Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi dalam Organisasi
Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi dalam Organisasi

Sebelum membahas pengertian komunikasi organisasi sebaiknya kita uraikan terminologi yang melekat pada konteks komunikasi organisasi, yaitu komunikasi dan organisasi.  Komunikasi berasal dari bahasa latin “communis” atau ‘common” dalam Bahasa Inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna, “commonness”.  Atau dengan ungkapan yang lain, melalui komunikasi kita mencoba berbagi informasi, gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya.  Kendala utama dalam berkomunikasi adalah seringkali kita mempunyai makna yang berbeda terhadap lambang yang sama.

Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya

memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.

Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut. Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50,

komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:

  1. Komunikasi antar pribadi

Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.

  1. Komunikasi kelompok

Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.

  1. Komunikasi massa

Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.

Dalam melakukan komunikasi organisasi, Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss dalam Human Communication menguraikan adanya 3 (tiga) model dalam komunikasi:

  1. Model komunikasi linier (one-way communication), dalam model ini komunikator memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. Komunikasinya bersifat monolog.
  2. Model komunikasi interaksional. Sebagai kelanjutan dari model yang pertama, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau umpan balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.
  3. Model komunikasi transaksional. Dalam model ini komunikasi hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan (relationship) antara dua orang atau lebih. Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif. Tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan.

Mengenai organisasi, salah satu defenisi menyebutkan bahwa organisasi merupakan suatu kumpulan atau sistem individual yang melalui suatu hirarki/jenjang dan pembagian kerja, berupaya mencapai tujuan yang ditetapkan.  Dari batasan tersebut dapat digambarkan bahwa dalam suatu organisasi mensyaratkan:

  1. Adanya suatu jenjang jabatan ataupun kedudukan yang memungkinkan semua individu dalam organisasi tersebut memiliki perbedaan posisi yang jelas, seperti pimpinan, staff pimpinan dan karyawan.
  2. Adanya pembagian kerja, dalam arti setiap orang dalam sebuah institusi baik yang komersial maupun sosial, memiliki satu bidang pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.

Dengan landasan konsep-konsep komunikasi dan organisasi sebagaimana yang telah diuraikan, maka kita dapat memberi batasan tentang komunikasi dalam organisasi secara sederhana, yaitu komunikasi antarmanusia (human communication) yang terjadi dalam kontek organisasi.  Atau dengan meminjam definisi dari Goldhaber, komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergabung satu sama lain (the flow of messages within a network of interdependent relationships).

Sebagaimana telah disebut terdahulu, bahwa arus komunikasi dalam organisasi meliputi komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal.  Masing-masing arus komunikasi tersebut mempunyai perbedaan fungsi yang sangat tegas.  Ronald Adler dan George Rodman dalam buku Understanding Human Communication, mencoba menguraikan masing-masing, fungsi dari kedua arus komunikasi dalam organisasi tersebut sebagai berikut:

1. Downward communication, yaitu komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya.  Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah:

  1. a) Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
  2. b) Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale)
  3. c) Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices)
  4. d) Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.

2.  Upward communication, yaitu komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya.  Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah:

  1. a) Penyampaian informai tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan
  2. b) Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
  3. c) Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan
  4. d) Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.

3.  Horizontal communication, yaitu tindak komunikasi ini berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara.  Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah:

  1. a)  Memperbaiki koordinasi tugas
  2. b)  Upaya pemecahan masalah
  3. c)  Saling berbagi informasi
  4. d)  Upaya pemecahan konflik
  5. e)   Membina hubungan melalui kegiatan bersama.

Sumber : https://www.givology.org/~danuaji/blog/696984/

Perubahan dan perkembangan Organisasi

Perubahan dan perkembangan Organisasi

Perubahan dan perkembangan Organisasi

Perubahan dan perkembangan Organisasi

PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI (CHANGE AND ORGANIZATION DEVELOPMENT )

1. Perubahan Dan Pengembangan Organisasi
Manajer senatiasa mengantisipasi perubahan-perubahan dalam lingkungan yang akan mensyaratkan penyesuaian-penyesuaian disain organisasi diwaktu yang akan datang. Perubahan-perubahan dalam lingkungan organisasi dapat disebabkan oleh kekuatan internal dan kekuatan eksternal. Berbagai kekuatan eksternal dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan operasinya. Sedangkan perubahan dari faktor seperti tujuan, kebijakan manajer, sikap karyawan, strategi dan teknologi baru juga dapat merubah organisasi.

2. Cara Penanganan Perubahan
Cara menangani perubahan organisasi memerlukan pendekatan. Cara pertama adalah konsep perubahan reaktif dan yang kedua program perubahan yang direncanakan ( Planed Cange )
Pada cara pertama biayanya murah dan sederhana serta ditangani secara cepat, di mana manajer akan memberikan reaksi setelah masalah terjadi. Misalnya bila peraturan pemerintah baru mensyaratkan perusahaan untuk mempunyai perlindungan terhadap kebakaran mungkin manajer membeli alat-alat kebakaran.
Pendekatan yang kedua atau juga disebut proses produktif, thomas dan Bennis mendefinisikan perubahan yang direncanakan sebagai perencanaan dan implementasi inovasi struktural, kebijaksanaan secara sengaja. Pendekatan ini tepat bila keseluruhan atau sebagaian besar satuan organisasi menyiapkan diri untuk menyesuaikan dengan perubahan.

3. Penolakan Terhadap Perubahan
Ada tiga sumber penolakan terhadap perubahan yaitu :
1. Ketidak pastian tentang akibat dan pengaruh perubahan
2. Ketidak pastian untuk melepaskan keuntungan-keuntungan yang ada
3. Pengetahuan akan kelemahan-kelemahan dalam perubahan yang diusulkan.

4. Peoses Pengelolaan Perubahan
Proses perubahan harus mencakup dua gagasan dasar untuk mencapai kualifikasi organisasi. Pertama ada retribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, kedua retribusi ini dihasilkan dari proses perubahan yang bersifat pengembangan.

5. Pendekatan Perubahan Organisasi
Harold J. Leavitt menyatakan bahwa organisasi dapat diubah melalui pengubahan struktur, teknologi dan atau orang-orangnya.

Pendekatan Struktur

Pengubahan struktur organisasi menyangkut modifikasi dan pengaturan sistem internal, seperti acuan kerja, ukuran dan komposisi kelompok kerja, sistem komunikasi, hubungan-hubungan tanggung jawab atau wewenang. Pendekatan struktural dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari :
Pertama melalui aplikasi prinsip-prinsip perancangan organisai klasik. Pendekatan ini berusaha untuk memperbaiki penciptaan pembagian kerja yang tepat dari tanggung jawab jabatan para anggota organisasi, pengubahan rentang manajemen, deskripsi jabatan dan sebagainya.
Kedua desentralisasi. Hal ini didasarkan pada penciptaan satuan-satuan organisasi yang lebih kecil dan dapat berdiri sendiri dan memutuskan perhatian pada kegiatan yang berorientasi tinggi. Hasilnya perbaikan prestasi kerja. Ketiga modifikasi aliran kerja dalam organisasi. Pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa aliran kerja dan pengelompokan keahlian yang tepat akan berakibat kenaikan produktifitas secara langsung dan cenderung memperbaiki semangat dan kepuasan kerja.

Pendekatan Teknologi
Untuk mremperbaiki prestasi F.W. Taylor dan pengikutnya mencoba menganalisa dan memperbaiki interaksi-interaksi pada karyawan dan mesin-mesin untuk meningkatkan efisiensi sehubungan dengan perubahan teknologi adakalanya perubahan yang dilakukan ternyata sering tidak cocok dengan struktur organisasi. Hal ini dapat menciptakan ketidak senangan dan pemutusan hubungan diantara para anggota organisasi akibanya terjadi penurunan produktifitas lebih banyak kecelakaan dan tingkat perputaran karyawan yang tinggi.

Pendekatan Orang
Pendekatan orang bermaksud untuk mengubah secara langsung perilaku karyawan melalui pemusatan pada keterampilan sikap, prsepsi dan pengharapan mereka, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan efektif.

6. Konsep Pengemabangan Organisasi
Salah satu teknik pengembangan Organisasi adalah Grid OD yang didasarkan atas kisi-kisi manajerial. R. Blake dan J. Mouton mengidentifikasikan berbagai kombinasi perhatian terhadap produk dan orang. Enam tahap yang perlu diperhatikan dari program Grid OD yaitu :
1. Latihan
2. Pengembangan tim
3. Pengembangan antar kelompok
4. Penetapan tujuan organisasi
5. Pencapaian tujuan
6. Stabilitas.

7. Manajemen Konflik ( Management Conflict )
Konflik organisasi adalah perbedaan pendapat antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok, karena harus membagi sumber daya yang langka, atau aktivitas kerja dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, penilaian atau pandangan yang berbeda.
Perbedaan antara konflik dengan persaingan ( kompetensi) terletak pada apakah salah satu pihak dapat mencegah pihak lain dalam pencapaian tujuannya ? kompetensi terjadi, apabila tujuan kedua belah pihak tidak sesuaim, akan tetapi kedua belah pihak tidak dapat saling mengganggu. Sebagai contoh dua bagian pemasaran komputer yang saling bersaing dalam satu organisasi, dimana kedua bagian tersebit siapakah yang pertama mencapai atau memenuhi keuota penjualan yang paling banyak.

8. Jenis-Jenis Konflik
Ada lima jenis ( tipe ) konflik dalam kehidupan organisasi yaitu :
1. Konflik didalam individu :konflik ini timbul apabila individu merasa bimbang terhadap pekerjaan mana yang harus dilakukannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama : konflik ini timbul akibat tekanan yang berhubungan dengan kedudukan atau perbedaan-perbedaan kepribadian.
3. Konflik antar individu dan kelompok : konflik ini berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka, contohnya seseorang yang dihukum karena melanggar norma-norma kelompok.
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama.: adanya pertentangan kepentingan antar kelompok.
5. Konflik antar organisasi
6. Akibat adanya bentuk persangingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik semacam ini diakui sebagai sarana untuk mengembangkan produk baru, teknologi, jasa-jasa, harga yang lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara lebih efisien.

9. Metode-Metode Pengelolaan Konflik
Metode Stimulasi Konflik
Metode ini digunakan untuk menimbulkan rangsangan karyawan karena karyawan pasif yang disebabkan oleh situasi dimana konflik terlalu rendah. Rintangan semacam ini harus diatasi oleh manajer untuk merngsang konflik yang produktif.
Metode stimulasi konflik meliputi 1) pemasukan atau penempatan orang luar ke dalam kelompok 2) penyusunan kembali organisasi 3) penawaran bonus, pembayaran intensif dan penghargaan untuk mendorong persaingan 4) pemilihan manajer-manajer yang tepat dan 5) perlakuan yang berbeda dengan kebiasaan.

Metode Pengurangan Konflik

Metode ini mengurangi permusuhan ( antagonis ) yang ditimbulkan oleh konflik dengan mengelola tingkat konflik melalui pendinginan suasana” akan tetapi tidak berurusan dengan masalah yang pada awalnya menimbulkan konflik itu.
Metode pertama adalah mengganti tujuan yang menimbulkan persaingan dengan tujuan yang lebih bisa diterima kedua kelompok metode kedua mempersatukan kelompok tersebut untuk menghadapi ancaman atau musuh yang sama.

Metode Penyelesian Konflik
Metode ini dapat terjadi melalui cara-cara 1) kekerasan ( Forcing) yang bersifat penekanan otokratik 2) penenangan (smoolling ) yaitu cara yang lebih diplomatis 3) penghindaran ( avoidance ) dimana manajer menghindar untuk mengambil posisi yang tegas 4) penentuan melalui suara terbanyak ( majority rule ) mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok prosedur yang adil.

10. Konflik Struktural
1. Konflik Hirarki, konflik yang terjadi diberbagai tingkatan organisasi. Contoh konflik manajemen puncak dengan manajemen menengah, konflik antar manajer dengan karyawan.
2. Konflik Fungsional, konflik yang terjadim antar departemen fungsional organisasi. Contoh konflik antar bagian produksi dengan bagian pemasaran dengan bagian produksi dan sebagainya.
3. Konflik Linistaf konflik yang terjadi antar lini dengan staf karena ada perbedaan-perbedaan di antara keduanya.
4. Konflik Formalinformal, konflik yang terjadi antara organisasi formal dengan informal.

11. Konflik Lini Dan Staf
Bentuk umum dari konflik organisasi adalah konflik antara para anggota lini dan staf. Perbedaan ini memungkinkan para anggota lini dan staf untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing secara efektif.
Pandangan lini :
Para anggota lini berpendapat bahwa para anggota staf mempunyai empat keluarga
1. staf melampaui wewenang
2. staf tidak memberikan advis yang sehat
3. staf menumpang keberhasilan lini
4. staf mempunyai prespektif yang sempit

Pandangan staf

1. Lini tidak mau meminta bantuan staf pada waktu yang tepat
2. Lini menolak gagasan baru
3. Memberi wewenang yang terlalu kecil kepada staf
Penanggulangan Konflik Lini dan Staf
1. Penegasan tentang tanggung jawabnya
2. Pengintegrasian kegiatan-kegiatan
3. Mengajarkan lini untuk menggunakan staf

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/4VWj/what-is-geography-concept

Listing 4Performing I/O with the JSR-80 API

Listing 4Performing I/O with the JSR-80 API

Listing 4Performing I O with the JSR-80 API
Listing 4Performing I O with the JSR-80 API

public static void testIO(UsbDevice device)

{ (

try

{ (

// Access to the active configuration of the USB device, obtain

// all the interfaces available in that configuration.

UsbConfiguration config = device.getActiveUsbConfiguration();

List totalInterfaces = config.getUsbInterfaces();

// Traverse through all the interfaces, and access the endpoints

// available to that interface for I/O.

for (int i=0; i<totalInterfaces.size(); i++)

{ (

UsbInterface interf = (UsbInterface) totalInterfaces.get(i);

interf.claim();

List totalEndpoints = interf.getUsbEndpoints();

for (int j=0; j<totalEndpoints.size(); j++) for (int j = 0; j <totalEndpoints.size (); j + +)

{ (

// Access the particular endpoint, determine the direction

// of its data flow, and type of data transfer, and open the

// data pipe for I/O

UsbEndpoint ep = (UsbEndpoint) totalEndpoints.get(i);

int direction = ep.getDirection();

int type = ep.getType();

UsbPipe pipe = ep.getUsbPipe();

pipe.open();

// Perform I/O through the USB pipe here

pipe.close();

} )

interf.release();

} )

} catch (Exception e) {} )

} )

The JSR-80 proyek telah sangat aktif dari awal. Versi 0.10.0 dari javax.usb API, dan RI untuk Linux yang dirilis pada Februari 2003. Kemungkinan bahwa versi ini akan diserahkan ke panitia JSR-80 untuk persetujuan akhir. Diharapkan implementasi untuk sistem operasi lain akan segera tersedia setelah JSR-80 resmi diperpanjang menjadi standar dari bahasa Java. Komunitas Linux tampaknya lebih menunjukkan minat pada JSR-80 proyek daripada jUSB proyek, dan telah terjadi peningkatan jumlah proyek yang diluncurkan dengan menggunakan javax.usb API pada platform Linux.

Baca Juga : 

Sertifikasi untuk Database

Sertifikasi untuk Database

Sertifikasi untuk Database
Sertifikasi untuk Database

Oracle

Oracle saat ini menawarkan tiga jenis sertifikasi Oracle dirancang untuk menguji penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi Oracle untuk suatu bidang kerja tertentu seperti developer, administrator, atau Web server administrator.  Jenis dari sertifikasi Oracle tersebut adalah:

 

Oracle Certified DBA

Ini merupakan sertifikasi yang menguji penguasaan teknologi dan solusi Oracle dalam menjalankan peran sebagai administrator database. Jalur sertifikasi ini terdapat tiga jenjang sertifikasi berikut, yaitu:

  1. Oracle Certified DBA Associate: untuk seseorang yang memiliki pengetahuan dasar yang memungkinkan mereka bekerja sebagai anggota yunior dalam sebuah tim yang terdiri dari administrator database atau pengembang aplikasi. Ujian dari sertifikasi ini meliputi dasar-dasar SQL dan administrasi database. Sertifikasi ini tersedia untuk database Oracle9i dan Oracle 10g.
  2. Oracle Certified DBA Professional: untuk pemegang sertifikasi jenjang Associate yang ingin meningkatkan penguasaan teknologi Oracle dalam administrasi database. Ujian pada jenjang ini meliputi teknik-teknik lanjut dari administrasi database dan melakukan performance tuning. Selain itu, ujian tambahan (optional) untukspesialisasi manajemen database Oracle pada lingkungan sistem operasi Linux .Sertifikasi ini tersedia untuk database Oracle9i dan Oracle 10g.
  3. Oracle Certified DBA Master: merupakan jenjang tertinggi dalam jalur sertifikasi DBA dan ditujukan bagi mereka yang mampu menangani aplikasi dan sistem database yang memiliki karakter mission critical. Ujian OCM mengambil bentuk praktikum di sebuah lab khusus di mana kandidat diminta untuk memberikan solusi terhadap berbagai skenario permasalahan yang meliputi konfigurasi database, konfigurasi jaringan database, konfigurasi dan penggunaan Oracle Enterprise Manager, dan hal-hal kritis seperti manajemen kinerja dan database recovery. Untuk wilayah Asia-Pasifik, ujian OCM hanya dapat dilakukan di lab Oracle yang terdapat di Hongkong dan Seoul.

Oracle Certified Developer

Sertifikasi ini ditujukan bagi mereka yang ingin mendapatkan pengakuan akan penguasaan pegetahuan dan keterampilan penggunaan teknologi Oracle seperti PL/SQL dan Oracle Forms dalam mengembangkan berbagai aplikasi dan solusi. Jalur sertifikasi ini memiliki dua jenjang sertifikasi, yaitu:

  1. Oracle9i PL/SQl Developer Certified Associate, profesional dengan sertifikasi jenjang ini memiliki pengetahuan dasar yang memungkinkan peran fungsional sebagai pengembang aplikasi Oracle9i. Untuk sertifikasi ini kandidat harus mengikuti dua ujian yang meliputi dasar-dasar SQL dan PL/SQL serta teknik pemrograman dengan menggunakan PL/SQL.
  2. Oracle9iForms Developer Certified Professional, untuk memiliki sertifikasi ini kandidat harus sudah memiliki sertifikasi jenjang OCA. Pemegang OCA yang ingin mendapatkan sertifikasi OCP harus mengikuti satu ujian yang meliputi materi pengembangan aplikasi Internet menggunakan Oracle9iForms.

Oracle9iAS Web Administrator

Sertifikasi ini ditujukan bagi mereka yang menginginkan pengetahuan dan keterampilan sebagai Web Administrator untuk Oracle9i Application Server. Jalur sertifikasi ini baru menyediakan jenjang Oracle9iAS Web Administrator Certified Associate. Untuk mendapatkan sertifikasi ini kandidat harus mengikuti satu ujian yang meliputi materi administrasi dasar Oracle9i Application Server.

Microsoft SQl Server

Microsoft Certified DBA adalah sertifikasi yang diberikan sebagai pengakuan kemampuan merancang, mengimplementasi, dan melakukan administrasi database Microsoft SQl Server. Sertifikasi ini didapatkan setelah lulus 3 ujian inti dan 1 ujian pilihan. Ujian inti terdiri dari materi administrasi SQL Server,  perancangan database SQL Server, dan Windows 2000 Sever atau Windows Server 2003. Sementara untuk ujian pilihan, Anda harus lulus salah satu bidang keahlian produk Microsoft.

.

C.        Sertifikasi untuk Office

Sertifikasi Microsoft Office Specialist (Office Specialist) adalah sertifikasi premium untuk aplikasi desktop Microsoft. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi dengan standar global untuk validasi keahlian dalam menggunakan Microsoft Office dalam meningkatkan produktivitas kerja. Fokus dari sertifikasi ini adalah kemampuan dalam mengevaluasi pemahaman menyeluruh terhadap program-program Microsoft Office dan Microsoft Project, menggunakan feature-feature advanced, dan mengintegrasikan program-program Office dengan software lain.

Sertifikasi Office Specialist tersedia dalam tiga jalur: Office 2003 Editions, Office XP, dan Office 2000. Untuk setiap jalur sertifikasi terbagi dalam tiga jenjang keahlian, yaitu Specialist, Expert, dan Master. Selain itu, sertifikasi ini juga menawarkan sertifikasi khusus untuk Microsoft Project 2002 dan Microsoft Project 2000. Ujian sertifikasi Office Specialist untuk Microsoft Project difokuskan pada kemampuan menggunakan berbagai toolMicrosoft Project dalam pelaksanaan berbagai tahapan proyek.

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/POdz/how-to-prevent-air-and-soil-pollution

Organisasi Sertifikasi

Organisasi  Sertifikasi

Organisasi Sertifikasi
Organisasi Sertifikasi

World Organization of Webmasters

Certified Internet Web Master (CIW)

Bagi mereka yang ahli di bidang Internat, maka bias mendapatkan sertifikasi yang dikeluarkan oleh CIW. Jalur sertifikasinya sangat beragam mulai sertifikasi untuk pemula sampai master. Selain itu, CIW juga menyediakan beberapa pilihans ertifikasi khusus, seperti CIW Security Analist dan CIW Web Developer.

  • CIW Associates merupakan sertifikasi paling dasar yang menguji  penguasaan dasar teknologi Internet, seperti Web browser, FTP dan e-mail, Web page authoring menggunakan XHTML, dasar-dasar infrastuktur jaringan, dan manajemen proyek. Sertifikasi ini ditujukan bagi mereka yang bekerja sebagai business development, advertising, dan sales.
  • CIW Profesional merupakan sertifikasi yang dapat diperoleh jika sudah bias melewati ujian CIW Associate dan salah satu spesialisasi yang dari empat jalur yang tersedia tersebut.
  • CIW Master merupakan sertifikasi yang paling tinggi. Untuk menjadi mendapat gelar master terdapat empat pilihan jalur spesialisasi, yaitu Master CIW Designer, Master CIW Administrator, Master CIW Web Site Manager, dan Master CIW Enterprise Develper. Masing-masing jalur memiliki pilihan spesialisasi yang harus ditempuh.

World Organization of Webmasters (WOW)

Sertifkasi yang dikeluarkan WOW memiliki jenjang, yaitu jenjang dasar dan jenjang yang lebih tinggi. Jenjang dasar terdiri dari WOW Certified Apprentice Webmaster (CAW), WOW Certified Web Designer Apprentice (CWDSA), WOW Certified Web Developer Apprentice (CWDVA), dan WOW Certified Web Administrator Apprentice (CWAA). Jenjang yang lebih tinggi adalah WOW Certified Professional Webmaster (CPW). Sertifikasi dari WOW ini dapat Anda peroleh dengan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh WOW.

  • CAW adalah sertifikasi yang ditujukan kepada mereka yang dianggap memiliki pengetahuan dasar mengenai Internet dapat membuat layout halaman Web, membuat content yang kaya dan nyaman, membuat dan memanipulasi image.
  • CWDSA lebih ditujukan bagi para calon Web Designer. Pada pilihan ini kandidat diharapkan menguasai seni mendesain Web agar lebih artistik dan menarik.
  • CWDVA ditujukan bagi para pengembang Web yang lebih banyak berurusan dengan struktur dan interaksi dalam menciptakan situs Web.
  • CWAA lebih banyak ditujukan kepada mereka yang  berkecimpung dengan infrastruktur software dan hardware yang mendukung komunikasi Internet.
  • CPW adalah sertikasi yang dapat langsung diraih secara otomatis, jika kandidat berhasil memperoleh empat sertifikasi pada tingkat Apprentice.

.

Australian Computer Society Certification Scheme

ACS dibentuk pada tahun 1965 dan merupakan satu-satunya himpunan TI di Australia. Materi yang diujikan pada sistem sertifikasi ini terdiri dari 2 subjek utama trend TI, legal bisinis, issue etik, dan Spesialis dalam area Project Manajement, Applications Planning, System Integration, dan Data Communication. Model sertifikasi ACS ini memiliki kesesuaian dengan model SRIG-PS yaitu : Data Communication Specialists dan System Integration Specialist. ACS merencanakan untuk mengembangkan sertifikasi untuk Security Specialist.

Pada pelaksanaan ujian digunakan ujian tertulis, multiple choice, pekerjaan proyek dan wawancara. Para peserta ujian harus memiliki gelar dalam bidang komputer dan memiliki pengalaman praktis minimal 4 tahun.Sertifikasi ini dikenal di Australia, karena dilaksanakan oleh ACS yang merupakan wadah Profesional TI di Australia. Pada saat ini sekitar 420 calon peserta ujian. Beberapa Universitas di Australia memberikan kredit bagi subjek sertifikasi ini. Materi dan silabus tersedia untuk setiap subyek, yang terdiri dari, outline, buku bacaan, buku teks, dan video. Seluruh materi ini dikembangkan oleh para praktisi TI Australia yang terkemuka.

 

ACS Certification System ini ditawarkan melalui proses belajar

jarak jauh melalui Deakin University. Pusat-pusat ujian tersebar di negara-negara anggota SEARCC seperti: Auckland, Hong Kong, Jakarta, Johor Baru, Kelantan Kota Kinibalu, Kuala Lumpur, Penang, Singapore, Wellington. Biaya untuk mengikuti pelatihan dan ujian ACS ini sekitar $400.00. Setiap pemegang sertifikat wajib mengikuti re-sertifikasi setelah 5 tahun. Hal ini dapat dilakukan dengan duduk mengikuti ujian ulang atau dengan mengikuti 30 jam profesional development, melalui Practising Computer Profesional Scheme.

Sumber : https://linda134.student.unidar.ac.id/2019/07/contoh-teks-eksplanasi-tentang-sampah.html

Pendaftaran Online Tutup Pukul 23.59, Sesi Akhir Pemenuhan Pagu

Pendaftaran Online Tutup Pukul 23.59, Sesi Akhir Pemenuhan Pagu

Pendaftaran Online Tutup Pukul 23.59, Sesi Akhir Pemenuhan Pagu
Pendaftaran Online Tutup Pukul 23.59, Sesi Akhir Pemenuhan Pagu

Para siswa yang ingin bersekolah di jenjang SMA/SMK negeri masih punya kesempatan. Sebab, panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jawa Timur masih membuka pendaftaran pemenuhan pagu hingga hari ini pukul 23.59. Pemenuhan pagu itu dibuka untuk beberapa sekolah. Di Surabaya, ada 9 SMA dan 2 SMK yang membuka pemenuhan pagu. Dari jumlah itu, hanya SMKN 12 yang belum terpenuhi.

Persaingan selama pemenuhan pagu terbilang ketat. Di SMAN 8, salah satunya. Dari dua kursi yang dibuka dalam pemenuhan pagu, pendaftarnya mencapai 69 siswa di pilihan pertama. Hal yang sama terjadi di SMAN 19. Sebanyak 76 siswa mendaftar di pilihan pertama untuk berebut dua kursi yang tersedia.

Di jenjang SMKN, ada dua SMKN yang membuka pemenuhan pagu. Yakni, SMKN 12 dan SMKN 5. SMKN 5 membuka pemenuhan pagu untuk lima jurusan. Total ada sembilan bangku yang perlu diisi. Hasilnya, para siswa memang berebut untuk mendapatkan bangku tersebut. Jurusan yang paling banyak peminatnya adalah teknik audio video. Peminatnya mencapai 40 siswa. Padahal, pagu yang dipenuhi hanya dua kursi.

Adapun SMKN 12 membuka pemenuhan pagu untuk 16 jurusan. Paling banyak

yang butuh dipenuhi adalah seni pedalangan. Kuota pemenuhan pagu mencapai 24 kursi. Sedangkan peminatnya hanya satu orang. Ada juga jurusan seni tari dan karawitan yang masih terbuka peluang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman menyatakan, meski pada sesi akhir pemenuhan pagu tidak terpenuhi, jadwal pemenuhan pagu tetap ditutup. Pihaknya memang melayani pemenuhan pagu untuk sekolah atau jurusan yang memang belum penuh. Termasuk yang hanya kurang satu atau dua siswa. ”Karena kita pelayanan publik,” tuturnya.

Selain di SMKN 12, masih ada bangku yang belum penuh. Yakni, di wilayah

Madura. Mindset masyarakat tentang pendidikan di kawasan itu perlu lebih dibuka. Sebab, masih ada yang beranggapan sekolah hanya cukup sampai SMP.

Terkait pagu yang belum penuh itu, masih dibuka pendaftaran hingga hari ini. Mantan kepala Badan Diklat Jatim itu mengatakan, terkait pagu yang belum penuh tersebut, tentu akan ada evaluasi. Baik SMK maupun SMA akan direvitalisasi. ”Terutama di wilayah yang daerah atau penduduknya memang harus benar-benar didorong,” ujarnya. Dengan begitu, indeks pembangunan manusia (IPM) di Jawa Timur juga bisa meningkat.

Terkait siswa baru, pada tahun pelajaran baru ini, pihaknya akan

mendistribusikan seragam. Jumlahnya dua setel per siswa. Seragam itu akan dibagikan untuk seluruh siswa di kelas X. Setidaknya, ada 440 ribu seragam yang akan dibagikan. Seragam itu terdiri atas seragam putih abu-abu dan pramuka. Dia menargetkan, seragam berupa kain itu tuntas dibagikan akhir Juli. Jika siswa sudah telanjur mendapatkan seragam, itu tidak jadi masalah. ”Memang agak telat karena kontraknya mundur,” katanya.

 

Baca Juga :

 

 

Siswa Gagal Masuk Sekolah Negeri? Nih Solusi Kemendikbud

Siswa Gagal Masuk Sekolah Negeri? Nih Solusi Kemendikbud

Siswa Gagal Masuk Sekolah Negeri Nih Solusi Kemendikbud
Siswa Gagal Masuk Sekolah Negeri Nih Solusi Kemendikbud

Persaingan untuk dapat lolos sekolah negeri melalui Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) begitu ketat. Hal ini membuat siswa dan orang tua harap-harap cemas. Apalagi sejumlah kota dan kabupaten memiliki daya tampung sekolah negeri yang tidak sesuai dengan jumlah siswa yang ada di daerah tersebut. Ini tentu berakibat banyak siswa yang terpaksa harus masuk ke sekolah swasta atau lompat pagar ke kota lain.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun menerapkan sistem zonasi. Sehingga siswa dalam radius tertentu diutamakan untuk masuk sekolah di dalam zona tersebut. Namun tetap saja tak seluruh siswa tertampung di zona itu. Padahal Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan seluruh warga Indonesia memiliki hak memeroleh pendidikan yang sama.

“Zonasi itu dibatasi dengan radius atau jarak. Awalnya kami sepakati di peraturan itu SD itu radius 3 kilometer, SMP 6 kilometer, dan SMA 9 kilometer. Namun ternyata itu tak bisa diseragamkan, karena kepala dinas di masing-masing daerah bilang topografi wilayah mereka berbeda, bagaimana yang di dusun atau pulau. Akhirnya kami serahkan pada masing-masing daerah,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad dalam konferensi pers, Selasa (11/7).
Siswa Gagal Masuk Sekolah Negeri? Nih Solusi Kemendikbud
Ilustrasi (Dok JawaPos.com)

Hamid menegaskan pada pinsipnya, anak-anak di dalam zona itu harus dimaksimalkan agar bisa mendapat pelayanan pendidikan. Persoalan daya tampung, kata dia, memang selalu terjadi di perkotaan dengan angka migrasi yang tinggi. Dia menyebutkan wilayah Depok, Bekasi dan Tangerang selalu mengalami masalah daya tampung sekolah.

“Kota Bekasi itu lulusan SD 42 ribu. Yang daftar ke SMP negeri 24 ribu, tapi daya

tampung hanya 15 ribu siswa. Otomatis sisanya mau ke mana? Swasta juga kan ada biaya lain-lain, kalau orang tua yang mampu bayar swasta tak usah bingung. Banyak kualitas sekolah swasta yang unggul,” ungkapnya.

Namun bagi orang tua yang tak mampu membiayai anak ke sekolah swasta, Kemendikbud mendorong setiap pemerintah daerah untuk menggelontorkan APBD bekerja sama dengan swasta untuk menampung siswa jika memang sudah tak tertampung di sekolah negeri.

“Jalan keluar yang kami sarankan kerja sama dengan sekolah swasta. Sekolah

swasta kan juga harus dapat siswa kan. Biaya swasta bisa dibebankan pada APBD, ini yang kami dorong. Memang ini bertahap. Kota seperti Bekasi, Depok, dan Batam sering terjadi masalah ini,” jelasnya.

Hamid menambahkan, dengan sistem zonasi, pihaknya akan mengevaluasi

dengan Kepala Dinas Pendidikan di daerah terkait daftar sekolah mana yang akan dibantu untuk lebih berkualitas. Dari segi sumber daya yakni penyebaran guru serta sarana fisik.

“Dengan begitu, sistem zonasi akan terpola menjadi lebih baik,” tuturnya.

 

Sumber :

https://www.thecontentscoop.com/technology-reshaping-indonesian-education/

RI-Swiss Majukan Pendidikan Vokasi, Apa Saja Komitmennya?

RI-Swiss Majukan Pendidikan Vokasi, Apa Saja Komitmennya?

RI-Swiss Majukan Pendidikan Vokasi, Apa Saja Komitmennya
RI-Swiss Majukan Pendidikan Vokasi, Apa Saja Komitmennya

Negara Swiss dan Indonesia siap untuk memajukan, memperkuat, dan memberlakukan berbagai terobosan dalam pengembangan pendidikan vokasi. Kesepakatan itu dituangkan dalam kunjungan Anggota Dewan Federal dan Menteri Urusan Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss, Johann Schneider-Ammann.

Delegasi Swiss bersama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas meluncurkan Strategi Kerja Sama Swiss-Indonesia 2017-2020 di bidang pembangunan ekonomi dan inovasi melalui techno parks dan sains.

Strategi empat tahun ke depan tersebut menjelaskan komitmen hibah pemerintah Swiss dalam rangka mendukung perbaikan pelayanan publik dan pengembangan sektor swasta di Indonesia. Swiss memiliki sejarah kerja sama yang panjang dengan Indonesia, dimulai semenjak awal 1970an. Dari tahun 2009, Indonesia menjadi mitra prioritas bagi Swiss dalam program kerja sama ekonomi dan pembangunan.

Saat ini, Swiss mendukung sekitar 40 proyek dukungan teknis di Indonesia dalam rangka membantu menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan akses terhadap jasa keuangan, memperkuat perdagangan berkelanjutan, dan mendukung pembangunan infrastruktur.

“Selama 8 tahun perjalanan kerja sama Swiss-Indonesia di bidang pembangunan ekonomi, telah kita saksikan berbagai keberhasilan yang luar biasa. Pemerintah Swiss berkomitmen untuk melanjutkan dan terus memperbaiki dukungan teknis yang tengah berjalan di Indonesia. Salah satunya di dunia pendidikan,” tegas Dewan Federal Johann Schneider-Ammann, Jumat (14/7).

Untuk periode 2017 hingga 2020, Swiss mencanangkan tambahan hibah sebesar

USD 75 juta dolar guna mendukung prioritas strategis pembangunan ekonomi Indonesia. “Berdasarkan permintaan Pemerintah Indonesia, Swiss bermaksud meningkatkan dukungan di beberapa bidang keahlian Swiss, antara lain pariwisata berkelanjutan dan pendidikan dan pelatihan vokasi,” jelasnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan pemerintah Indonesia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pemerintah Swiss atas dukungannya.

Menurutnya beberapa tantangan utama di Indonesia yang dihadapi termasuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pemerataan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan, memperbaiki akses terhadap jasa keuangan, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan daya saing sektor swasta.

Bambang menjelaskan Indonesia telah mencapai kemajuan besar dalam

memperbaiki akses infrastruktur, memperkuat manajemen keuangan publik, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan memperoleh kembali peringkat investment grade, Indonesia membuktikan bahwa tersedia kesempatan bisnis yang luas di berbagai bidang strategis seperti infrastruktur, teknologi medis, pengolahan makanan, barang konsumen, dan teknologi informasi dan komunikasi.

“Kami memang sudah punya pendidikan vokasi enggak terpaku hanya di

Diploma dan politeknik tetapi juga SMK atau kejuruan. Namun daya serap lulusan SMK tak terlalu bagus dibanding SMA. Mixmatch ini membuat kita menghadapi tantangan pengangguran. Karena itu tak hanya tambah sekolah tetapi juga peralatan dan upgrade kurikulum pemagangan. Kami perkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasi salah satunya,” tandas Bambang.

 

Sumber :

https://www.newscredit.org/gurependikan-com-learning-while-on-the-move/

Peran Kecerdasan Inteligensi dalam belajar

Peran Kecerdasan Inteligensi dalam belajar

Peran Kecerdasan Inteligensi dalam belajar
Peran Kecerdasan Inteligensi dalam belajar

Menurut Nickerson dalam Agus Efendi

diantara pendahulu tes kecerdasan adalah Binet. Hasil tes yang dilakukan oleh Alfred Binet dan koleganya menemukan bahwa peran kecerdasan intelegensi dalam belajar adalah sebagai berikut:

Kecerdasan intelegensi berperan dalam keberhasilan seorang anak

dalam proses belajar di sekolah. Anak dengan kemampuan intelegensi yang rendah akan mengalami kesulitan dalam belajar sebaliknya anak dengan kemampuan intelegensi yang tinggi akan mudah dalam mengikuti proses belajar. Sesuai dengan tujuan awal dari tes intelegensi yang dilakukan oleh Alfred Binet adalah untuk mengetahui siswa yang kemungkinan mengalami kegagalan dalam belajar sehingga mereka perlu mendapatkan perhatian khusus.

Kecerdasan intelegensi berperan sebagai direction.

Menurut Binet direction melibatkan pengetahuan mengenai apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Sehingga siswa dengan kemapuan inteleginsi yang tinggi dapat dengan cepat mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Ketika guru memberikan suatu tugas tertentu ia dapat dengan cepat mengetahui tindakan apa yang harus ia lakukan.

Kecerdasan sebagai Menurut Binet adaptation mengacu pada upaya membangun strategi untuk melakukan sebuah tugas, lalu berusaha untuk tetap berada dalam strategi tersebut dan mengadaptasinya saat mengimplementasikannya.

Kecerdasan sebagai criticism

Menurut Binet criticism adalah kemampuan untuk mengkritisi pikiran dan tindakan sendiri. Sehingga siswa yang cerdas dapat berpikir kritis dan lebih aktif dalam proses belajar.

Kecerdasan intelegensi berperan dalam memberikan kesempatan belajar

bagi anak yang berasal dari keluarga miskin. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Binet terhadap anak-anak miskin, betapapun pandainya merka, namun mereka tidak pernah diberi kemudahan untuk mendapatkan pendidikan lanjutan. Binet berpikir bahwa lewat tes IQ anak-anak miskin mampu membuktikan mereka lebih cerdas daripada rata-rata anak kebanyakan. Karenanya, seharusnya, mereka bisa memperoleh pendidikan lanjutan, tanpa menghiraukan kedudukan sosial mereka.

Baca Juga :

Faktor Intelektual atau Kecerdasan Intelegensi

Faktor Intelektual atau Kecerdasan Intelegensi

Faktor Intelektual atau Kecerdasan Intelegensi
Faktor Intelektual atau Kecerdasan Intelegensi

Sejarah Pengukuran Kecerdasan

Orang pertama yang berpikir mengenai kemungkinan dilakukannya pengukuran intelegensi atau kecerdasan adalah Galton, sepupu Darwin. Hal yang mendorongnya untuk memiliki pemikiran demikian adalah karena Galton tertarik pada perbedaan-perbedaan individual dan pada hubungan antara hereditas dan kemapuan mental. Menurut Galton, ada dua kualitas umum yang membedakan antara orang yang lebih cerdas (more intelligent) dengan orang yang kurang cerdas (less intelligent), yaitu energi dan sensitivitas. Menurutnya orang yang cerdas itu memiliki tingkat energi yang istimewa dan sensitivitas terhadap rangsangan di sekitarnya. Semakin cerdas seseorang maka semakin sensitif terhadap rangsangan di sekitar kita. Pada tahun 1883, Galton mendirikan sebuah laboratorium antropometrik di London. Di Laboratorium inilah Galton mempelajari mengenai perbedaan-perbedaan individual[1].

Di Amerika Serikat, Cattel adalah

orang pertama yang menggunakan istilah mental test. Pada tahun 1890 Cattel menerbitkan Mental Test and Measurement. Tes Cattel menekankan sensoy and perceptual task. Ia juga sering melibatkan perbedaan visual dan auditif. Oleh karena itu, tidak heran jika tes kecerdasan sekarang menekankan sensasi dan persepsi begitu kuat, sebagaimana yang dilakukan oleh psikologi pada pertengahan abad ke-19, terutama untuk penglihatan. Pada tahun 1891, Boas merupakan orang pertama yang berusaha membedakan skor tes dengan perkiraan subjektif yang independen dari kemapuan pribadi. Ia mengetes penglihatan, pendengaran dan hapalan 1.500 anak. Pada tahun 1892, Jastrow menyelenggarakan tes sensori dan hapalan terhadap 1.200 anak. Ia berusaha menghubungkan hasil-hasil tesnya dengan estimasi guru mereka atas kemampuan umum 1.200 anak tersebut[2].

Sejak awal abad ke 20 inteligensi disamakan dengan Intelligent Quotient (IQ).

Pada tahun 1911, sebagai permintaan dari mentri pendidikan Perancis, Alfred Binet dan Theodore Simon mengembangkan sebuah tes yang mengidentifikasi resiko kegagalan sekolah pada anak. Tes ini bertujuan untuk menentukan siapa siswa yang beresiko mengalami kegagalan, sehingga ia diberi perhatian khusus. Pada tahun 1912, psikolog Jerman Wilhelm Stern mengemukakan tentang Intelligent Quotient atau IQ, yang mewakili rasio usia mental seseorang terhadap usia kronologis seseorang, yang diukur dengan menggunakan tes. Pada tahun 1920 Lewis Terman, seorang ahli psikometri dari Amerika, memperkenalkan Stanford Binet IQ test, merupakan tes pertama yang menggunakan kertas dan pensil, versi tes yang menggunakan kelompok dan teradministrasi dengan baik. Tes inteligensi dengan cepat menjadi bagian standar dari landasan pendidikan di Amerika. Sejak saat itu orang-orang mengidentifikasikan inteligensi dengan pengukuran IQ. Hasil karya awal tentang IQ, khususnya hasil karya Terman memainkan peran yang signifikan dalam pengembangan dua keyakinan umum tentang inteligensi: bahwa inteligensi secara mendasar diwariskan dan secara umum bersifat statis dan tidak dapat dirubah[3].

Definisi Kecerdasan Inteligensi (IQ)

Menurut Mahfudin Shalahudin bahwa intelek adalah akal budi atau inteligensi yang berarti kemampuan untuk meletakkan hubungan-hubungan dari proses berpikir. Selanjutnya dikatakan bahwa orang yang intelligent adalah orang yang dapat menyelesaikan persoalan dalam tempo yang lebih singkat, memahami masalah lebih cepat dan cermat, serta mampu bertindak cepat[4]. Menurut English & English dalam bukunya ” A Comprehensive Dictionary of Psichological and Psychoalitical Terms” dalam Sunarto dan Hartono[5] istilah intellect berarti antara lain :

  1. Kekuataan mental dimana manusia dapat berpikir
  2. Suatu rumpun nama untuk proses kognitif, terutama untuk aktivitas yang berkenaan dengan berpikir ( misalnya menghubungkan, menimbang, dan memahami)
  3. Kecakapan, terutama kecakapan yang tinggi untuk berpikir

Menurut kamus Webster New World Dictionary of the American Language, dalam Sunarto dan Hartono istilah intellect berarti[6]:

  1. Kecakapan untuk berpikir, mengamati atau mengerti; kecakapan untuk mengamati hubungan-hubungan, dan sebagainya. Dengan demikian kecakapan berbeda dari kemauan dan perasaan
  2. Kecakapan mental yang besar,sangat intellegence, dan
  3. Pikiran atau inteligensi

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian intelektual yaitu akal budi atau inteligensi yang berarti kemampuan untuk meletakkan hubungan dari proses berpikir, kemampuan untuk melakukan pemikiran yang bersifat abstrak atau tidak bisa di lihat (abstraksi), serta berpikir logis dan cepat sehingga dapat bergerak dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru. Orang yang intelligent adalah orang yang dapat menyelesaikan persoalan dalam waktu yang lebih singkat, memahami masalahnya lebih cepat dan cermat serta mampu bertindak cepat.

Istilah inteligensi, semula berasal dari bahasa Latin “intelligere

yang berarti menghubungkan atau menyatukan satu sama lain. Menurut William Stern salah seorang pelopor dalam penelitian inteligensi, mengatakan bahwa inteligensi adalah kemampuan untuk menggunakan secara tepat segenap alat-alat bantu dan pikiran guna menyesuaikan diri terhadap tuntutan-tuntutan baru. Sedangkan Leis Hedison Terman berpendapat bahwa inteligensi adalah kesangupan untuk belajar secara abstrak. Di sini Terman membedakan antara concret ability yangitu kemampuan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat konkrit dan abstract ability yaitu kemampuan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat abstrak. Orang dikatakan inteligent menurut Terman jika orang tersebut mampu berpikir abstrak dengan baik.

Menurut William H Calvin, dalam How Brain Thinks (Bagaimana otak berpikir), Piaget mengatakan, “Intelligence is what you use when you don’t know what to do (Kecerdasan adalah apa yang kita gunakan pada saat kita tidak tahu apa yang harus dilakukan). Sehingga menurut Calvin, seseorang itu dikatakan smart jika ia terampil dalam menemukan jawaban yang benar untuk masalah pilihan hidup[7].

Para ahli psikologi lebih suka memusatkan perhatiannya pada masalah perilaku inteligen (intelligence behavior), daripada membicarakan batasan inteligensi. Mereka beranggapan bahwa inteligensi merupakan status mental yang tidak memerlukan definisi, sedangkan perilaku inteligen lebih konkret batasan dan ciri-cirinya sehingga lebih mudah untuk dipelajari. Dengan mengidentifikasi ciri dan indikator perilaku inteligen, maka dengan sendirinya definisi inteligensi akan terkandung didalamnya. Diantara ciri-ciri perilaku yang secara tidak langsung telah disepakati sebagai tanda telah dimilikinya inteligensi yang tinggi, antara lain adalah :

  1. Adanya kemapuan untuk memahami dan menyelesaikan problem mental dengan cepat
  2. Kemampuan mengingat
  3. Kreativitas yang tinggi
  4. Imajinasi yang berkembang

Sebaliknya perilaku yang lamban, tidak cepat mengerti, kurang mampu menyelesaikan problem mental yang sederhana, dan semacamnya, dianggap sebagai indikasi tidak dimilikinya inteligensi yang baik[8].

Hagenhan dan Oslo menjelaskan bahwa inteligensi merupakan suatu tindakan yang menyebabkan terjadinya perhitungan atas kondisi-kondisi yang secara optimal bagi organisme dapat hidup berhubungan dengan lingkungan secara efektif. Sebagai suatu tindakan, inteligensi selalu cenderung menciptakan kondisi-kondisi yang optimal bagi organisme untuk bertahan hidup dalam kondisi yang ada.

Feldam mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan memahami dunia, berpikir secara rasional, dan menggunakan sumber-sumber secara efektif pada saat diharapkan dengan tantangan. Dalam pengertian ini kecerdasan terkait dengan kemampuan memahami lingkungan atau alam sekitar, kemampuan penalaran atau berpikir logis, dan sikap bertahan hidup dengan menggunakan sarana dan sumber-sumber yang ada. Sedangkan Henmon mendefinisiakn inteligensi sebagai daya atau kemapuan untuk memahami. Wechsler mendefinisikan inteligensi sebagai totalitas kemampuan seseorang untuk bertindak dengan tujuan tertentu, berpikir secara rasional, serta menghadapi lingkungan dengan efektif.

Sumber : http://neyramand.revolublog.com/contoh-teks-eksplanasi-a165655572