Bronkopneumonia: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Bronkopneumonia: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Bronkopneumonia adalah penyakit yang masih juga tipe pneumonia, yaitu suatu kondisi yang memicu radang paru-paru. Gejalanya juga batuk, susah bernapas, dan demam. Menurut Centers for Disease Control plus Prevention (CDC) Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang berbasis di Amerika Serikat, pneumonia memicu kira-kira 51.811 kematian tiap-tiap tahun di AS. Simak Info selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Bronkopneumonia?
Bronkopneumonia adalah wujud pneumonia yang memicu peradangan baik terhadap alveoli (kantung udara kecil) di paru-paru maupun bronkus (saluran udara paru-paru). Penderita penyakit ini mungkin mengalami susah bernapas gara-gara saluran pernapasan menyempit. Dan Karena peradangan, paru-paru mungkin tidak beroleh cukup udara.

Gejala bronkopneumonia berkisar dari yang enteng hingga berat. Kondisi ini adalah tipe pneumonia yang lebih kerap berlangsung terhadap anak-anak dan penyebab utama kematian akibat infeksi berusia di bawah umur 5 tahun. Gejala, penyebab, komplikasi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan bronkopneumonia umumnya serupa dengan pneumonia.

Tanda dan Gejala Bronkopneumonia
Gejala penyakit ini berbeda-beda terhadap tiap-tiap orang, terkait terhadap tingkat keparahan kondisinya. Gejalanya lebih cenderung gawat terhadap orang yang mempunyai proses kekebalan tubuh yang lebih lemah, layaknya anak kecil, lansia, orang yang mempunyai kondisi medis tertentu, atau sedang minum obat tertentu.

Gejala bronkopneumonia secara umum meliputi:

Demam
Sesak napas
Nyeri dada yang mungkin memburuk dengan batuk atau bernapas dalam
Batuk berdahak
Berkeringat
Menggigil
Sakit kepala
pusing
Nyeri otot
Kelelahan
Kehilangan selera makan
Kebingungan atau disorientasi, terlebih lansia
Mual dan muntah
Batuk berdarah
Penyebab Bronkopneumonia
Penyebab paling umum dari bronkopneumonia adalah infeksi bakteri terhadap paru-paru, layaknya Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Infeksi virus dan jamur terhadap paru-paru juga sanggup memicu pneumonia.

Kuman beresiko sanggup memasuki bronkus dan alveoli dan apalagi sanggup berkembang biak. Sistem kekebalan tubuh yang membuahkan sel darah putih sanggup menyerang kuman ini, yang memicu peradangan. Gejalanya kerap timbul dari penyakit ini.

Faktor Risiko Bronkopneumonia
Berikut sejumlah aspek yang sanggup menambah risiko bronkopneumonia:

Bayi berusia di bawah 2 tahun
Orang berusia di atas 65 tahun
Merokok atau minum alkohol berlebihan
Infeksi pernapasan baru-baru ini, layaknya pilek dan flu
Penyakit paru jangka panjang, layaknya Chronic obstructive pulmonary disease (COPD), cystic fibrosis, bronchiectasis, dan asma
Kondisi yang melemahkan proses kekebalan tubuh, layaknya HIV atau gangguan autoimun tertentu
Kondisi kesegaran lainnya, layaknya diabetes, gagal jantung, penyakit hati
Minum obat untuk menghimpit proses kekebalan tubuh, layaknya kemoterapi, transplantasi organ, atau pemakaian steroid jangka panjang
Operasi atau trauma baru-baru ini

Diagnosis Bronkopneumonia
Guna mendiagnosis bronkopneumonia, mulanya dokter bakal melakukan pemeriksaan fisik dan jelas riwayat medis pasien. Masalah pernapasan, layaknya mengi, adalah indikasi khas dari penyakit ini. Tetapi penyakit ini sanggup memicu tanda-tanda yang serupa dengan pilek atau flu, yang terkadang memicu diagnosis jadi sulit.

Jika dokter mencurigai bronkopneumonia terhadap pasien, dokter sanggup melakukan satu atau sebagian tes berikut:

Rontgen dada atau CT scan. Tes pencitraan ini terlalu mungkin dokter dapay lihat anggota didalam paru-paru dan memeriksa tanda-tanda infeksi.
Tes darah. Tes ini sanggup menolong mendeteksi tanda-tanda infeksi, layaknya kuantitas sel darah putih yang abnormal.
Bronkoskopi. Tes dengan memasukan alat bernama bronkoskop lewat tenggorokan dan ke paru-paru. Prosedur ini terlalu mungkin dokter untuk lihat anggota didalam paru-paru.
Sputum culture. Ini adalah tes laboratorium yang sanggup mendeteksi infeksi dari dahak dari percikan batuk pasien.
Oksimetri nadi. Ini merupakan tes yang digunakan untuk mengkalkulasi kuantitas oksigen yang mengalir lewat aliran darah.
Analisa gas darah. Tas untuk menentukan kandungan oksigen didalam darah pasien.
Komplikasi Bronkopneumonia
Komplikasi dari bronkopneumonia sanggup berlangsung terkait apa yang jadi penyebab infeksi. Komplikasi secara umum meliputi:

Infeksi aliran darah atau sepsis
Penumpukan cairan di kira-kira paru-paru (efusi pleura)
Abses paru-paru
Kegagalan pernapasan
Gagal ginjal
Kondisi jantung layaknya gagal jantung, serangan jantung, dan irama jantung tidak teratur
Pengobatan Bronkopneumonia
Pengobatan untuk bronkopneumonia juga perawatan di tempat tinggal dan perawatan medis berdasarkan resep dokter, berikut di antaranya:

1. Perawatan di Rumah
Bronkopneumonia adalah penyakit yang umumnya tidak perlu perawatan medis kalau kalau kondisinya parah. Penyakit ini umumnya bakal membaik dengan sendirinya didalam selagi dua minggu. Penyebab bakteri atau jamur dari bronkopneumonia mungkin perlu pengobatan.

2. Perawatan Medis
Jika bakteri adalah penyebab pneumonia, dokter bakal meresepkan antibiotik. Kebanyakan orang merasa merasa lebih baik didalam tiga hingga lima hari sesudah gunakan antibiotik.

Penting bagi pasien untuk merampungkan semua pemakaian antibiotik untuk menghindar infeksi ulang dan memastikannya sembuh sepenuhnya.

Dalam persoalan infeksi virus layaknya influenza, dokter mungkin sanggup meresepkan antivirus untuk menolong mengurangi lamanya kondisi penyakit dan parahnya tanda-tanda bronkopneumonia.

3. Perawatan tempat tinggal sakit
Pasien penderita bronkopneumonia mungkin perlu menjalani perawatan di tempat tinggal sakit kalau infeksi gawat dan pasien memenuhi keliru satu beberapa syarat berikut:

Berusia di atas 65 tahun
Nyeri dada
Mengalami susah bernapas
Bernapas cepat
Memiliki tekanan darah rendah
Menunjukkan tanda-tanda kebingungan
Membutuhkan perlindungan pernapasan
Memiliki penyakit paru-paru kronis
Perawatan di tempat tinggal sakit mungkin juga antibiotik dan cairan intravena (IV). Jika kandungan oksigen darah rendah, pasien mungkin menerima terapi oksigen.

Pencegahan Bronkopneumonia
Mendapatkan vaksin sanggup menghindar sebagian wujud bronkopneumonia. American Lung Association (ALA) merekomendasikan bahwa anak-anak berusia di bawah 5 tahun dan orang berusia di atas 65 tahun perlu memeriksakan ke dokter untuk beroleh vaksinasi terhadap pneumonia pneumokokus, yang disebabkan oleh bakteri.

ALA juga merekomendasikan sebagian cara berikut:

Mendapatkan vaksinasi terhadap penyakit lain yang sanggup memicu pneumonia, layaknya flu, cacar air, campak, Haemophilus influenzae tipe b (Hib), atau pertusis.
Berkonsultasi dengan dokter tentang cara menghindar pneumonia dan infeksi lain kala pasien menderita kanker atau HIV
Mencuci tangan secara teratur untuk hindari kuman
Jangan merokok gara-gara produk tembakau menyebabkan kerusakan kapasitas paru-paru untuk melawan infeksi
Memahami dan mengetahui gejala-gejala pneumonia

Baca Juga :