Peran Kecerdasan Inteligensi dalam belajar

Peran Kecerdasan Inteligensi dalam belajar

Peran Kecerdasan Inteligensi dalam belajar

Peran Kecerdasan Inteligensi dalam belajar
Peran Kecerdasan Inteligensi dalam belajar

Menurut Nickerson dalam Agus Efendi

diantara pendahulu tes kecerdasan adalah Binet. Hasil tes yang dilakukan oleh Alfred Binet dan koleganya menemukan bahwa peran kecerdasan intelegensi dalam belajar adalah sebagai berikut:

Kecerdasan intelegensi berperan dalam keberhasilan seorang anak

dalam proses belajar di sekolah. Anak dengan kemampuan intelegensi yang rendah akan mengalami kesulitan dalam belajar sebaliknya anak dengan kemampuan intelegensi yang tinggi akan mudah dalam mengikuti proses belajar. Sesuai dengan tujuan awal dari tes intelegensi yang dilakukan oleh Alfred Binet adalah untuk mengetahui siswa yang kemungkinan mengalami kegagalan dalam belajar sehingga mereka perlu mendapatkan perhatian khusus.

Kecerdasan intelegensi berperan sebagai direction.

Menurut Binet direction melibatkan pengetahuan mengenai apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Sehingga siswa dengan kemapuan inteleginsi yang tinggi dapat dengan cepat mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Ketika guru memberikan suatu tugas tertentu ia dapat dengan cepat mengetahui tindakan apa yang harus ia lakukan.

Kecerdasan sebagai Menurut Binet adaptation mengacu pada upaya membangun strategi untuk melakukan sebuah tugas, lalu berusaha untuk tetap berada dalam strategi tersebut dan mengadaptasinya saat mengimplementasikannya.

Kecerdasan sebagai criticism

Menurut Binet criticism adalah kemampuan untuk mengkritisi pikiran dan tindakan sendiri. Sehingga siswa yang cerdas dapat berpikir kritis dan lebih aktif dalam proses belajar.

Kecerdasan intelegensi berperan dalam memberikan kesempatan belajar

bagi anak yang berasal dari keluarga miskin. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Binet terhadap anak-anak miskin, betapapun pandainya merka, namun mereka tidak pernah diberi kemudahan untuk mendapatkan pendidikan lanjutan. Binet berpikir bahwa lewat tes IQ anak-anak miskin mampu membuktikan mereka lebih cerdas daripada rata-rata anak kebanyakan. Karenanya, seharusnya, mereka bisa memperoleh pendidikan lanjutan, tanpa menghiraukan kedudukan sosial mereka.

Baca Juga :