Financial Thermometer

Financial Thermometer

Seperti tubuh manusia ,kondisi bisnis juga dapat berubah-ubah ,baik menjadi lebih baik maupun lebih buruk .untuk mengetahui kondisi tersebut ,kita dapat menggunakan alat ukur berupa thermometer keuangan sebagai berikut :

  1. Termometer Likuiditas yaitu ukuran –ukuran yang menunjukan kemampuan bayar atas kewajiban yang dimiliki oleh suatu usaha .terdapat dua jenis thermometer likuiditas yaitu current ratio (CR) dan quick ratio (QR)
  2. Current ratio dapat diperoleh dengan formula sebagai berikut :

CR=current asset/current liability

  1. Quick ratio dapat diperoleh dengan formula sebagai berikut

QR=(Current asset-inventory)/current liability

  1. Thermometer pengelolaan semangat yaitu ukuran-ukuran yang menunjukan efektivitas pengelolaan asset yang dimiliki.terdapat empat jenis thermometer pengelolaan asset ,yaitu inventory trun over (Inv.TO),Days Sales Outstanding(DSO),Fixed Asset Trun Over (Fato) DAN Total Asset Trun Over (TATO)
  2. Nilai inventory trun over menunjukan efektifitas penggunaan persediaan dalam mendapatkan penjualan .nilai tersebut dapat diperoleh dengan formula sebagai berikut

                        inventory trun over=sales/inventory

  1. Nilai days sales outstanding menunjukan efektivitas pengelolaan piutang dagang yang dimiliki oleh intrepreneur .nilai tersebut dapat dihitung dengan formula

                        DSO=receivables/average sales per day

  1. Nilai fixed asset trun over menunjukan efektifitas penggunaan asset-aset tetap dalam mendapatkan penjualan .nilai tersebut dapat diperoleh dengan formula sebagai berikut :

Fixed asset trun over= sales/total fxed asset

  1. Nilai total asset trun over(TATO) menunjukan efektifitas penggunaan keseluruhan asset yang dimiliki untuk membukukan penjualanb .niali tersebut dapat diperoleh dengan formula sebagai berikut ;

TATO =sales/total asset

  1. Thermometer pengelolaan utang yaitu ukuran-ukuran yang menunjukan efektifitas pengelolaan utang terdapat dua ukuran yang sering digunakan yaitu debt ratio dan time interest earned ratio .
  2. Debt ratio menunjukan proporsi pendanaan yang dimilikin oleh suatu usaha . semakin tinggi nilai debt ratio ,menunjukan semakin bayak utang digunakan.nilai ratio dapat diperoleh dengan formula sebagai berikut:

Debt ratio=total liability/total asset

  1. Time interest earned ratio(TIE) menunjukan kemampuan pembayaran bunga atas utang –utang yang digunakan oleh perusahaan .semakin besar nilai rasio resebut akan semakin baik .nilai rasio tersebut dapat diperoleh dengan formula sebagai berikut ;

TIE=earnings before interest and tax/interest charges

  1. Thermometer profitabilitas yaitu ukuran –ukuran yang menunjukan kemampuan bisnis dalam menghasilkan keuntungan .secara umum ,terdapat empat thermometer yang digunakn ,yaitu profit margin(PM),basic earning power(BEF),Return Onasset (ROA) ,dan return on equity (ROE)
  2. Profit margin(PM) menunjukan kemampuan bisnis untuk dapat keuntungan dari setiap penjualan yang dibukukan .semakin besar nial PM akan semakin baik .nilai PM tersebut dapat diperoleh engan formula sebagai berikut ;

PM=net income/sales

  1. Basic earning power (BEP) menunjukan kemampuan asset-aset yang dimiliki untuk menghasilkan laba kotor .semakin besar nilai BEF akan semakin baik .nilai BEP tersebut dapat diperoleh dari formula sebagai berikut :

BEP=earning before interest and tax /total asset

  1. Return on asset (ROA) menunjukan kemampuan aset-aset yang dimiliki untuk menghasilakn keuntungan bersih.semakin besar nilai ROA  akan semakin baik .nilai ROA tersebut dapat diperoleh dengan formula sebagai berikut:

ROA=net income /total asset

  1. Return equity (ROE) menunjukan kemampuan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan.semakin besar nilai ROE akan semakin baik .nilai ROE resebut dapat diperoleh dengan formula sebagai berikut ;

ROE=net income /common equity

v    Tips Pengelolaan Keuangan

Tips dan trik pengelolaan modal kerja :

  1. Tentukan siklus konversi kas (cash conversion cycle)

Siklus konversi kas adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengubah kas (modal awal) menjadi kas kembali (pendapatan). Siklus dimulai dari kas awal yang digunakan untuk membeli persediaan guna kegiatan produksi, kemudian diproses menjadi produk yang siap dijual, dilakukan penjualan, dan berakhir dipenagihan penjualan. Semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk mengonversikan dari kas menjadi kas kembali, maka modal kerja yang dibutuhkan akan semakin sedikit. Sebagai contoh, bisnis makanan memiliki cash conversion cycle + / – 5 hari, sementara bisnis ritel memiliki cash conversion cycle + / – 35 hari. Dari sudut pandang ini, tentunya masuk akal jika kebutuhan modal untuk bisnis ritel jauh lebih besar dbanding kebutuhan modal dalam bisnis makanan.