Dadang Naser: Par Kuncen Diberi Honor

Dadang Naser: Par Kuncen Diberi Honor

Tel-U Gelar Pekan Riset dan Teknologi
Tel-U Gelar Pekan Riset dan Teknologi

KAB. BANDUNG – Bupati Bandung Dadang M. Naser menegaskan program

permberian honor kepada para kuncen di Kabupaten Bandung sebagai bentuk kepedulian Pemkab Bandung terhadap budaya dan lingkungan. Hal itu ditegaskan Dadang Naser di sela-sela acara Pemberdayaan Adat dan Budaya Nusantara di Soreang, Rabu (13/11).

“Ini sebagai apresiasi dan kepedulian kita terhadap budaya dan lingkungan di

Kabupaten Bandung. Dan para kuncen sebagai bagian dari masyarakat yang kita percaya untuk turut menjaga lingkungan dan budayanya” ujar Dadang Naser.
Menurut Dadang, pemberian honor itu memang jumlahnya tidak sebarapa, sesuai kemampuan APBD Kabupaten Bandung.

“Jumlahnya memang masih kecil sesuai kemampuan APBD Kabupaten Bandung.

Tapi ini yang pertamakali Pemerintah Kabupaten Bandung peduli terhadap keberdaan mereka. Tapi mudah-mudahan kalau dananya memungkinkan, tahun depan kita tambah” katanya.
Para kuncen yang dimaksud adalah kuncen situs budaya, situ, cagar dan lain-lain, yang jumlahnya di Kabupaten Bandung lebih dari 100san.

59 Caleg Ikuti Keurseus Dasar Kabudayaan Sunda

59 Caleg Ikuti Keurseus Dasar Kabudayaan Sunda

59 Caleg Ikuti Keurseus Dasar Kabudayaan Sunda
59 Caleg Ikuti Keurseus Dasar Kabudayaan Sunda
BANDUNG- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau LPPM Universitas Padjadjaran, hari ini menyelenggarakan Keurseus Dasar Kabudayaan Sunda bagi para calon anggota legislatif yang akan mewakili Jawa Barat.
Ketua Panitia Dies Natalis Unpad Ke-56 Bidang Kebudayaan, Sondi Kusmaryan, mengatakan kursus ini bertujuan agar peserta diharapkan lebih mengenal kebudayaan Sunda, memehami berbagai persoalan yang dihadapi Ki Sunda dan memiliki rasa tanggung jawab dan upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi Ki Sunda.
“Tidak semua caleg asal Jabar merupakan asli berasal dari Jabar, yang mungkin pemahaman tentang budaya Sundanya masih minim,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unpad, Ganjar Kurnia mengatakan, di balik nama besar Sunda tersimpan beragam persoalan yang semakin mengemuka, yang perlu ditangani serius, salah satunya melalui peran para pemimpin Sunda agar eksistensi Sunda tetap terjaga.
 “Arti Sunda dalam Bahasa Kawi yaitu subur, banyak tersedia air, berkualitas dan waspada. Bahkan, kata su dalam Sunda bermakna segala hal yang baik,” ungkap Rektor Unpad di hadapan para Calon Anggota Legislatif Jawa Barat saat membuka Keurseus Dasar Kabudayaan Sunda ke-7, Selasa (28/11) di Bale Rumawat Unpad Kampus Iwakoesoemasoemantri Bandung.

Menurut Ganjar, saat ini banyak persoalan-persoalan yang muncul di tatar

Sunda, salah satu penyebab persoalan tersebut terus mengemuka adalah banyaknya kebijakan yang dibuat oleh pemimpin Sunda yang tidak pro-Sunda.
“ Kebijakan tersebut seringkali dipolitisasi sehingga malah menimbulkan kerugian bagi Tanah Sunda. Untuk itulah dibutuhkan pemimpin-pemimpin Sunda yang memperhatikan kondisi Sunda, sehingga diharapkan akan menghasilkan kebijakan yang pro-Sunda,” ucapnya.
Ganjar menyatakan, untuk menyiapkan pemimpin Sunda yang pro-Sunda, pihaknya mengajak para calon anggota legislatif untuk meningkatkan kembali kesadaran sebagai orang Sunda.

“Hal sederhana yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tersebut adalah

dengan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa komunikasi,” katanya.
Menurutnya, pemimpin Sunda harus sesuai dengan misi Sunda, yaitu mengangkat harkat, derajat, dan martabat Ki Sunda guna perkembangan Bangsa Indonesia.
“Untuk membangun Indonesia harus dimulai dari membangun wilayahnya masing-masing,” ujar Rektor.

Selain Rektor Unpad, Keurseus Dasar Kabudayaan Sunda yang diikuti oleh 59

calon anggota Legistlatif Jabar dari 8 partai ini juga diisi oleh materi dari Prof. Dede Mariana (Politik Utang Sunda), Prof. Adjat Sudrajat (Geologi/Ekologi Tatar Sunda). Prof. Cece Sobarna (Kajembaran Basa Sunda), Dr. Mumuh Muhsin (Sajarah Sunda), serta Dr. Gugun Gunardi dan Taufik Ampera, M.Hum (Bahasa Sunda Kamari, Kiwari, jeung Bihari).

Teori Keunggulan Komparatif (theory of comparative advantage)

Teori Keunggulan Komparatif (theory of comparative advantage)

Teori Keunggulan Komparatif (theory of comparative advantage)

Merupakan teori yang dikemukakan oleh David Ricardo.

Menurutnya, perdagangan internasionalterjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya. Sebagai contoh, Indonesia dan Malaysia sama-sama memproduksi kopi dantimah. Indonesia mampu memproduksi kopi secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi timah secara efisien dan murah. Sebaliknya, Malaysia mampu dalam memproduksi timah secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi kopi secara efisien dan murah. Dengan demikian, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi dan Malaysia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi timah. Perdagangan akan saling menguntungkan jika kedua negara bersedia bertukar kopi dan timah.

Dalam teori keunggulan komparatif, suatu bangsa dapat meningkatkan standar kehidupan danpendapatannya jika negara tersebut melakukan spesialisasiproduksi barang atau jasa yang memiliki produktivitas dan efisiensi tinggi.

Standar Pelaporan Keuangan Internasional

Sejumlah standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional Accounting Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar Akuntansi Internasional (bahasa InggrisInternasional Accounting Standards Committee (IASC)). Pada tanggal 1 April 2001, IASB baru mengambil alih tanggung jawab gunan menyusun Standar Akuntansi Internasional dari IASC. Selama pertemuan pertamanya, Badan baru ini mengadaptasi IAS dan SIC yang telah ada. IASB terus mengembangkan standar dan menamai standar-standar barunya dengan nama IFRS.

v  Struktur IFRS

IFRS dianggap sebagai kumpulan standar “dasar prinsip” yang kemudian menetapkan peraturan badan juga mendikte penerapan-penerapan tertentu.Standar Laporan Keuangan Internasional mencakup:

Ø  Peraturan-peraturan Standar Laporan Keuangan InternasionalInternasional Financial Reporting Standards (IFRS)) -dikeluarkan setelah tahun 2001

Ø  Peraturan-peraturan Standar Akuntansi Internasional ( International Accounting Standards (IAS)) -dikeluarkan sebelum tahun 2001

Ø  Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi Laporan Keuangan Internasional (bahasa International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC)) -dikeluarkan setelah tahun 2001

Ø  Standing Interpretations Committee (SIC)—dikeluarkan sebelum tahun 2001

Ø  Kerangka Kerja untuk Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan (1989) (Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements (1989)).

v  Pelaporan Keuangan

Ada 3 kelompok ukuran- kecil, mengah, besar – yang didefinisikan dalam jumlah dalam neraca,umlah penjualan per tahun, dan jumlah karyawan. Undang-undang akuntansi tahun 1985 secarakhusus menetukan isi dan bentuk laporan keuangan, yang meliputi :

  1. Neraca
  2. Laporan Keuangan
  3. Catatan atas Laporan Keuangan
  4. Laporan Manajemen
  5. Laporan Auditor

Undang-undang 1985 mengharuskan pengungkapan catatan laporan keuangan. Perusahaan kecildikecualikan dari ketentuan audit dan dapat meyusun neraca dalam bentuk yang diringkas.Perusahaan kecil dan menengah juga memiliki ketentuan pengungkapan yang lebih sedikit dalamcatatan laporan keuangan dan menyusun laporan laba rugi yang ringkas. Perusahaan yangsahamnya diperdagangkan kepada public harus menyediakan laporan arus kas konsolidasi.Ciri utama system pelaporan keuangan di Jerman adalah laporan secara pribadi oleh auditor kepada dewan direkur pengelolah perusahaan dan dewan pengawasa perusahaan. Laporan ini berisi pendapat terhadap pospek masa depan perusahaan dan khususnya factor-faktor yangmengancam kelangsungan hidup perusahaan. Auditor harus menjelaskan dan menganalisis pos- pos dalam neraca yang memiliki pengaruh material atas posisi keuangan perusahaan.

Pengukuran AkuntansiDua bentuk metode pembelian yang diizinkan adalah metode nilai Buku dan metode revaluasi.Aktiva dan kewajiban perusahaan yang diakuisisi dinilai sebesar nilai kini dan jumlah yangtersisah merupakan goodwill.Goodwill dapat disalinghapuskan terhadap cadangan dalam ekuitasatau diamortisasi secara sistematis selama umur manfaat ekonominya. Hukum tersebutmenyebutkan periode 4 tahun sebagai periode amortisasi regular, akan tetapi periode hingga 20tahun masih dapat dierima. Metode ekuitas harus dapat digunakan untuk perusahaan yang tidak konsolidasi dengan kepemilikan sebesar 20 % atau lebih

Baca Juga : 

AKUNTANSI KOMPARATIF

AKUNTANSI KOMPARATIF

AKUNTANSI KOMPARATIF
AKUNTANSI KOMPARATIF

Pengertian Akuntansi Komparatif

Akuntansi komparatif adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antar Negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Pengertian lain Akuntansi Internasional menurut Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997:18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia.

Akuntansi internasional menjadi semakin penting dengan banyaknya perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC yang beroperasi diberbagai negara dibidang produksi, pengembangan produk, pemasaran dan distribusi. Di samping itu pasar modal juga tumbuh pesat yang ditunjang dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sehingga memungkinkan transaksi di pasar modal internasional berlangsung secara real time basis.

v  Aturan Aturan Akuntansi

Christopher Nobes dan Robert Parker (1995:11) menjelaskan adanya tujuh faktor yang menyebabkan perbedaan penting yang berskala internasional dalam perkembangan sistem dan praktik akuntansi. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut :

                  Sistem hukum

                  Sumber pendanaan

                  Sistem perpajakan

                  Profesi akuntan

                  Teori Akuntansi

                  Accidents of History

v  Klasifikasi Akuntansi Internasional Dapat Dilakukan dalam Dua Cara,yaitu:

  1. Dengan pertimbangan

Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman.

  1. Secara empiris

Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan data prinsip dan praktek akuntansi seluruh dunia.

v  Ada 8 (delapan) Faktor yang Mempengaruhi Akuntansi Internasional:

  1. Sumber Pendanaan

Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki focus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.

  1. Sistem Hukum

Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dalam Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap.Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.

  1. Perpajakan

Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak.Ketka akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu.

  1. Ikatan Politik dan Ekonomi
  2. Inflasi

Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.

  1. Tingkat Perkembangan Ekonomi

Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.

  1. Tingkat Pendidikan

Standard praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivative tidak akan informative kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.

  1. Budaya

Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede: individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas.

Sumber : https://id.wantedly.com/users/108605995

AUDITING

AUDITING

AUDITING
AUDITING

Auditing adalah

pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dan kriteria yang telah ditetapkan. Auditing harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen.

Biasanya auditor dan entitas yang diaudit sepakat mengenai kriteria

yang akan digunakan sebelum audit dimulai. Sebagai contoh dalam audit atas efektifitas aspek-aspek khusus dalam operasi komputer, kriterianya mungkin mencangkup tingkat kesalahan input dan output yang masih bisa ditolerir. Bukti (evidence) adalah setiap informasi yang digunakan auditor untuk menentukan apakah informasi yang akan diaudit dinyatakan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Bukti memiliki banyak bentuk yang berbeda termasuk:

– Kesaksian lisan pihak yang diaudit (klien)
– Komunikasi tertulis dengan pihak luar
– Observasi oleh auditor
– Data elektronik dan data lain tentang transaksi.Untuk memenuhi tujuan audi, auditor harus memperoleh bukti dengan kualitas dan jumlaj yang mencukupi. Auditor harus menentukan jenis dn jumlah bukti yang diperlukan serta mengevaluasi apakah informasi ini sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Ini adalah bagian yang kritis dalam setiap audit.

Auditor harus memiliki kualifikasi untuk memahami kriteria yang digunakan dan harus kompeten untuk mengetahui jenis serta jumlah bukti yang akan dikumpulkan guna mencapai kesimpulan yang tepat setelah memeriksa bukti itu.

Auditor juga harus memiliki sikap mental independen.

Kompetensi orang-orang yang melaksanakan audit tidak akan ada nilainya jika mereka tidak independen dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti.

Perbedaan antara auditing dan akuntansi
Akuntansi adalah pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran peristiwa-peristiwa ekonomi dengan cara yang logis yang bertujuan menyediakan informasi keuangan untuk pengambilan keputusan.

Aspek ekonomi dalam permintaan akan auditing
Contoh suatu bank yang memberikan pinjaman memberikan suku bunga yang mana ditentukan oleh tiga faktor yaitu:
1. Suku bunga bebas risiko
Suku bunga ini mendekati suku bunga yang dapat diperoleh bank dengan berinvestasi dlm surat utang negara selama jangka waktu yang sama dengan pinjaman usaha.
2. Risiko bisnisbagi nasabah.
Risiko ini mencerminkan kemungkinan bahwa perusahaan tidak sanggup melunasi pinjamannya karena kondisi-kondisi ekonomi atau bisnis, seperti resesi, keputusan yang buruk.

3. Risiko Informasi.
Risiko informasi (Information risk) mencerminkan kemungkinan bahwa informasi yang melandasi keputusan risiko bisnis ternyata tidak akurat. Penyebab yang mungkin bagi risiko informasi ini adalah kemungkinan tidak akuratnya laporan keuangan.

Penyebab Risiko Informasi:

Dengan semakin kompleknya masyarakat, semakin besar pula kemungkinan para pengambil keputusan menerima informasi yang tidak andal. Beberapa alasannya adalah jauhnya informasi, keberpihakan (bias) dan motif si penyedia, data yang sangat banyak, serta adanya transaksi pertukaran yang sangat komplek.Jasa Assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan kualitas informasi bagi para pengambil keputusan. Auditor memberikan jasa assurance terutama assurance tentang informasi laporan keuangan historis. Salah satu jasa assurance yang diberikan oleh akuntan publik adalah jasa atestasi.

Jasa Atestasi (attestation service) adalah jenis jasa assurance di mana KAP mengeluarkan laporan tentang reliabilitas suatu asersi yang disiapkan pihak lain. Jasa Atestasi dibagi menjadi 5 (lima) kategori:
1. Audit atas laporan keuangan historis
2. Atestasi mengenai pengendalian internal atas laporan keuangan
3. Review laporan keuangan historis
4. Jasa atestasi mengenai teknologi informasi
5. Jasa atestasi lain yang dapat diterapkan pada berbagai permasalahan.

Webtrust dan SysTrust adalah jasa-jasa atestasi yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan assurance.
· Jasa Webtrust
Lambang Webtrust merupakan representasi simbolis dari laporan akuntan publik sehubungan dengan asersi manajemen tentang pengungkapan praktik-praktik perdagangan elektronisnya (e-commerce)
· Jasa Systrust
Jika jasa assurance Webtrust dirancang terutama untuk memberikan kepastian kepada pemakai pihak ketiga webtrust, jasa systrust dapat dilakukan oleh akuntan publik untuk memberi untuk memberi kepastian kepada manajemen, dewan komisaris, atau pihak ketiga tentang reliabilitas sistem informasi yang digunakan untuk menghasilkan informasi real-time.

Tanaman Bonsai Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi

Tanaman Bonsai Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi

Tanaman Bonsai Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi
Tanaman Bonsai Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi

BANDUNG-Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), Sapto

Darsono mengatakan tanaman bonsai memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Satu tanaman bonsai bisa dihargai ratusan ribu, puluhan juta bahkan sampai ratusan juta rupiah.

“Tanaman bonsai juga memiliki nilai estetika dan citarasa seni yang tinggi.

Memelihara dan merawat tanaman bonsai juga memerlukan keahlian serta keuletan yang tinggi,” kata Sapto Darsono pada pembukaan Pameran/Kontes Bonsai Nasional di Mikko Mall, Jalan Kopo Cirangrang, Bandung, Minggu (1/2).

Pemeliharaan dan perawatan dalam budidaya tanaman bonsai juga banyak menyerap tenaga kerja dan melibatkan banyak orang. Diantaranya perajin pot, seniman, petani, pedagang sampai kolektor bonsai.

“PPBI terus berupaya mendorong masyarakat luas untuk turut menjadi pencinta

bonsai,” katanya.

Berbagai jenis tanaman bonsai yang dipamerkan antara lain bonsai jenis tanaman seribu bintang, selakopa, cemara sinensis, cemara sargentis, sapu-sapu, lada-lada, cemara duri, beringin, ki perak, phusu, ulmus, bougenville dan cendrawasih. (enal)

 

Baca Juga :

 

 

Dorong Pendekatan Komprehensif Untuk Penyelesaian Banjir Bandung Selatan

Dorong Pendekatan Komprehensif Untuk Penyelesaian Banjir Bandung Selatan

Dorong Pendekatan Komprehensif Untuk Penyelesaian Banjir Bandung Selatan
Dorong Pendekatan Komprehensif Untuk Penyelesaian Banjir Bandung Selatan

BANDUNG. Pihak Komisi IV DPRD Jabar , dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan penggunaan anggaran di pihak mitra kerja, beberapa pekan lalu sudah menggelar raker dengan seluruh OPD yang menjadi mitra kerja Komisi IV DPRD Jabar, termasuk diantaranya Dinas PSDA Jabar.

Dari pertemuan dengan Dinas PSDA Jabar, untuk tahun ini ada program untuk penyelesaian penanganan banjir di wilayah Bandung selatan. Berkenaan dengan rencana tersebut, pihak Komisi IV DPRD Jabar mendorong agar program tersebut dilaksanakan secara komprehensif, ungkap anggota Komisi IV DPRD Jabar, Yod Mintaraga dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id, Selasa (3/2).

Yod, lebih lanjut memaparkan diakui untuk menyelesaikan banjir di Bandung

Selatan hasil jaring aspirasi kepada masyarakat yang selama ini menjadi korban banjir di Bandung Selatan, yang diharapkan bukan bantuan makanan atau sarana logistic ketika banjir tiba, yang dibutuhkan adalah bantuan untuk menyelesaikan secara tuntas banjir di Bandung Selatan.

Sejalan dengan harapan tersebut, untuk menyelesaikan banjir di Bandung Selatan, membutuhkan peran dari multi pihak. Diakui, untuk pendanaan sudah dialokasikan baik dari Pemerintah Pusat maupun APBD Provinsi sudah ada, namun program komprehensif juga dibutuhkan seperti adanya gerakan penanaman pohon tahunan, penyelesaian persoalan sampah dari hulu hingga hilir.

Rencana relokasi, itu juga dinilai merupakan program yang tepat, tetapi program

tersebut juga harus disertai dengan program perbaikan perilaku masyarakat.  Dalam rangkaian penyelesaian persoalan banjir di Bandung Selatan, pengawasan lingkungan di Kawasan Bandung Utara (KBU) juga harus bersinergi karena dalam beberapa kejadian penyebab banjir di Bandung Selatan disebabkan air kiriman di wilayah KBU.

Dengan temuan ini, dalam rangka pendekatan komprehensif penyelesaian banjir

Bandung Selatan dengan Fokusnya perbaikan DAS Citarum, perlu ada aturan tegas untuk mengatasi persoalan krisis lingkungan. DAS Citarum, kondisinya mesti terus diperbaiki karena selama 20 tahun telah menjadi sumber air untuk kepentingan operasional PLTA. Jika kondisinya dibiarkan rusak, seiring dengan kian bertambahnya jumlah masyarakat yang membutuhkan pasokan listrik, dikhawatirkan 30 tahun ke depan akan terjadi krisis listrik.

Untuk menyelesaikan penanganan banjir di Bandung Selatan, dengan focus area di DAS Citarum, ujar Yod dibutuhkan konsep yang terintegrasi, aksi yang jelas,  penanganan yang jelas serta penindakan yang tegas. (SN)

 

Sumber :

http://www.greenideasblog.com/ketahui-ciri-ciri-teks-eksplanasi-untuk-menghasilkan-tulisan-berkualitas/

Realisasi Pembangunan Rutilahu Di Jabar Sudah Bagus

Realisasi Pembangunan Rutilahu Di Jabar Sudah Bagus

Realisasi Pembangunan Rutilahu Di Jabar Sudah Bagus
Realisasi Pembangunan Rutilahu Di Jabar Sudah BagusRealisasi Pembangunan Rutilahu Di Jabar Sudah Bagus

BANDUNG- Sehubungan dengan pelaksanaan program pembangunan rutilahu

yang didanai oleh APBD Provinsi Jabar tahun 2014, pihak Komisi I DPRD Jabar sudah meninjau beberapa lokasi yang dijadikan sampling pelaksanaan rutilahu.

Sampling peninjauan, dilaksanakan ke Kabupaten Kuningan, awal Pebruari

2014. Dari hasil peninjauan, realisasi rutilahu di Jabar dinyatakan bagus, ungkap Ketua Komisi I DPRD Jabar, H. Syahrir dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (5/2)

Syahrir, lebih lanjut memaparkan di Kuningan dari laporan yang diteirma jumlah rutilahu yang dibangun di tahun 2014 sebanyak 600 unit. 600 rutilahu. Uji sampling di Di Desa Linggarjati.

Selain pembangunan fisik tuntas sesuai rencana,  dana hasil swadaya

masyarakat juga ada sehingga bangunan rumah yang terbangun harganya di atas Rp. 10 juta sehingga rumah yang berhasil terbangun merupakan bangunan permanen.

Hasil peninjauan, ujar Syahrir penerima bantuan rutilahu sudah tepat sasaaran karena penerima merupakan masyarakat kurang mampu. (SN)

 

Sumber :

http://www.pliggseo.net/pentingnya-website-tentang-pendidikan-untuk-remaja-https-www-dosenpendidikan-com-bisa-jadi-kamus-digital/

Perbedaan Auditing PDE dengan Auditing konvensional

Perbedaan Auditing PDE dengan Auditing konvensional

Perbedaan Auditing PDE dengan Auditing konvensional
Perbedaan Auditing PDE dengan Auditing konvensional

 

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan

di antara audit PDE dengan audit konvensional. Dari segi pengertian, konsep, auditor, tujuan dan manfaat kedua jenis audit audit tidak jauh berbeda bahkan hampir terkesan sama. Berikut ini adalah definisi audit dari beberapa sumber:
Auditing adalah suatu proses sistematik yang bertujuan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas pernyataan atau asersi tentang aksi-aksi ekonomi dan kejadian-kejadian dan melihat bagaimana tingkat hubungan antara pernyataan atau asersi dengan kenyataan dan menkomunikasikan hasilnya kepada yamg berkepentingan. (PSAK – Tim Sukses UKT Akuntansi 2006)
Auditing adalah pengumpulan dan penilaian bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan mengenai tingkatan kesesuaian antara infomasi tersebut dengan ketentuan yang ditetapkan serta dilakukan oleh orang yang berkompeten dan independen. (Arens dan Loebbecke)

Auditing adalah

proses yang sistematis mengenai perolehan dan penilaian bukti secara obyektif yang berkenaan dengan pernyataan mengenai tindakan – tindakan dan kejadian – kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta untuk mengkomunikasikan hasil – hasilnya kepada pihak – pihak yang berkepentingan. (American Accounting Association)

Auditing adalah

suatu proses sistematik yang bertujuan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas pernyataan atau asersi tentang aksi-aksi ekonomi dan kejadian-kejadian dan melihat bagaimana tingkat hubungan antara pernyataan atau asersi dengan kenyataan dan menkomunikasikan hasilnya kepada yamg berkepentingan. (PSAK – Tim Sukses UKT Akuntansi 2006)
Pengertian auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh pihak manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pedapat mengenai laporan kewajaran laporan keuangan tersebut (Sukrisno Agoes (1996:1))

Dari pengertian diatas kita dapat menarik kesimpulan

mangenai pengertian auditing. Dari pengertian auditing diatas terdapat persamaan arti antara audit PDE dengan audit konvensional. Namun demikian ada sedikit perbedaan yang berlaku di antara keduanya. Weber memberikan definisi tersendiri mengenai audit PDE. Weber mengatakan bahwa Auditing PDE adalah suatu proses pengumpulan dan penilaian bukti untuk menentukan apakah suatu sistem komputer melindungi aktiva, mempertahankan integritas data, mencapai tujuan organisasi secara efektif, dan menggunakan sumber daya secara efisien. Defenisi tersebut lebih menekankan pada audit operasional yang berkaitan dengan aktivitas penggunaan komputer sebagai tool utamanya.

Secara umum Audit IT adalah

suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer
Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.

Baca Juga : 

Perbedaan Audit Through Computer, Audit Around The Computer

Perbedaan Audit Through Computer, Audit Around The Computer

Perbedaan Audit Through Computer, Audit Around The Computer
Perbedaan Audit Through Computer, Audit Around The Computer

Teknik Audit Berbantuan Komputer atau Computer Assisted Audit Technique

dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Audit Through The Computer
Audit Around The Computer
Audit With The Computer

Audit Through The Computer

Audit through the computer adalah audit yang dilakukan untuk menguji sebuah sistem informasi dalam hal proses yang terotomasi, logika pemrograman, edit routines, dan pengendalian program. Pendekatan audit ini menganggap bahwa apabila program pemrosesan dalam sebuah sistem informasi telah dibangun dengan baik dan telah ada edit routines dan pengecekan pemrograman yang cukup maka adanya kesalahan tidak akan terjadi tanpa terdeteksi. Jika program berjalan seperti yang direncanakan, maka semestinya output yang dihasilkan juga dapat diandalkan.

Audit Around The Computer

Audit around the computer adalah pendekatan audit dimana auditor menguji keandalan sebuah informasi yang dihasilkan oleh komputer dengan terlebih dahulu mengkalkulasikan hasil dari sebuah transaksi yang dimasukkan dalam sistem. Kemudian, kalkulasi tersebut dibandingkan dengan output yang dihasilkan oleh sistem.

Apabila ternyata valid dan akurat, diasumsikan bahwa pengendalian sistem telah efektif dan sistem telah beroperasi dengan baik.
Jenis audit ini dapat digunakan ketika proses yang terotomasi dalam sistem cukup sederhana. Kelemahan dari audit ini adalah bahwa audit around the computer tidak menguji apakah logika program dalam sebuah sistem benar. Selain itu, jenis pendekatan audit ini tidak menguji bagaimana pengendalian yang terotomasi menangani input yang mengandung error. Dampaknya, dalam lingkungan IT yang komplek, pendekatan ini akan tidak mampu untuk mendeteksi banyak error.

Audit With The Computer

Audit jenis inilah yang sering disebut dengan teknik audit berbantuan komputer. Jika pendekatan audit yang lain adalah audit terhadap sistem informasinya, pendekatan audit with the computer adalah penggunaan komputer untuk membantu pelaksanaan audit. Singkatnya, ketika kita melaksanakan audit menggunakan ACL atau excel, itulah audit with the computer.

Sumber : http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/kingdom-animalia