Kurikulum baru, Kemendikbud bantah tak ada pelatihan guru

Kurikulum baru, Kemendikbud bantah tak ada pelatihan guru

Kurikulum baru, Kemendikbud bantah tak ada pelatihan guru

Kurikulum baru, Kemendikbud bantah tak ada pelatihan guru
Kurikulum baru, Kemendikbud bantah tak ada pelatihan guru

Pihak Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) membantah, jika tidak ada pelatihan untuk guru menyangkut implementasi kurikulum yang baru pada ajaran 2013-2014.

Wakil Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan Musliar Kasim menegaskan, Kemendikbud akan melatih para guru ini sebelum kurikulum itu diterapkan ke siswa.

Dia juga meminta masyarakat tidak terlalu resah akan pelaksanaan kurikulum baru ini karena pemerintah sudah menyiapkan secara detail akan pelaksanaanya tahun depan.

Mantan Rektor Universitas Andalas Padang ini juga menampik pendapat kementerian terlalu ambisius akan perubahan kurikulum baru. Justru sebaliknya, ujarnya, perubahan kurikulum ini penting karena zaman sudah berubah.

“Kami tidak pernah ambisius. Kami bekerja untuk memastikan generasi mendatang mendapatkan pendidikan yang terbaik mulai dari sekarang. Dengan kurikulum baru maka siswa akan semakin kreatif, kritis dan produktif dengan didasari pendidikan karakter yang baik,” tegasnya, di Jakarta, (20/12/2012)

Terkait permintaan penundaan Kurikulum 2013, ia menyatakan semakin

ditunda akan semakin rugi bagi generasi mendatang untuk memperoleh model pembelajaran yang baik. Sebab model kurikulum 2013 ini sama dengan yang diajarkan pada sekolah internasional yang ada di Jakarta.

Dia juga meminta kalangan media massa untuk mengedukasi masyarakat, kurikulum baru ini penting untuk dilakukan dan bukan diselenggarakan atas kepentingan politik.

Anggota Panitia Kerja (Panja) Kurikulum Komisi X DPR Ferdiansyah mengatakan, metode pelatihan kurikulum baru yang dinamakan Master Teacher dimana guru yang sudah dibimbing harus mampu mengajarkan materi kurikulum yang sudah didapat ke guru lainnya.

“Master Teacher itu ibaratnya MLM. Pemerintah pun tidak dapat menjamin

apakah guru itu mampu menurunkan materi kurikulum ke guru berikutnya sesuai dengan yang diajarkan. Pasti ada misscomunication,” katanya.

Ferdi mengungkapkan, masih banyak masyarakat yang resah tentang rencana perubahan kurikulum tersebut. Berdasarkan, hasil kunjungan kerja ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terungkap masih banyak masyarakat, termasuk guru yang resah akan hal itu.

“Bahkan sambutan Gubernur Kalimantan Selatan sangat jelas, bahwa rakyat

masih resah terhadap rencana perubahan kurikulum,” ujarnya.

Alasan keresahan itu berdasar atas belum siapnya para guru untuk menghadapi perubahan tersebut. Disamping itu, sarana dan prasarana juga masih belum memadai, khususnya di daerah-daerah.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/jelaskan-struktur-kulit/