Pak Bupati… Pelajar Butuh Bus Sekolah

Pak Bupati… Pelajar Butuh Bus Sekolah

Pak Bupati… Pelajar Butuh Bus Sekolah
Pak Bupati… Pelajar Butuh Bus Sekolah

Keinginan masyarakat Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten

Muratara, terkait bus sekolah nampaknya belum bisa terpenuhi. Pasalnya, sampai saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) setempat baru memiliki 3 unit kendaraan pelajar yang khusus beroperasi di Jalan Lintas Sumatera dan Kecamatan Nibung.
Nurya, warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Muratara mengatakan, desanya merupakan wilayah terpencil yang berada di kawasan lingkar tambang. Untuk menempuh ibu kota kecamatan, setidaknya warga harus menempuh sekitar 21 km dari pemukiman.

“Dusun kami jauh dari mano-mano, idak katek jalan pintas cuma sikok jalan lewat lingkar tambang. Kalu biso kami mintak angkutan atau bus buat anak-anak sekolah,” kata Nurya, Jumat (1/11).

Dia mengungkapkan, untuk menempuh sekolah pelajar dari desa mereka hanya

mengandalkan kendaraan pribadi milik warga. Setiap hari pelajar dari Desa Tanjung Agung, harus pulang-pergi ke wilayah ibu kota Kecamatan Karang Jaya. Karena di desa mereka hanya didapati sekolah dasar.

“Kalau SMA mesti ke Karang Jaya, jauh jugo ke sano tiap hari. Untuk ongkos bae sikok anak itu Rp200 ribu/bulan,” timpalnya.

Masyarakat berharap, dengan tersedianya bus antar jemput pelajar itu, setidaknya dapat mempermudah warga dan pelajar keluar masuk akses desa.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, Sukamto menyatakan,

saat ini Disdik Muratara hanya memiliki dua unit bus antar jemput pelajar dan satu unit mobil diesel. Dua bus itu dioperasikan di sekitar Jalinsum Muratara arah Sarolangun-Rupit, dan Lakeh-Rupit, sedangkan untuk satu unit lagi beroperasi di wilayah Nibung.

“Kita di 2019 tidak menganggarkan untuk operasional kendaraan pelajar. Karena awalnya kita mengandalkan dana CSR. Tapi di 2020 nanti kita akan masukkan itu di APBD,” bebernya. (

 

Baca Juga :

The Age of Digital Technopreneurship

The Age of Digital Technopreneurship

Sudah banyak yang berbicara tentang perkembangan digital yang setiap tahunnya berevolusi dalam berbagai aspek. Pekembangan ini didorong oleh globalisasi yang tanpa henti membuka celah untuk setiap budaya dan perubahan yang dapat merubah gaya hidup para masyarakat Indonesia, termasuk dalam perkembangan digital yang berdampak pada aspek bisnis.

Masyarakat Indonesia, terutama para pemuda Indonesia sudah mulai

berkecimpung dalam dunia bisnis, seperti contohnya dunia digital start up. Bisnis digital ini telah menjamur di Indonesia sehingga setiap pemilik usaha mencari strategi untuk terus bertahan dan bersaing dengan pemilik usaha berbasis digital lainnya.

Walaupun bisnis digital sudah menjamur, tetap saja masih banyak yang kurang mengerti konsep dan proses yang harus ditempa oleh seorang pemilik bisnis dalam ranah digital ini. Dan banyak pula yang tidak memiliki akses yang memadai dalam menerima ilmu bisnis digital ini, terutama Indonesia bagian Timur.

Maka dari itu, hadirlah BINUS untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan

membuka sebuah hub yang memfokuskan dalam melahirkan bisnis entrepreneur digital. BINUS @Malang adalah kampus yang memfokuskan para mahasiswa dalam mengembangkan bisnis mereka dalam ranah digital dan juga dapat mendapatkan ilmu dalam mempertahankan bisnis dan bersaing sehat dalam ranah bisnis digital.

Selain menjadi pusat dalam digital technopreneur, BINUS @ Malang ini juga menjadi pusat bagi Indonesia Timur sehingga mereka memiliki akses pendidikan yang setara dalam bidang bisnis digital dengan Indonesia bagian lainnya.

Setelah sukses dalam pre-launching BINUS @Malang ini, BINUS @ Malang akan

mengadakan acara Grand Launching pada tanggal 23-26 Oktober 2019 yang akan diadakan di BINUS @ Malang. Acara ini akan berlangsung selama 4 hari dan akan diisi oleh sesi Digital Technopreneur Conference dan Digital Technopreneur Talk.

 

Sumber :

http://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/manajemendewantara/comment/view/20/7510/36225

 

BNI Memberikan Penawaran Spesial Kredit Kepemilikan Rumah

BNI Memberikan Penawaran Spesial Kredit Kepemilikan Rumah

BNI Memberikan Penawaran Spesial Kredit Kepemilikan Rumah
BNI Memberikan Penawaran Spesial Kredit Kepemilikan Rumah

Bank Negara Indonesia (BNI) memberikan penawaran spesial bagi nasabah yang

ingin mengajukan kredit kepemilikan rumah (KPR). Bank plat merah milik negara tersebut menawarkan bunga 6,75 persen fix 2 tahun pertama. Program ini berlaku hingga 31 Desember mendatang.

“Suku Bunga KPR kita sangat kompetitif , hanya 6,75 persen untuk dua tahun pertama, ” kata

Pemimpin Consumer Banking BNI Wilayah Palembang, Kartika Dewi Palupi

kepada Sumatera Ekspres kemarin pada pameran Real Estate Sumatera Ekspres Expo .

Dikatakan, program ini berlaku untuk konsumen yang membeli perumahan komersil. “Kalau FLPP kan berlaku skema pembiayaan seperti biasa (dari pemerintah) sehingga tidak ada beda,” ucap dia.

Dikatakan, kompetitif nya suku bunga ini direspon positif nasabah dan calon nasabah. Selain, kata dia untuk payroll TNI , Polri dan ASN , pegawai BUMN pun juga progam khusus. ”

Selain itu, masih kata dia, pada pameran ini Pihkanya pun gencar promo soal

BNI Griya atau pengajukan KPr On-line . Calon nasabah cukup mendownload aplikasi atau BNI mobile banking untuk pengajukan kredit KPR. Di sana nasabah tinggal masuk dan mendapatkan simulasi mengenai KPR.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/16

Kategori kompetensi

Kategori kompetensi

Kategori kompetensi
Kategori kompetensi

Kompentensi dapat dibagi atas dua kategori yaitu “Threshold” dan “Differentiating“ (Spencer and Spencer 1993 : 15) menurut kriteria yang digunakan untuk memprediksi kinerja suatu pekerjaan. “Threshold competencies adalah karakteristik utama, yang biasanya berupa pengetahuan atau keahlian dasar seperti kemampuan untuk membaca yang harus dimiliki seseorang agar dapat melaksanakan pekerjaannya. Tetapi kategori yang ini tidak untuk menentukan apakah seseorang tersebut berkinerja tinggi atau tidak.
Kategori ini jika untuk menilai karyawan hanyalah untuk mengetahui apakah ia mengetahui tugas–tugasnya, bisa mengisi formulir dan lain sebagainya. Sedangkan “Differentiating competencies” adalah faktor–faktor yang membedakan individu yang berkinerja tinggi dan rendah. Karena seseorang yang memiliki motivasi yang tinggi maka ia akan mampu menetapkan target atau tujuan yang jauh lebih ketimbang kinerjanya pada tingkat rata–rata. (Milton Fogg, 2004 :27)

Baca Juga :

Karakteristik kompetensi

Karakteristik kompetensi

Karakteristik kompetensi
Karakteristik kompetensi

Menurut Spencer and Spencer (1993 : 10) kompetensi terdiri dari 5 (Lima) Karakteristik yaitu :
1. Motives
Adalah sesuatu dimana sesorang secara konsisten berfikir sehingga ia melakukan tindakan. Spencer (1993) menambahkan bahwa motives adalah “drive, direct and select behavior toward certain actions or goals and away from others “. Misalnya seseorang yang memiliki motivasi berprestasi secara konsisten mengembangkan tujuan – tujuan yang memberi suatu tantangan pada dirinya sendiri dan bertanggung jawab penuh untuk mencapai tujuan tersebut serta mengharapkan semacam “ feedback “ untuk memperbaiki dirinya.
2. Traits
Adalah watak yang membuat orang untuk berperilaku atau bagaimana seseorang merespon
sesuatu dengan cara tertentu. Sebagai contoh seperti percaya diri, kontrol diri, ketabahan atau daya tahan.
3. Self Concept
Adalah sikap dan nilai – nilai yang dimiliki seseorang. Sikap dan nilai diukur melalui tes kepada responden untuk mengetahui nilai yang dimiliki seseorang dan apa yang menarik bagi seseorang untuk melakukan sesuatu.
4. Knowledge
Adalah informasi yang dimiliki seseorang untuk bidang tertentu. Pengetahuan merupakan
kompetensi yang kompleks. Tes pengetahuan mengukur kemampuan peserta untuk memilih jawaban yang paling benar tetapi tidak bias melihat apakah sesorang dapat melakukan pekerjaan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.
5. Skills
Adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu baik secara fisik maupun mental.
Dengan mengetahui tingkat kompetensi maka perencanaan sumber daya manusia akan lebih baik hasilnya.

Sumber :https://obatwasirambeien.id/

Definisi, Karakteristik dan Kategori Kompetensi

Definisi, Karakteristik dan Kategori Kompetensi

Definisi, Karakteristik dan Kategori Kompetensi
Definisi, Karakteristik dan Kategori Kompetensi

Peran SDM dalam organisasi atau perusahaan mempunyai arti yang sama pentingnya dengan pekerjaan itu sendiri, mengingat pentingnya peran Sumber Daya Manusia dalam organisasi atau perusahaan, SDM sebagai faktor penentu organisasi atau perusahaan maka kompetensi menjadi aspek yang menentukan keberhasilan organisasi atau perusahaan. Dengan Kompetensi yang tinggi yang dimiliki oleh SDM dalam suatu organisasi atau perusahaan tentu hal ini akan menentukan kualitas SDM yang dimiliki yang pada akhirnya akan menentukan kualitas kompetitif perusahaan itu sendiri. Konsep kompetensi sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Menurut Organisasi Industri Psikologi Amerika (Mitrani, Palziel and Fitt, 1992 : 14) gerakan kompetensi telah dimulai pada tahun 1960 dan awal 1970.
Apakah yang dimaksud dengan Kompetensi?

Menurut Spencer and Spencer, (1993 : 9) Kompetensi adalah sebagai karakteristik yang mendasari seseorang dan berkaitan dengan efektifitas kinerja individu dalam pekerjaannya (an underlying characteristic’s of an individual which is causally related to criterion – referenced effective and or superior performance in a job or situation). Underlying Characteristics mengandung makna kompetensi adalah bagian dari kepribadian yang mendalam dan melekat kepada seseorang serta perilaku yang dapat diprediksi pada berbagai keadaan dan tugas pekerjaan. Causally Related memiliki arti kompetensi adalah sesuatu yang menyebabkan atau memprediksi perilaku dan kinerja. Criterion Referenced mengandung makna bahwa kompetensi sebenarnya memprediksi siapa yang berkinerja baik, diukur dari kriteria atau standar yang digunakan.
Menurut Poerwadarminta (1993:518), Kompetensi adalah kekuasaan (kewenangan) untuk menentukan/memutuskan suatu hal.
Menurut Suparno (2001:27), Kompetensi adalah kecakapan yang memadai untuk melakukan suatu tugas atau sebagai memiliki ketrampilan & kecakapan yang diisyaratkan.
Sedangkan kompetensi menurut Van Looy, Van Dierdonck, and Gemmel (1998:212) menyatakan kompetensi adalah sebuah karakteristik manusia yang berhubungan dengan efektifitas performa, karakteristik ini dapat dilihat seperti gaya bertindak, berperilaku, dan berpikir.

Sumber : https://pesantrenkilat.id/

TAHUN EKSIS DI DUNIA MAYA

TAHUN EKSIS DI DUNIA MAYA

TAHUN EKSIS DI DUNIA MAYA
TAHUN EKSIS DI DUNIA MAYA

Sore ini aku tiba-tiba tersadar, ternyata sudah dua tahun blog Pengelana Dari Barat ikut eksis dalam pergaulan dunia maya melalui kegiatan blogging. Selama dua tahun ini juga, belum banyak yang bisa saya lakukan dalam mengembangan blog Pengelana Dari Barat ini.

Sesaat aku mengenang, awal mula aku tertarik dengan dunia blogging, pada pertengahan Agustus 2008. Saat itu saya memiliki sebuah blog di blogspot yang namanya aku sudah lupa. Namun karena saat itu saya kurang memiliki minat, akhirya blog itu hanya berumur satu bulan, setelah itu langsung saya hapus.

Kemudian, berawal dari searcing di internet, aku masuk ke sebuah blog beralamat www.anak-tarutung.com. Sayangnya blog ini sudah tidak ada lagi. Padahal blog ini adalah salah satu blog pavorit ku. Melalui dunia maya  juga saya berkenal dengan adminnya, yang kebetulan tulang saya marga Marbun.

Karena sering berkunjung ke blog www.anak-tarutung.com, saya kembali tertarik dengan dunia blogging. Apalagi setelah bertemu dengan blog yang berjudul “Diary Blog Dot Com”, miliknya Bapak Tua Saut Hutabarat yang beralamat www.tappang.wordpress.com. Selain itu juga blognya kak Riyanthi  yang beralamat www.riyanthi.wordpress.com,  juga menginspirasi saya untuk terjun di dunia blogging.

Akhirnya, pada tanggal 4 Desember 2008, tepatnya di emperan Gedung Rektorat Lantai 1 Universitas Negeri Semarang, blog saya di publikasikan untuk dunia. Blog Pengelana Dari Barat, awalnya bernama Mata Pena. Ternyata Mata Pena adalah nama sebuah komunitas, akhirnya saya mengganti menjadi Pengelana Dari Barat. Blog ini berisi tulisan-tulisan pribadi saya.

Dan kini, dua tahun sejak waktu ini, blog Pengelana dari Barat masih tetap ada, walaupun tidak seeksis dengan blog-blog lainnya. Namun setidaknya blog Pengelana Dari Barat, tidak pernah sepi pengunjung. Hingga hari ini rata-rata kunjungan perhari yaitu 16o kunjungan. Bukan sebuah nominal yang tinggi, tapi itu cukup membuktikan bahwa blog Pengelana Dari Barat masih ada yang mengunjungi.

Angan-angan saya ke depan, bahwa blog Pengelana Dari Barat harus berkembang lagi. Keingin terdekat saya yaitu ingin mengupgrade blog Pengelana Dari Barat menjadi domain sendiri, namun karena ilmu saya belum cukup dan saya tidak tertarik menggunakan jasa pembuatan blog dan web, akhirnya keinginan itu saya tunda dulu. Semoga blog Pengelana Dari Barat bisa tetap berkarya dan memberikan sumbangan pemikiran bagi orang-orang.

Baca Juga :

AKHIRNYA LONCENG ITU KEMBALI BERDENTANG

AKHIRNYA LONCENG ITU KEMBALI BERDENTANG

AKHIRNYA LONCENG ITU KEMBALI BERDENTANG
AKHIRNYA LONCENG ITU KEMBALI BERDENTANG

Satu hal yang khas dan yang selalu aku ingat dari kampung halaman ku Tarutung, yaitu bunyi lonceng Gereja setiap pukul 06.00 WIB dan Pukul 18.00 WIB. Lonceng Gereja ini layaknya sebuah alarm untuk mengingatkan kita tentang pergantian waktu. Mungkin hampir mirip dengan suara Adzan bagi saudara-saudara kita yang beragama Muslim.

Umumnya, lonceng gereja berbunyi untuk memanggil beribadah. Misalnya panggilan untuk kebaktian minggu dan perayaan Kristen lainnya. Saya tidak tahu bagaimana di daerah lain, namun di tarutung hal ini sudah ada sejak dulu sebelum aku lahir, atau mungkin sudah ada sejak masuknya Agama Kristen ke tanah Batak oleh Ompu DR. I.L. Nommensen.

Ada beberapa pendapat bahwa lonceng ini sebagai simbol bahwa Rahmat Tuhan senantiasa melindungi orang Tarutung. Hal ini karena dalam agama Kristen, bunyi lonceng merupakan Simbol turunnya berkat dan kehadiran Roh Kudus.
Namun ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa bunyi lonceng Gereja itu untuk mengenang sebuah kejadian spiritual yang dialami oleh Ompu Nommensen. Kita pasti mengetahui bahwa ketika Dr. IL. Nommensen sebelum memberitakan kabar keselamatan di Tanah Batak (Silindung), terlebih dahulu dia beristirahat dan berdoa di Bukit Siatas Barita (Lokasi Salib Kasih yang sekarang), doa dari Dr. IL. Nommensen sangat terkenal di kalangan Kristen Batak.

Hidup Mati, biarkan lah hamba Mu ini memberitakan berita Keselamatan Mu di tengah-tengah bangsa ini

Dimana saat itu, setelah belia selesai berdoa, dia mendapat penglihatan bahwa di Silindung dia mendengar suara Lonceng Gereja dan anak-anak bermain di halaman sekolah, padahal pada saat itu masyarakat Silindung masih menganut Sipelebegu (Agama Pagan) dan belum ada sekolah.

Jadi membunyikan lonceng Gereja ini sudah menjadi identitas masyarakat Tarutung. Namun sungguh sayang sekali, kurang lebih tiga setengah tahun saya meninggalkan kota ku yang tercinta ini, ketika saya pulang desember 2010 kemarin, saya mendapati sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang berubah yang membuat hati saya sedih. Lonceng itu tidak berbunyi lagi. Lonceng itu hanya berbunyi saat pukul 06.00 WIB, sementara yang pukul 18.00 WIB sudah tidak terdengar lagi.

Saya merasakan ada sesuatu yang sangat besar yang hilang dari tanah ini. Yang biasanya saat pukul  6 sore, saya biasa duduk di depan rumah sambil menikmati dentingan lonceng itu, sekarang menjadi sepi. Apa yang terjadi? Bahkan Gereja HKBP Pearaja yang loncengnya selalu lebih kencang (mungkin karena berada di atas) juga tidak terdengar lagi.

Aku selalu merindukan itu dalam setiap hari di rumah. Hingga akhirnya menjelang akhir tahun, saat aku duduk di depan TV, tiba-tiba dari arah gereja GKPI Hapoltahan yang berjarak 100 meter dari belakang rumah ku, terdengar lonceng gereja bertalu-talu. Awalnya aku mengira itu adalah lonceng panggilan untuk perayaan Natal, saat aku melihat jam, waktu menunjukkan Pukul 18.00 WIB. Aku terlonjak, ada kehangatan tiba-tiba merasuk dalam diri ku. Suara itu sungguh merdu di telingaku. Suara yang sangat aku rindukan. Kini Lonceng itu kembali berbunyi.

Tanggal 18 Januari 2011, aku akan kembali ke Semarang untuk kembali ke rutinitas ku. Aku tidak tahu kapan lagi aku akan kembali. Mungkin satu, dua, lima atau sepuluh tahun lagi, aku tidak pernah tahu. Tapi aku berharap, kelak jika aku kembali pulang, Lonceng itu masih berdentang.

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

MALAM JUM’AT KLIWON

MALAM JUM’AT KLIWON

MALAM JUM’AT KLIWON
MALAM JUM’AT KLIWON

Malam jum’at Kliwon sudah tidak asing lagi bagi kita. Apalagi bagi masyarakat Jawa. Kliwon merupakan salah satu hari dalam Weton Jawa. Bagi orang-orang tradisi Kejawen, weton ini tidak dapat lepas dari kehidupan mereka sehari-hari.

Sering sekali kita mendengar image yang sedikit asing mengenai malam Jum’at Kliwon. Malam Jum’at Kliwon itu sendiri jatuh pada hari Kamis Wage malam. Mungkin dalam kearifan local di daerah saya, malam Jum’at Kliwon biasa-biasa saja, selain di daerah saya tidak mengenal weton seperti dalam kepercayaan Kejawen, saya juga memiliki budaya yang berbeda dengan masyarakat Jawa. Namun, sejak saya tinggal di Jawa, akhirnya saya juga harus mengetahui seluk-beluk kearifan local yang ada di daerah tempat tinggal saya sekarang.

Malam Jum’at Kliwon sering digambarkan sebuah malam dimana roh halus banyak berkeliaran. Penggambaran yang seperti itu membuat image malam Jum’at Kliwon memiliki kesan seram dan magis. Sebagai orang di luar suku Jawa saya sama sekali tidak memahami mengapa malam Jum’at Kliwon dianggap seram. Walaupun saya sudah menanyai beberapa orang teman saya yang bersuku Jawa, tapi saya belum mendapatkan mengapa malam Jum’at Kliwon dianggap seram. Jawaban mereka selalu sama, “Itu sudah ada dari dulu sejak leluhur kami.”  Namun pada akhirnya saya juga mengikuti tradisi tersebut.

Saya sebenarnya punya sebuah pengalaman tentang malam Jum’at kliwon. Cerita ini terjadi ketika saya mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari kampus di sebuah desa bernama Karangtejo di Kabupaten Temanggung. Desa tempat KKN saya termasuk desa yang masih hidup secara sederhana dengan berpedoman pada agama Islam dan tradisi jawa. Walaupun demikian mereka tidak menutup diri dari orang asing seperti saya yang memiliki latarbelakang agama dan suku yang berbeda.

Dalam melakukan kegiatan, masyarakat desa Karangtejo sedikit banyaknya masih berpedoman pada weton Jawa. Hal itu sangat lumrah, karena seperti yang saya sebutkan diatas bawah mereka masih menjalankan tradisi jawa dengan taat. Jadi sama halnya seperti masyarakat Jawa lainnya, Malam Jum’at Kliwon di desa ini juga masih menjadi sebuah malam yang dianggap seram.

Sebelumnya, ketika pertama kali kami tinggal di desa Karangtejo ini, ada seorang warga bernama Mbah Isman yang datang bersilaturahmi ke posko kami. Saat berbincang-bincang, beliau menceritakan tentang desa Karangtejo, mulai dari pembangunan desa (kebetulan beliau adalah Kepala Urusan Pembangunan di kantor desa Karangtejo). Semakin jauh mengobrol, akhirnya menyinggung masalah mistis. Beliau menyebutkan beberapa titik yang menurut beliau adalah tempat-tempat seram.

“Jadi mas sama mbak KKN, kalau udah habis magrib gak usah keluar dari dusun ini lagi. Apalagi kalau lewat dari jembatan yang mau ke Kelurahan. Di sana banyak dedemitnya, saya pernah dicegat sama kuntilanak di sana.” Kata Mbah Isman.

Hari pertama kami di desa Karangtejo menjadi sangat mistis karena cerita dari Mbah Isman itu. Sontak saja teman-teman yang wanita langsung mendeklarasikan, “Kita gak usah kluar malam ya bang.”

Walaupun kita berenam sudah sepakat untuk tidak keluar malam, apalagi harus melewati jembatan yang disebutkan Mbah Isman, tapi terpaksa kita harus melanggar kesepakatan itu. Pada tanggal 23 September 2010, atau hari ketiga kami di desa Karangtejo, pak Lurah mengundang kami ke rumahnya untuk silaturahmi dengan bu Lurah. Undangan itu pukul 19.00 WIB. Sebetulnya tidak ada yang aneh dengan undangan itu, tapi yang menjadi persoalan adalah, malam itu adalah malam jumat Kliwon. Ini untuk pertama kalinya kami keluar malam dan harus melewati jembatan angker itu dan juga tepat pada malam jumat Kliwon.

Akhirnya kita putuskan datang ke Rumah pak Lurah selagi masih terang. Akhirnya sesampai di rumah Pak Lurah, kita ngobrol-ngobrol sambil perkenalan dengan bu Lurah dan anak-anak Pak Lurah, makan dan sebagainya. Tiba-tiba turun hujan dan waktu menunjukkan pukul Sembilan malam. Hati dilanda keraguan, mau pulang, takut dan hujan pula, tapi kalau nginap di rumah pak Lurah gak enak. Tapi akhirnya karena dipaksa sama pak Lurah, kita menginap di sana dan pagi-pagi banget kita pulang ke Posko di dusun Pongangan.

Itulah pengalaman pertama saya di Malam Jumat Kliwon di desa Karangtejo. Kami berada dan tinggal dengan masyarakat desa Karangtejo selama 45 hari. Dari tanggal 20 September hingga 5 November 2010. Pada minggu-minggu terakhir kami di desa Karangtejo, saya dan seorang teman saya masih mengalami kisah yang berkaitan dengan malam Jum’at Kliwon. Tepatnya pada tanggal 28 Oktober 2010, sepulang dari mengajar computer di MI Al-Jam’iyah desa Karangtejo, kami seperti biasa mampir di rumah Mbah Tris (Kepala Urusan Kesejahtraan desa Karangtejo). Biasanya kami di sana harus makan sebelum pulang, namun tiba-tiba Rani teman saya minta pulang. Sebenarnya sangat aneh, dia ngotot harus pulang saat itu juga. Kami menjadi bingung dan salah tingkah. Mbah Putri sudah selesai memasak, akhirnya kami pulang tanpa makan terlebih dahulu. Ada perasaan kesal terhadap teman ku Rani, dan rasa tidak tega terhadap Mbah Tris dan Mbah Putri.

Aku dan Atun, yang selama KKN selalu berboncengan dan lumayan dekat dengan Mbah Tris, saat diperjalanan sepakat untuk kembali nanti malam ke rumah Mbah Tris untuk minta maaf. Sesampainya di posko, semuanya seperti salah tingkah. Rani langsung masuk kamar, aku, Zicco, Ussy dan Atun duduk di ruang tamu. Sementara satu teman kami Rizal, lagi pulang ke Semarang. Awalnya kami berempat diam membisu sibuk dengan pikiran masing-masing. Akhirnya aku mengajak mereka bermain “Jujur atau Berani”.

Permainan sudah berjalan setengah jam, waktu menunjukkan jam setengah empat. Atun ijin untuk Sholat Ashar dulu. Sambil menunggu Atun selesai Sholat, kami melanjutkan permainan. Tiba-tiba Atun berlari ke ruang tamu, “Eh.. teman-teman Rani lagi sakit.” Spontan kami berhamburan ke kamar anak cewek. Rani sedang terbaring sambil menahan sakit.

Beberapa menit kemudian, setelah minum obat, Rani mulai membaik. Ternyata sakitnya kambuh. Dan kami pun berhenti bermain. Kami akhirnya sadar, ternyata tadi Rani ngotot ingin pulang karna dia sudah mulai menahan sakit.

Habis magrib, kami makan malam. Aku dan Atun sengaja makan sedikit. Seperti kesepakatan kami berdua, bahwa malam ini kami akan kembali ke rumah Mbah Tris. Sambil bercanda kami pamit ke teman-teman, mau ngantar Atun ke posko desa lain mau ngambil sesuatu dari temannya. Kami memang sengaja merahasiakan misi malam ini.

Sepanjang perjalanan ada sedikit keanehan, jalanan kok tumben sepi ya tidak seperti biasanya. Tapi memang malam itu dingin banget, kabutpun tebal banget. Menuju rumah mbah Tris, pastinya harus lewat jembatan angker itu, tapi kami sudah 40 hari di desa ini kami sering lewat jembatan itu malam-malam, tidak ada gangguan. Jadi bagi kami sudah tidak angker lagi.

Sumber : https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

ITS Kerjasamakan 36 Kesepakatan Bareng PLN Sumatera dan PJB

ITS Kerjasamakan 36 Kesepakatan Bareng PLN Sumatera dan PJB

ITS Kerjasamakan 36 Kesepakatan Bareng PLN Sumatera dan PJB
ITS Kerjasamakan 36 Kesepakatan Bareng PLN Sumatera dan PJB

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berupaya meningkatkan sinergi antara institusi industri dengan akademisi. Salah satunya diinisiasi melalui kerjasama yang dijalin dengan PT PLN (Persero) Regional Sumatera dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), Senin (22/1).

Penandatanganan Kesepakatan Pokok (Head of Agreement) ini dilakukan oleh

Kepala Badan Pengembangan dan Pengelola Usaha (BPPU) ITS Dr Ir I Ketut Gunarta MT dengan beberapa general manager dari unit-unit PLN Regional Sumatera. Disaksikan langsung oleh Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, dan Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto, di Gedung Rektorat ITS.

Penandatanganan 36 dokumen kerjasama tersebut untuk menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dijalin sebelumnya antara ITS dengan PT PLN (Persero) pada 29 November 2017 lalu tentang pengembangan pendidikan, penelitian, dan penerapan teknologi ketenagalistrikan.

Menurut Wiluyo, Head of Agreement (HoA) ini merupakan perjanjian yang lebih

mengikat daripada MoU. Berisikan gambaran umum lingkup pekerjaan kerjasama antara PLN dan PJB dengan ITS. Dari 36 dokumen kerjasama tersebut, terdapat 25 kesepakatan yang dijalin antara PLN Regional Sumatera dan ITS. “Kerjasama ini didorong oleh kebutuhan untuk menyelesaikan studi kasus terkait kelistrikan yang hingga saat ini belum menemukan jalan keluar, terutama di wilayah Sumatera,” jelas Wiluyo ditemui awak media usai acara.

BACA JUGA – Website ITS Raih Juara II Nasional

Untuk itu, lanjutnya, PLN Regional Sumatera memerlukan bantuan dari ITS

dalam menemukan solusi-solusi dari berbagai masalah yang dihadapi tersebut. “Terdapat banyak kesepakatan yang dijalin, namun ada tiga proyek terkait kelistrikan yang mendesak untuk segera diselesaikan tahun ini,” ujar Wiluyo yang sebelumnya merupakan komisaris PT PJB.

Dipaparkan Wiluyo, proyek yang pertama menyangkut peningkatan efisiensi pembangkit listrik yang masih mengalami kendala penurunan kapasitas di regional Sumatera. Wiluyo mengungkapkan bahwa saat ini di Sumatera sedang mengembangkan teknologi boiler yang berfungsi untuk mengubah air menjadi uap, namun masih mengalami penurunan kapasitas.

 

Baca Juga :