5 Tahap Cara Budidaya Cacing Tanah

5 Tahap Cara Budidaya Cacing Tanah

5 Tahap Cara Budidaya Cacing Tanah

Cacing tanah merupakan tidak benar satu makhluk hidup yang hidup di tahan dan banyak memberikan kegunaan bagi tatanan kehidupan manusia. Multimanfaat cacing tanah antara lain adalah dapat menyuburkan lahan pertanian, memperbaiki dan menjaga struktur tanah, menaikkan kekuatan serap air permukaan, menaikkan kegunaan limbah bahan organik, bahan makanan ikan hias dan ikan kolam dan juga pakan ternak.

5 Tahap Cara Budidaya Cacing Tanah

Kali ini mediatani bakal mengkaji lebih lanjut tentang 5 Tahap Cara Budidaya Cacing Tanah, silahkan disimak penjelasan kami dan kecuali ada pertanyaan dapat meninggalkan komentar di bawah.

1. Persiapan Fasilitas dan juga Peralatan

Kandang dapat di bikin dari sebagian bahan murah dan juga enteng didapat semacam papan sisa, bambu, ijuk, rumbia dan genteng tanah liat. Untuk kandang permanen peternakan taraf besar jikalau mempunyai ukuran 1. 5 x 18 m dan juga tinggi 0.45 m. Didalamnya dibikin wadah-wadah daerah pemeliharaan semacam rak-rak bertingkat, dan juga kandang dapat terbuka tanpa ada dinding
Jenis-model system budidaya yang dapat diaplikasikan diantaranya : kotak bertumpuk, rack berbaki, pancing berjajar dan juga pancing bertingkat.

2. Pembibitan

Persiapan untuk budidaya cacing tanah adalah:

Meramu fasilitas tumbuh
Menyediakan bibit unggul
mempersiapkan kandang cacing dan kandang pelindung
Pemilihan Bibit:

a. Pemilihan Bibit Calon Induk

Untuk sekala komersial sebaiknya memakai bibit yang telah ada sebab diperlukan jumlah yang besar, tetapi untuk skala kecil dapat melacak bibit cacing tanah dari alam, jikalau dari lingkungan sampah yang membusuk atau dari daerah pembuangan kotoran hewan.

b. Pemeliharaan Bibit Calon Induk
Dalam pola pemeliharaan terbagi jadi sebagian cara:

Cacing tanah dipelihara di dalam jumlah banyak sesuai bersama daerah yang ada, bersama pemilihan Cacing tanah yang muda atau dewasa. Jika wadah berukuran panjang 2.5 m, lebar kurang lebih 1 m, dan tinggi sekitar 0.3 m, maka dapat ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.
Pemeliharaan di mulai dari jumlah kecil, dan kecuali jumlahnya bertambah, sebagian dipindahkan ke wadah lain.
Pemeliharaan bersama mengkombinasi langkah a dan b.
Pemeliharaan tertentu kokon hingga jadi anak, sehabis dewasa pindahkan ke daerah lain.
Pemeliharaan tertentu cacing dewasa untuk bibit.
3. Model Perkembangbiakan

Jika fasilitas pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah telah tersedia, maka penanaman siap dilakukan. Bibit cacing tanah jangan langsung sekaligus dimasukkan ke di dalam media, melainkan sedikit-sedikit. Beberapa bibit cobalah disimpan di atas media, kecuali bibit masuk ke di dalam fasilitas hal itu tunjukkan bahwa cacing betah di fasilitas tersebut.

Tambahkan kembali dan cek tiap 3 jam sekali apakah tetap ada cacing yang berkeliaran ke luar, kecuali cacing malah meninggalkan fasilitas atau wadah artinya fasilitas yang digunakan wajib diganti. Cara mengganti fasilitas yaitu bersama langkah disiram air, lantas diperas atau dibuang airnya hingga airnya berwarna bening.

Untuk mengerti apakah cacing tanah yang ditanam betah pada fasilitas yang digunakan, Anda dapat memastikannya sehabis 12 jam.

4. Reproduksi Atau Sistem Perkawinan

Cacing tanah merupakan golongan hewan hermaprodit yang mempunyai alat kelamin ganda jantan dan betina di dalam satu tubuh. Tapi untuk pembuahan tidak dapat dikerjakan sendiri. Sepasang cacing tanah bakal menghasilkan satu kokon berupa lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api yang memuat telur-telur. Setiap kokon memuat 2-20 ekor, dan kebanyakan 4 ekor.

Kokon ditaruh di daerah yang lembab, dan di dalam pas 14-21 hari kokon bakal menetas. 100 ekor cacing tanah dapat menghasilkan 100.000 cacing di dalam pas 1 tahun.

Cacing tanah menjadi dewasa sehabis berumur 2-3 bulan bersama ditandai ada gelang (klitelum) pada tubuh anggota depan, sehabis 7-10 hari perkawinan cacing dewasa bakal menghasilkan 1 kokon.

5. Pemeliharaan

– Pemberian Pakan
Dalam satu hari satu malam Cacing tanah diberi pakan sekali sesuai berat cacing tanah yang ditanam. Apabila ditanam 1 Kg Cacing tanah, maka pakan diberikan wajib 1 Kg.

Pakan cacing tanah secara umum berupa kotoran hewan. Hal yang wajib diperhatikan di dalam perlindungan pakan Cacing tanah adalah sebagai berikut:
Pakan diberikan wajib berupa bubuk atau bubur.
Taburkan pakan rata di atas media, tetapi tidak menutupi semua permukaan media, sekitar sekitar 2/3 dari wadah tidak ditaburi pakan.
Tutup pakan bersama karung, plastik atau bahan lain yang tidak tembus cahaya.
Apabila tetap tersisa pakan sebelumnya perlindungan pakan selanjutnya wajib diaduk bersama jumlah pakan yang diberikan dikurangi.
Perbandingan bubur pakan bersama air diberikan 1:1.
– Penggantian Media
Media yang telah jadi tanah atau kascing yang telah dipenuhi banyak telur (kokon) wajib langsung diganti. Agar cacing cepat berkembang, maka antara telur, anak dan induk wajib dipisahkan pada fasilitas berbeda. Penggantian fasilitas kebanyakan dikerjakan di dalam pas 2 Minggu sekali.

– Proses Kelahiran
Media untuk sarang terbuat dari: kotoran hewan, batang pisang, dedaunan atau buah-buahan, limbah pasar, limbah tempat tinggal tangga, kertas, Koran, kardus, kayu lapuk atau bubur kayu.

Semua bahan dipotong selama + 2.5 cm. semua bahan diaduk dan dilengkapi air kecuali kotoran ternak, lantas diaduk lagi. Selanjutnya bahan campuran dan kotaran ternak dicampurkan jadi satu bersama perbandingan 70:30 bersama dilengkapi air secukupnya sehingga senantiasa basah.