Peningkatan Mutu Guru Seni untuk Memikat Peserta Didik

Peningkatan Mutu Guru Seni untuk Memikat Peserta Didik

Peningkatan Mutu Guru Seni untuk Memikat Peserta Didik

Peningkatan Mutu Guru Seni untuk Memikat Peserta Didik
Peningkatan Mutu Guru Seni untuk Memikat Peserta Didik

Peningkatan mutu para pengajar seni dan budaya di sekolah adalah untuk memikat calon peserta didik terhadap sekolah kesenian. Salah satunya, melalui pembinaan khusus para guru seni yang akan diterjunkan ke setiap sekolah.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika dalam Seminar dan Workshop Teknik Tari Sunda Klasik Puteri dalam Rangkaian Mengenang Dua Tokoh Tari Sunda Klasik, Rd. Tjetje Somantri dan Tb. Oemay Martakusuma. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dr. Djunjunan Gedung Paguyuban Pasundan Lt. 5, Jln. Sumatera No. 5, Kota Bandung, Rabu (31/7/2019).

Menurut Kadisdik, ini bisa menjadi wadah bagi para guru, praktisi, dan pelatih tari Sunda klasik untuk belajar mengembangkan kemampuan. “Pembinaan guru-guru seni sangat diperlukan. Terlebih melihat fenomena sekolah berbasis seni, seperti Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 10 Bandung yang tahun ini mengalami penurunan. Maka, diperlukan pembaruan dalam program-program pengajaran seni agar bisa menarik calon peserta didik,” ungkap Kadisdik.

Kadisdik mengatakan, Dinas Pendidikan tentu terlibat dalam pengembangan dan pelestarian budaya tradisional Jawa Barat. Oleh karena itu, Disdik Jabar mengembangkan SMKN 10 Bandung yang berbasis sekolah kesenian. “Kami juga menginginkan pembinaan guru-guru sekolah menengah pertama (SMP) terus ditingkatkan agar siswa memiliki ketertarikan melanjutkan ke sekolah kejuruan  seni,” tuturnya.

Keberadaan guru, lanjutnya, akan memberi pendampingan khusus kepada anak-

anak di setiap pembelajaran seni. Internalisasi budaya sudah seharusnya ada di dunia pendidikan agar memberi pembiasaan yang baik kepada peserta didik untuk menghargai dan melestarikan budaya di negeri sendiri. Melalui pelestarian seni, seperti tarian Sunda klasik bisa menjadi tolok ukur budaya di Jabar.

Sementara itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota

Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, pengenalan seni Sunda sudah dilakukan di tingkat SD dan SMP melalui “Budaya Tradisi Nyabag ke Sekolah”.

“Kami berharap, melalui program ini peserta didik mengetahui bahwa tanah Sunda kaya dengan budaya dan hal tersebut tentu harus dilestarikan,” ujarnya.

Merujuk pada UU RI Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,

kegiatan ini bertujuan mengaktifkan kembali seni tari Sunda klasik yang merupakan jati diri kesundaan yang banyak dilupakan orang.

“Seminar dan workshop tari Sunda klasik bagi pengajar atau praktisi tari di Bandung dan Jawa Barat memberi tambahan serta meningkatkan kualitas bahan ajar di sekolah maupun tarian yang dibutuhkan oleh guru seni budaya atau pelatih sanggar tari Sunda,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/pengertian-talak/