Penolakan Full Day School Bermunculan di Dunia Maya

Penolakan Full Day School Bermunculan di Dunia Maya

Penolakan Full Day School Bermunculan di Dunia Maya

Penolakan Full Day School Bermunculan di Dunia Maya
Penolakan Full Day School Bermunculan di Dunia Maya

Kalangan netizen menolak gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengenai ‎penambahan jam bersekolah untuk siswa SD dan SMP negeri maupun swasta. ‎

Penolakan sistem yang diistilahkan full day school

ramai di media sosial Twitter. Tanda pagar atau tagar #FullDaySchool pun sempat menjadi trending topic di Twitter di Indonesia. (Baca juga: Mendikbud Sebut Istilah Full Day School Menyesatkan)

“Secara tidak langsung ini melanggar HAM lho Pak Menteri. Mana hak-hak anak? #FullDaySchool,” ujar‎ salah satu netizen bernama ‎Jihan Aliska Putri‎.

Hal senada diungkapkan netizen dari kalangan pelajar, Ria Aldila Putri.‎ “Capek, baru aja pulang sekolah. Kalau besok jadi #FullDaySchool capeknya nambah‎. Pak Mendikbud, kasihanilah kami,” katanya di Twitter.

Sementara netizen bernama ‎Putri Fitria menyinggung kondisi pelajar yang sepulang sekolah membantu orangtua mencari uang.‎ “Gimana nasib anak yang perlu bantuin orang tua cari duit di luar jam sekolah? Bapak kira kita semua sudah sejahtera? #fulldayschool‎,” tutur Putri Fitria.

Tidak sedikit pula yang mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi

) mengangkat Muhadjir Effendy sebagai Mendikbud.‎ “Pak Presiden @jokowi Bapak Enggak salah angkat menteri pendidikan yang baru? #fulldayschool‎,” ujar netizen bernama Yohanes Christiawan.

Hal senada diungkapkan netizen bernama Hanif Ardiansyah

.‎ “Mendikbud melanggar hak azasi anak dgn menerapkan kebijakan #FullDaySchool. Mereka masih butuh waktu bersama keluarga,” tuturnya.

Alasan Mendikbud menggagas full day school juga dikritik netizen. ‎”Jangan jadikan #fulldayschool sebagai dalih dan cara untuk mengikat anak-anak agar tidak liar,” ujar netizen bernama ‎Riana Rara Kalsum.‎

 

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/contoh-teks-ulasan-novel-boy-chandra-surat-kecil-untuk-ayah/