Cara Developer Titanfall Sentuh Battle Royale

Cara Developer Titanfall Sentuh Battle Royale

 

Respawn Entertainment, developer Titanfall, merilis game terbaru. Sayangnya, game itu bukanlah Titanfall 3 melainkan sebuah game dengan genre battle royale.

Respaw Entertainment akhirnya memutuskan untuk ikut membuat game dengan genre battle royale yang tengah populer dengan merilis game baru bernama Apex Legends. Meskipun mengusung battle royale, seperti PUBG dan Fortnite, Apex Legends mencoba untuk memberikan gameplay berbeda.

Apex Legends menyajikan pertandingan battle royale yang terdiri dari 60 pemain dalam sebuah peta yang sangat luas. Satu tim hanya terdiri dari tiga pemain saja. Ya, game ini hanya bisa dimainkan dalam mode tim.

Pemain diberikan opsi delapan Legends, yang merupakan kelas dari karakter yang dimainkan. Setiap kelas atau Legends memiliki kemampuan yang berbeda sehingga memberikan peran berbeda dalam sebuah tim.

Beberapa game seperti Call of Duty

Blackout dan Battlefield V memang sama-sama mengusung sistem kelas untuk setiap karakter, tapi kelas Apex Legends memiliki peran yang spesifik.

Sayangnya, mode permainan tim justru menjadi kekurangan dari Apex Legends. Bayangkan jika anggota tim ditentukan secara acak dan Anda harus bermain dengan anggota tim yang tidak Anda kenal. Pastinya, itu akan membuat Anda kesulitan untuk membuat tim dengan komposisi yang bagus.

Satu hal yang berbeda dari game ini adalah pemain bisa menggunakan revive untuk membangkitkan lagi anggota tim yang terluka dengan lebih dulu membawa mereka ke posisi yang aman.

Apex Legends

Kabar baiknya, game Apex Legends dirilis secara gratis untuk platform konsol (PS4 dan Xbox One) serta PC. Boleh dibilang Apex Legends sebetulnya menawarkan gameplay serupa dengan Overwatch, tapi dengan konsep battle royale.

Sumber : https://www.ram.co.id/

Intip Video Jeroan Samsung Galaxy S10 5G

Intip Video Jeroan Samsung Galaxy S10 5G

Intip Video Jeroan Samsung Galaxy S10 5G
Intip Video Jeroan Samsung Galaxy S10 5G

 

Saat Samsung mengumumkan jejeran Galaxy S10

dalam gelaran Samsung Unpacked pada 20 Februari 2019, terdapat satu varian yang diumumkan namun tak dijual bersamaan dengan tiga varian lainnya. Ponsel tersebut merupakan Galaxy S10 versi 5G yang akhirnya mulai dijual secara resmi pada 5 April 2019 di Korea Selatan.

Kehadiran ponsel ini juga menjadi ponsel 5G

yang pertama hadir di pasaran. Selain itu juga menandai Korea Selatan sebagai negara pertama yang menghadirkan 5G secara komersial. Untuk diketahui, provider yang merilis jaringan 5G yakni Verizon.

Dilansir dari laman GSM Arena, Senin (8/4/2019) baru-baru ini akun YouTube PBKreview juga mengunggah video teardown perangkat di channelnya. Dalam video tersebut terlihat Galaxy S10 5G dalam proses pembongkaran dan memamerkan seluruh isi internal ponsel.

Ponsel memiliki desain sandwich kaca

sehingga senapan panas diperlukan untuk melonggarkan perekat yang memegang pelat belakang sebelum mencungkilnya.

Samsung

Hal pertama yang terlihat adalah modul tiga kamera bersama dengan sensor ToF 3D dan pelat yang digunakan untuk pengisian daya nirkabel. Beberapa kabel harus dilepas sebelum melanjutkan.

Lebih lanjut, video juga memperlihatkan motherboard ponsel lebih lagi dan sistem pendingnnya. Berikut video lengkap yang berisi jeroan Samsung Galaxy S10 5G:

Sumber : https://ngelag.com/

TIK Brebes Menggebrak dengan Open Source

TIK Brebes Menggebrak dengan Open Source

TIK Brebes Menggebrak dengan Open Source
TIK Brebes Menggebrak dengan Open Source

Demam open source terus meluas ke pelosok daerah di Tanah Air.

Aksi terbaru terjadi di kota Brebes, dimana sebuah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TIK di kota tersebut mengadakan seminar dan pelatihan khusus untuk mendalami open source.

Onno W. Purbo yang menjadi pembicara di acara bertajuk ‘Lebih Dekat dengan Linux dan Open Source Software – Menuju Kemandirian  ICT Sekolah’ itu mengatakan, ini mungkin menjadi gerakan bersejarah dalam sebuah Musyawarah Guru Mata Pelajaran TIK karena membuat pelatihan open source tingkat nasional.

Selain itu, meski kurang memperoleh dukungan dana dari Dinas Pendidikan lantaran mata pelajaran TIK memang bukan mata pelajaran Ujian Negara (UN), namun para peserta memiliki semangat luar biasa yang patut ditiru .

Materi pelatihan mulai dari pengenalan open source software,

menginstalasi Distro SchoolOnOffLine supaya sekolah bisa memberikan pelajaran internet tanpa internet, memperkenalkan cara membuat Blog, Wiki, e-mail lokal di sekolah hingga aplikasi pendidikan yang dibundel dalam IPTEKNUX.

Beberapa hal yang menarik perhatian para peserta mulai dari TuxPaint, TuxMath untuk anak SD belajar matematika, Kgeography untuk SMP belajar Geography, KANAGRAM untuk belajar bahasa Inggris hingga yang canggih seperti Stellarium atau Kstar untuk mempelajari alam semesta, Scilab untuk membuat virtual laboratorium, Gchemical untuk merancang molekul kimia dan lainnya.

“Semua dapat diperoleh secara cuma-cuma karena menggunakan software open source,” tukas Onno, kepada detikINET, Minggu (24/10/2010).

Peserta pelatihan open source di Brebes

ini sendiri dihadiri lebih 450 peserta yang berasal dari kalangan guru, mahasiswa, pelajar, dosen, praktisi IT, dan dari kalangan umum. Peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia seperti Surabaya, Jombang, Jakarta, Bandung, Serang, dan kota lain di Indonesia.

Menurut ketua penyelenggara Budi Sigit Purwono, S.Pd.Si. yang juga ketua MGMP TIK Kabupaten Brebes, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Linux dan open source agar lebih dekat terutama dengan para guru TIK. Sebab, mereka memiliki posisi strategis dalam mengenalkan open source kepada siswa/pelajar sehingga mengurangi ketergantungan peserta didik terhadap program berlisensi yang bermuara pada kecenderungan melakukan pembajakan yang melanggar UU Hak Cipta.

“Dengan menggunakan open source, pengguna dapat mengembangkan dan memodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna,” imbuhnya.

Dengan semakin siapnya para guru dan sekolah di Kabupaten Brebes

dengan sistem operasi open source tentu akan memudahkan adopsi Buku Sekolah Elektronik TIK (http://bse.telkomspeedy.com/e-buku) dalam mata pelajaran TIK.

Bahkan bukan mustahil dalam waktu dekat soal ulangan dan ujian TIK di Kabupaten Brebes akan berbasis open source dan tidak lagi mengacu pada software proprietary.

“Semoga hal ini dapat diikuti oleh MGMP TIK di Kabupaten dan Kecamatan lain di Indonesia sehingga dapat melepaskan bangsa Indonesia dari ketergantungan pada software proprietary yang menyedot devisa,” pungkas Onno.

Baca Juga ; 

Prosesor 7nm Bikin Untung TSMC

Prosesor 7nm Bikin Untung TSMC

 

Prosesor 7nm Bikin Untung TSMC

TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing), salah satu manufaktur semikonduktor seperti prosesor, dikabarkan memperoleh pendapatan yang besar berkat kepopuleran fabrikasi 7nm.

Di industri prosesor PC, AMD berhasil menyalip Intel dengan memproduksi prosesor fabrikasi 7nm pertama di dunia dengan menggandeng TSM sebagai manufakturnya. AMD juga berhasil menciptakan GPU 7nm, mengalahkan NVIDIA.

Sementara di industri prosesor mobile, TSMC juga menjadi perusahaan kepercayaan beberapa vendor smartphone. Keberhasilan prosesor fabrikasi 7nm kini menjadi penyumbang terbesar dari total pendapatan TSMC, seperti yang dikutip dari AnandTech.

Tabel pembagian sumber pendapatan TSMC.

Dari informasi yang dikumpulkan AnandTech dari pengamat industri WikiChip, David Schor, pendapatan TSMC dari fabrikasi 7nm berkontribusi hingga 23 persen pada Q4 2018. Saat awal kemunculannya pada Q3 2018, kontibusi terhadap pendapatan perusahaan hanya 11 persen.

Namun, berdasarkan pernyataan TSMC

kontribusi pendapatan dari fabrikasi 7nm sepanjang 2018 hanya mencapai 10 persen saja. Tidak aneh, mengingat fabrikasi ini baru muncul di Q3 2018. TSMC menyatakan, mereka menargetkan kontribusi pendapatan dari fabrikasi 7nm akan mencapai lebih dari 20 persen pada pertengahan awal 2019.

Meskipun begitu

fabrikasi di bawah 7nm yakni 10nm justru tidak memiliki kontribusi yang cukup besar. Kontribusi terbesar dari fabrikasi 10nm adalah sebesar 25 persen pada Q4 2017 sebelum akhirnya pendapatan TSMC didominasi oleh fabrikasi 16/20mm hingga Q3 2018.

Kemungkinan besar

hal ini disebabkan periode peluncuran komponen fabrikasi 10nm yang cukup singkat. Selain itu, AMD dikabarkan akan segera merilis fabriksi 7nm beberapa waktu lalu sehingga industri mulai berusaha untuk membuat komponen fabrikasi 7nm.

Dari data riset pasar Trendforc

diketahui bahwa TSMC masih mendominasi bisnis produksi semikonduktor dengan pangsa pasar sebesar 56,1 persen. Mereka mengalahkan para pesaingnya, seperti GlobalFoundries, UMC, Samsung, dan SMIC.

 

Sumber : http://situsiphone.com/

Perbedaan LED Dengan LCD

Perbedaan LED Dengan LCD

Perbedaan LED Dengan LCD
Perbedaan LED Dengan LCD

Biasanya orang lebih kenal type display LCD dari sebuah monitor atau televisi. Hal itu dikarenakan type layar LCD lebih dahulu diperkenalkan hingga persepsi masyarakat tentang semua televisi atau monitor layar datar itu adalah LCD.
Walaupun type layar datar antara LED dengan LCD terpaut cukup jauh terlihat dari kinerja maupun tampilan yang dihasilkan, tapi masyarakat tetap saja menyebutnya monitor layar datar itu adalah LCD.

Oke, kita akan bahas beberapa perbedaan antara layar LED dan LCD, walaupun sebenarnya yang termasuk kedalam tipe layar datar itu bukan cuma LED dan LCD saja, tetapi karena kedua dari type layar datar ini memang paling banyak digunakan, maka yang akan dibahas kedua type itu saja.

Dilihat Dari Angel View

Layar dari tipe LED mempunyai angle view yang lebih luas dibandingkan LCD hal ini karena struktur type LED lebih tipis, itu dikarenakan layar type LED ini memunculkan cahayanya sendiri tanpa dibantu oleh backlight, cahaya dari layar type LED yang dihasilkan umumnya lebih mulus namun terlihat sedikit menyilaukan. Namun di generasi LED terbaru, cahaya yang dikeluarkan diperkecil lagi hingga dengan begitu jadinya listrik yang dibutuhkan lebih kecil walau cahayanya diperkecil seperti itu hal tersebut tidak mengurangi kualitas dari tampilan layar.

Untuk layar tipe LCD mempunyai sudut pandang atau angel view yang ukurannya lebih sempit, hal ini karena ukuran dari panel itu sendiri ada beberapa lapisan jadinya struktur terlihat lebih tebal. Tapi di generasi yang baru yaitu In Plane Switching LCD (IPS LCD), sudut pandang hampir menyerupai tipe dari layar LED. Hal ini semua karena proses dari osilasi warna yang terjadi secara langsung dari dalam pabel itu tersendiri, jadinya cahaya backlight yang dikeluarkan membuat sudut pandang jadi lebih lebar hingga layar menjadi terlihat sangat jelas dari beberapa sudut pandang. Dan juga listrik yang dibutuhkan lebih sedikit.

Dilihat Dari Material Fisik Yang Disusun

Layar dari type LCD singkatan dari Liquid Crystal Display adalah type layar yang tersusun atas matrik-matrik kristal cair yang dimana menghasilkan tiga warna dasar yaitu Red, Green dan Blue singkatannya RGB. Matrik-matrik tersebut akan menghasilkan warna yang diproses melalui osilasi switching, osilasi switching ini akan merubah dasar dari ketiga warna tersebut menjadi satu warna yang akan bisa dilihat oleh mata pengguna. Warna-warna tersebut bisa terlihat karena cahaya backlight / yang berwarna putih, hingga nantinya LCD terlihat seperti panel menggasilkan warna.

Light Emitting Diode (LED) adalah layar datar yang disusun oleh matrik-matrik LED. Menghasilkan tiga warna dasar seperti LCD yaitu Red, Green, dan Blue (RGB). LED menghasilkan warna yang kasat mata. Layar type LED ini tidak membutuhkan backligh karena layar LED ini di setiap matriknya sudah menghasilkan cahayanya sendiri. Inilah bagian utama yang membedakan antara LED dan LCD.

Dilihat Dari Harganya

Monitor yang memakai teknologi LCD kalau dijual lagi harganya lebih rendah untuk tipe perangkat yang sama. Tapi untuk yang type IPS LCD memiliki harga lebih tinggi daripad tipe LCD yang biasa dan harganya nyaris sama dengan harga layar tipe LED.
Harga perangkat monitor layar LED lebih sedikit mahal jika dibandingkan dengan LCD hal ini karena biaya pembuatan layar tipe LED ini lebih tinggi jika dibandingkan LCD untuk perangkat dan ukuran yang sama.

Dilihat Dari Ketajaman Warnanya

Layar LED mempunyai ketajaman lebih tinggi jika dibandingkan dengan layar tipe LCD.
Layar LED mempunyai ketajaman yang dihasilkan lebih tinggi dan kontrasnya lebih bagus. Bisa dilihat kalau kedua dari tipe layar tersebut dibandingkan dengan cara berdampingan. Maka kontras warna utamanya antara penampilan warna putih dan hitamnya akan bisa terlihat jelas mana yang lebih enak dipandang.

Sekian artikel tentang perbedaan antara layar tipe LED dan layar tipe LCD. Semoga artikel ini bermanfaat serta menambah pengetahuan.

Sumber: https://www.ram.co.id/

LG Q6, HP Dengan Pengurangan Spek dari G6

LG Q6, HP Dengan Pengurangan Spek dari G6

Awal tahun kemarin, LG menjadi yang pertama merilis smartphone berlayar 18:9, yakni LG G6. LG optimis layar ini dapat menjadi tren baru ditahun ini, dan prediksi ini terbukti benar dengan banyaknya smartphone berlayar 18:9. Kalau Anda terhitung mau mencoba sensasi layar lebar 18:9 tapi bujet terbatas, LG mempunyai seri Q6 yang dibanderol memadai terjangkau, cuma Rp3 jutaan.

LG Q6, HP Dengan Pengurangan Spek dari G6

Desain

Unit Q6 yang kami cobalah ini berwarna hitam, terlihat elegan meski membawa bodi plastik di anggota belakang. Sayang sekali, permukaannya yang glossy memicu smartphone ini enteng banget terceplak sidik jari. Jadi memasang case tambahan adalah pilihan yang bijak sehingga tidak cepat kotor. Dan satu kata yang menurut kami mewakili desain smartphone ini adalah mungil.

Yap, saking kecilnya ukuran LG Q6, Anda mungkin tidak dapat menyangka bahwa smartphone ini mengfungsikan layar IPS yang mempunyai bentang 5,5 inci Full HD+. Bahkan ukurannya lebih kecil daripada smartphone berlayar 5,15 inci seperti Mi 6 misalnya.

Dimensi LG Q6 ini cuma 14 x 7 cm dengan tidak tipis 8,1 mm. Selain itu, bodi Q6 terhitung udah mengfungsikan rangka aluminium 7000 series yang enteng tapi kokoh dan tersertifikasi military standard seperti G6. Artinya smartphone ini udah lulus drop test diberbagai kondisi. Namun bedanya Q6 belum bersertifikasi anti air dan debu.

Ukuran mungil dan layar lebar memicu pemakaian smartphone ini menjadi semakin simpel, dipakai dengan satu tangan pun terlampau menjadi nyaman. Ditambah kualitas layar yang memadai baik dengan warna yang cerah sehingga dipakai menyaksikan film menjadi lebih asyik.

Software

OS yang digunakan Android Nougat 7.1.1 dengan kustomisasi LG UX. Performanya didalam menjalankan aplikasi memadai lancar, multitasking terhitung berjalan dengan baik, dan smartphone ini mampu jalankan split screen dengan kata lain menjalankan dua aplikasi sekaligus.

Ada beberapa fitur unik yang bikin LG UX tidak serupa dari UI smartphone lain, yakni menu on-screen navigation yang mampu kami ubah sesuai selera, misal menggeser posisi tombol back atau memberi tambahan tombol lain hingga lima tombol, seperti capture screen dan SIM changer.

Selain itu, LG UX terhitung membawa banyak aplikasi bawaan seperti LG Smartworld untuk download banyak tema dan wallpaper. Smart Doctor untuk optimalkan kerja RAM, Quick Memo+ untuk bikin catatan mengfungsikan teks atau coretan tangan, dan Capture+ untuk capture screen sekaligus memberi tambahan coretan atau teks.

Ketika menjalankan game atau aplikasi yang cuma support rasio layar 16:9, untungnya ada tombol tertentu untuk ubah pengaturan layar sehingga sesuai menjadi rasio 18:9. Konsekuensinya, kala memaksa aplikasi atau game menjadi rasio 18:9, tampilan layarnya menjadi ada yang terpotong.

Hardware

Dengan harga retail Rp3,2 juta, LG Q6 membawa prosesor Qualcomm Snapdragon 435, GPU Adreno 505, RAM 3 GB, dan ROM 32 GB. Performa hardware-nya membuahkan skor AnTuTu 40 ribu poin lebih.

Dan kala dijajal bermain game, tetap lancar kala kami memainkan game online seperti Pointblank Strike dan terhitung beberapa game enteng seperti Bus Simulator. Namun kala digunakan bermain game dengan grafis tinggi seperti Bully, dapat menjadi frame drop dan lag.

Baterai 3.000 mAh yang dibenamkan di LG Q6 memadai awet kala kami uji, mampu mencapai 13 jam dengan pemakaian intensif fasilitas sosial, menyaksikan YouTube sekitar satu jam, dan juga main game sekitar setengah jam. Saat dicoba Mengenakan aplikasi test baterai PCMark, LG Q6 memperoleh hasil 4 jam 19 menit.

Nah, ada satu perihal menarik dari LG Q6, yakni ketiadaan sensor fingerprint. LG begitu yakin diri dengan mengganti sensor ini menjadi pemindai wajah. Tapi terlampau disayangkan, kinerjanya tidak terlampau mampu diharapkan.

Sensor ini memadai kerepotan membaca wajah kala minim sinar atau terhitung terlampau terang. Jadi selama pakai, akhirnya kami memadai sering meng-unlock mengfungsikan pattern atau PIN. Ya, menjadi memadai menyulitkan.

Kamera

Di sektor kamera, LG Q6 mempunyai konfigurasi kamera belakang 13 MP f/2.2 ditemani single LED flash dan kamera depan 5 MP f/2.2 dengan fitur wide angle. Kedua kameranya mampu merekam video Full HD 30 fps.

Antarmuka kameranya sederhana. Cuma ada mode Auto, Panorama, dan Food tanpa mode manual. Ada terhitung beberapa filter effect dan mode square untuk memicu kreasi foto berukuran kotak atau 1:1 khas Instagram.

Kita mampu menyita dua foto bersifat kotak untuk dijadikan satu karya yang unik, memicu kolase, atau mampu menyita foto berdasarkan template sehingga hasil komposisi foto terlihat apik. Pada mode Food, kami mampu atur white balance menjadi kekuningan atau kebiruan sehingga warna foto makanan terlihat lebih menggugah selera.

Overall hasil kamera belakangnya terbilang bagus meski tidak wah. Pada situasi memadai sinar baik indoor maupun outdoor hasilnya memadai terang dengan brightness yang bagus dan warna yang memadai natural. Hasil kinerja Auto HDR nya pun berhasil menangkap cermat yang terang. Namun kala memotret pada situasi kurang cahaya, noise dapat menghiasi hasil fotonya dan memadai mengganggu.

Untuk Anda pengagum foto makro, kamera LG Q6 mampu diandalkan untuk memotret bunga atau mainan berukuran agak kecil dengan dampak blur pada latar belakang yang memadai bagus. Jarak fokus lensa ke objek mampu mencapai 10 cm tapi belum mempunyai pengaturan fokus manual dengan kata lain cuma autofokus. Untuk hasil video kami memadai bahagia gara-gara hasilnya tajam dan stabil. Hal ini gara-gara LG Q6 mempunyai EIS untuk video stabilization.

Hal berlawanan dapat anda temui di kamera depannya. Resolusi yang cuma 5 MP memicu hasilnya tidak tajam dan cenderung pecah dan tidak detail. Kemampuan wide angle nya sebenarnya menopang bikin groufie gara-gara objek yang tertangkap kamera mampu banyak. Tapi tetap saja hasilnya kurang memuaskan. Beberapa fitur seperti beautify tidak memadai menopang meningkatkan hasil foto kamera depan ini.

Kesimpulan

LG Q6 sebenarnya mempunyai kekurangan, tapi mempunyai beberapa kelebihan juga. Smartphone ini sesuai bikin Anda yang bertangan kecil yang mau nikmati layar luas kekinian memadai terjangkau. Tetapi, smarphone ini tidak disarankan bikin yang melacak hardware tinggi untuk gaming atau kamera selfie mumpuni.

Sumber : https://www.caraflashandroid.com/cara-hack-wifi-di-android/

Wiko View, Android Layar 18:9 Paling Murah

Wiko View, Android Layar 18:9 Paling Murah

Lagi dan lagi, kita kedatangan smartphone ramah kantong yang punyai layar 18:9, yakni Wiko View. Bisa dibilang, ini adalah smartphone bergaransi resmi bersama layar 18:9 yang paling terjangkau untuk saat ini. Bagus apa nggak? Ini dia review-nya!

Desain

Agak mengejutkan, pergerakan Wiko ditahun ini terbilang memadai gesit. Setelah merilis Harry dan Upulse, Wiko menutup tahun ini bersama memperkenalkan View. Dibanderol Rp2,8 juta, desain Wiko View boleh diadu bersama smartphone yang lebih mahal.

Bodi Wiko View ini mulai mantap di tangan dan juga nyaman dipegang. Ukuran layarnya besar, yakni 5,7 inci, namun bodinya masih enak dipegang satu tangan. Bodinya ini terbuat berasal dari metal yang bisa kotor terkena sidik jari, namun tidak terlampau parah-parah banget.

Di sini Wiko manfaatkan layout desain yang nggak beda jauh berasal dari biasanya smartphone Cina entry-level dan mid-end. Dimana ada kamera dan sensor fingerprint sejajar vertikal. Sementara yang agak beda berasal dari biasanya yakni posisi grill speaker yang ada di belakang, bukan di bawah.

Kalau dilihat-lihat, tentu Anda mengira Wiko View menganut desain unibody. Ya, selamat! Tebakan Anda salah! Ternyata Wiko View punyai back cover yang bisa dilepas. Asyiknya, baterainya juga bisa dilepas.

Di balik back cover-nya, ada tiga slot yang disediakan, yakni dua untuk microSIM dan satu untuk microSD. Kedua slot SIM-nya udah support 4G, namun nggak bisa aktif barengan. Sedangkan slot microSD, kapasitasnya maksimal bisa hingga 128 GB.

Kalau untuk tata letak tombol dan port-nya tidak cukup lebih serupa kayak smartphone Android kebanyakan. Ada jack audio di atas, tombol power dan volume di kanan, dan port microUSB di bawah.

Di bagian depan ini kita nggak bakal mendapatkan tombol home, recent apps, dan back gara-gara ada di didalam layar. Jadi dagunya yang berukuran kecil tampil polos tanpa tombol. Sedangkan di jidatnya ada kamera depan, LED flash, dan LED notifikasi.

Software

Ciri khas smartphone Wiko adalah UI-nya yang minimalis. Wiko View manfaatkan Android murni 7.1.2 yang mendapat sedikit polesan. Praktis tampilannya nampak simple khas stock Android dan juga tidak ada pilihan tema.

UI-nya ini manfaatkan proses app drawer kecuali kita mau akses aplikasi yang udah ter-install. Sedangkan di homescreen, kita bisa tukar ke halaman paling kiri di mana ada sebagian cards aplikasi yang kerap kita pakai, berita, cuaca, kalender, dan yang lainnya.

Salah satu fitur simple favorit kami, yakni tap to wake dan tap to lock juga udah tersedia. Kalau Anda juga yang bahagia manfaatkan fitur gesture, Wiko juga sediakan shortcut gesture yang bisa di-custom.

Dan untuk memproteksi data atau aplikasi yang ter-install agar tidak dikepoin teman, ada aplikasi Files dan Apps Lock yang juga bisa diakses manfaatkan fingerprint. Intinya, UI Wiko View tidak cukup lebih serasa layaknya UI Android One.

Hardware

Spesifikasi yang dibawa Wiko View masuk jajaran entry-level. CPU-nya quad-core Snapdragon 425 ditandemkan RAM 3 GB dan storage 32 GB. Dengan spesifikasi layaknya ini, mungkin banyak yang sangsi bersama kemampuannya.

Nah ternyata buat dipakai sehari-hari, spek berikut masih mulai mumpuni. Bahkan performanya bisa diandalkan untuk menjalankan game-game baru sekelas Shadow Fight 3 atau Point Blank Strike yang punyai grafis kompleks. Pas dipakai main kedua game ini mulai nyaman minim lag.

Begitu juga bersama layarnya. Pastinya banyak yang protes mengapa resolusinya cuma HD+. Ya, ini bergantung rutinitas mata kita. Kalau punya kebiasaan bersama resolusi Full HD ke atas, jadi keliatan tidak cukup tajam. Tapi sebaliknya kecuali buat pengguna pemula, penampilan layarnya mulai tajam.

Menurut kami, resolusi HD+ ini adalah sebuah keharusan didalam rangka mengimbangi spesifikasi hardware-nya. Dengan begitu, kita selalu bisa menjalankan game-game baru bersama nyaman dan juga konsumsi baterainya nggak terlampau boros. Dengan baterai yang cuma 2.900 mAh, ketahanannya juga lumayan. Bisa bisa SoT empat jam. Kalau mau isi penuh makan saat dua jam.

Punya layar FullView, Wiko View tidaj sediakan opsi untukubah rasio layar saat menjalankan aplikasi atau game. Jadi secara default aplikasi atau game yang belum support rasio 18:9 bakal tampil fullscreen secara otomatis.

Oh ya, buat Anda para pengguna pemula yang mungkin baru mau jajal atau nyobain game-game virtual reality, Wiko View juga udah dilengkapi sensor gyroscope.

Kamera

Wiko View lebih mengandalkan kamera depan ketimbang kamera utama. Resolusinya 16 MP, jadi di atas kertas memadai bisa berkompetisi bersama smartphone selfie yang ada sekarang. Wiko juga sediakan fitur beautify di mana ada opsi untuk membesarkan kelopak mata dan mengurangi dagu.

Biar enteng selfie, kita bisa manfaatkan motret manfaatkan smile shot, nyentuh layarnya, atau manfaatkan sensor fingerprint. Dan buat bantu selfie pas tidak cukup cahaya, ada LED flash yang bisa menyala secara otomatis.

Hasil jepretannya overall udah memenuhi ekspektasi, didalam artian nampak tajam. Tapi ada sedikit catatan, kecuali ber-selfie saat sinar minim dan tiadk manfaatkan flash, tangan kita perlu terlampau stabil biar hasilnya selalu oke. Kalau mau lebih kekinian, kita bisa manfaatkan mode portrait agar ada pengaruh blur yang diolah berasal dari software.

Sementara untuk kamera utama, resolusinya 13 MP dilengkapi fitur Ultra HD dan juga ada mode manual yang standar saja. Bisa atur ISO hingga 1600, bisa atur manual fokus, namun tidak ada pengaturan shutter speed.

Surprisingly, mutu fotonya sedikit di atas perkiraan kami, terlebih saat low light. Gambarnya memang tidak terlampau tajam, namun menariknya noise-nya tergolong minim. Jadi nggak buat mata risih saat lihat hasil-hasilnya. Apalagi kecuali motret outdoor, hasilnya terlampau jarang mengecewakan.

Kesimpulan

Wiko coba mempunyai tren layar FullView 18:9 untuk bisa dijangkau lebih banyak orang di segmen entry-level. Dibanderol Rp2,8 juta, memang spesifikasi yang ditawarkan bisa dibilang memadai saja. Tapi justru bersama spesifikasinya tersebut, Wiko View masih enak diajak nge-game atau pun motret bersama nyaman dan menyenangkan.

Framework Javascript Terbaik untuk Membangun Desktop App

Framework Javascript Terbaik untuk Membangun Desktop App

Sudah tidak dipungkiri kembali kalau Javascript sebenarnya bahasa terbaik waktu ini, yang sudah dibuktikan bersama dengan kelebihan terhadap framework dan library-nya.

Framework Javascript Terbaik untuk Membangun Desktop App

Javascript waktu ini tidak cuma fokus terhadap website namun juga bisa diterapkan terhadap platform mobile dan desktop. Dilansir berasal dari website CodePolitan, inilah 5 Framework Javascript terbaik untuk Aplikasi Desktop.

1. Electron
Jika anda idamkan membawa dampak aplikasi desktop bersama dengan teknologi website seperti JavaScript, HTML dan CSS maka mengfungsikan Electron.

Aplikasi desktop Electron serupa seperti aplikasi website bisa membaca dan menulis terhadap proses file pc lokal. Ada banyak aplikasi desktop populer yang dibangun oleh Electron seperti Atom, Slack, WordPress.com, Skype, Github desktop

2. NW.js
NW.js dibuat di Intel’s Open Source Technology Center bersama dengan menggabungkan framework Node.js bersama dengan Chromium Engine (sebelumnya dikenal sebagai WebKit).

Atas gabungan Node.js dan Chromium, anda bisa membawa dampak aplikasi yang tidak cuma memuat website website namun juga mengakses bersama dengan OS lewat JavaScript API.

3. App.js
Jika anda mengfungsikan App.js di dalam membawa dampak aplikasi platform maka anda tak kudu mempelajari bahasa baru lumayan bersama dengan HTML, CSS dan Javascript.

Membangun aplikasi platform tanpa kudu mempelajari bahasa baru dan lumayan bersama dengan HTML, CSS dan Javascript. App.JS mengfungsikan Chromium terhadap core-nya supaya beroleh API HTML 5 terbaru.

4. Meteor
Meteor merupakan salah satu framework JavaScript yang waktu ini tengah populer dan sudah mengambil banyak perhatian para website developer diseluruh dunia.

Meteor adalah framework open source untuk membangun aplikasi web, mobile dan desktop bersama dengan mengfungsikan Node.js. Framework yang di sediakan pun lengkap merasa berasal dari segi server sampai ke segi klien dan seluruhnya mengfungsikan satu bahasa yakni JavaScript.

Pertama kali dikembangkan diakhir tahun 2011 bersama dengan nama Skybreak dan kemudian terhadap bulan Januari 2012 diganti menjadi Meteor.

5. Proton Native
Proton Native adalah framework Javascript yang dibuat oleh Gustav Hansen untuk membangun antarmuka aplikasi desktop.

Proton Native tidak kalah saing bersama dengan Electron, Proton Native mengfungsikan native tools yang mempunyai ukuran yang kecil dan pemakaian sumber kekuatan yang lebih sedikit.

Proton Native bisa laksanakan perihal yang serupa bersama dengan React Native yang bisa untuk membangun mobile app.

5 Aplikasi Ini Wajib Dimiliki Kamu Para Mahasiswa

5 Aplikasi Ini Wajib Dimiliki Kamu Para Mahasiswa

Zaman serba canggih membawa dampak nyaris seluruh kalangan mempunyai yang namanya smartphone. Tak kecuali para mahasiswa. Harga yang terjangkau, membawa dampak mahasiswa dapat menenteng smartphone kapanpun.

5 Aplikasi Ini Wajib Dimiliki Kamu Para Mahasiswa

Kamu dapat lakukan suatu hal dengan gampang hanya melalui ponsel pintarmu. Pastinya dapat menopang menyelesaikan tugas-tugas dengan lebih cepat.

Bagi kamu para mahasiswa, rasanya terlampau rugi kecuali kamu tidak dapat memanfaatkan smartphone demi menopang aktivitas akademismu. Berikut ini aplikasi yang harus dimiliki para mahasiswa!

iPusnas: Perpustakaan Digital Indonesia
iPusnas adalah aplikasi perpustakaan digital persembahan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja mirip dengan Aksamaraya selaku pengembang aplikasi. Aplikasi ini dapat diakses melalui smartphone dan laptop.

Aplikasi ini terlampau menopang para mahasiswa di dalam mengumpulkan refrensi dan bahan-bahan perkuliahan. Banyak buku dengan beragam kategori layaknya fiksi, kumpulan puisi, psikologi, agama dan lain-lain.

CamScanner
Boleh dibilang CamScanner merupakan salah satu aplikasi scanner Android terbaik sementara ini. Dengan aplikasi scanner, kamu dapat men-scan dokumen, postingan dosen di papan, hingga catatan kuliah melalui HP.

Caranya juga mudah, tinggal foto lantas sesuaikan, dan print. Dengan aplikasi ini kamu tidak harus repot-repot lagi ke kantor hanya untuk scan dokumen.

WPS Office and PDF
Sebagai civitas akademika, mahasiswa tidak luput dapat yang namanya dokumen. WPS Office merupakan aplikasi untuk mengakses beragam format dokumen yang minimalis.

Sehingga tidak harus risau penyimpanan smartphone habis. Selain untuk mengakses dokumen, WPS Office juga dapat untuk membawa dampak dokumen.

Memrise
Tak harus mempunyai kamus tebal, aplikasi Memrise dapat menopang kami mempelajari ratusan bahasa dari seluruh dunia. Memrise merupakan aplikasi untuk mempelajari bahasa merasa dari arti kata, grammar, kosa kata, hingga listening.

Kita dapat diajak belajar melalui native speaker dan game. Selain itu, kami juga dapat coba beragam fitur, layaknya Visual Learning, Review & Strengthen, Rapid Recall dan lainnya.

Memrise ini terlampau menopang kamu untuk menguasai bahasa-bahasa dari seluruh dunia. Mulai Korea, Prancis, Jepang, China dan tetap banyak lagi.

Evernote
Aplikasi pencatat memo ini sungguh praktis dikarenakan dengan aplikasi ini, kamu dapat menulis apapun. Tak hanya mencatat teks, Evernote dapat digunakan untuk merekam segala aktivitas di tiap-tiap rapat, dikarenakan dapat merekam audio dan video, serta mengambil foto.

Bahkan, Evernote dapat mendikte apa yang kamu ucapkan jadi teks. Kemampuan Evernote sesungguhnya terlampau menopang untuk merekam ide-ide besar. Evernote dapat diunduh secara gratis di Google Play untuk perangkat Android dan App Store untuk perangkat iOS.

sumber : https://www.caraflashandroid.com/cara-download-video-youtube-di-android/

Butuh Pinjaman Dana? Coba Aplikasi Investasi Ini

Butuh Pinjaman Dana? Coba Aplikasi Investasi Ini

Di masa sekarang ini, tambah banyak orang sanggup bersama ringan membuka usaha. Pasalnya ada banyak fasilitas yang sanggup digunakan untuk memperkenalkan bisnis yang tengah dikembangkan. Baik itu secara online melalui internet, ataupun offline.

Aplikasi Investasi Ini

Namun, bisnis kecil menengah umumnya terhalang masalah dana. Beruntung sekarang udah hadir aplikasi investasi pertama di Asia Tenggara, Crowdo Connect untuk pengguna smartphone.

Crowdo COnnect, Aplikasi Investasi Pertama di Asia Tenggara

Crowdo, tidak benar satu marketplace Peer to Business Lending terbesar di Asia Tenggara menginformasikan Kedatangan aplikasi terbarunya, Crowdo Connect, untuk para pengguna iOS di seluruh dunia. Sebelumnya Crowdo Connect udah hadir untuk perangkat Android lebih-lebih dahulu

Lewat Crowdo Connect yang kini hadir di iOS, para investor sanggup malakukan investasi P2B Lending di mana saja, dan kapan saja. Pengembangan aplikasi untuk pengguna iOS ini tidak terlepas berasal dari banyaknya permohonan para investor untuk mempermudah kegiatan mereka, dan udah disiapkan agar ringan dipahami dan dijalankan.

Semakin canggih, Crowdo Conncet kini hadir bersama tampilan panel investor yang baru, serta memperkenalkan sistem Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Tertarik mencobanya untuk berinvetasi? Crowdo Connect sanggup didownload di Google Play Store maupun Apple Store sekarang juga.

Kehadiran Crowdo Connect melengkapi performa fantastis yang dibukukan oleh Crowdo sepanjang 2017. Dimana bisnis Crowdo tumbuh lebih berasal dari 400% apabila dibandingkan bersama pencapaian di th. 2016.

sumber : https://www.hargaponsel.net/