Penerapan Hukum Newton dalam Kehidupan Sehari-hari

Penerapan Hukum Newton dalam Kehidupan Sehari-hari

pernahkah anda mendengar nama Newton? Pasti dulu dong, entah itu di buku pelajaran anda atau dulu dibahas di kelas.

Newton atau yang terlahir dengan nama panjang Isaac Newton adalah seorang filsuf matematika dan fisika. Bapak Newton ini sudah menemukan lebih dari satu hukum perihal gerak benda, yang dinamakan ‘hukum newton”.

Nah, pada artikel kali ini, kita dapat membahas perihal 3 hukum newton dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hukum Newton I

Maksud dari Hukum Newton I ini tentang dengan sifat kelembaman benda. Hah? Maksudnya apaan tuh? Gini Squad, sifat kelembaman benda atau yang biasa disebut inersia maksudnya adalah setiap benda dapat condong mempertahankan kedudukannya. Jadi, kunci dari hukum newton I ini adalah setiap benda dapat diam jika tidak diberikan gaya, dan setiap benda dapat condong lurus beraturan jika diberikan gaya.

Contohnya, pada selagi kita tengah naik bus, tubuh kita ada pada posisi duduk nyaman. Namun, tiba-tiba sebab ada kucing menyeberang sembarangan, supir bus segera mengerem mendadak. Maka otomatis tubuh kita pada selagi itu dapat terdorong ke depan dan mengupayakan lagi ke posisi semula.

Pada misal ini, tubuh kita mendapatkan type dari bus yang melaju. Tubuh kita ketika dalam posisi duduk nyaman di dalam bus berada pada bunyi “Setiap benda dapat condong lurus beraturan jika diberikan gaya”. Nah ketika bus mengerem mendadak, tubuh kita mengupayakan lagi ke posisi mula-mula berada pada bunyi “Setiap benda dapat diam jika tidak diberikan gaya”.

Hukum Newton II

Penerapan hukum newton dalam kehidupan sehari-hari yang ke dua tentang dengan benda dalam suasana bergerak. Di mana massa benda dan type yang diberikan pada benda dapat diperhitungkan.

Contoh dari hukum newton II adalah misalnya anda memiliki sebuah mobil mainan, lantas anda menarik mobil mainanmu maka mobil tersebut dapat merasa bergerak. Semakin kuat anda menariknya, dapat semakin cepat mobil itu bergerak. Hal ini sesuai dengan bunyi “Semakin besar type yang dikerahkan, maka semakin besar pula percepatannya”.

Lalu, cobalah deh di atas mobil mainan itu anda kasih beban. Kamu taruh batu besar di atasnya. Kira-kira apa yang terjadi? Pasti lebih berat kan anda nariknya? Nah, dari hal ini sesuai dengan bunyi “Semakin besar beban ditambahkan, maka semakin kecil percepatannya”.

Hukum Newton III

Hukum newton III ini tentang dengan type aksi dan reaksi. Maksudnya adalah benda yang kita berikan type dapat menimbulkan reaksi pada kita lho.

Contoh dari hukum ketiga newton ini adalah pada selagi anda mendayung perahu. Coba menyimak deh. Sewaktu anda mobilisasi dayung ke arah belakang, perahu yang anda kendarai dapat bergerak ke depan. Hal ini berjalan sebab ada type aksi yang kita berikan melalui dayung (kita mendayung adalah type aksi), maka perahu tersebut dapat bergerak ke depan (pergerakan perahu adalah type reaksi).

Wah, ternyata hukum newton itu sering berlaku ya dalam aktivitas kita sehari-hari.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/

Akar dan Proses-Proses Penerapan Demokrasi Indonesia

Akar dan Proses-Proses Penerapan Demokrasi Indonesia

Siapa di antara kamu yang kerap dimarahin guru di kelas kala memberikan pendapat? Misalnya kaya kamu bosen belajar di kelas terus, atau kamu nggak sepakat bersama penjelasan yang disampaikan guru, atau gara-gara kamu nggak sepakat bersama keputusan yang dibuat oleh guru. Hayo siapa? Atau jangan-jangan nggak tersedia satupun berasal dari kamu yang berani memberikan pendapat? Wah parah bermakna Squad.

Kenapa kok dapat parah jika nggak berani memberikan pendapat? Iya dong gawat, soalnya negara kita ini kan menganut proses demokrasi. Kamu jelas nggak demokrasi itu apa? Nah demokrasi itu secara terminologi atau makna adalah suatu proses pemerintahan negara, di mana kekuasaan tertinggi tersedia pada tangan rakyat. Kalau secara etimologi atau bahasa, demokrasi itu berasal berasal dari bahasa Yunani yakni demos yang bermakna rakyat dan kratos yang bermakna pemerintahan.

Demokrasi ini terhitung terhitung sebagai rancangan kehidupan bernegara atau bermasyarakat. Pemerintahan di negara demokrasi itu wajib mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara, bernegara, berpendapat, menghormati hak-hak kelompok minoritas, berserikat, dan warga negara berikan peluang yang mirip untuk beroleh kehidupan yang layak.

Tuh kan Squad, negara menjamin kebebasan berpendapat, menjadi ngapain kuatir jika kamu benar. Kan kita hidup di negara demokrasi. Terus kamu jelas nggak layaknya apa sejarah demokrasi di Indonesia? Dalam penerapannya, proses demokrasi di Indonesia berlangsung sangat dinamis atau berubah-ubah. Mulai berasal dari sesudah proklamasi, kepemimpinan Soekarno, kepemimpinan Soeharto, sampai era reformasi.

Kalau kita lihat berasal dari sejarah perjalanan bangsa ini, terdapat 4 macam proses demokrasi yang dulu diterapkan di dalam kehidupan ketatanegaraan Indonesia.

DEMOKRASI PARLEMENTER (LIBERAL)

Diberlakukannya UUD 1945 pada periode pertama yakni tahun 1945-1949, adalah awal mula dipraktikannya demokrasi ini. Namun, demokrasi parlementer ini tidak berlangsung bersama baik. Kehidupan politik dan pemerintahan pada era itu tidak stabil, akibatnya program-program yang dibuat pemerintah tidak dapat ditunaikan bersama baik dan berkesinambungan. Akhirnya demokrasi ini berakhir secara yuridis pada 5 Juli 1959, sejalan bersama pemberlakuan ulang UUD 1945.

DEMOKRASI TERPIMPIN

Pada tanggal 22 April 1959, Presiden Soekarno beri tambahan amanat kepada konstituante mengenai pokok-pokok demokrasi terpimpin. Ada 5 pokok demokrasi terpimpin, di antaranya:

Demokrasi terpimpin bukanlah diktator.
Demokrasi terpimpin cocok bersama kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia.
Demokrasi terpimpin bermakna demokrasi di segala kasus kenegaraan dan kemasyarakatan, meliputi politik, sosial, dan ekonomi.
Inti daripada pimpinan di dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawaratan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.
Pada demokrasi terpimpin, oposisi diharuskan dapat melahirkan pendapat yang sehat dan membangun.
Kalau dilihat berasal dari lebih dari satu poin di atas, demokrasi terpimpin tidaklah bertentangan bersama Pancasila dan UUD 1945. Akan tetapi, konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya. Sehingga demokrasi terpimpin seringkali menyimpang berasal dari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan budaya bangsa.

DEMOKRASI PANCASILA PADA masa ORDE BARU

Demokrasi pancasila lahir atas beragam bentuk masalah yang dialami bangsa Indonesia selama berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. Demokrasi Pancasila itu pangkalnya adalah kekeluargaan dan gotong royong. Kalau kamu main ke sebuah desa kamu tentu dapat lihat stimulan kekeluargaan yang tersedia pada penduduk desa, dan itu sudah lama dianut oleh mereka.

Jadi, hal paling mutlak di dalam demokrasi Pancasila adalah nilai-nilai yang menghormati tinggi kemanusiaan cocok bersama martabat dan harkat manusia, menjamin persatuan dan kesatuan bangsa, utamakan musyawarah, rasa tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, dan mewujudkan keadilan sosial.

Akan tetapi, di dalam praktiknya, demokrasi Pancasila pada era Orde Baru ini banyak menyimpang berasal dari prinsip demokrasi pancasila itu sendiri.

Pelanggaran Demokrasi Era Orde Baru

Penyelenggaraan pemilu yang tidak jujur dan tidak adil
Kurangnya jaminan kebebasan memberikan pendapat
Pembredelan sejumlah tempat yang mengkritik pemerintah
Kriminalisasi pada individu maupun kelompok yang tidak sependapat bersama pemerintah
Maraknya praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme
Pengekangan diskusi-diskusi kampus
Sistem kepartaian yang berat sebelah dan tidak otonom
Penculikan dan penghilangan paksa sejumlah aktivis

DEMOKRASI PANCASILA PADA masa REFORMASI

Perbedaan demokrasi Pancasila pada era reformasi bersama era orde baru terdapat pada keputusan pelaksanaannya. Kalau kita lihat pada keputusan perundang-undangan dan praktik pelaksanaannya, banyak lho pergantian yang terjadi. Kebanyakan, perubahannya itu terdapat pada perbaikan kebijakan-kebijakan yang dirasa tidak cukup sejalan bersama rancangan demokrasi.

Nah lebih dari satu perubahannya itu seperti:

Pemilihan umum yang lebih demokratis
Lembaga demokrasi lebih berfungsi
Mewujudkan kehidupan yang lebih demokratis. Seperti halnya peraturan-peraturan yang ditunaikan serta hukum.
Memaknai demokrasi pancasila sebagai nilai-nilai budaya politik yang merubah sikap hidup politik pendukungnya
Partai-partai politik kini lebih dapat mandiri
Nah, begitulah kiranya Squad rancangan demokrasi yang berlangsung di Negara kita ini. Kamu jelas Soetan Sjahrir? Itu lho Perdana Menteri Pertama Republik Indonesia kita, nah ia menuangkan gagasan dan konsepsinya mengenai demokrasi ke di dalam sebuah buku berjudul ‘Perjuangan Kita’. Sjahrir menjelaskan jika individualisme adalah elemen terpenting di dalam negara dan proses yang demokratis.

Jadi, tiap tiap berasal dari kita wajib nih menghormati hak-hak sesame manusia dan makhluk hidup lainnya. Seprti tidak boleh membully, menghina, mengucilkan, dan terhitung menyudutkan.

Selengkapnya : https://www.gurukelas.co.id/

Persiapan Membayar Pajak: Berkenalan dengan 3 Jenis Pajak

Persiapan Membayar Pajak: Berkenalan dengan 3 Jenis Pajak

sudahkah orang tuamu membayar pajak? Kamu pasti ingat kalimat “Orang Bijak Taat pajak”, kan? Jika nanti anda sudah memiliki pendapatan sendiri, jangan lupa membayar pajak tepat waktu, ya! Sebelum anda membayar pajak kelak, yuk studi pernah tentang jenis-jenis pajak! Secara garis besar, pajak di Indonesia dibagi ke didalam 3 grup besar, yakni pajak menurut golongannya, pajak menurut sifatnya, dan pajak menurut lembaga pemungutnya. Yuk, dipelajari satu persatu!

Menurut golongannya, pajak ini dibagi menjadi 2. Kedua model pajak menurut golongannya adalah pajak segera dan pajak tidak langsung. Pajak Langsung adalah pajak yang ditanggung oleh pihak yang membayar. Dengan kata lain, pajak segera ini bisa terhitung disebut sebagai perlu pajak, ya. Karena disebut sebagai perlu pajak, pajak segera ini tidak bisa dilimpahkan ke pihak lain. Contoh pajak segera pada lain adalah Pajak Penghasilan (PPh).

Pajak Tidak Langsung itu layaknya apa, sih? Kebalikannya berasal dari Pajak Langsung, Pajak Tidak Langsung bisa dilimpahkan ke pihak lain. Contohnya adalah Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang bisa dilimpahkan oleh penjaja kepada pihak yang membeli barang-barang tersebut. Jangan lupa, ya!

Berdasarkan subjeknya, pajak digolongkan menjadi 2, yakni pajak subjektif dan pajak objektif. Perbedaan mendasar berasal dari ke-2 pajak ini adalah pajak subjektif itu bersifat perorangan, sedang pajak objektif itu bersifat kebendaan. Oh iya, pajak subjektif ini adalah model pajak yang memperhatikan keadaan khusus berasal dari orang yang membayar pajaknya. Kondisi khusus yang dimaksud bila adalah status pernikahan dan kuantitas tanggungan keluarga. Kondisi selanjutnya bakal pengaruhi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) berasal dari orang tersebut.

Pajak objektif itu apa, dong? Pajak objektif adalah pajak yang cuma memperhatikan sifat obyek pajaknya saja, tanpa memperhatikan keadaan atau keadaan diri perlu pajak. Contohnya adalah bea materai. Selain bea materai, Pajak Pertambahan Nilai terhitung tidak memandang keadaan pribadi, namun lebih memandang ke syarat-syarat yang dimiliki oleh objek selanjutnya – apakah sudah cukup untuk dikenakan PPN atau tidak.

Klasifikasi pajak sesudah itu didasarkan pada pihak yang memungut pajak tersebut. Ada 2 jenis, yakni pajak pusat atau pajak daerah. Pajak pusat ini bisa disebut terhitung sebagai pajak negara. sesuai dengan namanya, pajak negara ini diambil oleh pemerintah pusat dan bisa dimanfaatkan untuk membiayai tempat tinggal tangga negara. Contoh pajak pusat adalah Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dan Pajak Bumi dan Bangunan.

Pajak Daerah itu dikelolanya oleh pemerintah area yang bersangkutan, ya? Betul banget! Pajak Daerah ini dipungut oleh pemerintah area dan bisa digunakan untuk pembiayaan tempat tinggal tangga pemerintah area tersebut. Menurut UU No. 28 Tahun 2009 Pasal 2, Pajak Daerah itu dibagi menjadi Pajak Provinsi dan Pajak Kabupaten/Kota. Pajak apa saja sih yang terhitung ke didalam Pajak Provinsi dan Pajak Kabupaten/Kota?

Wah, ternyata pajak banyak banget ya, jenisnya. Coba diingat-ingat ya Squad, supaya nggak ketukar-tukar bayarnya nanti.

Baca Juga :

Cara Mudah Buat Stiker WhatsApp

Cara Mudah Buat Stiker WhatsApp – WhatsApp baru saja menambahkan fitur stiker ke dalam percakapan. Bagi software pesan instan lainnya, fitur ini telah terlebih dahulu hadir.

Namun, WhatsApp tetap sukses ‘menyihir’ pemakainya untuk tetap energik menggunakan fitur lama rasa baru tersebut. Salah satu teknik WhatsApp unik perhatian ialah dengan tidak mempedulikan para pemakai bisa dengan mudah menciptakan stiker sendiri.

Jika Line sudah menyerahkan ribuan pilihan stiker, WhatsApp melulu menyediakan 12 set stiker bawaan untuk pemakai. Namun, mereka tidak mempedulikan para pemakai menciptakan stiker sejumlah yang mereka inginkan tanpa dipungut ongkos apapun.

Pengguna melulu perlu mengunduh software tambahan yang menolong untuk menciptakan stiker. Ketika CNNIndonesia.com menjajal langsung teknik pembuatan stiker WhatsApp, pemakai lumayan mengunduh dua software bernama ‘Sticker’ dan edit foto.

Berikut dua tahapan mudah menciptakan stiker WhatsApp.

Unduh Aplikasi Sticker for WhatsApp

Pengguna mesti mengunduh software ‘Sticker for WhatsApp’. Aplikasi ini yang nantinya bakal memasukkan stiker produksi pemakai ke dalam jajaran stiker WhatsApp.

Pengguna bermukim masuk ke Google Play Store dan mencari software tersebut. Namun, butuh menjadi perhatian, tahapan ini melulu diperuntukkan untuk pemakai perlengkapan Android.

Unduh Aplikasi Edit Foto

Pengguna sebetulnya memiliki tidak sedikit pilihan edit foto. Namun, disarankan software edit potret tersebut mempunyai dua keperluan utama untuk menciptakan stiker WhatsApp yaitu menghapus latar belakang dan menambahkan teks.

Dua keperluan tersebut dapat pemakai dapatnya dari salah satu software edit potret yakni PicsArt. Berikut tahapan menggunakan PicsArt.

1. Pilih Opsi Edit

Pengguna mengklik ikon ‘+’ dan memilih pilihan ‘edit’. Setelah tersebut pemakai bermukim memilih potret yang ingin diolah menjadi stiker WhatsApp.

2. Pilih Opsi ‘CutOut’

Setelah gambar yang dikehendaki muncul, pemakai bermukim melingkari objek yang hendak dijadikan stiker. Lalu pilih simpan.

Masuk ke Aplikasi Sticker for WhatsApp

Setelah jadi stiker, pemakai masuk pulang ke dalam software ini guna meyakinkan stiker telah tersimpan dan singkronisasi dengan software ini. Setelah itu, stiker secara otomatis telah ada dalam software dan siap dipakai dalam percakapan.

Selamat mencoba.

Simak : https://www.bahasainggris.co.id/

Cara Menghindari Pencurian Data

Cara Menghindari Pencurian Data – Kaspersky membagikan sejumlah tips guna mengamanan data dari pencurian. Pertama, Kaspersky mengimbau supaya pemakai tidak sembarangan mengklik alamat tautan dan kemurnian email pengirim.

Kedua, Kaspersky menyarankan supaya tidak memakai kata sandi yang sama ke akun-akun platform media. Pasalnya bilamana pencuri berhasi menculik satu kata sandi, maka ia memiliki peluang lebih tinggi untuk menculik akun lainnya.

Kaspersky menilai nilai jual data individu ini memang tidak tinggi tetapi memberikan akibat negatif yang berarti. Misalnya saja data individu tersebut dipakai oleh pembeli data yang dicopet sebagai kedok saat melakukan kejahatan.

Kemudian seseorang juga dapat kehilangan sebanyak uang sebab menyimpan informasi kartu kredit atau bahkan diburu tagihan besar yang dilaksanakan oleh pembeli data.

Kaspersky mengungkapkan teknik paling umum untuk menculik data pribadi ialah melalui kampanye phising atau dengan pemerasan keamanan dalam aplikasi.

Mengingat tidak tidak banyak orang yang mempunyai kata sandi yang sama guna di akun platform media, pelaku memiliki bisa jadi tinggi guna mencuri sejumlah akun tersebut.

Penelitian dari Kaspersky Lab mengindikasikan pencuri dapat menjual data individu korban sebesar tidak cukup dari US$50 atau selama Rp700 ribu. Bahkan pencuri ini sering menyerahkan diskon guna pembelian dengan jumlah banyak.

Peneliti Kaspersky Lab mengungkapkan urusan itu menurut riset pasar dark web. Data individu tersebut merangkum akun media sosial yang dicuri, data perbankan, sampai akses jarak jauh ke sebuah server atau desktop.

Data-data dari layanan yang ada informasi kartu kredit laksana Uber, Netflix, dan Spotify, serta website web game, software kencan, dan website web porno pun termasuk data-data yang dijual.

Menariknya, Kaspersky mengungkap sejumlah pelaku penjaja data bahkan memberikan jaminan seumur hidup untuk pembeli. Apabila satu akun berhenti berfungsi, pembeli bakal menerima akun baru curian secara gratis.

“Sangat jelas bahwa peretasan data ialah ancaman besar untuk kita semua. Ini berlaku baik untuk pribadi dan masyarakat, sebab data yang dicopet ini bisa mendanai tidak sedikit kejahatan sosial. Untungnya terdapat langkah-langkah yang dapat dipungut untuk mencegahnya, tergolong dengan memakai perangkat lunak ketenteraman siber,” kata Peneliti Keamanan Senior di Kaspersky Lab David Jacoby.

Selengkapnya : https://www.sekolahan.co.id/

Konsep Pendidikan Karakter

Konsep Pendidikan Karakter

Konsep Pendidikan Karakter
Konsep Pendidikan Karakter
Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”. Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.

Karakter mulia berarti individu memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya, yang ditandai dengan nilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, tertib. Individu juga memiliki kesadaran untuk berbuat yang terbaik atau unggul, dan individu juga mampu bertindak sesuai potensi dan kesadarannya tersebut. Karakteristik adalah realisasi perkembangan positif sebagai individu (intelektual, emosional, sosial, etika, dan perilaku).

Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya).

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai “the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development”.  Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan. Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan  harus berkarakter.
Menurut David Elkind & Freddy Sweet Ph.D. (2004), pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut: “character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values. When we think about the kind of character we want for our children, it is clear that we want them to be able to judge what is right, care deeply about what is right, and then do what they believe to be right, even in the face of pressure from without and temptation from within”.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya.
Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan  pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk  pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan   warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga   masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat    atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang  banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena  itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni  pendidikan nilai-nilai luhur   yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka  membina kepribadian generasi muda.

Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai the golden rule. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti, apabila berpijak dari nilai-nilai karakter dasar tersebut. Menurut para ahli psikolog, beberapa nilai karakter dasar tersebut adalah: cinta kepada Allah dan ciptaann-Nya (alam dengan isinya), tanggung jawab, jujur, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, dan kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan; baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai, dan cinta persatuan. Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari: dapat dipercaya, rasa hormat dan perhatian, peduli, jujur, tanggung jawab; kewarganegaraan, ketulusan, berani, tekun, disiplin, visioner, adil, dan punya integritas. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus berpijak kepada nilai-nilai karakter dasar, yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan lingkungan sekolah itu sendiri.

Dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal. Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan remaja dalam masyarakat, seperti perkelahian massal dan berbagai kasus dekadensi moral lainnya. Bahkan  di kota-kota besar tertentu, gejala tersebut telah  sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian  peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter.
Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur pendidikan formal. Namun demikian, ada perbedaan-perbedaan pendapat di antara mereka  tentang pendekatan dan modus pendidikannya. Berhubungan dengan  pendekatan, sebagian pakar menyarankan penggunaan pendekatan-pendekatan pendidikan moral yang dikembangkan di negara-negara barat, seperti: pendekatan perkembangan moral kognitif, pendekatan analisis nilai, dan pendekatan klarifikasi nilai. Sebagian  yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional, yakni melalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diri peserta didik.

KONSEP dan JENIS VARIABEL

KONSEP dan JENIS VARIABEL

JENIS VARIABEL
JENIS VARIABEL
Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai (Moh. Nazir). Dengan demikian, variabel adalah merupakan objek yang berbentuk apa saja yang ditentukan oleh peneliti dengan tujuan untuk memperoleh informasi agar bisa ditarik suatu kesimpulan.
Secara teori, definisi variabel penelitian adalah merupakan suatu objek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang, atau kegiatan yang mempunyai bermacam-macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Setelah kita membicarakan beberapa pengertian dasar tentang variabel, berikut ini kita akan membicarakan beberapa macam variabel ditinjau dari aspek hubungan antar variabel yang digunakan untuk penelitian.

Partama adalah variabel dependen (terikat). Variabel ini merupakan variabel terikat yang besarannya tergantung dari besaran variabel independen (bebas). Besarnya perubahan yang disebabkan oleh variabel independen ini, akan memberi peluang terhadap perubahan variabel dependen (terikat) sebesar koefisien (besaran) perubahan dalam variabel independen. Artinya, setiap terjadi perubahan sekian kali satuan variabel independen, diharapkan akan menyebakan variabel dependen berubah sekian satuan juga. Sebaliknya jika terjadi perubahan (penurunan) variabel indepnden (bebas) sekian satuan, diharapkan akan menyebabkan perubahan (penurunan) variabel dependen sebesar sekian satuan juga. Hubungan antar variabel, yakni variabel independen dan dependen, biasanya ditulis dapal bentuk persamaan, Y = a + bX. Misalnya bentuk eprsamaan linear Y = 3 + 2X. Y adalah pengguaan Pupuk dalam satua Kwintal, dan Y adalah hasil produksi padi dalam satuan Ton. Bila terjadi perubahan X sebesar 1 ((satu) satuan (kwintal), diharapkan akan terjadi perubahan Y sebesar 2 (dua) satuan Ton.

Variabel Moderator
Analisis hubungan yang menggunakan minimal dua variabel, yakni satu variabel dependen dan satu atau beberapa variabel independen, adakalanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model staistik yang kita gunakan. Dalam analisis statistik ada yang dikenal dengan variabel moderator. Variabel moderator ini adalah variabel yang selain bisa memperkuat hubungan antar variabel, dilain pihak juga bisa memperlemah hubungan antara satu atau beberapavariabel independen dan variabel dependen. Misalnya pelatihan yang diikuti karyawan sebuah perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan ketrampilan menyelesaikan tugas-tugas administrasi. Seluruh karyawan yang mengikuti pelatihan tersebut memiliki jenjang pendidikan yang sama.
Tetapi setelah selesai mengikuti pelatihan dan dilakukan uji ketrampilan, ternyata kemampuan karyawan yang berasal dari sekolah kejuruan, memiliki ketrampilan yang lebih baik dibandingkan dengan karyawan yang berasal dari Sekolah Unum. Perbedaan ketrampilan karyawan yang berasal dari sekolah Kejuruan, dibendingkan dengan Ketrampilan Kerja disebabkan oleh adanya perbedaan kemampuan menyerap materi yang disampaikan ketika melaksanakan pelatihan. Kondisi ini bisa saja terjadi karena ada variabel moderator yang bisa menyebabkan karyawan yang berasal dari Sekolah Umum memiliki motivasi yang lebih rendah untuk mengikuti pelatihan jika dibandingkan dengan Karyawan yang berasal dari sekolah Kejuruan. Dalam contoh di atas pelatihan adalah variabel independen, prestasi kerja adalah variabel dependen, dan motivasi untuk mengikuti pelatihan adalah variabel moderator. Atau dengan kata lain, variabel moderator memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen.

Variabel Intervening.
Variabel yang bisa memperkuat atau memperlemah hubungan antar variabel (variabel moderator), secara teori merupakan satuan yang bisa diukur. Akan tetapi variabel yang yang nilainya secara satuan relatif tidak dapat diukur secara pasti, misalnya sedih, gembira, sakit hati, stress, frustasi dan sebagainya, merupakan variabel intervening. Contoh: meningkatnya hasil produksi padi dalam suatu lahan sawah yang diukur dengan satuan penggunaan biaya pupuk tinggi, biaya pembelian bibit padi tinggi, dan pengairan yang baik, tetap tidak mengalami peningkatan hasil produksi padi secara signifikan. Kemudian setelah diteliti secara seksama, ternyata sebagian besar lahan sawah sedang terserang hama.

Variabel Kontrol.

Variabel yang sering digunakan oleh penelitian, selain variabel moderator dan variabel intervening adalah variabel kontrol. Variabel ini (kontrol), kualitas dan kuantitasnya biasanya bisa dikendalikan oleh peneliti sesuai dengan waktu dan tempat yang dikehendaki. Misalnya saja produktivutas lahan sawah yang diukur dengan satuan penggunaan bibit, peneliti menggunakan variabel kontrol dalam bentuk kualitas dan kuantitas pupuk yang sama. Akan tetapi kualitas dan kuantitas bibitnya berbeda. Kualitas dan kuantitas bibit padi sebagai variabel bebas, yang diukur dalam satuan kg., sedangkan produktivitas lahan sawah merupakan variabel terikat yang diukur dalam satuan ton, sedangkan kualitas dan kuantitas pupuk dalam jumlah sama digunakan sebagai variabel kontrol.

Sumber : Ngelag.Com

KELAHIRAN ALAM SEMESTA DITINJAU DARI SUDUT ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MODERN

KELAHIRAN ALAM SEMESTA DITINJAU DARI SUDUT ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MODERN

KELAHIRAN ALAM SEMESTA
KELAHIRAN ALAM SEMESTA

Di antara segi kemukjizatan al-Qur’an adalah adanya beberapa petunjuk yang detail sebagai ilmu pengetahuan umum yang telah ditemukan terlebih dahulu dalam al-Qur’an sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern. Teori al-Qur’an itu sama sekali tidak bertentangan dengan teori-teori ilmu pengetahuan modern.

Berdasarkan keyakinan kita, bahwa al-Qur’an yang besar itu bukanlah kitab ilmu alam, arsitek dan fisika, tetapi al-Qur’an adalah kitab petunjuk atau pembimbing dan kitab undang-undang dan perbaikan. Namun demikian, ayat-ayatnya tidak terlepas dari petunjuk-petunjuk yang detail kebenaran-kebenaran yang samar terdapat beberapa masalah alami, kedokteran, dan geografi, yang semuanya menunjukkan kemukjizatan al-Qur’an serta kedudukannya sebagai wahyu dari Allah.

Ustadz Thabbarah dalam kitabnya Rohud Dinil Islam telah membahas masalah ini dengan baik, dan ia menguraikan sebagian kebenaran-kebenaran ilmiah, dengan terperinci. Di bawah ini kami mengutip sebagian secara ringkas dengan perubahan-perubahan.

  1. Manunggalnya Alam / Cosmos

Teori ilmiah modern telah membuktikan dalam pernyataannya, bahwa bumi adalah sebagian dari gas yang panas lalu memisah dan mendingin (membeku), kemudian menjadi tempat yang patut dihuni manusia.

Tentang kebenaran teori ini, mereka berargumentasi dengan adanya volcano-volcano, benda-benda yang berapi yang berada di dalam perut bumi, dan sewaktu-waktu memuntahkan lahar atau benda-benda volcano yang berapi.

 

Prof. Thabbarah menyatakan, “ini adalah mukjizat al-Qur’an yang dikuatkan oleh ilmu pengetahuan modern bahwa alam adalah suatu kesatuan yang berasal dari gas, kemudian memisah menjadi kabut-kabut. Dan matahari terjadi akibat dari pecahan bagian itu. Dalam menempatkan kebenaran ilmiah praktek kimiawi itu membutuhkan air. Air adalah unsur pokok bagi kelestarian hidup untuk semua benda hidup dan tumbuh-tumbuhan. Air memiliki keistimewaan-keistimewaan lain yang menunjukkan pencipta alam telah memantapkan dengan sesuatu yang bisa membuktikan adanya zat yang mengatur makhluknya”.

  1. Asal Kejadian Cosmos

Seorang astronomi, Jean mengatakan bahwa alam ini pada mulanya adalah gas yang berserakan secara teratur di angkasa luas, sedangkan kabut-kabut atau kumpulan cosmos-cosmos itu tercipta dari gas-gas tersebut yang memadat.

Doktor Gamu menerangkan, “sesungguhnya alam pada mula kejadiannya itu penuh dengan gas yang terbagi-bagi secara teratur, dan dari gas itulah timbul reaksi”.

Teori ini kita dapatkan penguatnya dalam al-Qur’an, seandainya al-Qur’an tidak memberitahukan tentang hal tersebut, tentu kita tidak akan menerima begitu saja teori ini, Allah berfirman :

“Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. (QS. Fushshilat: 11)


  1. Pembagian Atom

Atom adalah bagian terkecil yang didapati dalam semua unsur. Atom tidak bisa dibagi karena merupakan bagian yang tidak bisa dibagi-bagi lagi. Anggapan ini terjadi pada beberapa abad yang silam dan sejak beberapa puluh tahun yang lalu para cendekiawan mencurahkan perhatiannya terhadap masalah atom itu dan akhirnya mereka berpendapat bahwa atom masih bisa dibagi-bagi.

  1. Berkurangnya Oksigen / Zat Asam

Sejak ditemukannya pesawat terbang, maka timbullah gejala alamiah bagi para cendekiawan, yaitu adanya kekurangan oksigen dalam lapisan udara tertinggi manakala manusia terbang meninggi di angkasa. Ketika itu akan ditemui gejala ini dan akan merasakan sempitan dada dan kesulitan bernafas, sehingga ia merasa tercekik.

  1. Perjodohan bagi Semua Benda / Makhluk

Dahulu orang-orang menganggap bahwa perjodohan jantan dan betina itu terjadi antara dua jenis manusia dan binatang saja. Setelah datang ilmu pengetahuan, bahwa perjodohan terdapat pula dalam tumbuh-tumbuhan, semua benda padat dan pada semua atom yang berada dalam cosmos in, sampai dalam listrik ada daya positif dan ada daya negatif. Masing-masing kedua jenis itu sama ibaratnya jantan dan betina, penemuan ini telah lebih dulu didapati dalam beberapa ayat al-Qur’an.

“Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (QS. Adz-Dzariyat : 49)

  1. Selaput Rahim

Dalam al-Qur’an memberitahukan bahwa rahim mempunyai tiga selaput yang bernama zulumat (kegelapan-kegelapan) karena selaput ini bisa menghalangi dan menutupi sinar cahaya.

  1. Penyerbukan dengan Angin

Gejala ilmiah ini telah dibicarakan al-Qur’an dalam sebuah firman-Nya :

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, lalu kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya”. (QS. Al-Hijr: 22)

  1. Sel-sel (benih hidup)

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah”. (QS. Al-‘Alaq: 1-2)

Ayat ini adalah salah satu mukjizat al-Qur’an, dengan adanya alat pembesar (mikroskop). Dan dengan ini diketahui bagaimana terjadi dengan kekuasaan Allah.


  1. Penyelidikan dengan Sidik Jari Manusia

Kulit jari-jari manusia berlapis dengan garis-garis halus yang beraneka macam, yaitu berbentuk busur, tali dan penggalan. Kadang-kadang semua anggota tubuh manusia memiliki kesamaan. Tetapi jari-jari mempunyai keistimewaan khusus, karena satu sama lainnya tidak sama. Disinilah letak kemukjizatan Allah. Allah berfirman :

“Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, Sebenarnya kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna”. (QS. Al-Qiyamah: 3-4)

Menepati Janji

Di antara segi kemukjizatan dalam al-Qur’an adalah menepati janji dalam segala hal yang diberitakan dan segala hal yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya. Janji itu terbagi dua :

  1. Janji mutlak
  2. Janji terbatas

Janji mutlak yaitu janji Allah untuk menolong Rasul-Nya dan memberi pertolongan kepada orang-orang mukmin untuk mengalahkan orang-orang kafir.

Diantara janji mutlak adalah firman Allah :

“Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman”. (QS. Ar-Rum : 47)

Adapun janji yang dibatasi, yaitu janji yang bersyarat, seperti syarat taqwa, sabar, menolong agama Allah dan sebagainya. Allah berfirman :

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad: 7)

“Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. (QS. At-Talaq: 4)

Terhindar dari Kontradiksi

Yang terakhir di antara segi kemukjizatan al-Qur’an adalah al-Qur’an selamat dari kontradiksi atau pertentangan. Berbeda dengan semua kata-kata manusia. Maha Benar Allah yang berfirman :

“Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (QS. An-Nisa’: 82)

KESIMPULAN

Ini adalah sebagian mukjizat al-Qur’an dan masih banyak lagi segi-segi lain yang akan berkepanjangan bila kita menjadikannya lembaran-lembaran tersendiri, dan zamanpun masih terus mencari rahasia-rahasia kemukjizatan al-Qur’an. Namun demikian, rahasia al-Qur’an yang disebutkan para ulama’ hanya merupakan satu tetes dari lautan pengetahuan al-Qur’an. Maka sesungguhnya kalam Allah ini tidak bisa dijangkau oleh siapapun, sebagaimana siapapun tidak akan bisa menjangkau kebesaran zat-Nya dan keagungan sifat-Nya.

Wallahu a’lam bishawab


Referensi : gurupendidikan.co.id

Pengertian, Tujuan dan Fungsi Supervisi Pengajaran

Pengertian, Tujuan dan Fungsi Supervisi Pengajaran

 

Dilihat dari sudut etimologi supervisi berasal dari kata super dan vision yang masing-masing kata itu berarti atas dan penglihatan. Jadi secara etimologis, Supervisi adalah penglihatan dari atas. Pengertian itu merupakan arti kiasan yang menggambarkan suatu posisi yang melihat berkedudukan lebih tinggi dari pada yang dilihat.
Pengertian, Tujuan dan Fungsi Supervisi Pengajaran
Pengertian, Tujuan dan Fungsi Supervisi Pengajaran

Orang yang berfungsi memberi bantuan kepada guru-guru dalam menstimulir guru-guru ke arah usaha mempertahankan suasana belajar mengajar yang lebih baik kita sebut Supervisor. Semua guru tetap pada statusnya sebagai guru, tetapi bila suatu saat dia berfungsi membantu guru memecahkan persoalan belajar dan mengajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, maka pada saat itu dia berfungsi sebagai Supervisor.
Dalam bukunya Carter V. Good, Dictionary of Education, yang disitir oleh Piet. A. Sahertian dan Frans Mataheru mengatakan bahwa supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran dan metode mengajar dan evaluasi pengajaran .

Menurut William H. Burton dan Leo J. Bruckner, yang dikutip oleh Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi mengatakan supervisi adalah suatu teknik yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak . Sedangkan menurut Kimball Wiles, dalam bukunya Piet A. Sahertian dan Frans Mataheru mendefinisikan supervisi yaitu bantuan dalam perkembangan dari belajar mengajar yang baik .

Menurut Ngalim Purwanto, supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif . Supervisi diartikan sebagai pelayanan yang disediakan oleh pemimpin untuk membantu guru-guru, orang yang dipimpin agar menjadi guru (personil) yang cakap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan pendidikan khususnya agar mampu meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di sekolah . Jadi, supervisi adalah sebagai suatu usaha layanan dan bantuan berupa bimbingan dari atasan (kepala sekolah) kepada personil sekolah (guru-guru) dan petugas sekolah lainnya.

Supervisor sebagai pengawas pendidikan bertindak sebagai stimulator, pembimbing dan konsultan bagi guru-guru dalam perbaikan pengajaran dan menciptakan situasi belajar mengajar yang baik. Selain itu juga supervisi diharapkan mampu membawa dampak perkembangan yang baik bagi kemajuan proses pengajaran melalui peningkatan kurikulum yang ada di sekolah sebagai salah satu sarana dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Tujuan Supervisi Pengajaran

Dalam melakukan suatu pekerjaan orang yang terlibat dalam pekerjaan itu harus mengetahui dengan jelas apakah tujuan pekerjaan itu, yaitu apa yang hendak dicapai. Di bidang pendidikan dan pengajaran seorang supervisor pendidikan harus mempunyai pengetahuan yang cukup jelas tentang apakah tujuan supervisi itu. Tujuan umum supervisi pendidikan adalah memperbaiki situasi belajar mengajar, baik belajar para siswa, maupun situasi mengajar guru.

Wiles dan W.H. Burton sebagaimana dikutip oleh Burhanuddin mengungkapkan bahwa tujuan supervisi pendidikan adalah membantu mengembangkan situasi belajar mengajar kearah yang lebih baik. Tujuan supervisi pendidikan tidak lain adalah untuk meningkatkan pertumbuhan siswa dan dari sini sekaligus menyiapkan bagi perkembangan masyarakat.

Amatembun merumuskan tujuan supervisi pendidikan (dalam hubungannya dengan tujuan pendidikan nasional) yaitu membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia-manusia pembangunan yang dewasa yang berpancasila.

Yushak Burhanuddin mengemukakan bahwa tujuan supervisi pendidikan adalah dalam rangka mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesi mengajar, secara rinci sebagai berikut:
a. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi belajar mengajar
b. Mengendalikan penyelenggaraan bidang teknis edukatif di sekolah sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan
c. Menjamin agar kegiatan sekolah berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga berjalan lancar dan memperoleh hasil optimal.
d. Menilai keberhasilan sekolah dalam pelaksanaan tugasnya
e. Memberikan bimbingan langsung untuk memperbaiki kesalahan, kekurangan, dan kehilafan serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi sekolah, sehingga dapat dicegah kesalahan yang lebih jauh.

Fungsi Supervisi Pengajaran

Tujuantujuan yang telah ditetapkan dalam suatu proses kerjasama hanyalah merupakan cita-cita yang masih perlu diwujudkan melalui tindakan-tindakan yang nyata. Begitu juga seorang supervisor dalam merealisasikan program supervisinya memiliki sejumlah tugas dan tanggungjawab yang harus dijalankan secara sistematis.

Menurut W.H. Burton dan Leo J. Bruckner sebagaimana dikutip oleh Piet A. Sahertian menjelaskan bahwa fungsi utama supervisi adalah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran peserta didik.

Menurut Swearingen, yang dikutip Sahertian terdapat 8 (delapan) hal yang menjadi fungsi supervisi pendidikan yakni:
a. Mengkoordinasikan semua usaha sekolah
b. Memperlengkapi kepemimpinan sekolah
c. Memperluas pengalaman guru-guru
d. Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif
e. Memberi fasilitas dan penilaian yang terus menerus
f. Menganalisis situasi belajar mengajar
g. Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada setiap anggota staf
h. Mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan mengajar guru-guru.

Sesuai dengan fungsinya, supervisi harus bisa mengkoordinasikan semua usaha-usaha yang ada di lingkungan sekolah. Ia bisa mencakup usaha setiap guru dalam mengaktualisasikan diri dan ikut memperbaiki kegiatan-kegiatan sekolah. Dengan demikian perlu dikoordinasikan secara terarah agar benar-benar mendukung kelancaran program secara keseluruhan. Usaha-usaha tersebut baik di bidang administrasi maupun edukatif, membutuhkan keterampilan supervisor untuk mengkoordinasikannya, agar terpadu dengan sasaran yang ingin dicapai.

Oteng Sutisna mengemukakan beberapa fungsi supervisi :
a. Sebagai penggerak perubahan
b. Sebagai program pelayanan untuk memajukan pengajaran
c. Sebagai keterampilan dalam hubungan manusia
d. Sebagai kepemimpinan kooperatif.

Supervisi sebagai penggerak perubahan ditujukan untuk menghasilkan perubahan manusia kearah yang dikehendaki, kemudian kegiatan supervisi harus disusun dalam suatu program yang merupakan kesatuan yang direncanakan dengan teliti dan ditujukan kepada perbaikan pembelajaran.

Terkait dengan itu, proses bimbingan dan pengendalian, supervisi pendidikan menghendaki agar proses pendidikan dapat berjalan lebih baik, efektif dan optimal. Adapun indikasi lebih baik itu diantaranya adalah:
a. Lebih mempercepat tercapainya tujuan
b. Lebih memantapkan penguasaan materi
c. Lebih menarik minat belajar siswa
d. Lebih baik daya serapnya
e. Lebih banyak jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar
f. Lebih mantap pengelolaan administrasinya
g. Lebih mantap pemanfaatan media belajarnya.

Menurut Zakiyah Drajat ada tiga fungsi supervisor, yaitu fungsi kepemimpinan, fungsi pembinaan dan fungsi pengawasan . Fungsi kepemimpinan kepala sekolah bertindak sebagai pencipta hubungan yang harmonis dikalangan guru-guru dan karyawan, pendorong bagi kepribadian guru dan karyawan sebagai pelaksana kegiatan belajar, pelaksana dalam pengawasan, dan pelaksana dalam penempatan atau pemberian tugas dan tanggung jawab terhadap guru dan karyawan.

Fungsi pembinaan berarti kepala sekolah meningkatkan kemampuan profesi guru dalam bidang pengajaran, bimbingan dan penyuluhan dalam bidang pengelolaan kelas.
Sedangkan fungsi pengawasan diartikan sebagai membina pengertian melalui komunikasi dua arah lebih menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan program kerja.
Jadi dari beberapa pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa inti dari fungsi supervisi pendidikan adalah ditujukan untuk perbaikan dan peningkatan pembelajaran. Referensi : kuliahbahasainggris.com

Belajar Budaya dan Bahasa Indonesia di Kamp Multi Bahasa

Belajar Budaya dan Bahasa Indonesia di Kamp Multi Bahasa

Sabtu pagi, sejumlah pria dan wanita dari bervariasi usia nampak sibuk di sebuah sungai kecil di Lembur Pancawati, Bogor, Jawa Barat. Mereka adalah peserta Nature Multilangual Camp atau kamp alam multibahasa yang sedang belajar membawa dampak jembatan bambu.

Belajar Budaya dan Bahasa Indonesia di Kamp Multi Bahasa

Salah satunya adalah Masafumi Sugano, mahasiswa 21 th. asal Jepang. “Saya bahagia bermain di alam terbuka. Saya bahagia alam, saya menyukai aktifitas ini. Membuat sesuatu dari bambu…Saya bahagia membawa dampak sesuatu dari bahan alami,” katanya.

Masafumi bersama 30 orang lainnya mengikuti kamp alam multibahasa yang diadakan oleh Hippo Club Jepang dan Cross Culture Institut Indonesia yang secara rutin mengadakan program pertukaran budaya untuk mempelajari budaya dan bahasa dari negara lain.

“Kami punyai program kamp alam seperti ini tidak cuma di Indonesia tapi juga di Thailand, Malaysia dan Jepang. Saya menghendaki melanjutkan program ini untuk mendorong warga Jepang untuk mampir kesini dan menikmati alam dan juga berkenalan dengan.. teman-teman warga Indonesia .. Dan kita menghendaki menopang warga Indonesia untuk mampir ke Jepang .. Tinggal di rumah (warga Jepang) dan menikmati kehidupan sebagaimana warga Jepang,” memahami Kenshi Suzuki dari Hippo Club.

Selama tujuh hari mereka tinggal di Indonesia, belajar bahasa dan budaya lokal bersama langkah berinteraksi langsung bersama teman-teman dari Indonesia.

Tak ada guru ataupun belajar di area kelas, mereka mempelajari bahasa bersama berinteraksi langsung bersama teman-teman Indonesia mereka bersama mengfungsikan bahasa Inggris, Jepang dan bahasa Indonesia.

“Saya bahagia pertukaran budaya, dan saya bahagia berintraksi bersama orang Indonesia. Meraka ramah dan menyenangkan. Dan ya…saya bahagia Indonesia, program ini dan fasilitas ini,” kata Masafumi Sugano.

Mereka juga berkesempatan tinggal bersama di rumah teman Indonesia mereka sepanjang lebih dari satu hari, untuk merasakan langsung langkah hidup penduduk setempat.

“Setiap bulan Agustus dan Desember, orang Jepang mampir ke Indonesia. Dan tiap-tiap Maret April, kita bawa orang Indonesia ke sana untuk sama-sama Cross Culture Exchange.. Our concept is learn.. Listen.. And live together.. So mereka belajar bahasa tanpa guru.. Mereka berinteraksi sendiri dan mereka praktik seperti saat ini ini,” memahami Ali Syarief, koordinator Cross Culture Indonesia.

Program kamp multibahasa ini merupakan tindak lanjut proyek riset bersama Doktor Suzanne Flynn dari Massachusetts Institute of Technology dan Doktor Kuniyoshi Sakai dari Universitas Tokyo, mengenai riset multilingualisme dan otak, yang meneliti sejauh mana multilingualisme memberikan keuntungan kognitif dan linguistik.

Sejauh ini para peserta bisa berkomunikasi satu serupa lain, meskipun lebih dari satu dari mereka belum dulu belajar bahasa Indonesia ataupun bahasa Jepang sebelumnya. Seperti Mio, gadis kecil yang baru berusia tujuh th. ini. “(Sudah) empat hari.. Saya suka.. Indonesia,” kata Mio.

Kegiatan kamp multibahasa ini juga dimaksudkan untuk mendorong peserta dari Jepang dan negara lain untuk punyai pengalaman hidup bersama teman asing, mempelajari bahasa dan budaya lokal yang tidak dialami dalam tamasya biasa.

sumber : https://www.ruangguru.co.id/