ITS Kerjasamakan 36 Kesepakatan Bareng PLN Sumatera dan PJB

ITS Kerjasamakan 36 Kesepakatan Bareng PLN Sumatera dan PJB

ITS Kerjasamakan 36 Kesepakatan Bareng PLN Sumatera dan PJB

ITS Kerjasamakan 36 Kesepakatan Bareng PLN Sumatera dan PJB
ITS Kerjasamakan 36 Kesepakatan Bareng PLN Sumatera dan PJB

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berupaya meningkatkan sinergi antara institusi industri dengan akademisi. Salah satunya diinisiasi melalui kerjasama yang dijalin dengan PT PLN (Persero) Regional Sumatera dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), Senin (22/1).

Penandatanganan Kesepakatan Pokok (Head of Agreement) ini dilakukan oleh

Kepala Badan Pengembangan dan Pengelola Usaha (BPPU) ITS Dr Ir I Ketut Gunarta MT dengan beberapa general manager dari unit-unit PLN Regional Sumatera. Disaksikan langsung oleh Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, dan Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto, di Gedung Rektorat ITS.

Penandatanganan 36 dokumen kerjasama tersebut untuk menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dijalin sebelumnya antara ITS dengan PT PLN (Persero) pada 29 November 2017 lalu tentang pengembangan pendidikan, penelitian, dan penerapan teknologi ketenagalistrikan.

Menurut Wiluyo, Head of Agreement (HoA) ini merupakan perjanjian yang lebih

mengikat daripada MoU. Berisikan gambaran umum lingkup pekerjaan kerjasama antara PLN dan PJB dengan ITS. Dari 36 dokumen kerjasama tersebut, terdapat 25 kesepakatan yang dijalin antara PLN Regional Sumatera dan ITS. “Kerjasama ini didorong oleh kebutuhan untuk menyelesaikan studi kasus terkait kelistrikan yang hingga saat ini belum menemukan jalan keluar, terutama di wilayah Sumatera,” jelas Wiluyo ditemui awak media usai acara.

BACA JUGA – Website ITS Raih Juara II Nasional

Untuk itu, lanjutnya, PLN Regional Sumatera memerlukan bantuan dari ITS

dalam menemukan solusi-solusi dari berbagai masalah yang dihadapi tersebut. “Terdapat banyak kesepakatan yang dijalin, namun ada tiga proyek terkait kelistrikan yang mendesak untuk segera diselesaikan tahun ini,” ujar Wiluyo yang sebelumnya merupakan komisaris PT PJB.

Dipaparkan Wiluyo, proyek yang pertama menyangkut peningkatan efisiensi pembangkit listrik yang masih mengalami kendala penurunan kapasitas di regional Sumatera. Wiluyo mengungkapkan bahwa saat ini di Sumatera sedang mengembangkan teknologi boiler yang berfungsi untuk mengubah air menjadi uap, namun masih mengalami penurunan kapasitas.

 

Baca Juga :