Waspadai bahaya yang mengintai pemilik mata uang virtual

Waspadai bahaya yang mengintai pemilik mata uang virtual

Waspadai bahaya yang mengintai pemilik mata uang virtual

Mata uang virtual seperti Bitcoin memiliki kerentanan yang patut untuk diwaspadai, menurut Kaspersky Lab, dalam keterangan tertulisnya.

Para ahli Kaspersky Lab mengamati begitu banyaknya serangan malware terhadap mata uang virtual ini, seperti malware yang menambang Bitcoin dengan menggunakan botnet ataupun trojan yang bisa meretas Bitcoin wallet dan mencuri Bitcoin dari tempat penyimpanan ini.

Ada juga malware botnet yang memiliki kemampuan untuk menyusup di komputer korban dan menggunakan prosesor komputer korbannya untuk dijadikan penambang Bitcoin yang produktif.

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Indonesia mengumumkan larangan keras

penggunaan mata uang virtual (cryptocurrency) seperti bitcoin sebagai alat transaksi dan pembayaran di Indonesia.

Mata uang tersebut dinilai berisiko tinggi karena tidak memiliki regulator atau administrator yang bertanggung jawab atas pergerakan mata uang serta underlying asset yang menjadi dasar penilaian.

Selain itu, Pemerintah juga mewaspadai mata uang virtual ini dimanfaatkan

sebagai instrumen pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Serangan terhadap bursa mata uang virtual juga terus terjadi. Baru-baru ini terjadi terhadap Coincheck, salah satu bursa mata uang virtual terkemuka di Jepang, di mana para penyerang berhasil mencuri mata uang virtual sebesar 53 miliar yen atau 530 juta dolar AS.

Untuk mengamankan mata uang virtual ini dari aksi serangan para penjahat

siber, Kaspersky Lab menyarankan untuk tidak menyimpan semua mata uang virtual Anda di bank online atau layanan bursa mata uang virtual.

Tempat seperti ini merupakan sebuah institusi baru yang dijalankan oleh entitas anonim, jadi tidak ada jaminan Anda bisa mendapatkan uang kembali jika dirampok.

 

sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/seva-mobil-bekas/