Metode-Metode Alternatif Lokasi

Metode-Metode Alternatif LokasiMetode-Metode Alternatif Lokasi

Metode-metode tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Metode pemeringkat faktor (kualitatif)

Metode pemeringkat faktor adalah sebuah metode penentuan lokasi yang mementingkan adanya objektivitas dalam proses mengenali biaya-biaya yang sulit untuk di evaluasi. Keenam tahapannya adalah :

  1. Mengembangkan daftar-daftar faktor terkait
  2. Menetapkan bobot setiap faktor
  3. Mengembangkan suatu skala untuk setiap faktor
  4. Meminta manajer menentukan skor untuk setiap faktor
  5. Mengalikan faktor tersebut dengan bobot setiap faktor dan menentukan jumlah total
  6. Membuat rekomendasi yang didasarkan padaskor laba maksimal.
  1. Analisis Titik Impas Lokasi

Analisis titik impas lokasi adalah penggunaan analisis biaya volume produksi untuk membuat suatu perbandingan ekonomis diantara alternatif lokasi yang ada.  Ketiga tahapannya adalah :

  1. Tentukan biaya tetap dan variabel untuk tiap lokasi
  2. Pot biaya untuk setiap lokasi
  3. Pilih lokasi yang biaya totalnya lebih rendah.
  4. Metode Pusat Gravitasi

Metode pusat gravitasi merupakan teknik matematis yang digunakan untuk menemukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya  distribusi. Metode ini memperhitungkan jaraklokasi pasar, jumlah barang yang akan dikirim ke pasar tersebut, dan biaya pengiriman untuk menemukan lokasi terbaik untuk sebuah pusat distribusi.

Metode pusat gravitasi mengasumsikan bahwa biaya secara langsung berimbang pada jarak dan jumlah yang dikirim. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang meminimalkan jarak berbobot antara gudang dan toko ecerannya, dimana pembobotan jarak dilakukan sesuai dengan jumlah container dikirim.



                              X1 . L1 +  X2 . L2 + . . . . . . . . . + Xn.Ln

X =  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

L1 + L2 + . . . . . . . . . . + Ln

Dan,

                              Y1 . L1 +  Y2 . L2 + . . . . . . . . . + Yn.Ln

X =  – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

L1 + L2 + . . . . . . . . . . + Ln

  1. Model Transpotasi

Tujuan model transportasi adalah menetapkan pola pengiriman terbaik dari beberapa titik pemasok (sumber) ke beberapa titik permintaan (tujuan) sedemikian rupa sehingga meminimalkan biaya produksi dan transportasi total. Setiap perusahaan dengan suatu jaringan titik pasokan dan permintaan menghadapi permasalahan yang sama.

Walaupun teknik pemrograman linear dapat digunakan untuk  menyelesaikan jenis masalah ini, algoritma bertujuan khusus yang lebih efisien telah di kembangkan untuk aplkasi transportasi. Model transportasi memberikan solusi awal yang pantas dan kemudian perbaikan bertahap dilakukan hingga solusi optimal dicapai.

Sumber :

https://rakyatlampung.co.id/

 

 Fungsi Pasar Valuta Asing

 Fungsi Pasar Valuta Asing

Pasar valuta asing mempunyai beberapa fungsi pokok dalam membantu kelancaran lalu lintas pembayaran internasional :

a). Mempermudah penukaran valuta

asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain. Proses penukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem “clearing”. Pasar valuta asing memberikan jasa kliring bagi para pengusaha atau individu. Para turis biasanya menemukan pasar ini di banyak bandar udara., di mana tempat penukaran mata uang asing yang dilengkapi dengan papan petunjuk tingkat nilai tukar yang sedang berlaku.

b). Memungkinkan dilakukannya “hedging”. Seorang pedagang melakukan hedging apabila ia pada saat yang sama melalukan transaksi jual dan beli valuta asing di pasar yang berbeda, untuk menghilangkan/mengurangi resiko kerugian akibat perubahan kurs. Hedging dapat dilakukan di pasar berjangka (forward market). Sebagai contoh : seorang importir dari Indonesia membeli mobil dari USA seharga US$7,000 dengan pembayaran 4 bulan yang akan datang. Kurs pada saat itu, misalnya US$ 1 = Rp.9.000, sehingga harga mobil tersebut dalam mata uang rupiah adalah Rp.63.000.000. Apabila kurs berubah menjadi US$ 1 = Rp.9.300, maka harga mobil menjadi Rp.65.100.000, dengan demikian importir harus membayar lebih banyak. Untuk menghindari kerugian karena harga mobil yang meningkat, maka importir dapat melakukan hedging di pasar berjangka. Caranya, importir menghubungi bank di Indonesia untuk membeli mobil seharga US$7,000 dengan penyerahan 4 bulan yang akan datang dengan kurs yang disetujui saat itu US$ 1 = Rp.9,000. Kurs tersebut disebut kurs berjangka (forward exchange rate). Perbedaan kurs berjangka dengan kurs spot menggambarkan adanya perbedaan tingkat bunga di Indonesia dan USA.

            Selanjutnya bank di Indonesia yang dihubungi importir akan berusaha membeli US$ pada pasar spot dan kemudian menyimpannya selama 4 bulan di USA. Atas tindakan bank tersebut, ia (bank di Indonesia) akan memperoleh bunga dari bank di USA. Apabila tingkat bunga di USA lebih rendah dari pada di Indonesia, importir harus membayar perbedaannya. Sebaliknya, apabila tingkat bunga di USA lebih tinggi, maka perbedaannya oleh bank tersebut diberikan kepada importir. Misalnya, importir memerlukan US$7,000 untuk 4 bulan dengan kurs spot US$ 1 = Rp.9.000. Jika tingkat bunga simpanan di USA 4 % dan di Indonesia 5 %, maka bank di Indonesia yang menjual US$7,000 forward kepada importir akan meminta Rp.63.000.000 (kurs spot) ditambah dengan 1 % kerugian tingkat bunga karena uang dollar disimpan di USA. Total harga US$7,000 adalah Rp.63.000.000 + Rp.630.000 = Rp.63.630.000. Kurs forwardnya menjadi US$ 1 = 63.630.000/7.000 = Rp.9.090, yakni 1 % discount terhadap kurs spot (US$ = Rp.9.300).

            Sebaliknya, apabila tingkat bunga di USA 4 % dan di Indonesia 3 %, maka harga total US$7,000 forward akan menjadi = Rp.63.000.000 – Rp.630.000 = Rp.62.370.000. Kurs forwardnya menjadi US$ 1 = 62.370.000/7.000 = Rp.8.910, yakni 1 % premium terhadap kurs spot ( US$ 1 = Rp.9.300).

c). Dapat melakukan arbitrage. Ratio antara kurs forward dengan kurs spot menggambarkan perbedaan dalam tingkat bunga. Apabila terdapat perbedaan, tindakan arbitrage (tindakan menjual/membeli valuta asing di negara yang kursnya tinggi/rendah untuk memperoleh keuntungan karena perbedaan kurs di kedua negara akan menghilangkan perbedaan tersebut. Tindakan arbitrage akan cenderung menyamakan kurs valuta asing di berbagai negara. Tindakan arbitrage akan berhenti apabila keuntungan yang diperoleh karena adanya perbedaan tingkat bunga diimbangi dengan kerugian yang sama dari pasar valuta asing jangka (forward market). Hal ini biasa disebur dengan “interest parity”.

 

Sumber :

https://promo-honda.id/indonesia-paling-agresif-dalam-aplikasi-mobile/

Vision, Strategy, and Tactics

Vision, Strategy, and Tactics

Visi yang jelas, strategi jangka panjang dan taktik jangka pendek merupakan pondasi di mana perusahaan akan berhasil memiliki proses bisnis yang tidak hanya efisien, tetapi juga efektif. Simak salah satu visi dan misi  anak perusahaan Bakrie ini:

“To Be the Number One and Most Admired Integrated Agro-Business Company in Indonesia.” (Menjadi Perusahaan Agro Nomor Satu dan Paling Dikagumi di Indonesia)

Menurut saya, sudah seharusnya kata “di Indonesia” dirubah menjadi “di Dunia” –Investasi terhadap sumber daya manusia maupun infrastruktur pendukung tidak akan sia-sia kalau visi dan tujuannya jelas. Tentu saja harus dengan proses bisnis yang benar, produk/jasa kualitasnya terjaga dengan harga yang kompetitif dan mampu diterima oleh pasar.

  1. Think Globally, Feel Locally

Jika kita ingin bersaing di pasar dunia, kuncinya adalah dengan mengadopsi manajemen global, belajar dari perusahaan multi-nasional, sehingga standarnya adalah standar kelas dunia, namun juga harus menghadirkan karakter yang sesuai dengan karakter lokal. Karena tanpa kemampuan adaptasi untuk memahami karakter unik lokal, baik customer ataupun pola bisnis, perusahaan kelas dunia tidak akan mampu memenangkan pasar. KFC, McDonald sudah melakukan hal tersebut dalam melakukan pengembangan produk-produk dan servisnya, Bakrie & Brothers juga harus melakukan hal sama, bukankah sukses itu bisa ditiru?

RECENT POSTS

Thereats

ThereatsThereats

Secara umum, perusahaan seperti   Bumi Resources,  Bakrie Metal Industries, dan Energi Mega Pesada adalah bahwa sector ini bergerak di bidang sumberdaya tak dapat diperbarui yang semakin menipis, jadi seharusnya mulai melirik bisnis renewable energy, mengembankan teknologi maju seperti sel surya, nano teknologi, dan ilmu-ilmu yang dimiliki negara maju, Bakrie & Brothers harusnya punya kapital untuk belajar mengejar ketertinggalan.

Bakrieland yang bekerja di bidang infrastruktur jelas membutuhkan sumberdaya yang mulai langka yaitu kayu. Untuk itu jika perusahaan mempunyai lahan perhutanan sendiri akan ada penanaman bibit baru dan akan ada perawatan khusus oleh bagian ahli supaya menghasilkan sumberdaya secara lebih cepat dan tetap berkualitas.

Bakrie Telecom mempunyai banyak sekali saingan provider di Indonesia. Salah satu kendalanya mungkin karena patformnya cdma yang tidak begitu populer di Indonesia. Untuk mengalihkan pasar, strateginya adalah meyesuaikan konten dari bakrie telecom dengan kebutuhan pelanggan.

Sementara ancaman lain yang muncul dari politik adalah isu-isu  politik yang menimpa keluarga Bakrie & Brothers. Semua kritik dan masukan harus diterima sebagai inputan untuk memperbaiki kualitas Bakrie & Brothers.

sumber :

https://promo-honda.id/sabak-dari-babylonia-timbulkan-spekulasi-penemu-trigonometri/

PERBANDINGAN ABC DENGAN KONVENSIONAL COST

PERBANDINGAN ABC DENGAN KONVENSIONAL COST

Konvensional ABC
Overhead hanya disebabkan oleh cost drivers berdasarkan unit, maka penggolongannya hanya biaya variable dan biaya tetap. Biaya variable jumlah total bervariasi berdasarkan produk. Sistem ABC memandang bahwa biaya overhead variable dapat dilacak dengan tepat pada berbagai produk secara individual.

PEMILIHAN COST DRIVER

Paling tidak ada dua factor utama yang harus diperhatikan dalam pemilihan cost driver ( penyebab biaya) yaitu: a. biaya pengukuran dan b. tingkat korelasi antara cost driver dengan konsumsi overhead sesungguhnya.

Dalam system ABC, sejumlah besar cost driver dapat dipilih dan digunakan. Jika memungkinkan, adalah sangat penting untuk memilih cost driver yang menggunakan informasi yang siap tersedia. Informasi yang tidak tersedia pada system yang ada sebelumnya berarti harus dihasilkan, dan akibatnya akan meningkatkan biaya system informasi perusahaan. Kelompok biaya ( cost pool) yang homogen dapat menawarkan sejumlah kemungkinan cost driver. Untuk keadaan ini, cost driver yang dapat digunakan pada system informasi yang ada sebelumnya hendaknya dipilih. Pemilihan ini akan meminimumkan biaya pengukuran. Misalnya pada contoh PT kertajaya biaya inspeksi dan biaya setup ditempatkan  pada kelompok biaya yang sama, dan dapat memilih menggunakan jam inspeksi atau jumlah produksi berjalan sebagai cost driver. Jika informasi mengenai jam inspeksi dan produksi berjalan yang digunakan untuk kedua jenis produk yang dihasilkan perusahaan sudah tersedia dari system yang ada sebelumnya, maka cost driver mana yang dipilih dari antara keduanya tidak jadi masalah. Namun jika dianggap bahwa jam inspeksi untuk setiap jenis produk tidak dapat dilacak, dan data produksi berjalan untuk kedua jenis produk tersedia, maka produksi berjalan yang digunakan sbg cost driver.

RECENT POSTS

 Biaya berlevel fasilitas

 Biaya berlevel fasilitas

o   Aktivitas berlevel fasilitas ( facility level activities) atau aktivitas penopang fasilitas ( facility-sustaining activities) adalah meliputi aktivitas untuk menopang proses pemanufakturan secara umum yang diperlukan untuk menyediakan fasilitas atau kapasitas pabrik untuk memproduksi produk namun banyak sedikitnya aktivitas ini tidak berhubungan dengan volume atau bauran produk yang diproduksi. Aktivitas ini dimanfaatkan secara bersama oleh berbagai jenis produk yang berbeda. Contoh aktivitas ini mencakup misalnya : manajemen pabrik, pemeliharaan bangunan, keamanan, pertamanan ( landscaping), penerangan pabrik, kebersihan, pajak bumi dan bangunan ( PBB), serta depresiasi pabrik. Aktivitas manajemen pabrik bersifat administrative misalnya aktivitas pengelolaan pabrik, karyawan, dan akuntansi untuk pabrik.

o   Biaya aktivitas berlevel fasilitas ( facility-level activities cost) atau biaya aktivitas penopang fasilitas ( produk sustaining facilities cost adalah meliputi biaya aktivitas untuk menopang proses pemanufakturan secara umum yang diperlukan untuk menyediakan fasilitas atau kapasitas pabrik untuk memproduksi produk namun banyak sedikitnya biaya ini tidak berhubungan dengan volume atau bauran produk yang diproduksi. Biaya ini merupakan biaya bersama bagi berbagai  jenis produk yang berbeda.

o   Contoh biaya aktivitas ini mencakup : biaya manajemen pabrik, biaya pemeliharaan bangunan, biaya keamanan, baiay pertamanan ( landscaping), biaya penerangan pabrik, kebersihan, biaya pajak bumi dan bangunan ( PBB), biaya depresiasi pabrik.

Sumber :

https://multi-part.co.id/tak-sempat-upacara-ikut-saja-upacara-bendera-online-ala-kaskus/

Aktivitas berlevel produk

Aktivitas berlevel produkAktivitas berlevel produk

o   aktivitas berlevel produk ( produk level activities) atau aktivitas penopang produk ( produk sustaining activities ) adalah aktivitas yang dikerjakan untuk mendukung berbagai produk yang diproduksi oleh perusahaan.  Aktivitas ini mengkonsumsi masukan untuk mengembangkan produk atau memungkinkan produk diproduksi dan dijual. Aktivitas ini dapat dilacak pada produk secara individual, namun sumber-sumber yang dikonsumsi oleh aktivitas tersebut tidak dipengaruhi oleh jumlah produk atau batch produk yang diproduksi.

o   Contoh aktivitas yang termasuk dalam kelompok ini adalah aktivitas penelitian dan pengembangan produk, perekayasaan, dan peningkatan produk. Biaya yang timbul karena aktivitas berlevel produk dinamakan biaya aktivitas berlevel produk. Biaya aktivitas berlevel produk ( product level activities cost ) atau biaya aktivitas penopangan produk ( produk sustaining activities cost) adalah biaya atas aktivitas yang dikerjakan untuk mendukung berbagai produk yang diproduksi oleh perusahaan. Biaya ini timbul karena aktivitas tersebut mengkonsumsi masukan untuk mengembangkan produk atau memungkinkan produk diproduksi dan dijual. Biaya ini dapat dilacak pada produk secara individual, namun biaya ini tidak dipengaruhi oleh jumlah produk atau bacth produk yang diproduksi

o   Contoh biaya yang termasuk dalam kelompok ini adalah biaya penelitian dan pengembangan produk, biaya perekayasaan proses, biaya spesifikasi produk, biaya perubahan perekayasaan, dan biaya peningkatan produk.

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/nokia-8-resmi-dirilis-ini-spesifikasinya/

 

 

EKSISTENSI AKUNTANSI ISLAM ( SYARIAH) MENURUT PARA PAKAR

EKSISTENSI AKUNTANSI ISLAM ( SYARIAH) MENURUT PARA PAKAR

Vernon Kam(1990) dalam bukunya Accounting Theory, menyatakan:

            “Menurut sejarahnya, kita mengetahui bahwa sistem pembukuan double entry muncul di Italia pada abad ke-13. Itulah catatan yang paling tua yang kita miliki mengenai sistem akuntansi “double entry” sejak lahir abad ke-13 itu, namun adalah mungkin sistem double entry sudah ada sebelumnya”.

Hal ini didukung oleh :

  1. Muhammad Khir
  2. DR. Ali Shawki Ismail Shaehata
  3. Hendriksen
  4. Kitab Suci Al-Qur’an
  5. Robert Arnold Russel
  6. W. Montgemory Watt
  7. Zakat dan Baitul Maal
  8. Profesi Akuntan Publik Selaku Saksi
  9. Akuntansi Islam: State of the Art

PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI ISLAM

Untuk merumuskan teori, prinsip akuntansi Islam maka langkah yang harus diikuti adalah :

  1. Memahami teori akuntansi Kapitalis
  2. Memahami beberapa pendapat normatif dari para ahli atau lembaga tentang teori akuntansi Islam
  3. Menguasai syariah, konsep, filosofi dan prinsip prinsip kehidupan Islam
  4. Rekontruksi teori akuntansi kapitalis menjadi teori akuntansi Islam dengan cara :

Ø  Memakai konsep atau teori yang tidak bertentangan dengan syariah Islam

Ø  Membuang, menolak dan menghilangkan konsep atau norma yang bertentangan dengan norma Islam

Ø  Menganalisa dan meredifinisikan konsep-konsep yang dikategorikan masih kabur antara teori akuntansi kapitalis atau teori akuntansi Islam

Ø  Merumuskan konsep baru yang di”insert” ke dalam teori Akuntansi Islam jika belum ada

  1. Menguji konsep akuntansi Islam hasil rekonstruksi dengan cara: diskusi, seminar, konferensi, symposium, public Hearing, delphi system menggunakan tenaga-tenaga ahli dibidangnya untuk mengomentari
  2. Menguji Teori Akuntansi Syariah itu melalui Empirical Researc

    RECENT POSTS

Tekanan Islam dalam kewajiban melakukan pencatatan

Tekanan Islam dalam kewajiban melakukan pencatatan

  1. Menjadi bukti dilakukannya transaksi (muamalah) yang menjadi dasar nantinya dalam menyelesaikan persoalan selanjutnya.
  2. Menjaga agar tidak terjadi manipulasi atau penipuan, baik dalam transaksi maupun dari transaksi itu (laba)

Berlaku adil dan jujur:

  1. Surat Al-Hadiid ayat 24
  2. Surat Annisa’ ayat 135
  3. Surat Almaidah ayat 8
  4. Surat Asy Syuraa’ ayat 182-183
  5. Surat Annisa’ ayat 29

Ayat lain yang relevan dengan Akuntansi, membahas:

  1. Menunaikan Amanah
  2. Jangan memakan harta secara bathil dan mencintai secara berlebihan
  3. Konsep Pembelanjaan (Spending)
  4. Kewajiban menegakkan kebenaran dan keadilan
  5. Konsep harta dalam Al qur’an

            Beberapa kewajiban atau praktek dalam kehidupan umat Islam yang memerlukan ilmu akuntansi :

  1. Akuntansi Zakat
  2. Akuntansi Pemerintahan (Baitul Mal)
  3. Akuntansi Warisan
  4. Akuntansi Amal
  5. Akuntansi Efisiensi
  6. Akuntansi Pertanggungjawaban atau Amanah
  7. Akuntansi Kesaksian
  8. Akuntansi Syarikat (Partnership)
    Sumber :

https://rianablog.com/di-sydney-antrean-iphone-8-hanya-30-orang/

Nabi saw bersabda

Nabi saw bersabda

“Serahkanlah bagian-bagian itu kepada yang lebih berhak, kemudian sisanya untuk laki-laki yang lebih utama (dekat kepada mayyit).” (Muttafaqun’alaih: Fatul Bari XII: 11 no: 6732, Muslim III: 1233 no: 1615, Tirmidzi III: 283 no: 2179 dan yang semakna dengannya diriwayatkan Abu Dawud, ‘Aunul Ma’bud VIII: 104 no: 2881, Sunan Ibnu Majah II: 915 no. 2740).

  1. Suami.

Allah swt berfirman:

“Dan bagimu (suami-isteri) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu.” (QS An Nisaa’: 12).

  1. Laki-laki yang memerdekakan budak.

Sabda Nabi saw:

“Hak ketuanan itu milik orang yang telah memerdekakannya.”

  1. Perempuan-perempuan yang Mendapat Warisan

Perempuan-perempuan yang berhak menjadi ahli waris ada tujuh:

1 dan 2. Anak perempuan dan puteri dari anak laki-laki dan seterusnya.

Firman-Nya:

“Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu.” (QS An Nisaa’: 11).

3 dan 4. Ibu dan nenek.

Firman-Nya:

Dan untuk dua orang ibu bapak, bagi masing-masing seperenam.” (QS An Nisaa’: 11).

  1. Saudara perempuan.

Allah swt berfirman:

“Jika seorang meninggal dunia dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkan itu.” (QS An Nisaa’: 176).

  1. Istri.

Allah swt berfirman:

“Para isteri memperoleh seperempat dari harta yang kamu tinggalkan.” (QS An Nisaa’: 12).

  1. Perempuan yang memerdekakan budak.

Sabda Nabi saw:

“Hak ketuanan itu menjadi hak milik orang yang memerdekakannya.” (Muttafaqun’alaih: Fathul Bari I: 550 no: 456, Muslim II: 1141 no: 1504, ’Aunul Ma’bud X: 438 no: 3910, Ibnu Majah II: 842 no: 2521).

  1. Hak Waris Janin dalam Kandungan

Janin dalam kandungan berhak menerima waris dengan memenuhi dua persyaratan:

  1. Janin tersebut diketahui secara pasti keberadaannya dalam kandungan ibunya ketika pewaris wafat.
  2. Bayi dalam keadaan hidup ketika keluar dari perut ibunya, sehingga dapat dipastikan sebagai anak yang berhak mendapat warisan.

Syarat pertama dapat terwujud dengan kelahiran bayi dalam keadaan hidup. Dan keluarnya bayi dari dalam kandungan maksimal dua tahun sejak kematian pewaris, jika bayi yang ada dalam kandungan itu anak pewaris. Hal ini berdasarkan pernyataan Aisyah r.a.:

 

Sumber :

https://mlwcards.com/ceo-uber-gelar-perundingan-konstruktif-dengan-otoritas-transportasi-london/