Kerjasama di Sektor Perdagangan

Kerjasama di Sektor Perdagangan

  1. AFTA (ASEAN Free Trade Area)

Momen penting pengembangan kerjasama di bidang ekonomi dicapaipada 1992 ketika ASEAN menyepakati Kerangka Persetujuanmengenai Peningkatan Kerjasama Ekonomi ASEAN (Framework Agreement on Enhancing ASEANEconomic Cooperationyangberfungsi sebagai payung bagi semua bentuk kerjasama ekonomiASEAN di masa mendatang. Pada tahun yang sama, ASEAN jugamenyepakati pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN(AFTA).Pembentukan AFTA ditujukan untuk meningkatkan daya tarik ASEAN sebagai basis produksi melalui pengembangan pasar regional.AFTA diwujudkan dengan cara menghilangkan hambatan-hambatanperdagangan, berupa tarif maupun non tariff dalam waktu 15 tahunkedepan terhitung tanggal 1 Januari 1993 dengan menggunakan skemaCommon Effective Preferential Tarif (CEPT) sebagai mekanismeutamanya. Pembentukan AFTA sebagai kelompok ekonomi regionaltidak bertentangan dengan sistem perdagangan global (sistem GATT)yang ada, tetapi justru akan menunjang secara komplementer sistemglobal tersebut.Berdasarkan pasal XXIV GATT, negara anggota GATTdiperkenankan membentuk suatu wilayah perdagangan bebas (freetrade area) dan suatu customs unionatas dasar aturan-aturan khususyang tidak merugikan negara-negara di luar wilayah tersebut.Di tingkat regional, pelaksanaan CEPT-AFTA diawasi, dikoordinir dan dikaji ulang oleh Dewan AFTA(AFTACouncil)yang anggotanyaterdiri dari para Menteri Perdagangan ASEAN yang dalam tugasnya dibantu oleh Pejabat Senior Ekonomi ASEAN (SEOM). Dewan AFTAdiserahi tugas untuk membantu mencari penyelesaian terhadapberbagai sengketa perdagangan yang terjadi di antara negara-negaraASEAN dan bertanggung jawab kepada Pertemuan ASEANEconomicMinisters(AEM).Dalam perkembangannya, pelaksanaan AFTA telah mengalamibeberapa kali percepatan. Pada tahun 1995 disepakatiAgenda of Greater Economic Integrationyang antara lain berisi komitmen untuk mempercepat pemberlakuan AFTA dari 15 tahun menjadi 10 tahun,atau yang semula tahun 2008 menjadi 2003. Pada KTT ke-6 ASEANdi Hanoi, para Pemimpin ASEAN menetapkanStatement of Bold Measuresyang juga berisikan komitmen mereka terhadap AFTA dankesepakatan untuk mempercepat pemberlakuan AFTA dari tahun 2003menjadi tahun 2002 bagi enam negara penandatangan skema CEPT,yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura danThailand.

  1. FTA (Perdagangan Bebas dengan Mitra Wicara)

Disamping berupaya mewujudkan integrasi ekonomi ASEAN, negara-negara anggota ASEAN juga tetap mempertahankan sifat terbukaterhadap negara-negara lain dengan menjalin kerjasama di berbagaibidang. KTT ASEAN+3 (China, Jepang, Korea) yang diselenggarakanbersamaan dengan penyelenggaraan KTT Informal ke-3 ASEAN diManila tanggal 27-28 Nopember 1999 menghasilkan Joint Statement on Cooperation in East Asiasebagai wujud komitmen ASEAN dalammengembangkan kerjasama dengan Mitra Wicara.Jadwal pencapaian FTA masing-masing adalah: dengan China(ASEAN-6 tahun 2010, CLMV tahun 2015), India (Brunei, Indonesia,Malaysia, Singapore dan Thailand tahun 2011, CLMV dan Philippinestahun 2016), Jepang (2012), Korea (ASEAN-6 tahun 2010, Vietnamtahun 2016, dan CLM tahun 2018).

 

RECENT POSTS