Bagaimana Mengelola Efek Mental dari Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis (MS) tidak hanya menyebabkan gejala fisik, tetapi juga kognitif – atau perubahan mental.

Misalnya, mungkin ada situasi yang mempengaruhi hal-hal seperti memori, konsentrasi, perhatian, kemampuan pemrosesan informasi, dan kemampuan untuk memprioritaskan dan merencanakan. Dalam beberapa kasus, MS juga dapat mempengaruhi cara Anda menggunakan bahasa.

Begitu Anda mulai melihat tanda-tanda perubahan kognitif, penting untuk mengambil pendekatan proaktif untuk mengelola dan membatasi. Jika tidak ditangani, perubahan kognitif dapat berdampak besar pada kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.

Baca terus untuk menemukan beberapa cara untuk mengatasi efek mental MS.

Beri tahu dokter Anda jika Anda mengalami gejala kognitif
Jika Anda melihat perubahan dalam memori, perhatian, konsentrasi, emosi, atau fungsi kognitif lainnya, konsultasikan dengan dokter Anda.

Mereka mungkin menggunakan satu atau lebih tes untuk mengetahui apa yang Anda alami. Mereka mungkin juga merujuk Anda ke psikolog atau penyedia layanan kesehatan lainnya untuk tes yang lebih mendalam.

Tes kognitif dapat membantu dokter Anda mengidentifikasi perubahan dalam kemampuan kognitif Anda. Ini juga dapat membantunya menentukan penyebab perubahan tersebut.

MS merupakan salah satu kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan kognitif. Dalam beberapa kasus, faktor kesehatan fisik atau mental lainnya mungkin berperan.

Gejala emosional dan kognitif MS yang perlu dipertimbangkan meliputi:

  • masalah menemukan kata yang tepat
  • menghadapi masalah saat mengambil keputusan
  • menghadapi lebih banyak masalah untuk konsentrasi daripada biasanya
  • mengalami masalah saat memproses informasi
  • mengurangi prestasi kerja atau sekolah
  • lebih sulit untuk melakukan tugas normal
  • perubahan dalam kesadaran spasial
  • masalah memori
  • mood selalu berubah
  • tingkat percaya diri yang rendah
  • gejala depresi

Tanyakan kepada dokter Anda tentang tes kognitif

Dengan MS, gejala kognitif dapat berkembang pada tahap apa pun. Ketika kondisinya memburuk, kemungkinan masalah kognitif meningkat. Perubahan kognitif tidak kentara dan sulit dideteksi.

Untuk mengidentifikasi kemungkinan perubahan awal, dokter Anda mungkin menggunakan alat skrining. Menurut rekomendasi yang diterbitkan oleh National Multiple Sclerosis Society, orang yang menderita MS memiliki efek perubahan kognitif setiap tahun.

Jika dokter Anda belum memeriksa perubahan kognitif Anda, tanyakan jam berapa Anda mulai.

Ikuti rencana perawatan dokter Anda

Untuk membantu membatasi gejala kognitif, dokter Anda mungkin merekomendasikan satu atau lebih perawatan.

Misalnya, beberapa strategi memori dan pembelajaran menunjukkan harapan untuk meningkatkan fungsi kognitif pada orang yang menderita MS.

Dokter Anda mungkin mengajari Anda atau lebih dari “latihan kognitif” ini. Anda bisa melakukan latihan ini di klinik atau di rumah.

Latihan fisik secara teratur dan kebugaran kardiovaskular yang baik juga dapat meningkatkan kesehatan kognitif. Bergantung pada aktivitas harian Anda, Anda mungkin disarankan untuk lebih aktif.

Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping yang mempengaruhi kognisi, atau kesehatan mental. Jika dokter Anda percaya bahwa gejala kognitif adalah efek samping obat, ini mungkin menunjukkan perubahan dalam rencana perawatan Anda.

Dokter juga merekomendasikan pengobatan untuk kondisi medis lain yang dapat menyebabkan fungsi kognitif Anda. Misalnya, jika Anda mengalami depresi, Anda mungkin diberi obat antidepresan, konsultasi psikologis, atau kombinasi keduanya.

Baca juga:

Review XNXUBD NVIDIA Video GeForce MX350

Untuk pembahasan kali ini akan sangat berbeda jika tidak membicarakan laptop, namun Tim Review Dunia akan membahas NVIDIA GeForce MX350 merupakan kartu grafis yang didesain untuk laptop tipis berbasis GeFore GTX 1050 2 GB GDDR5.

Seri GeForce MX sendiri biasa digunakan untuk laptop tipis sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan grafis lebih baik daripada yang menggunakan Integrated Graphics. Rating TDP yang rendah dari GeForce MX Series juga cocok untuk laptop tipis yang tidak terlalu dingin.

Secara mengejutkan, XNXUBD 2020 Nvidia Video GeForce MX350 menawarkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan pendahulunya, XNXUBD 2019 Nvidia Video GeForce MX250, terutama di sektor gaming. Bahkan kemampuan tambahan yang ditawarkan tak membuat bodi laptop tipis membengkak. Bagaimana perasaan Anda saat bermain game, bahkan game AAA, dan skenario Content Creation?

Sebelumnya, mari kita lihat bagaimana XNXUBD 2018 Nvidia Video GeForce MX350 dibandingkan dengan pendahulunya, GeForce MX250. Dalam hal GPU, keduanya adalah Pascal, tetapi ada beberapa perbedaan antara inti CUDA dan GPU Jam.

Meskipun GeForce MX350 dengan GeForce GTX 1050 berada di laptop, Anda dapat melihat perbedaannya pada tabel di bawah ini:

Hasil tes

Untuk menguji NVIDIA GeForce MX350 ini, kami menggunakan laptop yang sudah memiliki GPU, sayangnya belum disebutkan. Namun spesifikasi dari laptop ini bisa dijabarkan sebagai berikut:

Prosesor: Core i5 1035G1
Memori / RAM: 8 GB (Dual Channel)
Penyimpanan: SSD 512 GB
Gambar:
NVIDIA GeForce MX350 2 GB GDDR5
Grafis Intel UHD

Skor Pemogokan Grafis 3DMark Fire Strike

Tes pertama menggunakan benchmark 3DMark Fire Strike, dimana kami menguji performa GPU MX350 yang kemudian dibandingkan dengan GeForce MX250 (dengan prosesor Core i5 10250U) dan GeForce GTX 1050 2 GB GDDR5 (dengan prosesor Core i5 7300H).

Hasil pengujian menggunakan 3DMark Fire Strike adalah sebagai berikut, dengan MX350 di depan MX250 hampir 1,48%:

Adobe Premiere CC 2020

Tes selanjutnya adalah melakukan export video menggunakan software Adobe Premiere CC 2020, dimana skenario yang sedang kami kerjakan adalah melakukan export dari format 4K ke 4K. Video berdurasi 2 menit 7 detik dengan kualitas 4K pada 60fps.

Pengeditan yang digunakan untuk proses ekspor ini adalah Koreksi Warna dan Lapisan Video, sedangkan ekspor untuk YouTube 4K 60 fps dan Enkode Perangkat Lunak diaktifkan. Akselerasi Intel IGP dalam pengujian ini, dimungkinkan untuk memahami kemampuan akselerasi GeForce MX itu sendiri.

Baca juga:

Cara Membuat Efek Green Screen Untuk Video Bokeh

Berikut ini cara membuat efek Green Screen agar Anda bisa menambah efek video bokeh dan menghasilkan Video Bokeh HD.

Cara Membuat Efek Green Screen di Premiere Pro

  1. Buat Video dengan Latar Belakang Hijau
    Langkah pertama dalam membuat layar hijau di Adobe Premiere Pro adalah mengimpor video yang ingin Anda edit terlebih dahulu. Siapkan dua video untuk diimpor, satu dengan video latar hijau dan satu lagi dengan video latar belakang.
    Saat mengimpor video, letakkan video dengan latar layar hijau di atas video lain yang akan digunakan sebagai latar belakang. Oleh karena itu, sebelum Anda mulai mengedit, sebaiknya pilih video lain yang akan digunakan sebagai backgorund nanti.
  2. Tampilkan Opsi Menu Efek
    Jika demikian, langkah selanjutnya adalah memilih menu ‘Efek’. Untuk melakukan ini, pilih menu ‘Jendela’ dan kemudian pilih submenu ‘Efek’. Setelah itu pilih menu ‘Video Effects’. Di menu ini akan ada banyak pilihan efek yang bisa digunakan.
  3. Pilih Efek Kunci Chroma
    Dari daftar efek yang ditampilkan, cari efek “Chroma Lock”. Setelah Anda menemukan efeknya, seret atau seret ke lembar kerja di mana video memiliki latar belakang hijau.
  4. Pilih ‘Kontrol Dampak’
    Jika demikian, langkah selanjutnya dalam tutorial membuat efek layar hijau di Adobe Premiere Pro adalah memilih menu ‘Efek Kontrol’ di sebelah layar tampilan (tab urutan).
    Di menu ‘Kontrol Efek’, gulir ke bawah dengan mengklik panah bawah di menu ‘Tombol Chroma’. Setelah itu akan ditampilkan tampilan pilihan warna yang bisa dipilih.
  5. Pilih Menu ‘Warna’ lalu Pilih Warna ‘Hijau’
    Selanjutnya, Anda akan melihat beberapa efek efek yang dapat digunakan. Di menu ini, pilih opsi ‘Warna’. Kemudian Anda bisa melihat pipet dan kolom putihnya. Pilih warna hijau.
  6. Atur Efek Lainnya
    Langkah terakhir adalah mengonfigurasi lebih banyak efek di opsi menu efek. Jika Anda ingin mengubah background hijau ke background lain, atur di kolom efek ini.
    Efek yang perlu diubah adalah opsi ‘Kesetaraan’. Kemudian nanti, background hijau di video Anda akan berubah menjadi background yang dipilih sebelumnya.

Baca juga:

pertumbuhan dan perkembangan ilmu tauhid

Ruang Lingkup Tauhid

Pokok-pokok pembahasan yang menjadi ruang lingkup ilmu tauhid meliputi tiga hal sebagai berikut:
a. Ma’rifat al-mabda’ yaitu mempercayai dengan penuh keyakinan tentang Pencipta alam yaitu Allah Swt. Hal ini sering diartikan dengan wujud yang sempurna, wujud mutlak atau wajibul wujud.
b. Ma’rifat al-watsiqah yaitu mempercayai dengan penuh keyakinan tentang para utusan Allah Swt. yang menjadi utusan dan perantara Allah Swt. dengan umat manusia untuk menyampaikan ajaran-ajaran Nya, tentang kitab-kitab Allah yang dibawa oleh para utusan-Nya dan tentang para malaikat-Nya.
c. Ma’rifat al-ma’ad yaitu mempercayai dengan penuh keyakinan akan adanya kehidupan abadi setelah mati di alam akhirat dengan segala hal ihwal yang ada di dalamnya.

4. Macam-Macam Tauhid

Berdasarkan jenis dan sifat keyakinan tauhid, para ulama membagi ilmu tauhid dalam empat bagian; yaitu:
a. Tauhid yang berhubungan dengan ke Tuhanan yaitu mempercayai bahwa hanya kepada Allah-lah kita harus berTuhan, beribadah, memohon pertolongan, tunduk, patuh dan merendah serta tidak kepada yang lain. Tauhid ini mengandung makna bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Semua amal ibadah harus disandarkan kepada-Nya.
Dialah yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia; Maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. (Q.S. al-Mukmin: 65)
b. Tauhid yang berhubungan dengan sifat Allah yang Maha Memelihara yaitu mempercayai bahwa Allah Swt. adalah satu-satunya pencipta, pemelihara, penguasa dan pengatur alam semesta ini. Tauhid ini juga mengandung pengertian keyakinan atas keesaan Allah dalam penciptaan alam. Allah adalah al-Khaliq. Hanya Allah Pencipta dan Penguasa alam semesta.

kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik (Q.S.al-Mukminnjn: 14).
c. Tauhid yang berhubungan dengan kesempurnaan sifat Allah yaitu mempercayai hanya Allah Swt. yang memiliki segala sifat kesempurnaan dan terlepas dari sifat tercela atau dari segala kekurangan.

Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, Padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohongi (dengan mengatakan): «Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan», tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. (Q.S. Al-An’am [6] : 100)
d. Tauhid yang berhubungan dengan kekuasaan Allah yaitu mempercayai bahwa Allah sebagai satu-satunya Zat yang menguasai alam semesta, tidak ada lagi zat lain yang turut serta dalam kekuasaan-Nya. Tidak ada sekutu atas kekuasaan Allah di jagat raya ini. Allah adalah al-Malik, Maha Raja di atas raja-raja yang ada di dunia.

Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Ali Imran : 26)

RECENT POSTS

hikmah dan manfaat tauhid

Pengertian Tauhid

Menurut bahasa kata tauhid berasal dari bahasa Arab tauhid bentuk masdar (infinitif) dari kata wahhada, yang artinya al-i’tiqaadu biwahdaniyyatillah (keyakinan atas keesaan Allah). Sedangkan pengertian secara istilah tauhid ialah meyakini bahwa Allah Swt. itu Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Kesaksian ini dirumuskan dalam kalimat syahadat. Laailahailla Allah (tidak ada Tuhan selain Allah).Tauhid artinya mengesakan Allah. Esa berarti Satu. Allah tidak boleh dihitung dengan satu, dua atau seterusnya, karena kepada-Nya tidak layak dikaitkan dengan bilangan. Beberapa ayat al-Qur’an telah dengan jelas mengatakan keesaan Allah. Di antaranya surah al-Ikhlas ayat 1-4 sebagai berikut:
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (Q.S. al-Ikhlas [112]:1-4)
Dari ayat di atas dapat ditangkap penjelasan bahwa Allah itu Maha Esa. Keesaan Allah Swt. itu menurut M. Quraish Shihab mencakup keesaan Zat, keesaan Sifat, keesaan Perbuatan, serta keesaan dalam beribadah kepada Nya.Keesaan Zat mengandung pengertian bahwa seseorang harus percaya bahwa Allah Swt. tidak terdiri dari unsur-unsur, atau bagian-bagian. Karena, bila Zat Yang Maha Kuasa itu terdiri dari dua unsur atau lebih—betapapun kecilnya unsur atau bagian itu—maka ini berarti Dia membutuhkan unsur atau bagian itu, atau dengan kata lain, unsur atau bagian ini merupakan syarat bagi wujud-Nya.
Ilmu tauhid adalah ilmu yang membahas tentang Allah Swt. sifat-sifat yang wajib pada-Nya, sifat-sifat yang boleh disifatkan kepada-Nya, dan sifat-sifat yang sama sekali harus ditiadakan daripada-Nya, serta tentang rasul-rasul Allah Swt. untuk menetapkan kerasulan mereka, hal-hal yang wajib ada pada diri mereka, hal-hal yang boleh(dinisbahkan) kepada mereka, dan hal-hal terlarang mengaitkannya kepada mereka.

2. Nama-Nama Ilmu Tauhid

Ilmu tauhid memiliki beberapa sebutan lain seperti berikut:
a. Ilmu Ushuluddin
Kata ushuluddin terdiri dari dua kata yaitu ushul yang berarti pokok atau pangkal dan din yang berarti agama. Jadi ilmu ushuluddin adalah ilmu tentang pokok-pokok agama. Ilmu tauhid sering disebut juga dengan ilmu ushuluddin (pokok-pokok atau dasar-dasar agama) karena ilmu itu menguraikan pokok-pokok atau dasar-dasar agama.
b. Ilmu Aqaid
Ilmu tauhid sering juga disebut ilmu aqaid (keyakinan), karena ilmu tersebut membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan keyakinan.
a. Ilmu Kalam
Kata kalam berarti perkataan atau kata-kata yang tersusun yang menunjukkan suatu maksud pengertian. Kata kalam kemudian dipakai untuk menunjukkan salah satu sifat Allah yaitu berkata-kata. Jadi ilmu kalam adalah ilmu tentang kalam Allah.Ilmu tauhid sering juga disebut dengan ilmu kalam.
Penamaan ilmu kalam didasarkan pada beberapa alasan, antara lain;
· Problem-problem yang diperselisihkan umat Islam pada masamasa awal dalam ilmu ini adalah masalah Kalam Allah Swt. yaitu al-Qur’an, apakah ia makhluk dalam arti diciptakan ataukah ia qadim dalam arti abadi dan tidak diciptakan.
· Dasar dalam membahas masalah-masalah ke Tuhanan tidak lepas dari dalil-dalil aqliyang dijadikan sebagai argumentasi yang kuat sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan dalam logika (mantiq) yang penyajiannya melalui permainan (kata-kata) yang tepat dan jitu.
b. Ilmu Ilahiah
Ilmu tauhid juga dikenal dengan sebutan ilmu ilahiah, karena yang menjadi obyek utama ilmu ini pada dasarnya adalah masalah ketuhanan. Ilmu tauhid juga kadang disebut dengan teologi. Teologi adalah ilmu tentang Tuhan atau ilmu ketuhanan. Kata teologi berasal dari dua kata yaitu theoyang berarti Tuhan dan logosyang berarti ilmu. Tetapi apabila kata teologi dipakai untuk membicarakan tentang Tuhan dalam Islam, maka hendaklah selalu ditambahkan kata Islam di belakangnya, sehingga menjadi teologi Islam. Sebab kata itu dapat juga dipakai untuk membicarakan Tuhan menurut agama-agama yang lain, seperti teologi Kristen, teologi Hindu, dan sebagainya. Ini semua dimaksudkan untuk menghindari kesalahpahaman.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa istilah teologi Islam, ilmu kalam, dan ilmu tauhid memiliki kesamaan pengertian, yaitu di sekitar masalah-masalah sebagai berikut;
· Kepercayaan tentang Tuhan dengan segala seginya, yang berarti termasuk di dalamnya soal-soal wujud-Nya, keesaan-Nya, sifat-sifat-Nya dan sebagainya.
· Pertalian-Nya dengan alam semesta, yang berarti termasuk di dalamnya persoalan terjadinya alam, keadilan dan kebijaksanaan Tuhan, serta qadadan qadar. Pengutusan rasul-rasul juga termasuk di dalam persoalan pertalian manusia dengan Tuhan, yang meliputi juga soal penerimaan wahyu dan berita-berita alam ghaib atau akhirat.


Sumber: https://rollingstone.co.id/jasa-penulis-artikel/

contoh diskriminasi

Diskriminasi

– Pengertian

Diskriminasi berarti pembedaan perlakuan terhadap sesama berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, status sosial dan lain-lain. Seseorang yang melakukan perbuatan diskriminasi berarti memiliki sikap diskriminatif. Kita sering mendengar sikap diskriminatif yang diterapkan dalam beberapa negara yang umumnya mengarah pada politik rasis, yaitu perlakuan yang tidak manusiawi terhadap warga berkulit warna.
Perlakuan semacam ini tentu telah banyak makan korban bahkan mengarah pada perlakuan yang tidak manusiawi secar sik. Diskriminasi termasuk perilaku atau akhlak tercela sebab sikap ini tidak sejalan dengan ajaran agama Islam yang mengutamakan prinsip:
1. Persamaan (as-sawa’),
2. Persaudaraan (ukhuwwah) dan
3. Tolong menolong (ta’awun)
– Bentuk dan Contoh Perilaku Diskriminasi
Perilaku diskriminasi dapat dilihat dari praktik kehidupan bermasyarakat. Misalnya; masih ada orang yang menganggap bahwa kemiskinan sebagai sebuah kehinaan, keburukan rupa sebagai sebuah malapetaka. Selain itu, masih ada orang yang melihat bahwa kedudukan atau pangkat yang baik adalah strata yang paling mulia di masyarakat, karena itu tidak jarang ada orang yang gila dengan jabatan. Masih ada yang memandang bahwa kelompoknyalah yang paling hebat, sementara kelompok lain itu rendah. Contoh sikap diskriminatif yang lain mungkin bisa dilihat dalam kehidupan kita sehari-hari.
– Bahaya Diskriminasi
Dalam kehidupan sehari-hari sifat diskriminatif dapat merugikan orang lain. Islam mengajarkan bahwa semua manusia mempunyai kedudukan yang sama. Islam tidak membedakan manusia atas dasar suku, bangsa, asal keturunan, pangkat, jabatan dan sebagainya. Karena itu, manusia tidak boleh membeda-bedakan orang lain dalam pergaulan sehari-hari. Sikap diskriminatif sangat dilarang oleh Allah. Sebab perbedaan sosial, suku, golongan dan sebagainya merupakan karunia Allah Swt. dan kita tidak boleh memperlakukan perbedaan dengan bersikap diskriminatif, karena akan berakibat negatif kepada manusia baik secara pribadi, keluarga dan masyarakat seperti berikut ini:
– Munculnya ketidakadilan di masyarakat.
– Mudah berlaku sombong.
– Merasa lebih baik dari yang lain.
– Diskriminatif akan membawa pelakunya masuk ke dalam neraka.
– Menghindari Diskriminasi
Ditinjau dari segi apapun sikap diskrimintaif ini tentu tidak bisa dibenarkan. Terlebih lagi ditinjau dari kacamata Islam. Islam merupakan agama yang universal dan menjadi rahmat bagi seluruh manusia tanpa membedakan jenis kulit, suku, marga, golongan dan lain sebagainya. Bahkan Islam menegaskan antar laki-laki dan perempuan di hadapan Allah sama. Yang menentukan kemulian seseorang bukan jenis kelaminnya, suku, bangsa dan status sosialnya tetapi adalah takwanya yang tercermin dalam perilaku kesehariannya Ketika Islam datang praktik perbudakan sedikit-demi sedikit dihilangkan. Semua memiliki derajat yang sama. Suatu bagaimana posisi Bilal bin Rabah di sisi Rasululla, ia adalah sahabat dekat Rasul. Pada kalau dilihat dari asal-usulnya ia adalah bekas budak yang berkulit hitam legam. Tetapi kehadiran Bilal bin Rabah sangat berarti dalam pelaksanaan dakwah Islam. Suaranya yang merdu setiap waktu melantunkan adzan menyeru kaum muslimin untuk melaksanakan shalat. Bahkan Nabi Muhammad sendiri sebagai keturunan Arab menegaskan bahwa tidak ada kemulian bagi bangsa Arab atas non arab.


Sumber: https://pengajar.co.id/jasa-penulis-artikel/

jelaskan hikmah taubat dan keutamaannya

Pengertian Taubat

Kata “taubat” berasal dari bahasa arab, taba-yatubu-taubatan yang berarti “kembali ke jalan yang benar. Secara istilah, taubat berarti kembali kepada Allah dengan melepaskan segala ikatan penyimpangan yang pernah dilakukan, kemudian bertekat untuk melaksanakan segala hak-hak Allah SWT. Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata taubat mengandung dua pengertian. Pertama, taubat berarti sadar dan menyesali dosanya (perbuatan salah atau dosa) dan berniat memperbaiki tingkah laku dan perbuatannya. Kedua, berarti kembali ke jalan agama (jalan, hal) yang benar. Bertaubat berarti menyadari, menyesali, dan berniat hendak memperbaiki (perbuatan yang salah).
Kata “taubat” dapat disandarkan kepada manusia maupun Allah. Kata “taubat” yang disandarkan kepada manusia berarti “memohon ampun atas segala dosa dan kembali ke jalan Allah”. Orang yang melakukan taubat disebut ta’ib dan orang yang selalu dan senantiasa bertaubat disebut tawwab. Adapun kata “taubat” yang disandarkan kepada Allah berarti memberi apapun kepada hamba yang bertaubat. Allah disebut at-tawwab, karena Allah senantiasa memberikan pengampunan kepada hamba-hambaNya. At-tawwab adalah salah satu nama Allah (al-Asma’ Al-Husna) yang sangat Agung. Dengan sifat At-Tawwab itu Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.
Asal makna taubat adalah “ar-ruju’ min adz-dzanbi” (kembali dari kesalahan dan dosa kepada kebenaran dan ketaatan). Adapun taubat nasuha yaitu taubat yang ikhlas, taubat yang jujur, taubat yang benar, dan taubat yang tidak diiringi lagi dengan keinginan berbuat dosa. [2]
Abdul Jalil berpendapat demikian dengan dalil Allah selalu mencantumkan kalimat إِنه هوالتواب الرحيمsesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”. Dari pernyataan Abdul Jalil tersebut, banyak orang awam yang mengartikan bahwasanya Allah menerima tobat hamba-hambanya, tanpa melihat apa sajakah dosa yang telah dilakukan seseorang, apakah seseorang yang tengah melakukan
tobat benar-benar melaksanakan syarat-syarat tobat yang telah ditentukan. [3]

B. Syarat-Syarat Taubat

Saat Anda hendak melaksanakan shalat Anda harus memenuhi beberapa syarat, seperti: suci badan, pakaian dan tempat, telah masuk waktu, menutup aurat dll. Anda juga harus ikhlash karena Allah semata dan sesuai petunjuk Nabi Muhammad Saw, Supaya shalat Anda diterima Allah. Demikian pula halnya dengan taubat. Agar taubat seseorang diterima Allah, maka harus memenuhi syarat-syaratnya. Para ulama mengatakan, syarat taubat yaitu :
1. Ikhlas karena Allah semata.
2. Berhenti dan berlepas diri dari perbuatan dosa dan maksiat yang ia lakukan.
3. Menyesali perbuatan dosanya tersebut.
4. Bertekad tidak akan mengulangi perbuatan dosanya tersebut.
5. Melakukan taubat sesuai waktu diterimanya taubat (sebelum ruh berada di kerongkongan (sakaratul maut) atau sebelum matahari terbit dari barat)
6. Meminta keridhaan atau mengembalikan hak, jika dosa tersebut ada kaitan dengan hak orang lain. Misalnya, mengambil harta orang lain dengan cara yang batil, maka harus dikembalikan kepada orang yang berhak atas harta tersebut. Jika dosa berupa tuduhan jahat, maka harus meminta maaf kepada orang yang ia tuduh tersebut.
Kita mohon taufik kepada Allah agar Dia menghindarkan kita dari berbuat dosa dan memberikan hidayah untuk bertaubat kepada-Nya, kembali kepada jalan-Nya yang lurus tatkala kita terjatuh ke dalam lembah dosa. Amin…
Allah berfirman yang artinya, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran: 133). Allah juga berfirman yang artinya, “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. az-Zumar: 53).[4]

RECENT POSTS

nafs adalah

Pengertian Qalb

Kata qalb ((القلب berasal dari akar kata bahasa Arab yang berarti membalik. Hal ini dikarenakan keadaan hati manusia seringkali berbolak-balik, terkadang susah, terkadang bahagia, sesekali setuju bahkan menolak. Kondisi qalb sangatlah berpotensi untuk tidak konsisten.[1] Kata qalb bisa diartikan sebagai qalb yang berarti hati, yaitu suatu organ dalam tubuh manusia dan qalb sebagai kalbu, yaitu pikiran manusia yang berkaitan dengan perasaan, atau sesuatu yang digunakan untuk merasakan dalam pemikiran manusia.
Dimensi insaniah psikis manusia yang lain adalah Qolb, ia adalah bentuk masdar (kata benda dasar) dari kata qalabaI yang ber arti berubah, berpindah, atau berbalik. Sedangkan kata qolab sendiri berarti hati atau jantung. Jantung disebut qalb karena memang secara fisik keadaanya terus-menerus berdetak dan bolak-balik memompa darah. Sedangkan dalam pengertian psikis, qalb adalah suatu keadaan rohaniah yang selalu bolak-balik dalam menentukan suatu ketetapan.[2]

Menurut Abdul Mujib,

Kalbu Ruhani merupakan bagian esensi dari fitrah nafsani yang berfungsi sebagai pemandu, pengontrol, dan pengendali tingkah laku, sehingga bila ia mampu berfungsi normal, maka kehidupan manusia akan sesuai fitrahnya. Dengan hati yang bersih (memiliki uluhiyyat dan rabbaniat) inilah manusia tidak hanya mengenal lingkungan fisik dan sosial tetapi juga mengenal lingkungan spiritual keagamaan dan ketuhanan.[3]
Menurut Imam Al-Ghonzali dalam bukunya Ihya Ulumuddin makna kata hati memiliki dua pengertian:
1. Yaitu daging berbentuk lentur yang terdapat di sebelah kiri dada manusia dan di dalamnya terdapat rongga berisi darah hitam. Hati merupakan sumber dan tambang bagi roh. Daging dalam bentuk seperti ini juga terdapat pada hewan serta manusia yang sudah meninggal dunia.
2. Yaitu benda yang sangat halus yang didominasi oleh sifat ruhani atau spiritual. Seluruh anggota tubuh mempunyai hubungan dengan benda yang satu ini. Benda yang sangat halus inilah yang mampu mengenal allah ta’ala dan menjangkau semua yang tidak dapat dijangkau oleh pikiran[4] serta angan-angan. Dan dari hati itulah hakekat manusia dinilai oleh Allah.

Al-Ghazali tidak membahas qalb sebagai jantung atau hati dalam arti fisik (definisi materi), tetapi entitas yang halus yang menjadi hakikat manusia (definisi spiritual). Ia tidak terlalu membahas qalb dari definisi materi karena ia berkaitan penuh dengan masalah kedokteran dan tidak terlalu terkait dengan ajaran agama. Lain daripada itu, jantung dan hati atau organ tubuh lainnya hanyalah sekadar alat bagi entitas ini untuk merealisasikan keputusannya. Tatkala jantung mati dan berhenti berfungsi, maka ikut matilah seluruh organ tubuh secara keseluruhan, sedangkan jiwa manusia tidak ikut binasa dengan hancurnya badan. Jadi dalam hal ini, yang dimaksud qalb menurut al-Ghazali adalah substansi non-materi yang gaib dan tidak kelihatan.


Sumber: https://voi.co.id/jasa-penulis-artikel/

tanda-tanda kiamat yang sudah muncul

Kiamat kubra atau kiamat besar

Kiamat kubra atau bisa kita sebut kiamat besar atau kiamat dalam arti yang sesungguhnya, yaitu hancurnya seluruh alam semesta dengan segala isinya yang ditandai atau dimulai dari tiupan sangkakala Malaikat Israfil.
Dalil tentang kiamat kubra:
“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi serta gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur, Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, Dan terbelahlah langit, Karena pada hari itu langit menjadi lemah.” (Q.S. Al-Haqqah: 13-16)

Tanda-tanda kiamat kubra:

a. Terbitnya matahari dari arah barat dan terbenam dari arah timur. Hal ini terjadi karena perubahan besar dalam susunan alam semesta.
b. Keluarnya suatu binatang yang sangat aneh. Binatang ini dapat bercakap-cakap kepada semua orang dan menunjukkan kepada manusia bahwa kiamat sudah sangat dekat.
c. Datangnya Imam Mahdi. Beliau termasuk keturunan dari Rasulullah SAW. Oleh karena itu, beliau serupa benar akhlak dan budi pekertinya dengan Rasulullah SAW.
d. Munculnya Dajal. Dajal adalah seorang yang muncul sebagai tanda semakin dekat datangnya kiamat. Dajal bermata buta sebelah dan mengaku sebagai “Tuhan”.
e. Hilang dan lenyapnya Al-Qur’an dan mushaf, hafalan dalam hati. Bahkan lenyap pulalah yang ada di dalam hati seseorang.
f. Turunnya Nabi Isa as. Beliau akan turun ke bumi ini di tengah-tengah merajalela pengaruh Dajal.

C. Peristiwa Setelah Hari Akhir
Sesudah hari kiamat manusia dibangkitkan dari kematian dan mulai menjalani kehidupan baru di alam akhirat dengan fase sebagai berikut :
1. Alam barzah
Yaitu batas antara alam dunia dengan alam akherat dan dapat disebut dengan alam kubur.
2. Alam ba’as
Yaitu peristiwa bangkitanya manusia dari alam kubur. Semua manusia pasti akan dihidupkan dan dibangkitkan kembali oleh Allah SWT untuk dimintai pertanggung jawabannya selama hidup di dunia.
3. Alam mahsyar
Ialah tempat berkumpulnya manusia setelah mati dengan berbagai macam bentuk sesuai amal perbuatan yang dilakukannya di dunia semasa hidup.
4. Yaumul hisab
Adalah hari perhitungan amal baik maupun buruk manusia yang dilakukan semasa hidupnya. Pada saat itu manusia tidak bisa mengelak ataupun menawarnya, karena anggota badan akan menjadi saksi atas segala perbuatannya di dunia.
5. Yaumul mizan
Ialah hari pertimbangan amal perbuatan yang dilakukan secara seadil-adilnya tanpa ditambah maupun dikurangi sedikitpun.
6. Surga dan neraka
Surga adalah tempat yang di dalamnya menyediakan segala bentuk kenikmatan, kebahagiaan dan kesempurnaan dari Allah SWT, hanya untuk orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Allah berfirman Q.S. Al-Bayyinah: 8 yang artinya:
“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka adalah Surga ‘Adn, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada TuhanNya.”(Q.S. Al-Bayyinah: 8)
Sedangkan neraka adalah kampung yang dipersiapkan Allah untuk orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang mendustakan para Rasul dan menolak syariat-Nya. Neraka adalah kehinaan terbesar dan kerugian yang abadi,[4] seperti yang di firmankan Allah dalam Q.S At-Taubah: 63 yang artinya:
“Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasil-Nya, maka sesungguhnya Neraka Jahannamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar. (Q.S. At-Taubah: 63)


Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

pendekatan kebudayaan

PENDEKATAN HISTORIS

Sejarah:

– Peristiwa yang telah terjadi di masa lampau (ما حدث في الماضي, ce qui est passé, what happened in the past) = sejarah sebagai peristiwa
– Sejarah sebagai cerita (سرد الأحداث, account of the past, l’histoire de ce qui est passé) = sejarah sebagai cerita
– Sebuah peristiwa tidak terjadi secara terpisah dari yang mendahuluinya dan yang sesudahnya
– Sejarah berbicara tentang asal-usul dan perubahan = perkembangan dalam waktu.
è Pendekatan historis terhadap Islam berarti menganggap Islam sebagai sebuah organisme yang berkembang dan melihat perkembangan itu sebagai pokok kajian.

Beberapa catatan tentang Sejarah
1. Sejarah ditulis berdasarkan fakta, tetapi fakta selalu tidak cukup dan karenanya digunakan juga imajinasi untuk membangun kembali masa lampau. Yang penting di sini adalah eksplanasi yang masuk akal
2. Sejarah mempelajari proses dalam waktu: asal-usul, pertumbuhan dan perkembangan dari sekelompok orang, suatu ide, suatu praktek dsb. Yang menjadi perhatian adalah apa yang diyakini benar-benar terjadi di masa lampau. Untuk melalkukan itu, keyakinan dasar bahwa tidak ada yang sakral dalam penyelidikan sejarah merupakan dasar paling dalam.
3. Ide dan peristiwa selalu berada dalam konteks. Karena itu, kesadaran akan ruang dan waktu sangat penting dalam penelitian historis.
4. Manusia merupakan pelaku sejarah dan manusia mempunyai tabiat dasar yang tetap. Karena itu, sejarawan yakin bahwa apa yang terjadi pada masa lampau dapat diterangkan berdasarkan pengalaman manusia masa kini. Ide dan peristiwa selalu berada dalam konteks. Karena itu, kesadaran akan ruang dan waktu sangat penting dalam penelitian historis. Di dalam bahasa Perancis dikatakan orang l’histoire se répète (sejarah berulang). Akan tetapi dalam kenyataannya, tidak pernah ada peristiwa yang sama. Karena itu dikatakan ole seorang filsuf Yunani, Demokritos: Πάντα ῥεῖ (Panta rhei), on the same stream one never steps twice. (Semua mengalir; pada aliran air tidak ada orang yang dapat mencebur dua kali).
5. Manusia merupakan pelaku sejarah dan manusia mempunyai tabiat dasar yang tetap. Karena itu, sejarawan yakin bahwa apa yang terjadi pada masa lampau dapat diterangkan berdasarkan pengalaman manusia masa kini.

àPendekatan historis terhadap Islam: Islam adalah sesuatu (ajaran, umat, entitas politik dst.) yang berproses dalam ruang dan waktu.

Metode Sejarah:
I. Merumuskan pertanyaan
II. Mengumpulkan bahan-bahan (Heuristik), the search for material on which to work, for sources of information.
III. Meneliti data yang terkumpul (Kritik), the appraisement of the material or sources from the viewpoint of evidential value ® menyusun fakta.
1. Kritik eksternal
2. Kritik internal
IV. Merumuskan hasil, formal statement of the findings of heuristic and criticism which includes the assembling of a body of historical data and their presentation in terms of objective truth and significance (synthesis and exposition).[1]
Ada yang memberikan variasi lain sebagai berikut:
IV. Menafsirkan fakta (Auffassung)
V. Menulis cerita (Darstellung),
Menurut Drijvers, ada empat tahap yang harus dilalui dalam penerapan metode historis:
1. Examination of the facts on the basis of the available data.
2. Formulating an explanatory hypothesis.
3. Analysis of the implications of this hypothesis.
4. Checking these implications by means of additional data.[2]
Menurut Joachim Wach, pendekatan historis “attempts to trace the origin and growth of religious ideas and institutions through definite periods of historical development and to assess the role of the forces with which religion contended during these periods.[3] (Pendekatan historis berusaha untuk melacak asal usul dan pertumbuhan ide-ide dan lembaga-lembaga keagamaan sepanjang jangka waktu tertentu dari perrumbuhan historis dan menilai peran kekuatan-kekuatan yang dilawan agama selama waktu itu).
… the plurality of religions in the present world and the variety of cultures moulded by different religions cannot adequately understood without a thoroughly historical study of the origin, growth, and development of particular religion, affected by ongoing dynamic of continuity and change.[4] (kemajemukan agama-agama di masa kini dan keragaman budaya yang dibentuk oleh berbagai agama tidak dapat dipahami secara seksama tanpa kajian historis terhadap asal-usul, pertumbuhan dan perkembangan agama tertentu, yang digerakkan oleh dinamika kesinambungan dan perubahan yang terus berlangsung)

RECENT POSTS