AKUNTANSI DALAM SEJARAH ISLAM

AKUNTANSI DALAM SEJARAH ISLAM

Muhasib

            Akuntansi dalam bahasa Arab disebut “Muhasabah” yang artinya akuntansi, akar katanya H.S.B. yaitu :

  1. Selesaikan tanggungjawab
  2. Agar netral, independen tidak memihak, objektif.
  3. Menjaga atau mencoba mendapatka, atau
  4. Mengharapkan pahala di akhirat, dengan menambahnya dalam kita seseorang oleh Tuhan
  5. Menjadi perhatian
  6. Mempertanggungjawabkannya
  7. Bisa juga dikaitkan dengan pencatatan perbuatan seseorang secara terus menerus sampai pada pengadilan akhirat melalui mizan (neraca)
  8. Yahsaba berarti menghitung, mengukur. To compute to measure

Muhtasib

            Adalah orang yang bertanggungjawab atas lembaga Al Hisba, tugasnya:

  1. Memastikan masyarakat mendapatkan hak atas timbangan yang benar.
  2. Mencek kemungkinan adanya kecurangan bisnis dalam berbagai bentuk termasuk memberikan informasi yang salah.
  3. Memeriksa kontrak perjanjian yang tidak benar, praktek judi, riba.
  4. Menjaga terlaksananya pasar bebas termasuk melindungi konsumen dari kerugian yang timbul akibat ketidaktahuan pasar.
  5. Mencegah barang tidak ditimbun untuk mendapatkan keuntungan

Kewajiban muhtasib:

  1. Pelaksanaan hak Allah termasuk kegiatan ibadah: semua jenis shalat, pemeliharaan masjid
  2. Pelaksanaan hak-hak masyarakat: perilaku di pasar, kebenaran timbangan, kejujuran bisnis
  3. Pelaksanaan yang berkaitan dengan keduanya: menjaga kebersihan jalan, lampu jalan, bangunan yang menggangu masyarakat dan sebagainya.Sumber :https://weshop.co.id/london-hentikan-izin-operasi-uber/