Faktor Pendorong Perdagangan Internasional 

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional 

  1.       Perbedaan sumber daya alam

          Sumber  daya  alam  yang  dimiliki  setiap  negara  berbeda.  Untuk  mendapatkan  sumber  daya  alam

          yang  dibutuhkan  dan  tidak  dimiliki  suatu  negara,  diperlukan  pertukaran  antar  negara  yang

          menyebabkan terjadinya perdagangan internasional.

  1.    Selera

          Penduduk suatu negara lebih menyukai produk negara lain, sehingga harus mengimpor produk itu.

  1.    Penghematan biaya produksi (Efisiensi)

          Perdagangan  internasional  memungkinkan  suatu  negara  dapat  memasarkan  hasil  produksinya    pada    banyak     negara.     Negara     tersebut    berproduksi      dalam     jumlah     besar    sehingga     dapat menurunkan  biaya  produksi.  Masalah  efisiensi  juga  menjadi  alasan  tidak  diproduksinya  barang  berteknologi tinggi oleh negara berkembang.

  1.    Perbedaan teknologi

          Negara  yang  menggunakan  teknologi  maju  dapat  menjual  barang  dengan  harga  murah  pada

          negara yang teknologinya sederhana.

  1.    Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.
  2.    Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
  3.    Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
  4.    Keinginan membuka kerjasama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
  5.    Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.

3.2 TEORI-TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL  

  •      Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage) dari Adam Smith

Teori keunggulan mutlak dikemukakan oleh Adam Smith (1776) dalam bukunya The Wealth of Nation. Adam     Smith     menganjurkan        perdagangan       bebas    sebagai     kebijakan     yang    mampu       mendorong kemakmuran  suatu  negara.  Dalam  perdagangan  bebas,  setiap  negara  dapat  menspesialisasikan  diri dalam produksi komoditas yang memiliki keunggulan mutlak / absolut dan mengimpor komoditi yang memperoleh   kerugian   mutlak.   Dengan   spesialisasi,   masing-masing   negara   dapat   meningkatkan pertambahan  produksi  dunia  yang  dapat  dimanfaatkan  secara  bersama-sama  melalui  perdagangan internasional.  Jadi melalui perdagangan  internasional  yang  berdasarkan keunggulan  mutlak, masing masing negara yang terlibat dalam perdagangan akan memperoleh keuntungan yang serentak melalui  spesialisasi, bukan dari pengorbanan negara lain. Contoh : Indonesia dan Cina memproduksi dua jenis

komoditi  yaitu  komputer  dan  sepatu  dengan  anggapan  masing-masing  negara  menggunakan  100   tenaga     kerja   untuk     memproduksi        kedua     komoditi     tersebut.     Limapuluh      tenaga    kerja    untuk memproduksi komputer dan 50 tenaga kerja untuk memproduksi sepatu. Hasil total produksi kedua