perguruan tinggi ini ke depan diharapkan dapat

menjadikan perguruan tinggi Indonesia semakin berkualitas,” ujar Nasir dalam keterangannya, Sabtu (19/8).

Dia menambahkan, saat ini telah ada tiga perguruan tinggi Indonesia yang masuk 500 besar dunia yakni Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia. Ketiganya masuk dalam klaster satu perguruan tinggi Indonesia.
“Kemenristekdikti mendorong ketiga perguruan tinggi itu untuk bisa merangkak naik ke 200 besar, sementara perguruan tinggi yang belum masuk pada ranking agar dapat terpacu untuk meningkatkan kualitas,” ujar Nasir.

Hasil analisis terhadap data-data yang tersedia baik data pada Pangkalan Data

Perguruan Tingi (PD DIKTI) Kemenristekdikti, data-data yang dikeluarkan oleh unit utama terkait pada Kemenristekdikti, maupun sumber-sumber lain yang relevan, diperoleh hasil yaitu kelompok perguruan tinggi non-politeknik Dihasilkan lima klaster dengan komposisi klaster satu berjumlah 14 perguruan tinggi, klaster dua (78), klaster tiga (691), klaster empat (1.989), dan klaster lima (290).

Kemudian kelompok perguruan tinggi politeknik dihasilkan lima klaster dengan komposisi klaster satu berjumlah 10 politeknik, klaster dua (19), klaster tiga (53), klaster empat (54), dan klaster lima (52).

 

Sumber :

https://pihvikeisari.com/pengertian-mikrobiologi-dan-perkembangan-dari-mikrobiologi/

Din Syamsudin: Sabtu dan Ahad untuk Pendidikan Karakter Anak

Din Syamsudin: Sabtu dan Ahad untuk Pendidikan Karakter Anak

Din Syamsudin Sabtu dan Ahad untuk Pendidikan Karakter Anak
Din Syamsudin Sabtu dan Ahad untuk Pendidikan Karakter Anak

Rencana penerapan full day school masih banyak diwarnai pro dan kontra.

Namun menurut Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin, setelah bertemu dengan Mendiknas, bahwa yang dimaksud full day school adalah Five Day School.

Jadi MUI kemarin bersama 70 ormas islam mendengarkan langsung paparan Mendiknas perihal rencana sekolah lima hari. Ini sangat bagus dan tidak mengganggu madrasah diniyah,” jelas Din usai mengisi tabligh akbar bersama Sekda Prov Jabar Iwa Karniwa dihadapan 5.000 warga Muhammadiyah Kabupaten Bandung, di Ciparay, Jumat (25/8).

Menurut Din, rencana sekolah sampai hari Jumat ini, sudah diterima ormas

Islam di Indonesia saat audiensi dengan Mendiknas.

“Ya kita masih menunggu kepastian Mendiknas, intinya ormas islam sudah menerima tinggal penerapannya saja,” ujarnya.

Untuk hari Sabtu dan Ahad (minggu), Din menyarankan agar diisi oleh siswa dengan pendidikan karakter oleh keluarga.

“Ini yang penting, bangsa kita kehilangan jatidiri yang ditanamkan oleh keluarga. Pendidikan karakter itu berasal dari ajaran ibu dan bapa sang anak. Saat ini banyak generasi milenia, dan ini harus kita lakukan saat ini juga,” jelasnya.

Dengan pembinaan nilai silaturahim dan keluarga, maka anak akan lebih dekat

dengan keluarga.

“Selain itu, program tersebut nanti jangan menghilangkan hak anak yang di kota, ada waktu bermain, dan yang di kampung untuk bekerja bisa dilakukan oleh anak-anak kita saat ini,” paparnya.

 

Sumber :

https://buzzimg.com/mengetahui-pengertian-komunikasi-terapeutik/

Gedung Sekolah Terbakar, Siswa Terpaksa Belajar Di Lantai Ruang Olahraga

Gedung Sekolah Terbakar, Siswa Terpaksa Belajar Di Lantai Ruang Olahraga

Gedung Sekolah Terbakar, Siswa Terpaksa Belajar Di Lantai Ruang Olahraga
Gedung Sekolah Terbakar, Siswa Terpaksa Belajar Di Lantai Ruang Olahraga

Para siswa SDN Cicinde Selatan 1, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang,

terpaksa menggunakan ruang olahraga dan kesenian untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Pasalnya, gedung sekolah yang biasa digunakan mengalami kebakaran.

Sekitar 74 siswa kelas 5A dan B terpaksa belajar di lantai, di dua ruang kegiatan ekstra kulikuner,” ungkap Kepala Sekolah SDN Cicinde Selatan 1, Sudaryat, Kamis (18/7).

“Mereka harus belajar di lantai tanpa alas karena tidak ada fasilitas bangku dan

kursi,” tambahnya.

Dengan kondisi ruang yang kurang memadai, siswa tampaknya kurang konsentrasi. Tak hanya bangku dan kuris, papan tulispun tak tersedia.

“Belajar di lantai dingin pengen punya kelas baru. Mau dibuatin kelas baru ajah,” ujar Dinda, salah satu siswi kelas 5A.

Sebelumnya dua ruang kelas dan satu ruang guru hangus terbakar pada Rabu

(17/7) kemarin, sekitar pukul 12.30 WIB. Penyebab kebakaran diduga akibat konsleting aliran listrik. Gedung sekolah yang terbakar masih dipasang Police line oleh pihak kepolisian.

 

Baca Juga :