Komunikatif

Komunikatif

Belajar Bahasa Masyarakat (Community Language Learning) adalah  sebuah pendekatan dalam pengajaran bahasa yang memberi penekanan pada peranan ranah afektif dalam mempromosikan belajar kognitif. Community Language Learning atau bisa juga disebut Counseling-Learning dikembangkan oleh Charles Curran (1976) berdasarkan teknik-teknik yang dipinjam dari penyuluhan psikologis. Yang menjadi premis teoritis dasar bagi pendekatan ini ialah bahwa insan secara individual membutuhkan pemahaman dan bantuan dalam proses pemenuhan nilai-nilai dan tujuan-tujuan pribadi (Tarigan, 1986:255). Guru perlu memerhatikan kebutuhan individual dari para siswa serta apa ketakutan-ketakutan atau masalah-masalah siswa dalam pembelajaran. Dengan membangkitkan perasaan diterima oleh lingkungan (sense of community) dalam diri siswa maka guru bisa mengarahkan energi positif siswa pada pembelajaran bahasa.

Ciri utama pendekatan BBM antara lain:

  1. guru bertindak sebagai “knower/councelor”,
  2. guru menyediakan bahasa yang dibutuhkan siswa untuk mengekspresikan diri,
  3. kelas terdiri dari enam sampai duabelas pelajar yang duduk dalam suatu lingkaran kecil deng seorang atau dua orang guru yang berdiri di luar lingkaran dan siap membantu.
  4. teknik-teknik dipakai dapat mungkin mengurangi kegelisahan dalam kelompok dan meningkatkan pengekspresian gagasan dan perasaan secara bebas.

          Dalam metode ini terdapat lima tahap belajar (Tarigan, 1986:255-256), yaitu:

  1. Para siswa membuat pernyataan-pernyataan dengan suara nyaring dalam bahasa ibu mereka, dengan bantuan guru dalam penerjemahannya.
  2. Tahap kedua ini dikenal sebagai“tahap swa-asertif”atau “self-assertive stage”, siswa mengatakan apa yang ingin dikatakan tanpa bantuan guru.
  3. Dalam“tahap kelahiran”ini, para siswa meningkatkan kemandirian mereka dan berbicara dalam bahasa sasaran tanpa terjemahan, kecuali jika siswa lain memintanya atau memerlukannya.

 

Sumber :

https://littlehorribles.com/siap-siap-emoji-baru-di-android-dan-ios-2018/