Mengenal Tentang Danau

Mengenal Tentang Danau

Mengenal Tentang Danau

Mengenal Tentang Danau
Mengenal Tentang Danau
Perairan tergenang diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama, yaitu badan air tergenang (standing waters atau lentik) dan badan air mengalir (flowing waters atau lotik).
Perairan tergenang meliputi danau, kolam, waduk (reservior), rawa (wetland), dan sebagainya (Effendi, 2003). Perairan pedalaman (inland water) diistilahkan untuk semua badan air (water body) yang ada di daratan. Air pada perairan pedalaman pada umumnya tawar meskipun ada beberapa badan air yang airnya asin. Dalam ilmu perairan (hidrologi) dikenal adanya dua macam perairan pedalaman yaitu perairan mengalir (lotik water) dan perairan tergenang (lentik water).

Danau merupakan

salah satu contoh perairan terganang selain rawa, situ, waduk, telaga, embung dan lainnya (Bratadiredja, 2010).

Menurut Mulyawan (2013), danau memiliki perbedaan ukuran dan kedalaman, tergantung pada cara terbentuknya, seperti di bawah ini :

1. Danau yang disebabkan oleh pengikisan

  • Danau gletser, terbentuk bila gletser dan lembaran es mengeruk permukaan bumi dan membentuk ceruk. Kemudian ceruk ini terisi air dan membentuk danau.
  • Danau lekukan gurun, terbentuk didaerah kering tempat angin menghasilkan lekukan. Bila dasar lekuk tersebut mencapai muka air tanah, maka terbentuklah sebuah danau.

2. Danau yang disebabkan oleh kegiatan vulkanik

  • Danau kaldera, terbentuk bila didalam kaldera atau bagian tengah gunung berapi yang runtuh terkumpul air. Danau ini umumnya bulat dan dalam. Danau Toba di Sumatera adalah suatu danau kaldera.
  • Danau kawah, terbentuk bila dalam kawah, atau lubang bulat mirip corong dipuncak gunung berapi terkumpul air. Contohnya ialah danau kawah Oregon (Amerika Serikat)
  • Danau bendungan lava, terbentuk bila aliran lava gunung berapi menyumbat lembah sungai dan menyebabkan terbentuknya danau. Contohnya adalah laut Galilea di Timur Tengah.

3. Danau yang dihasilkan oleh gerakan bumi 

a. Danau sesar, terjadi jika pergeseran di kerak bumi, maka terbentuklah lekukan atau lembah retak yang kemudian dapat menjadi danau. Contohnya ialah Danau Malawi di Lembah Retakan Afrika Timur.

4. Danau yang dihasilkan oleh sungai dan laut 

  • Danau tapal kuda, dihasilkan bila sungai yang berkelok-kelok melintasi daratan mengambil jalan pintas dan meninggalkan potongan-potongan yang akhirnya membentuk danau tepal kuda.
  • Danau delta, terbentuk di sepanjang pantai yang arus pantainya mengendapkan pasir dan membentuk gosong pasir. Akhirnya, gosong pasir itu sama sekali memisahkan sebagian kecil laut, dan dengan demikian membentuk laguna. Delta-delta terbesar di dunia mempunyai danau delta atau laguna.

(Sumber: https://pengajar.co.id/)