Objek bea materai adalah

Objek Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan

Objek ini adalah perolehan hak atas tanah dan bangunan yang dapat berupa tanah (termasuk tanaman di atasnya), tanah dan bangunan, atau bangunan.

Perolehan hak atas tanah dan bangunan tersebut meliputi hal – hal seperti :

Pemindahan hak
Pemberian hak baru
Pemindahan hak terjadi karena adanya :
Jual beli
Tukar menukar
Hibah
Hibah wasiat
Waris
Hadiah, dll
Pemberian hak baru terjadi karena :
Kelanjutan pelepasan hak
Di luar pelepasan hak
E. Objek Bea Materai
Objek bea materai adalah dokumen. Dokumen adalah kertas yang berisikan tulisan yang mengandung arti dan maksud tentang perbuatan, keadaan atau kenyataan bagi seseorang dan pihak – pihak yang berkepentingan.

Dokumen yang wajib dikenakan Bea Materai :
Akta – akta notaris termasuk salinannya
Akta – akta yang dibuat oleh PPAT termasuk rangkap – rangkapnya
Surat berharga
Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka pengadilan
Sedangkan, dokumen yang tidak dikenakan Bea Materai adalah :
Surat penyimpanan barang
Konosemen
Ijazah
Kuitansi
2. Tarif Pajak
Tarif pajak merupakan angka atau persentase yang digunakan untuk menghitung jumlah pajak atau jumlah pajak yang terutang. Macam – macam tarif adalah sebagai berikut.

A. Tarif Tetap
Tarif tetap yaitu tarif dengan jumlah atau angka tetap berapapun yang menjadi dasar pengenaan sehingga besarnya pajak yang terutang tetap. Misalnya bea materai untuk cek dan bilyet giro berapapun jumlahnya dikenakan bea materai yang sama.

B. Tarif Sebanding (proporsional)
Tarif sebanding yaitu tarif dengan persentase tetap berapapun jumlah yang menjadi dasar pengenaan pajak, dan pajak yang harus dibayar selalu akan berubah sesuai dengan jumlah yang akan digunakan.

Misalnya PPN sebesar 10% yang dikenakan terhadap penyerahan suatu barang kena pajak. Dengan persentase tetap akan menyebabkan jumlah pajak menjadi lebih besar apabila jumlah dasar pengenaannya semakin besar.

C. Tarif Meningkat (progresive)
Tarif meningkat yaitu tarif dengan persentase yang semakin meningkat apabila jumlah yang menjadi dasar pengenaan pajak meningkat. Misalnya PPh, semakin besar dalam pengenaan pajaknya maka semakin besar pula persentasenya dan semakin besar pula jumlah pajaknya.

D. Tarif Menurun (Degresive)
Tarif menurn yaitu tarif dengan persentase yang semakin turun apabila jumlah yang menjadi dasar pengenaan pajak meningkat.

RECENT POSTS