ITS Tingkatkan Riset dan Prestasi Gandeng Perusahaan Elektronik Asal Jerman

ITS Tingkatkan Riset dan Prestasi Gandeng Perusahaan Elektronik Asal Jerman

Sebagai perguruan tinggi yang unggul di bidang elektronika dan robotika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjalin kerja sama dengan perusahaan Infineon Technologies Asia Pacific Pte Ltd. Bentuk kerja sama dengan perusahaan asal Jerman yang bergerak di bidang penyedia komponen elektronika itu, diresmikan melalui Memorandum of Understanding (MOU) yang diadakan di Gedung Rektorat ITS, pada Rabu (26/6/2019).

Prof Dr Ir Mochamad Ashari M Eng selaku rektor ITS mengatakan, Infineon Technologies Asia Pacific Pte Ltd akan berkoordinasi dengan ITS melalui berbagai kerja sama di bidang elektronika. “Karena perusahaan mereka bergerak di bidang elektronik maka Infineon Technologies Asia Pacific Pte Ltd ingin bekerja sama dengan ITS, khususnya melalui Fakultas Teknologi Elektro (FTE),” ungkapnya.

Ashari juga mengatakan, sebenarnya kerja sama ini telah dirintis sejak setahun yang lalu, namun baru dapat terealisasi melalui MoU hari ini.
Baca Juga:

Perkuat Joint Degree, ITS Rangkul Universitas di Thailand
SKK Migas Gandeng ITS Kerjakan Proyek Migas Terbesar Dalam Sejarah
Inovasi Terbaru Mahasiswa ITS Manfaatkan Bakteri Untuk Hasilkan Listrik
Tiga Tim Mobil Hemat ITS Siap Berlaga di SEM Asia 2019
Bantu Penyandang Disabilitas Tangan, Mahasiswa ITS Rancang DEFBoard

Dalam MoU ini, bentuk kerja sama yang dilakukan Infineon Technologies Asia

Pacific Pte Ltd dengan ITS ialah koordinasi melalui proyek penelitian yang membutuhkan produk elektronik baik dosen maupun mahasiswa yang ada di ITS. Produk elektronik yang dihasilkan oleh perusahaan ini misalnya penggunaan semi conductor untuk electric vehicle, termasuk juga high power electric, micro controller, wirless control system dan sebagainya.

Ashari menuturkan, dengan beragam produk yang ditawarkan melalui kerja

sama ini, hal tersebut akan sangat memudahkan para dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan dan menyelesaikan risetnya. “Pasalnya selama ini misalnya, mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya harus mencari komponen elektronik tersebut di berbagai macam toko elektronik terpisah yang ada di Indonesia, dengan MoU ini akan lebih memudahkan mereka dalam memenuhi komponen tersebut untuk menyelesaikan tugas akhirnya,” ujar Guru Besar Teknik Elektro ITS tersebut.

Tak hanya itu, sebagaimana diketahui. ITS sendiri telah menorehkan banyak

prestasi di bidang elektronik dan robotika di dalam negeri maupun luar negeri. “ITS unggul dalam robotika, Barunastra baru saja mendapatkan kembali medali emas pada kompetisi dunia di Amerika Serikat, dan Tim Robot ITS juga baru saja menjadi juara umum di KRI 2019,” ucap pria berkacamata itu.

 

Baca Juga :

Mahasiswa UNIRA Padukan Permainan Tradisional dengan Konsep Matematika

Mahasiswa UNIRA Padukan Permainan Tradisional dengan Konsep Matematika

Mahasiswa UNIRA Padukan Permainan Tradisional dengan Konsep Matematika
Mahasiswa UNIRA Padukan Permainan Tradisional dengan Konsep Matematika

Sejumlah mahasiswa Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan, mencoba melakukan inovasi dengan menanamkan konsep Ilmu Matematika bagi anak-anak Madura, melalui berbagai permainan tradisional yang hampir punah.

Semisal permainan tradisional bhanteng, daribhisek, lajhengan, lekher, rem-ngerrhem, selodor bhenteng, serta berbagai jenis permainan tradisional lainnya. Apalagi jenis permainan tersebut nyaris hilang akibat cepatnya perkembangan zaman di era disrupsi.

Selama ini, Madura dikenal dengan berbagai keunikan budaya yang tidak habis tertelan zaman. Semisal batik tulis hingga kerapan sapi, hanya saja jenis permainan tradisional mulai jarang terlihat dan mulai bergeser pada jenis permainan di era digital.

Berangkat dari kondisi tersebut, tiga mahasiswa Jurusan Matematika UNIRA

Pamekasan, yakni Dhofir, Durroh Halim dan Sayyidatun Nisa. Mencoba dan berinisiatif menghidupkan kembali jenis permainan tradisional yang dikemas dengan inovasi berbeda.

“Prinsipnya permainan tradisional mampu berpengaruh dalam mengembangkan kecerdasan intrapersonal anak, termasuk kemampuan kerjasama, sportivitas, membangun strategi, ketangkasan hingga karakter,” kata Durroh Halim, Rabu (26/6/2019).

Saat ini permainan tradisional justru mulai ditinggalkan dan tergeser permainan elektronik sejenis gadget dan smartphone. “Harus kita akui, setiap anak mempunyai hak untuk bermain. Tentunya dengan syarat, misalnya tidak berbahaya, sukarela meningkatkan kemampuan eksplorasi anak dan interaksi sosial mereka,” ungkapnya.

Dari itu, pihaknya mencoba menanamkan konsep matematika bagi anak-anak

untuk jenis permainan tradisional yang akrab di era 90-an. “Dalam permainan tradisional, semisal selodor bhenteng justru terdapat konsep matematika tersembunyi. Namun selama ini, anak-anak hanya bermain tanpa mengetahui konsep yang bisa mereka dapat,” jelasnya.

“Padahal dalam permainan tradisional semisal selodor bhenteng, terdapat

pelajaran matematika dan sangat bermanfaat sebagai ilmu dasar untuk penerapan bidang keilmuan lainnya. Sayangnya, peran penting matematika justru tidak didukung dengan fakta yang terjadi di lapangan, sekalipun seringkali kita lakukan dalam berbagai kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Memang ilmu matematika selama ini justru dianggap sebagai pelajaran yang sangat susah dipelajari, sekalipun terdapat berbagai manfaat penting yang notabene bersumber dari konsep dasar matematika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sumber :

https://cs.byu.edu/job-posting/how-low-budget-marriage-invitations

Siswa Luar Kabupaten Serbu PPDB di Jombang

Siswa Luar Kabupaten Serbu PPDB di Jombang

Sejumlah orang tua wali dari Kabupaten Nganjuk mendatangi pendaftaran PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang ada di Jombang, Rabu (26/6/2019).

Hal itu mereka lakukan karena jarak kediaman orang tua wali murid tersebut lebih dekat ke Kabupaten Jombang. Mereka tingga di perbatasan antara dua kabupaten itu. Namun secara geografis masih berada di Kabupaten Nganjuk. Orang tua wali murid yang datang itu salah satunya dari Kecamatan Jatikalen, Nganjuk.

Nyono (45), warga Jatikalen, Nganjuk, mengatakan, jarak rumahnya dengan SMP di Nganjuk sekitar 40 kilometer. Sedangkan jarak dengan sekolah SMP di Jombang hanya 4 kimometer. “Makanya, saya mendaftarkan anak ke SMP Negeri 4 Jombang. Ya pertimbangan jarak yang lebih dekat,” kata Nyono sembari menunjukkan sejumlah persyaratan yang ia bawa.

Hal serupa juga dikatakan oleh Wahyu, warga Ngajuk lainnya. Meski rumahnya

masuk Kabupaten Nganjuk, namun secara jarak lebih dekat ke Jombang. Makanya Wahyu juga mendaftarkan anaknya di PPDB online di Kota Santri.
Baca Juga:

Wakil Ketua DPRD Jember: Mendikbud Penuh Kontroversi
SMPN 3 Tanggul Disegel, Ini Nasib PPDB di Sana
Ini Regulasi PPDB di Kota Surabaya
Jokowi Akui Sistem Zonasi PPDB di Lapangan Perlu Dievaluasi

“Kalau harus sekolah ke Nganjuk, kasihan anak saya. Jaraknya 30 kilometer

lebih. Tapi kalau sekolah di Jombang, jarak yang ditempuh hanya 4 kilometer,” kata Wahyu sembari berharap sang anak bisa diterima sekolah di Jombang.

Menanggapi hal tersebut, panitia PPDB Disdik Jombang Agus Suryo Handoko menjelaskan, pendaftaran siswa dari luar Kabupaten Jombang memang diperbolehkan. Hal itu menyusul sudah adanya kesepakatan antar-pemerintah, yakni Pemkab Jombang dengan Pemkab Nganjuk.

“Kesepakatan ini kami lakukan dengan empat kabupaten. Utamanya sekolah-

sekolah yang ada di perbatasan. Empat kabupaten itu meliputi Nganjuk, Kediri, Mojoketo dan Lamongan,” kata Agus merinci.

“Jadi mereka yang rumahnya di empat kabupaten dan berbatasan dengan Jombang bisa mendaftar ke sini (Jombang). Semisal Kertosono, Patianrowo, Jatikalen (Nganjuk). Ngimbang Lamongan, Trowulan Mojokerto, serta Purwoasri Kediri,” pungkas Agus

 

Sumber :

https://cs.byu.edu/job-posting/how-low-budget-marriage-invitations

Bloodjek dan SUSI Lumajang Masuk Nominasi Pelayanan Publik Tingkat Dunia

Bloodjek dan SUSI Lumajang Masuk Nominasi Pelayanan Publik Tingkat Dunia

Bloodjek dan SUSI Lumajang Masuk Nominasi Pelayanan Publik Tingkat Dunia
Bloodjek dan SUSI Lumajang Masuk Nominasi Pelayanan Publik Tingkat Dunia

Inovasi pelayanan publik di bidang kesehatan Lumajang menjadi nominasi di

tingkat dunia, yakni UNSPA (United Nation Services Public Award) Tahun 2019 di Azerbaijan. Ada 2 inovasi, terdiri dari Bloodjek dan Susi dalam menenakan angka kematian.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan, dua program inovasi pelayanan publik sudah terbukti di tingkat Nasional. Bloodjek mampu menjadi jasa antar darah ke rumah sakit yang membutuhkan.

“Adanya bloodjek darah dengan cepat diantar bisa digunakan diperkotaan padat

dan daerah kabupaten kota dengan kondisi alam yang berat,” jelasnya.

Masih kata Thoriq, inovasi Bloodjek terletak pada tempat membawa darah di atas motor. Sehingga, sterilisasi darah tetap bagus yang awalnya diantar dengan mobil.

“Bloodjek menjadi salah satu layanan jasa antar yang peka zaman,” terangnya.

Kemudian Program SUSI (Suami SIaga) ini adalah pelayanan bagaimana dinas

kesehatan melalui puskesmas mengajak para suami bisa menjadi pendamping istrinya yang hamil. Ternyata, suami tidak lagi acuh tak acuh terhadap istrinya hamil disaat sibuk bekerja.

“Ternyata, kehadiran suami bagi ibu hamil saat persalinan meningkat harap hidup luar biasa,” paparnya.

 

Sumber :

https://compass.centralmethodist.edu/ICS/Academics/OTA/OTA107__CM16/SPRG_2017_UNDG-OTA107__CM16_-A/Blog_3.jnz?portlet=Blog_3&screen=View+Post&screenType=next&&Id=889b0356-668f-4260-adb3-adcf5059fd9a

Tingkatkan Kreativitas Anak Usia Dini, PG PAUD Unusa adakan Festival Seni Anak 2019

Tingkatkan Kreativitas Anak Usia Dini, PG PAUD Unusa adakan Festival Seni Anak 2019

Tingkatkan Kreativitas Anak Usia Dini, PG PAUD Unusa adakan Festival Seni Anak 2019
Tingkatkan Kreativitas Anak Usia Dini, PG PAUD Unusa adakan Festival Seni Anak 2019

Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menggelar agenda rutin tahunan Festival Seni Anak se-Surabaya 2019. Kegiatan yang diisi lomba mewarnai ibu dan anak, serta lomba gerak dan lagu anak yang digelar di Mall Ciputra World, Selasa (25/6/2019).

Festival Seni Anak se-Surabaya ini dilaksanakan Himpunan Mahasiswa (Hima) Prodi S1 PAUD Unusa bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Penyelanggara (GOP) Taman Kanak-Kanak Indonesia (TKI) Surabaya.

Tema yang diusung adalah ‘Menumbuhkan Kreativitas Anak melalui Seni’. Kegiatan seni tahun ini merupakan gelaran keempat dan diikuti sekitar 1.379 peserta ibu dan anak.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. mengungkapkan, Festival Seni Anak se-Surabaya merupakan implementasi kegiatan dari serangkai tiga mata kuliah Prodi S1 PG PAUD yakni, seni tari, seni musik, dan seni rupa,” katanya.
Baca Juga:

Maria Usia 70 Tahun Jadi Wisudawan Tertua UNUSA
UNUSA Resmikan OPOP, Cita-cita Gubernur Jatim untuk Pesantren
Dorong Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa, Unusa Bikin Enplus Festival
Unusa Peringkat Pertama PTNU di Indonesia
OPOP Jatim, Unusa Diminta Libatkan SMK Berbasis Ponpes

Pencapaian pembelajaraan mata kuliah seni tari yakni mahasiwa mampu

menciptakan tarian untuk anak usia dini. Mata kuliah seni musik, mahasiswa mampu menciptakan lagu/nyanyian anak usia dini. Sedangkan mata kuliah seni rupa, mahasiswa mampu menghasilkan karya seni rupa untu anak usia dini yang terkait dengan menggambar, mewarna, melukis, meronce.

“Bentuk evaluasi ketiga mata kuliah ini selain tes tulis, juga tes pratikum yang diformat dengan desain sebuah pergelaran atau pementasan, yang menampilkan karya mahasiswa PAUD. Tujuannya membangkitkan dan menumbuhkan kreativitas mahasiswa terkait dengan pembelajaran anak usia dini, sesuai dengan ketiga mata kuliah tersebut,” ungkapnya.

Jazidie mengatakan setiap tahun konsep festival seni anak se-Surabaya ini di

desain berbeda. Tahun sebelumnya festival seni menyuguhkan penampilan para mahasiswa. Sedangkan tahun ini, festival seni menampilkan karya seni para mahasiswa dengan mengundang ibu dan anak serta suguhan gerak lagu yang dibawakan anak-anak.

Peserta lomba mewarnai dari ibu dan anak diikuti sebanyak 1260 ibu dan anak. Sedangkan peserta lomba gerak dan lagu diikuti 25 kelompok dengan total peserta 119 anak. Sehingga total sekitar 1379 peserta ibu dan anak.

“Gerak dan lagu yang dilombakan adalah hasil karya mahasiswa yang dibawakan anak-anak. Jadi penilaian lomba ada dua yakni hasil kreativitas mahasiswa dan bagaimana mahasiswa mengajarkan dan melatih seni tari karyanya kepada anak-anak usia dini bisa tampil bagus,” kata Jazidie.

Saat ini mahasiswa prodi S1 PG PAUD Unusa sudah memasuki angkatan kelima,

sejak tahun akademik 2014/2015 dengan total jumlah 600 mahasiswa. Para mahasiswa didominasi bunda-bunda yang mengajar di PAUD. “Sebagain besar bunda PAUD masih berijazah SMA dan belum memiliki penyetaraan ijazah. Mereka harus kuliah S1, karena persyaratan menjadi guru minimal harus S1,” katanya.

Sumber :

https://compass.centralmethodist.edu/ICS/Academics/OTA/OTA107__CM16/SPRG_2017_UNDG-OTA107__CM16_-A/Blog_3.jnz?portlet=Blog_3&screen=View+Post&screenType=next&&Id=889b0356-668f-4260-adb3-adcf5059fd9a

 

Gangguan Pada Alat Kelamin Pria

Gangguan Pada Alat Kelamin Pria

Gangguan Pada Alat Kelamin Pria
Gangguan Pada Alat Kelamin Pria

Tidak sedikit masalah reproduksi atau gangguan pada alat kelamin yang dihadapi pria. Tapi kebanyakan masalah reproduksi tersebut sebenarnya dapat dicegah sebelum berkembang lebih parah.

Banyak masalah yang bisa terjadi pada alat reproduksi pria (penis, testis, dan prostat) misalnya gatal, infeksi, nyeri, benjolan, luka, ruam, rasa terbakar, melorot (hernia), bengkak, penyumbatan bahkan kanker. Jika tidak diperhatikan, masalah-masalah kecil pada alat reproduksi bisa menyebabkan penyakit, kemandulan bahkan kematian.

Berikut beberapa masalah reproduksi pria yang sebenarnya bisa dicegah, seperti dilansir Menshealth, Kamis (12/5/2011):

1. Sakit saat buang air kecil atau ejakulasi
Sindrom nyeri pelvis kronis, biasanya akibat kelenjar prostat meradang. Ini merupakan kumpulan gejala yang berasal dari cedera, sering infeksi dan masalah yang berasal dari bagaimana tubuh merespon infeksi tersebut.

Sindrom ini biasanya dapat disebabkan karena sering mandi air panas, minum alkohol, makan makanan pedas, kafein dan menggunakan bantal berbentuk donat saat duduk untuk jangka waktu lama. Sindrom ini bisa dicegah dengan menghindari penyebabnya.

2. Ruam merah di selangkangan
Ruam merah di selangkangan biasanya disebabkan oleh jamur yang tumbuh subur karena lingkungan yang lembab. Hal ini juga bisa menular melalui hubungan seksual tanpa kondom.

Untuk mencegahnya, segera ganti celana dalam yang sudah basah karena keringat dan mandi setelah berolahraga, keringkan daerah selangkangan secara menyeluruh sebelum mengganti celana dalam.

3. Penyakit Menular Seksual (PMS)
HPV genital, klamidia, herpes kelamin, gonore, sifilis, dan moluskum merupakan beberapa jenis penyakit menular seksual yang penularannya sebenarnya dapat dicegah dengan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual.

4. Nyeri testis atau buah zakar
Nyeri di testis tidak hanya karena ditendang, tetapi juga bisa disebabkan karena torsi testis (keadaan yang mana saluran spermatika terpuntir sehingga terjadi gangguan dalam mendapatkan aliran darah ke testis).

“Bila tidak diobati dalam waktu 4 jam, keadaan ini bisa menyebabkan pria kehilangan testis,” jelas Larry Lipshultz, MD, profesor urologi di Baylor College of Medicine.

Hal ini bisa terjadi saat pria menggunakan celana yang ketat. Maka untuk mencegahnya, sebaiknya kenakan pakaian keselamatan yang tepat dan dapat membantu mencegah sakit pada testis. Pakaian pendukung biasanya terbuat dari bahan nilon atau mesh yang memungkinkan keringat menguap dan mencegah gerakan berlebihan yang dapat menyebabkan nyeri.

Baca Juga :

 

 

5 Cara Atasi Jerawat Bandel Secara Alami

5 Cara Atasi Jerawat Bandel Secara Alami

5 Cara Atasi Jerawat Bandel Secara Alami
5 Cara Atasi Jerawat Bandel Secara Alami

kepercayaan diri. Sebagai solusinya Anda mungkin sering mencari produk anti-acne (anti jerawat). Tetapi tidak jarang, produk perawatan yang ditawarkan di pasaran tak mampu menghentikan timbulnya jerawat.

Dibanding mengobati, lebih baik mencegah timbulnya jerawat tersebut dengan cara alami. Kuncinya ada di gaya hidup kita. Simak tipsnya dalam enam langkah yang dikutip dari Carefair.com berikut ini.

1. Perbanyak makan bawang putih
Bawang putih dapat menghancurkan bakteri merugikan di pori-pori kulit. Selain itu bawang putih juga berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, temasuk kulit. Sehingga timbulnya jerawat pun dapat dicegah.

2. Sinari kulit dengan matahari
Kulit memerlukan sinar matahari supaya terjaga kesehatannya sehingga sel-selnya dapat aktif secara sempurna. Biarkan kulit terkena sinar matahari pagi paling tidak 15 menit setiap harinya.

3. Olahraga dan tidur cukup
Stres yang Anda alami setiap hari juga akan memicu ketidakseimbangan hormon dan berakhir pada timbulnya jerawat. Olahraga dan tidur yang cukup akan membantu tubuh menstabilkan kembali hormon-hormon Anda.

4. Cuci muka dengan air hangat
Jerawat dapat timbul karena kotoran yang mengendap di pori-pori. Air hangat akan membuat pori-pori terbuka untuk sementara, sehingga sabun khusus wajah Anda bisa membersihkan kulit secara maksimal. Setelah bersih, basuh kembali wajah Anda dengan air biasa, agar pori-pori kembali menutup.

5. Bersihkan tubuh dari racun
Makanan yang kurang bersih dan polusi yang kita alami setiap hari dapat menjadi racun dan merangsang timbulnya jerawat di kulit. Cara membuang racun (detoksifikasi) yang alami adalah dengan meminum air putih yang cukup setiap hari. Racun-racun yang mengendap di dalam tubuh akan keluar bersama kotoran dan keringat, sehingga jerawat pun tak timbul.

Sumber : https://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/contoh-makalah-pengantar-bisnis/

Salep

Salep

Screenshot_1
Salep

Salep adalah sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir (FI ed IV). Bahan obatnya larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok (FI ed III). Salep tidak boleh berbau tengik. Kecuali dinyatakan lain kadar bahan obat dalam salep yang mengandung obat keras atau narkotik adalah 10 % ( Anief, 2005).

Fungsi salep adalah :
a. Sebagai bahan pembawa substansi obat untuk pengobatan kulit
b. Sebagai bahan pelumas pada kulit
c. Sebagai pelindung untuk kulit yaitu mencegah kontak permukaan kulit dengan larutan berair dan rangsang kulit ( Anief, 2005).

Kualitas dasar salep meliputi:

a. Stabil, selama masih dipakai mengobati. Maka salep harus bebas dari inkompatibilitas, stabil pada suhu kamar dan kelembaban yang ada dalam kamar.
b. Lunak, yaitu semua zat dalam keadaan halus dan seluruh produk menjadi lunak dan homogen. Sebab salep digunakan untuk kulit yang teriritasi,inflamasi dan ekskloriasi.
c. Mudah dipakai, umumnya salep tipe emulsi adalah yang paling mudah dipakai dan dihilangkan dari kulit.
d. Dasar salep yang cocok yaitu dasar salep harus kompatibel secara fisika dan kimia dengan obat yang dikandungnya. Dasar salep tidak boleh merusak atau menghambat aksi terapi dari obat yang mampu melepas obatnya pada daerah yang diobati.
e. Terdistribusi merata, obat harus terdistribusi merata melalui dasar salep padat atau cair pada pengobatan (Anief, 2005).

Persyaratan salep menurut FI ed III
1. Pemerian
Tidak boleh berbau tengik
2. Kadar
Kecuali dinyatakan lain dan untuk salep yang mengandung obat keras atau narkotik, kadar bahan obat adalah 10 %.
3. Dasar salep
4. Homogenitas

Jika salep dioleskan pada sekeping kaca atau bahan transparan lain yang cocok, harus menunjukkan susunan yang homogen.
5. Penandaan
Pada etiket harus tertera “obat luar” (Syamsuni, 2005).

Salep dapat digolongkan berdasarkan konsistensi, sifat farmakologi, bahan dasarnya dan formularium nasional antara lain:

1. Menurut konsistensi salep
a. Unguenta
Salep yang memiliki konsistensi seperti mentega, tidak mencair pada suhu biasa, tetapi mudah dioleskan
b. Krim ( cream )
Salep yang banyak mengandung air, mudah diserap kulit, suatu tipe yang dapat dicuci dengan air
c. Pasta
Salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat ( serbuk) berupa suatu salep tebal karena merupakan penutup/pelindung bagian kulit yang diolesi.
d. Cerata
Salep berlemak yang mengandung persentase lilin ( wax) yang tinggi sehingga konsistensinya lebih keras ( ceratum labiale )
e. Gelones / spumae/ jelly
Salep yang lebih halus, umumnya cair , dan sedikit mengandung atau tidak mengandung mukosa ; sebagai pelicin atau basis, biasanya berupa campuran sederhana yang terdiri dari minyak dan lemak dengan titik lebur rendah. Contoh : starch jelly ( amilum 10% dengan air mendidih).

2. Menurut sifat farmakologi / terapetik dan penetrasinya
a. Salep epidermik ( epidermic ointment , salep penutup )
Salep ini berguna untuk melindungi kulit, menghasilkan efek lokal dan untuk meredakan rangsangan / anestesi lokal ; tidak diabsorbsi ; kadang-kadang ditambahkan antiseptik atau astringent. Dasar salep yang baik untuk jenis salep ini adalah senyawa hidrokarbon.
b. Salep endodermik
Salep yang bahan obatnya menembus ke dalam tubuh melalui kulit, tetapi tidak melalui kulit ; terabsorbsi sebagian dan digunakan untuk melunakkan kulit atau selaput lendir. Dasar salep yang terbaik adalah minyak lemak.
c. Salep diadermik
Salep yang bahan obatnya menembus ke dalam tubuh melalui kulit untuk mencapai efek yang diinginkan. Misalnya, salep yang mengandung senyawa merkuri iodida atau belladona.

3. Menurut dasar salepnya
a. Dasar salep hidrofobik
Salep yang tidak suka air atau salep yang dasar salepnya berlemak ( greassy bases ) : tidak dapat dicuci dengan air. Misalnya, campuran lemak-lemak , minyak lemak, malam.
b. Dasar salep hidrofilik
Salep yang suka air atau kuat menarik air, biasanya mempunyai dasar salep tipe o/w.
4. Menurut formularium nasional
a. Dasar salep 1 ( dasar salep senyawa h drokarbon)
b. Dasar salep 2 ( dasar salep serap )
c. Dasar salep 3 ( dasar salep yang dapat dicuci dengan air atau dasar salep emulsi o/w)
d. Dasar salep 4 ( dasar salep yang larut dalam air )

Sumber : https://bestoftheyear.in/5-bollywood-celebrities-who-have-studied-abroad/

Aktivitas Pendukung Pengembangan Akuntansi

Aktivitas Pendukung Pengembangan Akuntansi

Aktivitas Pendukung Pengembangan Akuntansi
Aktivitas Pendukung Pengembangan Akuntansi

    Pengembangan akuntansi internasional dibantu secara ekstensif oleh sejumlah badan pemerintah, asosiasi akuntansi professional, dan institusi. Aktivitas pendukung di luar pergerakan standar internasional secara umum diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Organisasi-organisasi regional

            Organisasi regional telah terbentuk mulai dari pantai pasifik hingga Afrika Barat. Organisasi-organisasi ini berlaku sebagai penyangga antara kepentingan-kepentingan nasional yang kaku dengan kepentingankepentingan internasional yang luas. Organisasi regional ini merupakan kelompok-kelompok akuntan professional yang bervariasi dalam jumlah dan efektifitasnya.

  1. Institusi-institusi

            Institusi-institusi yang mendukung akuntansi internasional meliputi parlemenparlemen dan universitas-universitas di seluruh dunia, serta eksekutifeksekutif keuangan dan analis-analis keuangan. Dukungan yang datang dari institusi pendukung tersebut justru lebih kuat dari organisasi-organisasi regional

Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Akuntansi saat ini menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar, baik domestik maupun internasional. Akuntansi telah meluas kedalam area konsultasi manajemen dan melibatkanlebih besar porsi teknologi informasi dalam sistem dan prosedurnya. Dengan demikian akuntansi jelas tanggap terhadap stimulus lingkungan.

            Menurut Choi dan Muller (1998; 1) Bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong     bidang                         akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus             tumbuh, yaitu (1) faktor             lingkungan, (2) Internasionalisasi dari disiplin akuntansi,     dan (3) Internasionalisasi dari profesi             akuntansi. Ketiga faktor tersebut dalam        perjalanan/perkembangan akuntansi sangat berperan        dan menentukan arah dari            teori akuntansi yang selama bertahuntahun dan dekade banyak para         ahli             mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mengembangkan teori akuntansi dan             ternyata             mengalami kegagalan dan haltersebut menyebabkan terjadinya evolusi    dari ”theorizing” ke             “Conceptualizing”.

Baca Juga :

Disiplin Independen

Disiplin Independen

Disiplin Independen
Disiplin Independen

 Menganggap akuntansi sebagai fungsi jasa dari bisnis memberikan ruang yang cukup untuk menyimpulkan bahwa akuntansi dapat membangun kerangka yang berguna bagi dirinya yang disaring dari proses bisnis yang dilayaninya. Jika hal ini mungkin dilakukan, maka dukungan konseptual dari suatu disiplin seperti ekonomi tidak dibutuhkan. Akuntansi dengan kata lain , bergantung pada dirinya menjadi suatu disiplin yang independen.

Keseragaman Akuntansi

Ada tiga pendekatan praktis atas pola pengembangan keseragaman akuntansi :

  1. Pendekatan bisnis

            Dalam pendekatan ini, keseragaman akuntansi ditujukan secara khusus kepada pemakai-pemakai tertentu data akuntansi. Pendekatan ini mempertimbangkan secara penuh karakteristik-karakteristik bisnis dan lingkungan bisnis tempat dimana data dikumpulkan, diproses dan dikomunikasikan. Pendekatan ini merupakan suatu pendekatan pragmatis yang sangat bergantung pada konvensi dan paling sering dipakai dalam perancangan bagan-bagan akun terpisah yang seragam, yaitu bagi suatu cabang industri atau perdagangan.

  1. Pendekatan ekonomi

            Pendekatan ekonomi bagi keseragaman akuntansi pada dasarnya adalah pendekatan makro. Pendekatan ini mengakaitkan akuntansi dengan kebijakan publik. Badan-badan hukum dan peraturan publik digunakan untuk menjalankan sistem yang telah terbentuk dalam pola pengembangan seperti itu. Pertimbanganpertimabangan akuntansi teknis berada pada tingkatan kedua, dan pertimbanganpertimbangan kebijakan nasional berada pada tingkatan paling atas.

  1. Pendekatan teknis

            Pendekatan akuntansi teknis atas pengembangan keseragaman merupakan pekerjaan para akademisi. Pendekatan ini bersifat analitis, dimana pendekatan ini berusaha memperoleh keseragaman dari prinsip-prinsip dasar pembukuan double entry. Pendekatan ini juga merupakan pendekatan umum karena perhatian langsung diberikan kepada karakteristik-karakteristik bisnis tertentu daritransaksi-transaksi akuntansi atau proses akuntansi. Terakhir, orientasi yang luas dari pendekatan ini pada hakekatnya bersifat teoritis.

Wolk & Tearney, (1992; 578) menggagas, bahwa secara teoritis ada tiga model yang disodorkan untuk menyeragamkan pemahaman mengenai akuntansi internasional, yaitu :

  1. Absolute uniformity
  2. Circumstantial uniformity
  3. Purposive uniformity

            Absolute uniformity, berarti satu set standar akuntansi yang baik dalam satu format pelaporan keuangan akan berlaku di seluruh komunitas ekonomiinternasional tanpa membeda-bedakan keadaan ekonomi dan kebutuhan pemakai. Circumstantial uniformity, berdasarkan basis transnasional yang mengijinkan perbedaan metode akuntansi yang digunakan dimana keberadaan akuntansi ditunjukan. Sedangkan Purposive uniformity, akan mempertimbangkan kedua keadaan perbedaan yang mendasarinya seperti halnya kebutuhan pemakai yang berbeda dan manfaatnya.

  1. Pengembangan yang didasarkan pada Kerangka-Kerangka Konseptual

            Sejak berdiri tahun 1973, FASB telah memulai upaya utamanya untuk membentuk kerangka konseptual bagi akuntansi keuangan. Kerangka konseptual dan dikembangkan tersebut menggunakan dasar pikiran akuntansi sebagai suatu disiplin independen. Faktor-faktor internal atau intrinsic dari akuntansi disusun secara hirarkis dan berhubungan secara horizontal dalam usaha untuk mengembangkan struktur internal yang komprehensif dan konsisten bagi semua aspek disiplin akuntansi keuangan. William C. Norby membuat model keseluruhan kerangka konseptual tersebut menjadi sebuah pyramid yang saling berhubungan.

  1. Kebutuhan Akuntansi dari negara berkembang

            Perhatian akuntansi di negara berkembang meliputi; (1) tipe sistem akuntansi yang sedang dibutuhkan dan (2) pendidikan dan sarana lalin apa yang harus dipakai Negara sedang berkembang untuk memperbanyak akuntan terlatih. Dalam kategori pertama, sistem akuntansi Negara berkembang seharusnya dibuat dan dijalankan sesuai dengan yang mereka butuhkan dan dianggap tepat. Atau dengan mengkaitkan faktor lingkungan dengan karakteristik akuntansi dan dianjurkan bahwa seharusnya sistem akuntansi terkait dengan lingkungan lokal. Cara yang lain adalah dengan transfer teknologi akuntansi negara maju yang dilakukan secara selektif. Choi et. al (1998 ; 49) menjelaskan aktivitas-aktivitas akuntansi di Negara berkembang secara sederhana menjadi 9 sistem yaitu meliputi Anglophone, ASEAN, Negara-negara Asia Pasifik, Cina, Erofa timur, Francophone, Mediterania, Timur tengah, dan Amerika Selatan.

  1. Fungsi Akuntansi dalam ekonomi terpusat

            Perbedaan yang mendasar antara ekonomi pasar dan ekonomi terpusat adalah bahwa dalam ekonomi terpusat, semua aktivitas ekonomi yang substantive dikelola oleh pemerintah. Misalnya dalam kontrak kerjasama patungan antara sebuah perusahaan Rusia dan sebuah perusahaan barat, otoritas Rusia akanmenentukan nilai tukar yang akan digunakan anatara ruble dan mata uang barat yang terlibat, tak peduli nilai tukar tidak resmi atau nilai tukar gelap. Dengan kata lain, dalam ekonomi yang dikelola total oleh pemerintah , semua harga (dan biaya) ditentukan secara arbriter agar sesuai dengan berbagai kebijakan pemerintah karena pasar terbuka dan harga pasar tidak ada. Sebagai konsekuensinya, semua pengukuran akuntansi juga tergantung pada jumlah moneter yang ditentukan secara semu ini.

            Choi et. al (1998 ; 52) menggambarkan perbedaan fungsi akuntansi dari ekonom pasar dan ekonomi pusat dilihat dari struktur organisasi, pembukuan, pengendalian dan audit, dan referensi-referensi untuk follow up.

Sumber : https://cs.byu.edu/job-posting/understanding-juridical-basis-education