Apa yang Terjadi Saat Kita Sedang Koma

Pernahkah Anda membayangkan apa itu koma? Dalam berbagai film atau novel, pasien koma sering digambarkan sebagai orang yang tertidur dengan cepat. Ada juga cerita yang menggambarkan pasien koma yang masih bisa mendengar dan memahami peristiwa di sekitarnya. Baik pasien koma sadar atau karena rohnya berada di luar tubuh. Namun, apakah dunia medis setuju dengan cerita-cerita ini? Berikut penjelasannya.

Sungguh, apa itu koma?

Dari sudut pandang ilmiah, koma adalah kondisi kesadaran jangka panjang. Koma biasanya disebabkan oleh cedera serius atau trauma, penyakit, atau keracunan. Hal-hal ini menyebabkan pembengkakan atau pendarahan di jaringan otak. Karena pembengkakan, otak di tengkorak diperas sehingga tekanan di otak meningkat secara dramatis. Otak penuh dengan darah dan oksigen.

Pada tahap ini, fungsi otak terganggu. Otak tidak bisa mengeluarkan cairan dan racun yang tersisa dari tubuh. Akibatnya, cairan akan menumpuk di otak. Ini adalah orang yang kehilangan kesadaran dan makan, tetapi masih hidup.

Bagaimana pasien dalam keadaan koma?

Tidak seperti tidur, pasien koma tidak bisa bangun. Ini karena pasien tidak dapat merasakan atau merespons rangsangan eksternal (mis., Suara dan sentuhan) atau kebutuhan tubuhnya sendiri (seperti makan dan buang air kecil).

Namun, harus diingat bahwa fungsi kesadaran manusia itu kompleks dan misterius. Kesadaran manusia tidak dapat diukur dengan cara yang konkret dan tidak ada teknologi yang dapat membaca pikiran atau kesadaran seseorang.

Meskipun ada beberapa orang yang selamat dari koma yang melaporkan bahwa mereka dapat mengingat dan memahami apa yang terjadi di sekitar mereka ketika mereka koma, tidak ada cara untuk membuktikan kesaksian itu. Namun, belum ditunjukkan bahwa ini tidak berarti bahwa itu tidak mungkin.

Jadi mungkinkah pasien koma masih sadar?

Definisi kesadaran yang sangat masih diperdebatkan oleh dokter dan ilmuwan. Dalam istilah sederhana, kesadaran dapat berarti ada atau tidak adanya (atau jumlah) aktivitas otak. Pasien menunjukkan tanda-tanda kesadaran berarti bahwa otak mereka masih berfungsi dan aktif, tetapi sangat sedikit.

Mungkin saja pasien terbatas hanya mendengarkan apa yang terjadi di sekitarnya, tetapi otaknya tidak mengerti mengapa ia ada di sana dan apa yang terjadi padanya. Dalam kasus yang berbeda, pasien koma menunjukkan gerakan jari atau menghasilkan suara.

Dalam kasus seperti itu, pasien mungkin sadar kembali, tetapi ia mungkin tidak merespon sepenuhnya, seperti membuka matanya atau berbicara. Menurut para ahli, ini karena tidak ada batas yang jelas antara kesadaran penuh dan hilangnya kesadaran. Karena itu, sangat sulit untuk mengetahui apakah pasien koma masih sadar.

Apa yang bisa dilakukan dokter untuk membantu pasien koma?

Kunci untuk menyembuhkan pasien (atau hidupnya) adalah menyembuhkan otaknya. Sebagai organ penting, otak adalah pusat dari semua fungsi tubuh. Jadi yang bisa dilakukan dokter di otak pasien adalah menekan lebih bengkak, cairan yang disedot, pasokan oksigen oksigen, memperbaiki jaringan yang rusak, dan bagian-bagian kerusakan yang sudah sangat serius.

Umur pasien Comatose

Setiap pasien memiliki komplikasi dan kondisi fisik yang berbeda. Oleh karena itu, tidak ada angka pasti yang dapat menentukan umur pasien. Secara umum, jika cedera atau trauma tidak terlalu parah, umurnya lebih lama, belum terlambat untuk dirawat, dan tubuh pasien merespon dengan baik terhadap perawatan dan perawatan medis yang diberikan.

Dokter akan mendidik keluarga dan kerabat dekat tentang kondisi dan umur panjang pasien. Karena itu, Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter secara langsung jika Anda memiliki pertanyaan tentang kondisi pasien.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak memberikan saran medis, diagnosa atau perawatan. Silakan lihat halaman Kebijakan Editorial kami untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga: