RI-Swiss Majukan Pendidikan Vokasi, Apa Saja Komitmennya

RI-Swiss Majukan Pendidikan Vokasi, Apa Saja Komitmennya?

RI-Swiss Majukan Pendidikan Vokasi, Apa Saja Komitmennya?

RI-Swiss Majukan Pendidikan Vokasi, Apa Saja Komitmennya
RI-Swiss Majukan Pendidikan Vokasi, Apa Saja Komitmennya

Negara Swiss dan Indonesia siap untuk memajukan, memperkuat, dan memberlakukan berbagai terobosan dalam pengembangan pendidikan vokasi. Kesepakatan itu dituangkan dalam kunjungan Anggota Dewan Federal dan Menteri Urusan Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss, Johann Schneider-Ammann.

Delegasi Swiss bersama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas meluncurkan Strategi Kerja Sama Swiss-Indonesia 2017-2020 di bidang pembangunan ekonomi dan inovasi melalui techno parks dan sains.

Strategi empat tahun ke depan tersebut menjelaskan komitmen hibah pemerintah Swiss dalam rangka mendukung perbaikan pelayanan publik dan pengembangan sektor swasta di Indonesia. Swiss memiliki sejarah kerja sama yang panjang dengan Indonesia, dimulai semenjak awal 1970an. Dari tahun 2009, Indonesia menjadi mitra prioritas bagi Swiss dalam program kerja sama ekonomi dan pembangunan.

Saat ini, Swiss mendukung sekitar 40 proyek dukungan teknis di Indonesia dalam rangka membantu menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan akses terhadap jasa keuangan, memperkuat perdagangan berkelanjutan, dan mendukung pembangunan infrastruktur.

“Selama 8 tahun perjalanan kerja sama Swiss-Indonesia di bidang pembangunan ekonomi, telah kita saksikan berbagai keberhasilan yang luar biasa. Pemerintah Swiss berkomitmen untuk melanjutkan dan terus memperbaiki dukungan teknis yang tengah berjalan di Indonesia. Salah satunya di dunia pendidikan,” tegas Dewan Federal Johann Schneider-Ammann, Jumat (14/7).

Untuk periode 2017 hingga 2020, Swiss mencanangkan tambahan hibah sebesar

USD 75 juta dolar guna mendukung prioritas strategis pembangunan ekonomi Indonesia. “Berdasarkan permintaan Pemerintah Indonesia, Swiss bermaksud meningkatkan dukungan di beberapa bidang keahlian Swiss, antara lain pariwisata berkelanjutan dan pendidikan dan pelatihan vokasi,” jelasnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan pemerintah Indonesia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pemerintah Swiss atas dukungannya.

Menurutnya beberapa tantangan utama di Indonesia yang dihadapi termasuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pemerataan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan, memperbaiki akses terhadap jasa keuangan, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan daya saing sektor swasta.

Bambang menjelaskan Indonesia telah mencapai kemajuan besar dalam

memperbaiki akses infrastruktur, memperkuat manajemen keuangan publik, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan memperoleh kembali peringkat investment grade, Indonesia membuktikan bahwa tersedia kesempatan bisnis yang luas di berbagai bidang strategis seperti infrastruktur, teknologi medis, pengolahan makanan, barang konsumen, dan teknologi informasi dan komunikasi.

“Kami memang sudah punya pendidikan vokasi enggak terpaku hanya di

Diploma dan politeknik tetapi juga SMK atau kejuruan. Namun daya serap lulusan SMK tak terlalu bagus dibanding SMA. Mixmatch ini membuat kita menghadapi tantangan pengangguran. Karena itu tak hanya tambah sekolah tetapi juga peralatan dan upgrade kurikulum pemagangan. Kami perkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasi salah satunya,” tandas Bambang.

 

Sumber :

https://www.newscredit.org/gurependikan-com-learning-while-on-the-move/