Peranan Komputer dan IT terhadap Pembelajaran Fisika

Peranan Komputer dan IT terhadap Pembelajaran Fisika

Peranan Komputer dan IT terhadap Pembelajaran Fisika

Peranan Komputer dan IT terhadap Pembelajaran Fisika

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah

menyebabkan terjadinya proses perubahan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kehadiran TIK dalam dunia pendidikan bukan saja sebagai mata pelajaran tetapi lebih dari itu telah melebur dalam semua mata pelajaran yakni dengan memanfaatkan TIK dalam kegiatan proses belajar mengajar. TIK sekarang ini memungkinkan terjadinya proses komunikasi yang bersifat global dari dan ke seluruh penjuru dunia sehingga batas wilayah suatu negara negara sekalipun menjadi tiada dan memungkinkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang disebut distance learning. Melalui pemanfaatan TIK, siapa saja dapat memperoleh layanan pendidikan dari institusi pendidikan mana saja. di mana saja, dan kapan saja dikehendaki. Secara khusus, pemanfaatan TIK dalam pembelajaran dipercaya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan keterampilan siswa dalam memperluas akses terhadap sumber-sumber belajar, menjawab tuntutan “ICT literate” (melek teknologi informasi dan komunikasi), mengurangi biaya pendidikan, dan meningkatkan rasio biaya manfaat dalam pendidikan.

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan (Wawan, ). 

Fisika merupakan salah satu cabang IPA yang mendasari perkembangan teknologi maju dan konsep hidup harmonis dengan alam. Fisika bukan hanya sekedar kumpulan fakta dan prinsip. Tetapi lebih dari itu, fisika juga mengandung cara-cara bagaimana memperoleh fakta dan prinsip-prinsip beserta sikapnya menurut Keos seperti yang dikutip (Arifin, 2011).

Pembelajaran fisika merupakan salah satu subsistem yang tidak luput dari arus perubahan yang disebabkan oleh kehadiran TIK yang sangat intrusif: Dengan segala atributnya, TIK menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan lagi dalam sistem pembelajaran di kelas. Beragam kemungkinan ditawarkan oleh TIK untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di kelas. Di antaranya ialah (1) peningkatan dan pengembangan kemampuan profesional guru, (2) sebagai sumber belajar dalam pembelajaran, (3) sebagai alat bantu interaksi pembelajaran. dan (4 ) sebagai wadah pembelajaran, termasuk juga perubahan paradigma pembelajaran yang diakibatkan oleh pemanfatan TIK dalam pembelajaran. Teknologi informasi dan komunikasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam menampilkan fenomena fisika. Banyak hal abstrak atau imajinatif yang sulit dipikirkan siswa, dapat dipresentasikan melalui simulasi komputer. Latihan dan percobaan-percobaan virtual dapat dilakukan siswa dengan menggunakan program-program sederhana untuk penanaman dan penguatan konsep fisika dalam memecahkan masalah sehari-hari. Dalam pembelajaran ilmu fisika, sebagian besar memerlukan media peraga atau alat penunjang untuk memudahkan pemahaman materi tersebut terutama untuk materi yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam. Di satu sisi, eksperimen merupakan salah satu metode yang biasa digunakan untuk memudahkan pemahaman, tetapi dalam kenyataannya metode ini terdapat beberapa kendala diantaranya keterbatasan waktu yang tersedia, peralatan yang kurang memadai serta kurang responnya siswa terhadap apa yang sedang dihadapi. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran dalam bentuk media virtual atau multimedia interaktif. Dimana dengan media virtual ini siswa bisa melakukan eksperimen untuk membuktikan suatu teori dengan mudah, jelas, dan tepat. Berbagai keterbatasan dan kesulitan dalam pembelajaran dapat diatasi dengan menggunakan multimedia (Sardianto, 2012).

Penggunaan media juga masih jarang dijumpai dalam setiap pembelajaran Fisika. Mungkin karena sekolah tidak mempunyai alat peraga/media, atau mungkin karena kebanyakan guru tidak mau berfikir lebih keras lagi untuk memanfaatkan potensi atau fasilitas yang dimiliki sekolah sebagai media pembelajaran. Salah satuya adalah kurang optimalnya pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran. Padahal sekarang setiap sekolah kebanyakan sudah mempunyai laboratorium komputer dan bahkan ada yang sudah dilengkapi dengan ruang media. Dengan bantuan komputer pembelajaran mungkin akan berjalan lebih efektif dan efesien serta akan membuat siswa menjadi lebih senang dan membuat siswa lebih akrab dengan Teknologi Informasi khususnya komputer (Arifin, 2011).  

Menurut Supriyono, seperti yang dikutip Ihsanudin (), dalam pembelajaran fisika, kemampuan pemahaman konsep merupakan syarat mutlak dalam mencapai keberhasilan belajar fisika. Hanya dengan penguasaan konsep fisika seluruh permasalahan fisika dapat dipecahkan, baik permasalahan fisika yang ada dalam kehidupan sehari-hari maupun permasalahan fisika dalam bentuk soal-soal fisika di sekolah. Saat pembelajaran fisika sebaiknya tidak hanya sekedar memberikaan konsepnnya tetapi bagaimana proses penemuan dari konsep bahwa hakikat fisika yakni fisika bukan hanya sekedar kumpulan fakta dan prinsip tetapi lebih dari itu fisika juga mengandung cara-cara bagaimana memperoleh fakta dan prinsip tersebut beserta fisikawan dalam melakukannya. Komputer juga dapat digunakan untuk menampilkan konsep-konsep fisika yang abstrak menjadi nyata melalui visualisasi statis maupun dengan visualisasi dinamis (animasi). Melalui animasi dapat dibuat suatu konsep yang lebih menarik sehingga menambah motivasi untuk mempelajari fisika. Pengajaran fisika berbantuan komputer dapat dibuat lebih menarik lagi dengan menggunakan program adobe flash, Microsoft office excel, photoshop, coreldraw yang kemudian dipadukan dalam program powerpoint. Program-program ini yang dapat memberi kesan gambar tiga dimensi, warna yang lebih tajam, animasi dan simulasi yang dipadukan dengan teks dan suara. Sehingga gejala-gejala fisis dapat ditampilkan dengan lebih menarik dan berkesan (Ihsanudin, ).

Microsoft Excel merupakan paket program spreadsheet yang dirancang untuk menyelesaikan dan menjawab berbagai masalah dalam dunia pengajaran yang dinamis. Untuk menambah ketertarikkan siswa saat belajar Fisika dengan Microsoft Excel kiranya dalam penyajian materi perlu dikemas lebih menarik. Sehingga siswa tidak menganggap sebagai hal yang biasa. Salah satunya adalah dengan membuat Media Pembelajaran Media pembelajaran Fisika dengan Microsoft Excel menggunakan bantuan Camtasia Studio 4. Camtasia merupakan salah satu bentuk pemrograman yang digunakan untuk merekam (recording) seluruh aktivitas di layar monitor (desktop) dan dapat pula disisipi suara. Output program dari Camtasia dapat berupa video berekstensi avi. Selain itu Camtasia Studio 4 ini juga digunakan untuk merekam halaman materi yang telah dibuat. Khususnya materi-materi yang memerlukan penjelasan. Sehingga pengguna yang membutuhkan penjelasan materi dari halaman tertentu disediakan file video hasil rekaman menggunakan Camtasia Studio 4. Output program ini digunakan sebagai model pembelajaran Fisika dengan Microsoft Excel (Arifin, 2011).

Excel memiliki fasilitas-fasilitas pembuat grafik yang sangat kaya yang memungkinkan kita untuk menampilkan dan memaparkan data dalam bentuk visual sehingga kita dapat lebih mudah mempelajarinya. Sebuah grafik mampu memberikan penggambaran data secara cepat yang tidak akan kita dapatkan hanya melalui angka-angka di dalam lembar kerja. Excel adalah lembar kerja pengolah angka yang dipilih oleh kebanyakan insiyur dan ilmuwan untuk menunjang eksperimen-eksperimen mereka di laboratorium. Excel bisa mendapatkan data dan menganalisisnya, dengan menggunakan Visual Basic for Applications (VBA). Kita bisa menjadika excel sebagai pengontrol eksperimen kemudian menjalankannya. Tugas-tugas yang berulang dapat dilakukan secara otomatis dengan membuat sebuah program makro di Excel (Bosch, ).

Penggunaan media pembelajaran menjadi salah satu poin penting demi menunjang motivasi siswa, untuk itu seorang guru hendaknya dapat memilih metode pembelajaran yang tepat dengan didukung media pembelajaran salah satunya dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8. Media ini bisa mengurangi metode ceramah yang menjadikan guru sebagai pusat pembelajaran dan mempunyai keunggulan lebih interaktif dengan siswa karena adanya animasi yang menarik serta audiovisual. (Widi dkk., 2012). Menurut Yudhiantoro, seperti yang dikutip Widi dkk., Macromedia Flash adalah sebuah program yang ditujukan kepada para desaigner maupun programer yang bermaksud merancang animasi untuk pembuatan halaman web, presentasi untuk tujuan bisnis maupun proses pembelajaran hingga pembuatan game interaktif serta tujuan-tujuan lain yang lebih spesifik.

Macromedia Flash adalah program yang bisa menghasilkan file kecil (ringan) sehingga mudah diakses pada halaman web tanpa membutuhkan waktu loading yang lama. Macromedia Flash menghasilkan file dengan ekstensi .fla. Setelah file tersebut siap dimuat  kehalaman web, selanjutnya file akan disimpan dalam format .swf agar dapat dibuka tanpa menginstal perangkat lunak Flash, tetapi cukup menggunakan Flash Player yang dipasang pada browser berbasis Windows (Widi dkk., 2012). 

Dunia pendidikan dituntut untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan informasi. Pemanfaatan kemajuan teknologi mampu tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar. Memudahkan siswa mengerti konsep dan fenomena fisika, sebaliknya juga memudahkan guru dalam mengajarakan fisika bagi siswanya. Dengan kata lain kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika. Multimedia interaktif (MMI) merupakan model pembelajaran yang menarik berbasis teknologi. Model pembelajaran multimedia interaktif (MMI) diartikan sebagai suatu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (message), merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar (Sardianto, 2012).

Menurut Darmadi, seperti yang dikutip oleh Wiyono dkk (2012), penggunaan TIK dalam pembelajaran fisika antara lain  model pembelajaran fisika berbasis teknologi informasi (web) dapat meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan generik sains mahasiswa calon guru pada materi termodinamika.


Baca Juga :