ITS Tingkatkan Riset dan Prestasi Gandeng Perusahaan Elektronik Asal Jerman

ITS Tingkatkan Riset dan Prestasi Gandeng Perusahaan Elektronik Asal Jerman

ITS Tingkatkan Riset dan Prestasi Gandeng Perusahaan Elektronik Asal Jerman

Sebagai perguruan tinggi yang unggul di bidang elektronika dan robotika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjalin kerja sama dengan perusahaan Infineon Technologies Asia Pacific Pte Ltd. Bentuk kerja sama dengan perusahaan asal Jerman yang bergerak di bidang penyedia komponen elektronika itu, diresmikan melalui Memorandum of Understanding (MOU) yang diadakan di Gedung Rektorat ITS, pada Rabu (26/6/2019).

Prof Dr Ir Mochamad Ashari M Eng selaku rektor ITS mengatakan, Infineon Technologies Asia Pacific Pte Ltd akan berkoordinasi dengan ITS melalui berbagai kerja sama di bidang elektronika. “Karena perusahaan mereka bergerak di bidang elektronik maka Infineon Technologies Asia Pacific Pte Ltd ingin bekerja sama dengan ITS, khususnya melalui Fakultas Teknologi Elektro (FTE),” ungkapnya.

Ashari juga mengatakan, sebenarnya kerja sama ini telah dirintis sejak setahun yang lalu, namun baru dapat terealisasi melalui MoU hari ini.
Baca Juga:

Perkuat Joint Degree, ITS Rangkul Universitas di Thailand
SKK Migas Gandeng ITS Kerjakan Proyek Migas Terbesar Dalam Sejarah
Inovasi Terbaru Mahasiswa ITS Manfaatkan Bakteri Untuk Hasilkan Listrik
Tiga Tim Mobil Hemat ITS Siap Berlaga di SEM Asia 2019
Bantu Penyandang Disabilitas Tangan, Mahasiswa ITS Rancang DEFBoard

Dalam MoU ini, bentuk kerja sama yang dilakukan Infineon Technologies Asia

Pacific Pte Ltd dengan ITS ialah koordinasi melalui proyek penelitian yang membutuhkan produk elektronik baik dosen maupun mahasiswa yang ada di ITS. Produk elektronik yang dihasilkan oleh perusahaan ini misalnya penggunaan semi conductor untuk electric vehicle, termasuk juga high power electric, micro controller, wirless control system dan sebagainya.

Ashari menuturkan, dengan beragam produk yang ditawarkan melalui kerja

sama ini, hal tersebut akan sangat memudahkan para dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan dan menyelesaikan risetnya. “Pasalnya selama ini misalnya, mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya harus mencari komponen elektronik tersebut di berbagai macam toko elektronik terpisah yang ada di Indonesia, dengan MoU ini akan lebih memudahkan mereka dalam memenuhi komponen tersebut untuk menyelesaikan tugas akhirnya,” ujar Guru Besar Teknik Elektro ITS tersebut.

Tak hanya itu, sebagaimana diketahui. ITS sendiri telah menorehkan banyak

prestasi di bidang elektronik dan robotika di dalam negeri maupun luar negeri. “ITS unggul dalam robotika, Barunastra baru saja mendapatkan kembali medali emas pada kompetisi dunia di Amerika Serikat, dan Tim Robot ITS juga baru saja menjadi juara umum di KRI 2019,” ucap pria berkacamata itu.

 

Baca Juga :