Max Weber (1864-1920)

Max Weber (1864-1920)

Dalam “Economy and Society”, Weber menetapkan garis pemisah antara economi dan sosiologi ekonomi dengan mengajukan tiga unsur, yaitu:

  1. Tindakan ekonomi adalah suatu bentuk tindakan sosial

Tindakan ekonomi tidak bisa dipisahkan dari status, kemampuan sosial dan kekuasaan[21].

  1. Tindakan ekonomi disituasikan secara sosial

Perdagangan, uang, dan pasar lebih diilhami oleh motif daripada keuntungan

  1. Institusi ekonomi dikontruksikan secara sosial

–          pertumbuhan ekonomi dihasilkan oleh efisiensi lembaga ekonomi

–          jaringan memainkan peran penting dalam institusi ekonomi terutama di era modern

  1. Ruang Lingkup dan Karakteristik Sosiologi Ekonomi

            Ruang lingkup sosiolosi berbicara tentang objek kajian sosiologi, yaitu masyarakat dan prilaku sosial masyarakat dengan meneliti kelompok-kelompoknya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, etnis dan suku bangsa, komunitas pemerintahan, dam berbagai organisasi sosial, politik,budaya,bisnis, dan organisasi lainnya. Sosiologi juga mempelajari perilaku dan interaksi kelompok terhadap para anggotanya. dengan demikian, sebagai objek kajan sosiologi adalah masyarakat manusia yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses-proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.

            Secara tematis, ruang lingkup sosiologi dapat dibedakan menjadi beberapa subdisiplin sosiologi, seperti sosiologi pedesaan, sosiologi industri, sosiologi perkotaan, sosiologi medis, sosiologi wanita, sosiologi militer, sosiologi keluarga, sosiologi pendidikan, dan sosiologi seni[22].

            Menurut Damsar (2002), fokus disiplin sosiologi ekonomi merupakan irisan fokus disiplin sosiologi dan fokus disiplin ekonomi. Sosiologi ekonomi dalam mengapliakasikan tradisi pendekatan sosiologi terhadap fenomena ekonomi. Sementara itu, menurut Kesler (2007), dalam sosiologi ekonomi, segala aktivitas ekonomi pada dasarnya terdapat dalam struktur sosial yang lebih luas yang tidak dapat direduksi dalam motif atauu prefensi agen juga struktur imperatif, seperti kapitalisme[23].

RECENT POSTS

 Emile Durkheim 

 Emile Durkheim

      Emile Durkheim adalah seorang ilmuan perancis. Dia dikenal sebagai ilmuan yang juga menganut paham positivisme karena pada dasarnya menggunakan ilmu pengetahuan untuk menjelaskan kehidupan sosial. Durkheim berpandangan bahwa sesuatu yang terjadi di alam semesta disebabkan oleh sesuatu yang berada di alam semesta juga. Emile Durkheim melakukan pengamatam terhadap fenomena sosial dan berusaha membangun hukum-hukum sosial melaluai analogi alam.

      Dalam studinya tentang “Division of Labor in Society”,  ia memberikan pendapat tersendiri kepada perkembangan pemikiran sosiologi ekonomi. jika para ekonomi memandang pembagian kerja sebagai suatu cara untuk menciptakan kesejahteraan, dan lebih jauh lagi, efesiensi. baginya, pembagian kerja mempunyai fungsi yang lebh luas. Pembagian kerja merupakan sarana utama bagi penciptaan kohesi dan solidaritas dalam masyarakat modern. Dalam masyarakat modern, hak dan kewajiban berkembang di sekitar saling ketergantungan yang dihasilkan oleh pembagian kerja. Saling ketergantungan direfleksikan pada moralitas dan mentalitas kemanusiaan serta dalam kenyataan solidatitas organis itu sendiri. Masyarakat yang berlandasan solidaritas organis menjunjung tinggi nilai-nilai kesamaan, kebebasan, dan hukum kontrak, dalam masyarakat seperti ini, menjadi lebih penting

  1. Karl Marx

                  Karl Mark mengemukakan teorinya tentang sosiologi ekonomi melalui beberapa buku yang ditulisnya, diantaranya :

–          Contribution to The critique of Politcal Economy

            Marx menjelaskan bahwa ekonomi merupakan pondasi dari masyarakat, dan di atas pondasi ini dibangun superstruktur politik, sering juga disebut dengan infrastruktur, merupakan keseluruhan dari kekuatan-kekuatan produksi dan sosial.

–          Capital

             Marx menegaskan bahwa komoditas diciptakan melalui tenaga kerja, kemudian komoditas tersebut ditukar demi memperoleh uang, selanjutnya uang diubah menjadi modal, dan modal menciptakan penindasan dan pertentangan kelas[19].

–          The Economic and Philosophical Manuscripts

            Mark  menjelaskan bagaimana nasib hubungan sosial ketika segala sesuatu menjadi omoditas yang dapat dijual dan dibeli[20] .

–          The power of money in Bourgeois Society and Estranged Labor

–  ­Distory dan proses etia tenaga erja dijadikan omoditas

–  Munculnya keterasingan  yang dialami oleh para pekerja dalam masyarakat yang didominasi oleh hak pilih pribadi

–  Keterasingan merupakan suatu kondisi dimana manusia didominasi oleh kekuatan yang diciptakan sendiri, yang menghadirkan sesuatu yang asing baginya.

Sumber :

https://infotoyotabandung.co.id/wapres-buka-harteknas-22-di-makassar/

Tokoh Inti Sosiologi Dalam Sosiologi Ekonomi

Tokoh Inti Sosiologi Dalam Sosiologi Ekonomi

  1. Aguste Comte ( 1798-1857)

      Aguste comte pada saat aitu adalah berlatar belakang seorang fisikawan menyatakan sosiologi sebagai disiplin ilmu yang baru, yang disebutnya sebagai ”fisika sosial”. Anggapan dasar yang menyertainya adalah bahwa suatu ilmu dapat dikatakan mempunyai nilai ilmiah jika memakai p rinsip-prinsip keilmuan seperti yang dipakai ilmu alam. Comte merupakan seorang ahli yang menganut pandangan filsafat positivisme. Aguste comte menulis buku berjudul course of positive philosophy yang diterbitkan pada tahun 1830-1842, yang mencerminkan suatu komitmen yang kuat terhadap metode ilmiah. Buku tersebut merupakan ensiklopedia mengenai evolusi filosofis dari semua ilmu dan merupakan pernyataan yang sistematis tentang filsafat positif, yang semua ini terwujud dalam tahap akhir perkembangan.

      Aguste comte dikenal sebagai salah seorang the founding fathers of sosiology. Dalam melakukan studinya tentang fenomena sosial, dia tidak menggunakan pendekatan seperti yang dilakukan ekonomi klasik, yaitu melihat prilaku manusia sebagai individu, tetapi pendekatan yang berorientasi pada masyarakat sebagai keeluruhan. Bagi comte, sosiologi merupakan study tentang masyarakat sebagai keeluruhan dan tidak dpat direduksi ke dalam individu

Sumber :

https://imii.co.id/sega-hidupkan-kembali-sonic/

Konsep Koperasi Sosialis

Konsep Koperasi Sosialis

Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan di kendalikan oleh pemerintah, dan dibentuk dengan tujuan merasinalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.Sebagai alat pelaksana dari perencanaan yang di tetapkan secara sentral, maka koperasi merupakan bagian dari suatu tata administrasi yang mneyeluruh,fungsinya sebagai badan yang turut menentukan kebijakan public, serta merupakan badan pengawasan dan pendidikan.

  1. Konsep Koperasi Negara Berkembang

Adanya campur tangan pemerintah Indonesia dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya mirip dengan konsep sosialis. Perbedaannya adalah tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasinalkan factor produksi dari kepemilikan pribadi ke kepemilikan kolektif,sedangkan koperasi di Negara berkembang seperti Indonesia,tujuannya adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.

3.1  Landasan Koperasi Indonesia

Landasan koperasi Indonesia (Sri Budhi Utami: 2009) adalah negara hukum, di mana Dasar Negara Pancasila, UUD 1945, dan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai sumber hukum tertinggi yang ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai penjelmaan azas demokrasi. Dalam seluruh sistem hukum di Indonesia, koperasi telah mendapatkan tempat yang pasti. Karena itu landasan hukum koperasi sangat kuat. Landasan-landasan Koperasi Indonesia dapat terbagi atas:

  1. Landasan Idiil:

Landasan idiil koperasi Indonesia adalah Pancasila. Kelima sila dari Pancasila, yaitu: Ketuhanan Yang Maha Esa, Perikemanusiaan ,Kebangsaan, Kedaulatan Rakyat, dan Keadilan Sosial harus dijadikan dasar serta dilaksanakan dalam kehidupan koperasi, karena sila-sila tersebut memang menjadi sifat dan tujuan koperasi dan selamanya merupakan aspirasi anggota koperasi.

  1. Landasan Strukturil dan Landasan Gerak:

Landasan strukturil koperasi Indonesia adalah UUD 1945 dan landasan geraknya adalah pasal 33 ayat (1) UUD 1945 beserta penjelasannya. Pasal 33 ayat (1) berbunyi: ” Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan”. Dan penjelasannya berbunyi: “Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang seorang. Sebab itu, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. Bangun yang sesuai dengan itu ialah Koper

RECENT POSTS

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

MPR sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi seperti telah disebutkan dalam pasal 1 ayat 2 UUD 1945 pada halaman terdahulu, bahwa (kekuasaan negara tertinggi) ada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Dengan demikian, MPR adalah lembaga negara tertinggi sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia. Sebagai pemegang kekuasaan negara yang tertinggi, MPR mempunyai:

Tugas pokok MPR, yaitu:

  1. Menetapkan UUD
  2. Menetapkan GBHN
  3. Memilih dan mengangkat presiden dan wakil presiden

Wewenang MPR, yaitu:

  1. Membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara lain, seperti penetapan GBHN yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden
  2. Meminta pertanggungjawaban presiden/mandataris mengenai pelaksanaan GBHN
  3. Melaksanakan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden dan Wakil Presiden
  4. Mencabut mandat dan memberhentikan presiden dalam masa jabatannya apabila presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar haluan negara dan UUD 1945
  5. Mengubah undang-undang.Sumber :https://weshop.co.id/apa-itu-teknologi-penapisan/

 Karakteristik Wirausaha

 Karakteristik Wirausaha

Sikap dan Perilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang dimiliki oleh seseorang. Sifat dan watak yang baik, berorientasi pada kemajuan dan positif merupakan sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan agar wirausahawan tersebut dapat maju/sukses. Gooffrey G. Meredith (1996; 5-6) mengemungkakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan seperti berikut :

No Ciri-Ciri Watak
1 Percaya diri Keyakinan, kemandirian, individualitas, dan optimisme.
2 Berorientasikan tugas dan hasil Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
3 Pengambil resiko Memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan.
4 Kepemimpinan Bertingkah laku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, suka terhadap kritik dan saran yang membangun.
5 Keorisinilan Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serta bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
6 Berorientasi ke masa depan Persepsi dan memiliki cara pandang/ cara pikir yang berorientasi pada masa depan.
7 Jujur dan tekun Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja.

Pendapat lain  M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993;6-7) mengemukakan delapan karakteristik yang meliputi:

1.      Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.

2.      Lebih memilih risiko yang moderat.

3.      Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil.

4.      Selalu menghendaki umpan balik yang segera.

5.      Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan.

6.      Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.

7.      Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.

8.      Selalu menilai prestasi dengan uang.

Martin Zwilling, founder dan chief executive officer (CEO) Startup Professionals, menjelaskan, setiap wirausaha memiliki DNA berbeda dan siap membantunya untuk sukses. Setiap pengusaha harus mengoptimalkan DNA tersebut untuk mengatasi setiap tantangan.

Zwilling membagi karakteristik wirausaha menjadi empat tipe, seperti dilansir Young Entrepreneur:

1.      Pembangun

Karakteristik wirausaha seperti ini adalah pemain utama dalam sebuah permainan bisnis. Dengan DNA pembangun, maka para pengusaha jenis ini selalu melihat dua-tiga langkah lebih maju dibanding para kompetitornya. Karakter wirausaha pembangun selalu dikenal dengan orang yang fokus, dingin, kejam, perhitungan, dan penentu arah.

2.      Oportunis

Karakter oportunis adalah bagian spekulasi dari setiap diri pengusaha. Bagian dari keberadaan seseorang yang menginginkan berada di tempat yang tepat dengan waktu yang tepat, serta menggunakan waktu yang tepat untuk mencetak uang sebanyak mungkin. Jika Anda merasa tertantang untuk membuat kesepakatan cepat dalam mendapatkan uang, seperti bermain saham dengan memanfaatkan momentum atau investasi dan jual kembali rumah memanfaatkan kenaikan harga, Anda mungkin termasuk dalam karakteristik oportunis.

RECENT POSTS

Cara untuk Meningkatkan Kinerja

Cara untuk Meningkatkan Kinerja

Cara untuk Meningkatkan Kinerja
Cara untuk Meningkatkan Kinerja

Berdasarkan pernyataan menurut Timpe (1993) cara – cara untuk meningkatkan kinerja, antara lain (p. 37) :
1. Diagnosis
Suatu diagnosis yang berguna dapat dilakukan secara informal oleh setiap individu yang tertarik untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengevaluasi dan memperbaiki kinerja. Teknik – tekniknya : refleksi, mengobservasi kinerja, mendengarkan komentar – komentar orang lain tentang mengapa segala sesuatu terjadi, mengevaluasi kembali dasar – dasar keputusan masa lalu, dan mencatat atau menyimpan catatan harian kerja yang dapat membantu memperluas pencarian manajer penyebab – penyebab kinerja.
2. Pelatihan
Setelah gaya atribusional dikenali dan dipahami, pelatihan dapat membantu manajemen bahwa pengetahuan ini digunakan dengan tepat.
3. Tindakan
Tidak ada program dan pelatihan yang dapat mencapai hasil sepenuhnya tanpa dorongan untuk menggunakannya. Analisa atribusi kausal harus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari tahap – tahap penilaian kinerja formal.

Baca Juga :

Baca Nasehat Ini Ketika Realita Tak Sesuai Dengan Ekspetasi

Baca Nasehat Ini Ketika Realita Tak Sesuai Dengan Ekspetasi

Adakah salah satu Anda yang tidak pernah kecewa?

Saya yakin jawabannya tidak, sebab sekecil apa pun sebuah hal anda sebagai insan pasti pernah merasa kecewa. Setuju?

Jika kita pernah merasa kecewa tidak butuh khawatir. Itu urusan lumrah, sebab manusia memang perlu waktu guna mencerna fakta yang tak cocok dengan ekspektasi.

Contohnya…

  • Belajar ekstra, tetapi hasilnya terlihat sama dengan mereka yang belajar seadanya.
  • Bekerja banting tulang, tetapi salary tidak ada pertumbuhan dan terus terasa kurang
  • Suasana di dunia kuliah atau lingkungan kerja yang tidak cocok dengan apa yang dibayangkan.
  • Rencana hendak menikah, tetapi jadi berantakan karena sejumlah faktor.
  • Dan beda sebagainya.

Ketika realita yang dihadapi tidak cocok dengan ekspektasi tersebut rasanya hendak marah, tetapi sudah kejadian. Mau pasrah, kok rasanya tidak cukup ikhlas. Alhasil, sebagian ingin lebih memilih ngedumel sendirian.

Nah, untuk membalikkan mood kita tetap baik dan dapat mengontrol diri jajaki simak sejumlah nasehat sebagai berikut :

#1 Saat ini memang rasanya sakit dan kecewa. Namun percayalah, seluruh ini akan menciptakan Anda berkembang dan jadi lebih baik lagi.

#2 Hidup ini laksana roda yang berputar. Getirnya hidup nanti juga akan selesai pada saatnya.

#3 Mengeluh terus-menerus tak akan mengolah apa pun. Hanya usaha yang dapat membantu.

#4 Kejatuhan kita sekarang melulu akan mengantar diri sendiri ke pintu mempunyai nama “KUAT”

#5 kita bukan orang sangat menderita dan merana di dunia. Masih tidak sedikit yang lebih sulit di luar sana.

#6 Sejumlah urusan memang mesti dipercayai sebagai takdir yang mesti dijalani.

#7 orang hebat itu merupakan mereka yang tidak pernah gagal. Namun mereka yang terus berusaha di kehidupannya.

#8 Pertahankan kedekatan dengan Tuhan, supaya hati lebih damai dan benak lebih fresh.

oke… Ada lagi yang hendak menambahkan nasehat untuk dapat bangkit dari keterpurukan, rasa kecewa, dan sejenisnya?

Nasihat yang Insya Allah dapat menguatkan kita guna tetap dapat mengontrol diri, disiplin, dan konsentrasi pada visi serta tujuan hidup masing-masing.

Baca Artikel Lainnya: