Perkembangan Komputer dan IT

Perkembangan Komputer dan IT

Perkembangan Komputer dan IT

Perkembangan Komputer dan IT

  1. Perkembangan Komputer

Salah satu alat hitung (komputer = alat hitung) yang paling awal adalah sempoa (abacus). Sejarahnya dapat dilacak hingga sejauh masa-masa peradaban Yunani dan Romawi kuno. Mesin ini sangat sederhana, tersusun atas butir-butir kelereng yang ditempatkan pada beberapa batang tongkat yang pada gilirannya dapat ditancapkan pada sebuah bingkai berbentuk persegi empat. Dengan berpindahnya butir-butir di sepanjang masing-masing tongkat, posisi kedudukan butir-butir tersebut mewakili nila-nilai yang disimpan. Pada posisi butir-butir kelereng inilah “komputer” tersebut mempresentasikan dan menyimpan data.

Beberapa tahun yang lalu, desain mesin-mesin komputer didasarkan pada teknologi mekanik. Salah satu penemuannya adalah Blaise Pascal (1623 – 1662) dari Prancis, Gottfried Wihelm Leibniz (1646 -1716) dari Jerman dan Charles Babbage (1792-1871) dari Inggris. Mesin-mesin ini mempresentasikan data melalui posisi kedudukan roda-roda gigi, dengan data dimasukkan secara mekanik untuk mengubah posisi roda-roda gigi. Output dari mesin-mesin Pascal dan Leibniz diperoleh dengan cara mengamati posisi akhir dari roda-roda gigi tersebut sebagaimana cara kita membaca angka-angka pada odometer mobil. Babbage, di lain pihak memiliki visi tentang sebuah mesin (yang disebutnya Mesin Analitis) yang dapat mencetak nilai-nilai output pada kertas sehingga kemungkinan kesalahan penulisan dapat dihilangkan.

Mesin Selisih Babbage (yang hanya dibuat model demonstrasinya) dapat dimodifikasi untuk melaksanakan berbagai macam perhitungan namun Mesin Analitis-nya (yang untuknya ia tidak pernah mendapatkan dana pembuatan) dirancang untuk membaca instruksi-instruksi dalam bentuk lubang-lubang pada kartu yang dibuat dari kertas. Oleh karena itu, Mesin Analitis Babbage dapat diprogram. Memang, pendukung terbesarnya, Augusta Ada Byron seringkali dianggap sebagai programer pertama di dunia.

Mesin yang dirancang oleh Charles Babbage ini benar-benar merupakan “nenek moyang” dari komputer modern. Kalau saja teknologi saat itu memungkinkan Ia untuk membuat mesin tersebut dengan cara yang ekonomis dan kalau saja kebutuhan akan pengolahan data pihak pemerintah dan kalangan bisnis telah berkembang seperti sekarang, gagasan Babbage ini tentu akan menyebabkan revolusi komputer pada tahun 1800-an. Jadi, hanya model Selisihlah yang berhasil dibuatnya selama mas hidupnya.

Gagasan untuk mengkomunikasikan suatu algoritma melalui lubang-lubang pada secarik kertas tidak dicetuskan oleh Babbage. Ia mendapatkannya dari Joseph Jacquard (1752 – 1834), yang pada 1801 menggembangkan sebuah alat pintal dengan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proses pemintalan ditentukan oleh pola-pola lubang pada sebuah kartu kertas (gambar 1). Melalui cara ini, algoritma yang diikuti oleh mesin pintal dapat diubah dengan mudah untuk menghasilkan desain – desain pintalan yang berbeda. Orang lainnya yang memanfaatkan ide Jacquard adalah Herman Hollerith (1860 – 1929), yang menerapkan konsep representasi informasi sebagai lubang – lubang pada kartu kertas untuk mempersingkat proses tabulasi dalam sensus penduduk A.S. tahun 1890. Kartu-kartu semcam ini pada akhirnya dikenal sebagai punch card dan terus bertahan sebagai metode yang populer untuk berkomunikasi dengan komputer hingga tahun 1970-an. Memang, teknik ini terus hidup hingga sekarang sebagaimana disaksikan dalam isu-isu pemungutan suara pada pemilihan presiden A.S. tahun 2000.

Teknologi di masa itu tidak memungkinkan dibuatnya mesin-mesin berbasis roda gigi kompleks dari rancangan-rancanagan Pascal, Leibniz, dan Babbage yang secara finansial menguntungkan. Namun, dengan kemajuan di bidang elektronika pada awal tahun 1900-an, rintangan ini berhasil diatasi. Contoh-contoh perkembangannya adalah mesin elektromekanis George Stibitz yang selesai dibuat pada 1940 di Bell Laboratories dan Mark I yang diselesaikan pada 1944 di Universitas Harvard oleh Howard Aiken dan sekelompok insiyur dari IBM (gambar 2). Mesin-mesin ini sebagian besar berbasiskan relay-relay mekanik yang dikendalikan secara elektronis. Dalam pengertian ini, mesin-mesin ini telah menjadi usang segera setelah dibuat karena para peneliti lain sedang menerapkan teknologi tabung hampa (vacuum tube) untuk membuat komputer-komputer digital yang sepenuhnya elektronis. Mesin pertama dari jenis ini adalah mesin Atanasoff-Berry, yang dibuat dalam periode waktu 1937 – 1941 di Lowa State College (sekarang Lowa State University) oleh John Atanasoff dan asistennya, Clifford Berry. Contoh lain adalah mesin yang disebut Colosuss, dibuat dengan arahan dari Tommy Flowers di Inggris untuk memecahkan pesan-pesan rahasia Jerman dalam perang dunia II. Pada kenyataanya, sebanyak sepuluh buah mesin semacam ini dibuat, namun kerahasiaan militer dan isu-isu keamanan nasional memisahkan keberadaan mereka dari “silsilah keluarga komputer” secara keseluruhan.

Sejak saat itu, sejarah mesin-mesin komputer sebagian besar berisi mengenai kemajuan teknologi. Mesin-mesin seukuran deskop saat ini (juga kerabatnya yang lebih kecil dan dapat di bawa-bawa, yang dikenal sebagai laptop) memiliki kemampuan komputasi yang lebih besar dari mesin-mesin berukuran satu kamar penuh di era 1940-an dan dapat mempertukarkan informasi secara cepat melalui sistem komunikasi global.

Mesin-mesin komputer kecil ini berawal dari eksperimen para penggemar komputer  yang mencoba membuat mesin komputer di rumahnya sendiri (homemade), beberapa saat setelah pengembangan mesin-mesin riset besar pada era 1940-an. Dari kegiatan hobi semacam inilah Seve Jobs dan Stephen Woznaik membuat komputer-komputer rumah secara komersil dan pada 1976 mendirikan Apple Computer, Inc. Untuk memproduksi dan memasarkan produk komputer buatan mereka. Meskipun produk-produk Apple cukup pupuler, produk-produk ini tidak diterima secara meluas oleh komunitas bisnis yang tetap berpegang pada IBM dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan komputer mereka pada umumnya.

Pada 1981, IBM memperkenalkan komputer deskop pertamanya yang disebutpersonal computer, atau singkatnya PC dengan berbasiskan kepada software yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan mudah yang masih kembang-kempis, Microsoft. Komputer PC tersebut menghasilkan sukses dalam waktu singkat dan memantapkan citra komputer deskop sebagai komoditas yang handal di dalam benak para pelaku bisnis. Hari ini, sebutan PC digunakan secara luas untuk mengacu semua mesin komputer (dari produsen manapun) yang desainnya dikembangkan dari komputer deskop IBM yang pertama, sebagian besar diantaranya terus dipasarkan dengan software dari Microsoft. Namun, pada saat-saat tertentu, sebutan PC digunakan secara bergantian dengan sebutan deskop yang lebih generik.

Keberadaan komputer-komputer deskop telah mengangkat teknologi komputer ke posisi yang sangat vital dalam masyarakat kita hari ini. Memang, teknologi komputer telah menjadi sedemikian domainnyan sekarang, sehingga mengetahui cara menggunakannya merupakan suatu persyaratan mutlak bagi setiap anggota masyarakat modern. Melalui teknologi inilah jutaan orang mendapatkan akses kepada suatu sistem koneksi global yang dikenal sebagai internet, sebuah sistem yang membawa pengaruh kepada gaya hidup dan perdagangan masyarakat di seluruh dunia (Gleen, 2004).

Perkembangan komputer dengan segala perangkatnya yang dimanfaatkan dalam dunia pendidikan sebenarnya merupakan mata rantai dari sejarah teknologi pembelajaran. Sejarah teknologi pembelajaran itu sendiri merupakan kreasi berbagai ahli dalam bidang terkait, yang pada dasarnya ingin berupaya mewujudkan ideide praktis dalam menerapkan prinsip didaktik, yaitu pembelajaran yang menekankan perbedaan individual baik dalam kemampuan maupun kecepatan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang selanjutnya disingkat TIK merupakan faktor yang mendorong terjadinya globalisasi. Salah satu ciri globalisasi adalah semakin mudahnya orang mengakses informasi. Beberapa puluh tahun yang lalu tidak terbayangkan oleh kita bagaimana internet saat ini telah menjadi salah satu primadona bagi masyarakat untuk mendapatkan dan mengirim informasi. (Yuli, 2010).

  1. Perkembangan  IT

Manusia merupakan makhluk sosial yang memerlukan berbagai macam kebutuhan salah satunya adalah berkomunikasi. Karena keterbatasan sarana dalam berkomunikasi, mulailah manusia mencari dan menciptakan sistem, alat yang dapat digunakan untuk berkomunikasi. Awal pertama dengan melukis bentuk (menggambar) di dinding gua, isyarat tangan, isyarat asap, isyarat bunyi, huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan telepon dan internet. Inilah merupakan sejarah singkat teknologi informasi (Yuli, 2010).

Bentuk perkembangan teknologi informasi yang paling modern dan kini digunakan oleh milyaran penduduk di seluruh dunia adalah internet. Menurut Robby Chandra seperti yang dikutip oleh Yuli (2010),  Internet sebagai wujudhypermedia yang terus bertumbuh memungkinkan manusia mencari informasi, mengirim informasi, menggandakan, menyimpan informasi, dan berkomunikasi dengan orang lain. Internet adalah dunia maya jaringan komputer (interkoneksi) yang terbentuk dari milyaran komputer di seluruh dunia. Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak, dan jarak serta lokasi bukan lagi merupakan rintangan untuk terjadinya komunikasi.

Pada awal dekade 1990-an terjadi lagi perkembangan inovasi bidang teknologi komputer yang terakses ke internet. Inovasi ini membawa perubahan yang sangat besar, dimana keterbatasan-keterbatasan literatur, informasi yang tersedia di perpustakaan-perpustakaan, toko-toko buku, pusat-pusat bacaan dengan teknologi tersebut menjadi dapat teratasi (Aunurrahman, ).

Perkembangan teknologi informasi telah membuat jarak antar ruang di muka bumi ini semakin sempit dimana peristiwa yang terjadi di suatu titik pada ujung ruang muka bumiyang terpencil sekalipun beberapa menit kemudian menjadi mungkin untuk dilihat pada ujung bumi yang lain secara bersamaan.


Sumber:

https://penirumherbal.co.id/ideologi/