aktor Intelektual

Peran Faktor Intelektual dan Non Intelektual dalam Belajar

Peran Faktor Intelektual dan Non Intelektual dalam Belajar

aktor Intelektual
Faktor Intelektual

Faktor intelektual merupakan

salah satu faktor yang berperan dalam proses pembelajaran. Dengan kemampuan intelektual yang cukup seseorang dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan baik. Sebaliknya jika anak tidak memiliki kemampuan intelektual yang memadai atau yang memiliki keterbelakangan mental maka harus mendapatkan perhatian khusus dalam proses belajar mengajar. Anak yang demikian dapat dikatakan tergolong dalam anak yang berkebutuhan khusus.

 

Kemampuan intelektual manusia tersebut tidak lepas dari keberadaan

suatu unsur yang sangat vital dari tubuh manusia yaitu otak. Seperti yang dikemukakan oleh Martinis Yamin bahwa manusia merupakan mahkluk yang istimewa dibandingkan makhluk-makhluk lainnya. Kemampuan belajar dan mengolah informasi pada manusia merupakan ciri penting yang membedakan manusia dari makhluk lain, kemampuan belajar itu memberi manfaat bagi individu dan juga bagi masyarakat untuk menempatkan diri dalam makhluk yang berbudaya, dengan belajar seorang mampu mengubah perilaku, dan membawa pada perubahan individu-individu yang belajar, yang memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan.

Otak manusia terdiri dari 100 – 200 milyar sel neuron

yang siap memproses trilyun informasi, akan tetapi umumnya 5% bisa memanfaatkan untuk mengakses informasi, hal ini disebabkan saraf di otak tidak terlatih. Kemampuan otak untuk berpikir atau bernalar sangat ditentukan oleh kebiasaan kita melatihnya, ia sama halnya dengan otot yang kita miliki, kelenturan otot disebabkan gerakan yang teratur dan terbiasa. Bagi seorang yang memaksa ototnya bekerja di luar kebiasaan akan terasa pegal dan sakit. Demikian halnya dengan otak, seseorang yang tidak terbiasa membaca buku, koran dan lain sebagainya maka matanya lelah, berair dan ngatuk. Otak manusia berpikir tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kepintaran seseorang, akan tetapi kebiasaan dia memaksimalkan otaknya untuk berpikir dan bernalar. Orang pintar yang tidak terbiasa berpikir dan bernalar tak ubahnya, seperti sebilah pisau yang tajam yang mampu membelah sebuah kaleng, jika terkena air maka lama kelamaan akan tumpul, maka ia membutuhkan perawatan dan pengasahan agar tetap tajam (Martinis Yamin, 2013: 3 – 4).

 

Dari keterangan tersebut dapat diketahui bahwa perkembangan faktor

intelektual manusia sangat erat kaitannya dengan upaya untuk melatih kemapuan otak. Jika seorang terbiasa memaksimalkan fungsi otaknya maka kemampuan intelektualnya akan berkembang. Perkembangan ini tentu saja tidak terjadi dengan sendirinya melainkan membutuhkan proses latihan yang dilakukan secara berkesinambungan. Dengan demikian, dalam proses belajar sudah seharusnya peran faktor intelektual ini mendapat perhatian dari pendidik agar dapat dikembangkan dengan maksimal.

Namun dari berbagai hasil penelitian diketahui bahwa ternyata bukan hanya faktor intelektual saja yang berpengaruh dalam proses belajar. Ternyata terdapat faktor lainnya yang juga mempengaruhi seseorang dalam proses belajar diantaranya faktor kecerdasan emosi. Seperti yang dikemukakan oleh Ari Ginanjar bahwa faktor emosi memiliki peran yang jauh lebih signifikan dibanding dengan kecerdasan intelektual. Kecerdasan intelektual barulah sebatas syarat minimal meraih keberhasilan, namun kecerdasan emosilah yang sesungguhnya mengantarkan seseorang menuju puncak prestasi. Terbukti banyak orang-orang yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi, terpuruk di tengah persaingan. Sebaliknya banyak yang mempunyai kecerdasarn intelektual biasa-biasa saja, justru sukses menjadi bintang-bintang kinerja; pengusaha sukses; dan pemimpin-pemimpin di berbagai kelompok. Disinilah kecerdasan emosi membuktikan eksistensinya.

Rumusan Masalah

Berdasarkan keterangan pada latar belakang di atas rumusah masalah yang diajukan dalam makalah ini adalah sebagai berkut:

  1. Apa yang dimaksud dengan faktor intelektual (intelegensi)?
  2. Apa peran faktor intelektual dalam belajar?
  3. Apa saja yang tergolong dalam faktor non intelektual?
  4. Apa peran faktor nonintelektual dalam belajar?

Tujuan

Berdasarkan pertanyaan pada rumusan masalah di atas, tujuan penulisan yang diajukan dalam makalah ini adalah sebagai berkut:

  1. Untuk mengatahui apa yang dimaksud dengan faktor intelektual (intelegensi).
  2. Untuk mengatahui apa peran faktor intelektual dalam belajar.
  3. Untuk mengatahui apa saja yang tergolong dalam faktor non intelektual.
  4. Untuk mengatahui apa peran faktor non intelektual dalam belajar.

Sumber : http://watchbrandqui291.eklablog.net/contoh-teks-eksplanasi-disekolah-a165655832