51 Calon Kepsek Jalani Diklat

Ajak Akademisi Wujudkan Jabar Juara

Ajak Akademisi Wujudkan Jabar Juara

Ajak Akademisi Wujudkan Jabar Juara
Ajak Akademisi Wujudkan Jabar Juara

Percepatan pembangunan suatu Daerah, perlu didukung oleh berbagai pihak. Dalam bingkai ”Dyna­mic Government”, atau Biro­krasi Dinamis 3.0, maka ’Pen­tahelix’, menjadi satu konsep kolaborasi yang tepat, untuk mengikat semua pihak agar terlibat dalam pembangunan.

Pentahelix, yang melibatkan Akademisi, Bisnis, Commu­nity, Government, Media atau seringkali disingkat ABCGM, merajut kebersamaan dian­tara kelimanya, dalam meran­cang langkah-langkah tero­bosan dalam mengatasi ke­terbatasan yang dimiliki para pelaku pembangunan, Pe­merintah Daerah khususnya.

Dalam rangka penguatan jaringan Pentahelix tersebut, Gubernur Jawa Barat

, Ridwan Kamil, di Aula Barat Gedong Sate Bandung, Jumat (25/01/19), berkomunikasi dengan para akademisi, pada pertemuan dengan Civitas Universitas Padjadjaran (UNPAD).

Pada pertemuan ini, Guber­nur memaparkan sejumlah gambaran problematika pembangunan di Jawa Barat. Baik pembangunan dari sisi infrastruktur, juga manusianya.

Disamping itu, Emil pang­gilan karib Gubernur, juga mengungkap program ung­gulan Jawa Barat yang akan dijalankan lima tahun kedepan di masa kepemimpinannya.

”Saya sampaikan kepada para Akademisi, akan kebu­tuhan Pemprov Jabar di lima tahun mendatang untuk mendapatkan sinergi du­kungan dari Unuversitas,” ungkap Gubernur Emil.

Maka pertemuan hari ini, ucap Emil, diharapkan men­ghasilkan rumusan

rencana kolaborasi dan rencana aksi, antara Pemerintah dan Aka­demisi. Khususnya antara Pemprov Jabar dan Universi­tas Padjadjaran dalam ber­bagai bidang, atau berbagai aspek pembangunan.

”Tugas kita hari ini sama, yaitu ibadah. Kedua, kemuliaan kita sebagai manusia diukur dari kebermanfaatan,” katanya.

Akademisi sendiri, kata Emil, memiliki ”knowledge power”, yang bisa

menghadirkan ke­mudahan hidup bagi masy­arakat. Maka ada nilai ino­vasi yang bisa dibangun oleh Pemerintah bekerjasama dengan para akademisi.

Sementara Pemerintah, dengan ”political power,” siap merumuskan sebuah kebija­kan melalui keputusan, ber­kaitan dengan hasil inovasi yang dibuat.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/