Enam PTKIN Raih Penghargaan Pengelola SBSN Terbaik, Termasuk dari Sumbar

Enam PTKIN Raih Penghargaan Pengelola SBSN Terbaik, Termasuk dari Sumbar

Enam PTKIN Raih Penghargaan Pengelola SBSN Terbaik, Termasuk dari Sumbar

Enam PTKIN Raih Penghargaan Pengelola SBSN Terbaik, Termasuk dari Sumbar
Enam PTKIN Raih Penghargaan Pengelola SBSN Terbaik, Termasuk dari Sumbar

Enam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masuk 10 besar terbaik Pengelola Pembangunan Infrastruktur Kampus dengan skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Penilaian ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJP) Kementerian Keuangan. Dari 251 Satker penerima SBSN 2018, terpilih 10 besar terbaik dan enam di antaranya adalah PTKIN. Tiga satker terbaik akan mendapat penghargaan dari Kemenkeu pada acara yang akan digelar Selasa (16/07) di Jakarta.

“Kita senang dan bangga telah menjalankan amanah SBSN ini dengan baik. Semoga SBSN semakin berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia,” kata Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin di Jakarta, Sabtu (06/07).

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri

Pemerintah Putuskan KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia
Menkumham Tandatangani Pencabutan Bebas Visa Warga China ke Indonesia
Wacana Pulangkan 600 WNI eks ISIS, Tagar #TolakEksWNIproISIS Menggema
1.020 Orang Sembuh dari Virus Corona, China Berterimakasih pada Indonesia

“SBSN adalah salah satu skema pembiayaan infrastruktur pendidikan yang telah secara signifikan mentransformasi infrastruktur PTKIN,” lanjutnya.

10 Pengelola Pembangunan Infrastruktur Kampus dengan skema SBSN 2018 adalah: (1) SNVT PJPA Cidanau Ciujung, Cidurian; (2) IAIN Manado; (3) PJN Wilayah I Provinsi Sumatera Utara; (4) UIN Raden Fatah Palembang; (5) Pusat Penelitian Metrologi; (6) IAIN Kendari; (7) STAIN Sorong; (8) Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Tengah; (9) IAIN Batusangkar; dan (10) IAIN Ambon.

DJPB menetapkan 6 (enam) kriteria Penilaian Reksus Pinjaman Hibah Luar

Negeri (PHLN) berdasarkan ranking dari pengelola proyek, yaitu: Realisasi Penarikan Dana, Rate kenaikan/penurunan saldo kas, Perbandingan Opportunity Cost of Holding cash (OCHC) dan Realisasi, Pendapat Supervisi Manajerial, Sifat Pengelolaan Proyek dan Pendampingan konsultan pada proyek.

Dalam lima tahun terakhir, sejumlah PTKIN dipercaya mendapatkan dana SBSN guna membangun infrastruktur, seperti ruang pembelajaran, perustakaan, laboratorium, student center dan lain-lain.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Imam Safei yang didampingi Kasubdit Sarana

Prasarana dan Kemahasiswaan Safriansyah mengatakan, pada tahun anggaran 2018, ada 34 PTKIN pengelola SBSN dengan nilai proyek 1,304 Triliun. Untuk tahun 2019, ada 41 PTKIN penerima SBSN dengan total anggaran 1,270 Triliun.

 

Baca Juga :