20 Mahasiswa Asal Asia dan Eropa Belajar Manajemen Ketahanan Pangan di IPB University

20 Mahasiswa Asal Asia dan Eropa Belajar Manajemen Ketahanan Pangan di IPB University

20 Mahasiswa Asal Asia dan Eropa Belajar Manajemen Ketahanan Pangan di IPB University

20 Mahasiswa Asal Asia dan Eropa Belajar Manajemen Ketahanan Pangan di IPB University
20 Mahasiswa Asal Asia dan Eropa Belajar Manajemen Ketahanan Pangan di IPB University

Dalam rangka menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan di Indonesia, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University menyelenggarakan summer course dengan nama “Sustainable Agrifood Management in Indonesia.” Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 18 Agustus sampai 28 Agustus 2019.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi, IPB University, Prof Dr Ir Dodik Ridho Nurrochmat menyampaikan selama kegiatan summer course ini para peserta dapat belajar dan berdiskusi mengenai pengalamannya di bidang pangan.

“Di Indonesia, peserta tidak hanya belajar aspek sains tapi juga dapat belajar

mengenai tradisi dan budaya masyarakat Indonesia, terutama di Bogor,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk mengenal budaya masyarakat Bogor, para peserta dapat mengunjungi tempat-tempat wisata di Bogor seperti Kebun Raya Bogor, Taman Safari Bogor maupun puncak Bogor.

Peserta summer course tahun ini sebanyak 20 orang yang berasal dari Jepang, Kamboja, Vietnam, Singapura, Jerman, Thailand, India dan Malaysia. Selama kegiatan summer course ini, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan seperti presentasi makalah, seminar, field trip, dan perlombaan. Kegiatan field trip akan dilaksanakan di beberapa tempat seperti Agatho Organic Farm, Lembaga Pengkajian Panga, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Kantor Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia.

Salah satu peserta SAMI 2019, Kun Rithy dari Kamboja merasa sangat senang

dengan kegiatan ini.

“Ini sangat spesial bagi saya, saya merasa, selain merasakan summer program saya juga bisa bertemu dengan orang-orang dari berbagai negara untuk berkomunikasi dan belajar mengenai food agriculture management,” ungkapnya.

Peserta yang baru pertama kali datang ke Indonesia itu berharap dengan

mengikuti summer course ini ia dapat belajar mengenai pertanian khususnya manajemen pertanian di Indonesia, sehingga setelah selesai program dapat berbagi pengalaman kepada masyarakat di negaranya.

“Sepulangnya saya dari Indonesia, saya akan berbagi pengalaman dengan orang-orang di negara saya, dan saya berharap saya bisa menerapkan materi yang saya dapatkan selama kegiatan summer course ini,” pungkasnya

 

Baca Juga :