PGRI Minta Penangguhan

Pendidikan Buka Peluang Bekerja

Pendidikan Buka Peluang Bekerja

Pendidikan Buka Peluang Bekerja
Pendidikan Buka Peluang Bekerja

LEMBANG – Bupati Bandung Barat Abubakar mengungkapkan, seluruh masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang saat ini menempuh program pendidikan non formal paket A (SD), B (SMP) dan C (SMA) atau Pendidikan Kesetaraan, memiliki peluang yang sama untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Mereka juga memiliki kesempatan untuk bekerja di perusahaan besar lantaran memiliki ilmu seperti belajar di sekolah formal. ”Mereka juga harus mendapatkan kesempatan untuk belajar ke perguruan tinggi bahkan bisa bekerja di perusahaan besar,” kata Abubakar usai menghadiri acara Wisuda Peserta Didik Non Formal di Graha PP-Paudni dan Dikmas Jawa Barat Desa Jaya Giri Lembang, kemarin (7/12).

Abubakar menambahkan, status lulusan pendidikan non formal sudah setara dengan lulusan pendidikan formal melalaui program Pendidikan Kesetaraan. Hanya saja, sistem belajar mengajarnya berbeda dengan sekolah formal. ”Belajarnya bisa individu dengan guru langsung atau bisa berkelompok di sebuah ruangan atau di tempat tertentu. Tapi, ilmu yang didapat sama dengan pendidikan formal,” terangnya.

Keberadaan pendidikan non formal, kata Abubakar, sangat dibutuhkan bagi warga Kabupaten Bandung Barat khusunya bagi mereka yang sebelumnya belum memiliki kesempatan untuk belajar pendidikan formal. Pasalnya, tidak semua orang bisa menikmati pendidikan formal lantaran terbentur permasalahan ekonomi dan peluang yang ada.

”Sebenarnya persoalan ekonomi sudah jadi alasan klasik masyarakat untuk

tidak melanjutkan pendidikan. Tapi, dengan adanya pendidikan non formal ini bisa membantu mereka yang belum memiliki kesempatan mengenyam pendidikan formal untuk belajar,” ungkapnya.

Abubakar berharap agar warga yang tidak mengalami pendidikan formal, agar bisa mengikuti pendidikan non formal di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang diselenggarakan oleh kelompok belajar masyarakat yang ada di dekat di daerah masing-masing.

”Saya mengapresiasi penyelenggara yang sudah bisa mengajak warga untuk ikut pendidikan non formal ini. Saya juga berharap penyelenggara agar bisa menyisir lagi ke daerah-daerah pelosok apabila ada anak yang putus sekolah agar bisa melanjutkan belajar di kelompok bersama ini,” jelasnya.

Diungkapkan Abubakar, pemerintah daerah juga terus memotivasi mereka agar

lebih semangat untuk terus berjuang mendapatkan pendidikan yang sama dengan pendidikan formal. Peserta wisudawan ini diharapkan bisa memiliki rasa percaya diri setelah menjadi lulusan pendidikan non formal dan mampu bersaing dengan lulusan pendidikan formal.

”Mereka harus mampu menunjukan prestasi setelah lulus ini. Bahkan, harus bisa bersaing dengan lulusan pendidikan formal,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Paud dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) pada

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) KBB, Jalaludin menambahkan, pada acara ini ada sekitar 2.622 orang peserta didik pada pendidikan non formal yang diselenggarakanya. Namun yang dinyatakan berhasil lulus mengikuti Ujian Nasional (UN) hanya sekitar 2.230 orang, di antaranya 1.028 orang yang lulus dari 1.378 peserta paket C, 1.111 orang yang lulus dari 1.137 orang peserta didik paket B dan 91 orang yang lulus dari 107 orang peserta didik paket A.

”Tapi yang hadir dalam wisuda ini hanya 600 orang saja. Itu perwakilan peserta karena banyak yang sudah kerja,” kata Jalaludin.

 

Baca Juga :