Metode deduksi

Metode deduksi

Table of Contents

Metode deduksi

Metode deduksi
Metode deduksi

Secara umum, merupakan metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Pada metode ini, berlaku teori koherensi yaitu pernyataan yang disimpulkan itu dianggap benar, bila pernyataan tersebut secara koheren logis atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Contoh lazim ditampilkan dalam bentuk silogisme. Silogisme tersusun dari dua pernyataan yang mendukung, yaitu yang pertama disebut sebagai premis mayor, dan yang kedua disebut premis minor, sedangkan pernyataan ketiga merupakan pengetahuan berupa kesimpulan khusus yang ditarik melalui penalaran deduktif dari kedua pernyataan sebelumnya. Dapat dikatakan, pada penalaran ini konklusi lebih sempit daripada premis. Contoh sederhana dari metode deduksi ini:

Semua manusia akan mati (premis mayor)

Tetsu adalah manusia (premis minor)

Jadi: Tetsu akan mati (konklusi)

 

Terdapat corak berpikir deduksi yang lain, yaitu entimem  yang merupakan sejenis silogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan keyakinan dalam sebuah entimem, penghilangan bagian dari argumen karena diasumsikan dalam penggunaan yang lebih luas. Merupakan silogisme yang muncul hanya dengan dua proposisi. Kemudian, terdapat juga corak berpikir deduksi bernama rantai deduksi. Rantai deduksi adalah penalaran yang deduktif dapat lebih informal dari entimem. Jadi, tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula berupa merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk yang informal.

Baca Juga :