Pendaftaran Online Tutup Pukul 23.59, Sesi Akhir Pemenuhan Pagu

Pendaftaran Online Tutup Pukul 23.59, Sesi Akhir Pemenuhan Pagu

Pendaftaran Online Tutup Pukul 23.59, Sesi Akhir Pemenuhan Pagu

Pendaftaran Online Tutup Pukul 23.59, Sesi Akhir Pemenuhan Pagu
Pendaftaran Online Tutup Pukul 23.59, Sesi Akhir Pemenuhan Pagu

Para siswa yang ingin bersekolah di jenjang SMA/SMK negeri masih punya kesempatan. Sebab, panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jawa Timur masih membuka pendaftaran pemenuhan pagu hingga hari ini pukul 23.59. Pemenuhan pagu itu dibuka untuk beberapa sekolah. Di Surabaya, ada 9 SMA dan 2 SMK yang membuka pemenuhan pagu. Dari jumlah itu, hanya SMKN 12 yang belum terpenuhi.

Persaingan selama pemenuhan pagu terbilang ketat. Di SMAN 8, salah satunya. Dari dua kursi yang dibuka dalam pemenuhan pagu, pendaftarnya mencapai 69 siswa di pilihan pertama. Hal yang sama terjadi di SMAN 19. Sebanyak 76 siswa mendaftar di pilihan pertama untuk berebut dua kursi yang tersedia.

Di jenjang SMKN, ada dua SMKN yang membuka pemenuhan pagu. Yakni, SMKN 12 dan SMKN 5. SMKN 5 membuka pemenuhan pagu untuk lima jurusan. Total ada sembilan bangku yang perlu diisi. Hasilnya, para siswa memang berebut untuk mendapatkan bangku tersebut. Jurusan yang paling banyak peminatnya adalah teknik audio video. Peminatnya mencapai 40 siswa. Padahal, pagu yang dipenuhi hanya dua kursi.

Adapun SMKN 12 membuka pemenuhan pagu untuk 16 jurusan. Paling banyak

yang butuh dipenuhi adalah seni pedalangan. Kuota pemenuhan pagu mencapai 24 kursi. Sedangkan peminatnya hanya satu orang. Ada juga jurusan seni tari dan karawitan yang masih terbuka peluang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman menyatakan, meski pada sesi akhir pemenuhan pagu tidak terpenuhi, jadwal pemenuhan pagu tetap ditutup. Pihaknya memang melayani pemenuhan pagu untuk sekolah atau jurusan yang memang belum penuh. Termasuk yang hanya kurang satu atau dua siswa. ”Karena kita pelayanan publik,” tuturnya.

Selain di SMKN 12, masih ada bangku yang belum penuh. Yakni, di wilayah

Madura. Mindset masyarakat tentang pendidikan di kawasan itu perlu lebih dibuka. Sebab, masih ada yang beranggapan sekolah hanya cukup sampai SMP.

Terkait pagu yang belum penuh itu, masih dibuka pendaftaran hingga hari ini. Mantan kepala Badan Diklat Jatim itu mengatakan, terkait pagu yang belum penuh tersebut, tentu akan ada evaluasi. Baik SMK maupun SMA akan direvitalisasi. ”Terutama di wilayah yang daerah atau penduduknya memang harus benar-benar didorong,” ujarnya. Dengan begitu, indeks pembangunan manusia (IPM) di Jawa Timur juga bisa meningkat.

Terkait siswa baru, pada tahun pelajaran baru ini, pihaknya akan

mendistribusikan seragam. Jumlahnya dua setel per siswa. Seragam itu akan dibagikan untuk seluruh siswa di kelas X. Setidaknya, ada 440 ribu seragam yang akan dibagikan. Seragam itu terdiri atas seragam putih abu-abu dan pramuka. Dia menargetkan, seragam berupa kain itu tuntas dibagikan akhir Juli. Jika siswa sudah telanjur mendapatkan seragam, itu tidak jadi masalah. ”Memang agak telat karena kontraknya mundur,” katanya.

 

Baca Juga :