Implementation of the ASEAN COMMUNITY

 Implementation of the ASEAN COMMUNITY

Untuk menjawab analisis mengenai prospek ASEAN Community, ada baiknyajika kita mengetahui beberapa kerjasama terkait dengan pilar komunitasnya.

  1. Komunitas Keamanan ASEAN (ASEANSecurity Community/ ASC)

Komunitas Keamanan ASEAN memberikan mekanisme pencegahan danpenanganan konflik secara damai. Hal ini dilakukan antara lain melaluikonsultasi bersama untuk membahas masalah-masalah politik-keamanankawasan seperti keamanan maritim, perluasan kerjasama pertahanan, sertamasalah-masalah keamanan non-tradisional (kejahatan lintas negara,kerusakan lingkungan hidup dan lain-lain). Dengan derajat kematangan yangada, ASEAN diharapkan tidak lagi menyembunyikan masalah-masalah dalamnegeri yang berdampak pada stabilitas kawasan dengan berlindung padaprinsip-prinsipnon-interference.Pencapaian Komunitas Keamanan ASEANmelalui Rencana Aksi yang termuat dalam Vientiane Action Programme (VAP) diwujudkan melalui sejumlah komponen yang terdiri dari political,development, sharing and shaping of norms,conflict preventio,conflict resolution,dan post-conflict peace building .Implementasi Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN, di dalam komponen shaping and sharing of norms´ ditandai terutama dengan upayaperumusan Piagam ASEAN. Sesuai dengan Cebu Declaration on theBlueprint of the ASEAN Charter

yang disahkan pada KTT ke-12 ASEAN,penyusunan Piagam ASEAN dilakukan oleh High Level Task  Force on theDrafting of  ASEAN Charter  (HLTF) dan ditargetkan untuk diselesaikansebelum KTT ke-13 ASEAN di Singapura, bulan Nopember 2007.Piagam ASEAN akan mengubah ASEAN sebagai suatu rule based organization. Hal ini dibutuhkan mengingat selama ini, karakter ASEANsebagai sebuah asosiasi yang bersifat longgar tidak lagi dirasakan cukupmengakomodasi potensi kerjasama dan menanggapi tantangan integrasikawasan dan globalisasi.

  1. Komunitas Keamanan ASEAN (ASEANSecurity Community/ASC)

Komunitas ini ditujukan untuk mempercepat kerjasama politik keamanandi ASEAN untuk mewujudkan perdamaian di kawasan, termasuk denganmasyarakat internasional. Komunitas Keamanan ASEAN bersifat terbuka,berdasarkan pendekatan keamanan komprehensif, dan tidak ditujukanuntuk membentuk suatu pakta pertahanan / aliansi militer, maupunkebijakan luar negeri bersama (common foreign policy).Komunitas Keamanan ASEAN juga mengacu kepada berbagai instrumenpolitik ASEAN yang telah ada sepertiZone Of Peace, Freedom And Neutrality(ZOPFAN),Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia(TAC), danTreaty on Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone(SEANWFZ) selain menaati Piagam PBB dan prinsip-prinsip hukuminternasional terkait lainnya.Mekanisme koordinasi antar badan-badan sektoral ASEAN yangmenangani Komunitas Keamanan ASEAN dilakukan melalui ASEANSecurity Community Coordinating Conference(ASCCO). Pertemuan ke-1ASCCO pada bulan September 2006, menekankan percepatanimplementasi Rencana Aksi Komunitas Keamanan ASEAN di bidangconflict resolution, post conflict peace building,good governance,combating corruptionserta promosi dan perlindungan HAM. Selain itu,disepakati perlunya memperhatikan isuhuman security.

 

Sumber :

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/jasa-penulis-artikel/