Postur Tubuh (asana)

Postur Tubuh (asana)

Postur Tubuh (asana)

Postur Tubuh (asana)

Secara harfiah

kata asana berarti ‘dudukan’. Kedua komponen dari ‘delapan ruas yoga’ (ashtanga yoga) Patanjali, yakni yama dan niyama, berfungsi mengatur kehidupan sosial serta personal para praktisi yoga. Yama dan niyama adalah sebuah usaha untuk mengurangi terjadinya keinginan serta tindakan tidak baik, sehingga tidak menambah timbunan karma buruk yang baru dalam kehidupan ini.

Tujuan dari latihan yama dan niyama adalah untuk menghilangkan semua karma, yaitu semua penyebab subliminal yang tertanam di dalam jiwa (psyche). Untuk mewujudkan sebuah transformasi kesadaran, seorang yogi harus menciptakan kondisi lingkungan yang benar, baik di dalam maupun di luar diri. Yama-niyama merupakan langkah awal untuk untuk menciptakan kondisi lingkungan yang benar, sedangkan latihan berbagai postur tubuh (asanas) adalah sebuah usaha untuk mengangkat tubuh ke tahap berikutnya. Secara esensial, asanas adalah sebuah latihan untuk memurnikan dan mendiamkan tubuh fisik. Dalam Yoga Sutras (2.46), dikatakan bahwa:        “Postur tubuh haruslah dalam kondisi stabil dan enak”.

Dengan melipat anggota tubuhnya, para yogi segera mencapai perubahan suasana dan ketenangan dalam batin. Ketenangan ini membantu untuk mempermudah proses konsentrasi pikiran.

Sekelompok asanas membentuk semacam ‘simbol’ (mudras) yang memiliki makna simbolis. Bentuk mudras ini memilki potensi kuat untuk mengubah kondisi sang yogi, karena mempengaruhi sistem kerja kelenjar endokrin tubuh. Namun melalui latihan yang teratur, praktisi yoga akan dapat menemukan perubahan yang terjadi sebagai akibat dari asana tertentu. Menurut Patanjali, latihan asanas yang teratur dan benarakan menghilangkan sensitifitas terhadap dualisme ganda, seperti: panas dan dingin, terang dan gelap, hening dan ribut.


Sumber: https://tutubruk.com/