Sejarah Komunikasi Pemasaran

Sejarah Komunikasi Pemasaran

Pengelola pemasaran hingga kini masih ada yang beranggapan bahwa kegiatan promosi yang paling efektif adalah beriklan melalui media massa. Anggapan ini menyebabkan fungsi promosi suatu perusahaan, selama beberapa dekade didominasi oleh iklan media massa. Perusahaan tergantung pada biro iklan dalam menberikan bimbingan dan saran kepada managemen mengenai segala hal yang terkait dengan komunukasi pemasaran. Bentuk komunikasi pemasaran, selain beriklan di media massa, seperti promosi penjualan dianggap sebagai pekerjaan tambahan. Pengelola pemasaran pada masa lalu membuat batasan secara tegas antara fungsi pemasaran dan promosi. Mereka merencanakan dan mengelola kegiatan pemasaran dan promosi dengan anggaran yang terpisah.

Pada 1980-an, berbagai perusahaan di negara maju khususnya Amerika Serikat, mulai menyadari perlunya untuk mengintegrasikan seluruh instrumen promosi. Perusahaan mulai bergerak menuju proses yang disebut dengan komunikasi pemasaran terpadu atau Komunikasi Pemasaran s (IMC). Saat ini banyak perusahaan mulai menyadari perlunya upaya mengintegrasikan berbagai kegiatan komunikasi pemasaran yang selama ini dilakukan secara terpisah. Kegiatan komunikasi pemasaran itu mencakup :

  1. memasang iklan dimedia massa (media advertising)
  2. pemasaran langsung (direct marketing)
  3. promosi penjualan (sales promotion)
  4. penjualan personal (personal selling)
  5. pemasaran interaktif
  6. hubungan masyarakat (public relations) untuk mencapai komunikasi pemasaran yang lebih terpadu.

Komunikasi Pemasaran Terpadu

Adalah sebuah proses perencanaan marketing komunikasi yang memperkenalkan konsep perencanaan komprehensif untuk mengevaluasi peranan strategis dari berbagai elemen komunikasi pemasaran, seperti public relationadvertisingdirect sellingsales promotion, dan interactive marketing, untuk memberikan kejelasan, konsistensi, serta pengaruh komunikasi yang maksimum. Komunikasi Pemasaran Terpadu sering disebut dengan IMC merupakan sebuah proses strategi bisnis dalam mengelola hubungan dengan konsumen yang intinya untuk menggerakkan brand value.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/