Pengertian dan Contoh Kalimat Causative

Pengertian dan Contoh Kalimat Causative

Pengertian dan Contoh Kalimat Causative
Pengertian dan Contoh Kalimat Causative

Causative verb adalah kata kerja yang biasa dipakai untuk menandakan bahwa seseorang menyebabkan orang lain melakukan sesuatu untuk dirinya. Dalam kenyataan sehari hari, kita dapat meminta, menyuruh orang lain untuk melakukan pekerjaan dengan cara meminta, menyuruh, memaksa atau mungkin juga membayar. Causative verbs ini terdiri dari have, get, make. Kita akan membahasnya satu persatu.

  1. Have / get

Clause yang mengikuti have / get dapat bermakna active maupun passive.

Pola Active :

Subject + have + object + verb 1
Subject + get + object + verb to inf

Keterangan :

Subject               : I, you, we, they, he, she, it

Causative            : Have (have, had, has)

                            Get (get, got)

Perhatikan contoh berikut ini : (Lihat kata yang diberi garis, “had” diikuti V1, sedangkan “get” diikuti “To inf”)

  1. had my friend repair my cell phone. (my friend repaired my cell phone)

(saya meminta temanku memperbaiki hand phone ku)

  1. got my friend to repair my cell phone. (my friend repaired my cell phone)

(saya meminta temanku memperbaiki hand phone aku.)

  1. The president had his advisors arrange a press conference.

(President meminta penasihatnya mengatur konferensi pers.)

  1. Indra has had a friend type all of his papers.

(Indra telah meminta seorang teman untuk mengetik semua tugasnya.)

  1. Edo is having his father contact an English teacher.

(Edo sedang meminta ayahnya menghubungi seorang guru bahasa Inggris)

  1. The editor had the contributor attend acomposition workshop.

(Editor meminta kontributor menghadiri workshop menulis)

  1. Joko got his son to type his poems.

(Joko meminta anak laki lakinya mengetik puisi – puisinya)

Pola Passive

Subject + have + object + Verb 3

Keterangan :

Subject               : I, you, we, they, he, she, it

Causative            : Have (have, had, has)

                            Get (get, got)

Perhatikan contoh berikut:

  1. Ali is having his car repaired this week.

(Ali sedang meminta mobilnya diperbaiki minggu ini)

  1. Siska got her paper typed by a friend.

(Siska meminta tugasnya diketik oleh seorang temannya)

  1. The president is having a press conference arranged by his advisors.

(Presideng sedamg meminta sebuah konferensi pers diatur oleh penasihatnya.)

  1. Angga was having his hair cut when Ani called.

(Angga sedang meminta rambutnya dipotong ketika Ani memanggil.)

  1. 2.  Make

Kata causative “make” hanya dapat diaplikasikan pada kalimat active (active clause). Make memiliki makna yang lebih kuat daripada have atau get.

Pola kalimat active

Subject + Make + Object + V1


Contoh penerapan causative “make” dalam kalimat: 

  1. The robber made the teller give hime the money.

(Perampok membuat petugas teller memberikan uangnya)

Catatan :

Kalimat tersebut sama dengan artinya “the robbers forced the teller to give him the money”

(Perampok memaksa petugas teller memberikan uangnya)

  1. The manager made the employee attend the meeting.

(Manager meminta/memaksa karyawan menghadiri pertemuan itu)

  1. The teacher always makes the children stay in their seats.

(Guru selalu memaksa/meminta anak anak tetap tinggal di tempat duduknya)

  1. Heny made her son be quiet in the meeting.

(heny membuat anak laki lakinya dia dipertemuan itu)

  1. The president is making his cabinet members sign this document.

(President sedang membuat/memaksa anggota kabinetnya menandatangani dokumen ini.)


3.    Let dan Help 

Kata let dan help sebenarnnya bukan kata kerja causative, namun banyak orang memasukan kata kata tersebut kedalam kata kerja causative, mengapa kata kata ini tidak termasuk kata kerja causative? Ini karena pada kedua kata kata tersebut tidak mengimplikasikan bahwa seseorang meminta orang lain melakukan sesuatu untuknya. Namun mari kita bahasa kedua kata tersebut:

  1. Let : Kata let mempunyai arti persamaan arti dengan kata allow atau permit yang berarti mengizinkan.

Pola kalimat ini adalah:

Subject + let + Object + Verb 1

Contoh penggunaan let dalam kalimat:

  1. Mr. Bronto let his daughter swim with her friends.
  2. Mr. Bronto allowed his daughter to swim with her friends.
  3. Mr. Bronto permitted his daughter to swim with her friends.cc

NOTE : ketika kalimat diatas mengandung kata yang sama yaitu “Pak Bronto mengizinkan anak perempuannya berenang dengan teman temannya”

  1. The teacher let the children leave the class early.

(Guru mengizinkan murud murid pulang awal”

  1. Dr. Andi let the students hand in the paper on Monday.

(Dr. Andi mengizinkan murid muridnya mengumpulkan tugasnya hari Senin)

  1. Mr. Indra always lets his children watch cartoons on Saturday morning.

(Pak Indra selalu membiarkan/mengizinkan anak anaknya menonton kartun pada Sabtu pagi)

  1. Help : Bila di masukkan kedalam kata kerja causative, kata ini biasa diikuti oleh kata kerja bentuk pertama.

Pola kalimat :

Subject + help/assist + Object + verb 1

Contoh dalam kalimat

  1. John helped mary wash the dishes.

(John membantu Mary mencuci piring)

  1. The teacher helped Mary find the research materials.

(guru membantu Mary menemukan materi penelitian)

Sampai disini dulu penjelasan tentang causative verb ini, lalu apa yang bisa kita simpulkan dari pelajaran kita ini:

  1. Kata kerja Causative adalah kata kerja yang menyebabkan orang lain melakukan sesuatu
  2. Kata kerja causative ini ada 3, yaitu have (meminta)get (meminta), dan make (memaksa)
  3. Let dan help bukanlah kata kerja causative karena mempunyai arti mengizinkan dan membantu.

Sampai jumpa lagi di pelajaran yang selanjutnya….

Keep learning, and see how far English will affect your life…. See you.

Sumber: https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Perbedaan LED Dengan LCD

Perbedaan LED Dengan LCD

Perbedaan LED Dengan LCD
Perbedaan LED Dengan LCD

Biasanya orang lebih kenal type display LCD dari sebuah monitor atau televisi. Hal itu dikarenakan type layar LCD lebih dahulu diperkenalkan hingga persepsi masyarakat tentang semua televisi atau monitor layar datar itu adalah LCD.
Walaupun type layar datar antara LED dengan LCD terpaut cukup jauh terlihat dari kinerja maupun tampilan yang dihasilkan, tapi masyarakat tetap saja menyebutnya monitor layar datar itu adalah LCD.

Oke, kita akan bahas beberapa perbedaan antara layar LED dan LCD, walaupun sebenarnya yang termasuk kedalam tipe layar datar itu bukan cuma LED dan LCD saja, tetapi karena kedua dari type layar datar ini memang paling banyak digunakan, maka yang akan dibahas kedua type itu saja.

Dilihat Dari Angel View

Layar dari tipe LED mempunyai angle view yang lebih luas dibandingkan LCD hal ini karena struktur type LED lebih tipis, itu dikarenakan layar type LED ini memunculkan cahayanya sendiri tanpa dibantu oleh backlight, cahaya dari layar type LED yang dihasilkan umumnya lebih mulus namun terlihat sedikit menyilaukan. Namun di generasi LED terbaru, cahaya yang dikeluarkan diperkecil lagi hingga dengan begitu jadinya listrik yang dibutuhkan lebih kecil walau cahayanya diperkecil seperti itu hal tersebut tidak mengurangi kualitas dari tampilan layar.

Untuk layar tipe LCD mempunyai sudut pandang atau angel view yang ukurannya lebih sempit, hal ini karena ukuran dari panel itu sendiri ada beberapa lapisan jadinya struktur terlihat lebih tebal. Tapi di generasi yang baru yaitu In Plane Switching LCD (IPS LCD), sudut pandang hampir menyerupai tipe dari layar LED. Hal ini semua karena proses dari osilasi warna yang terjadi secara langsung dari dalam pabel itu tersendiri, jadinya cahaya backlight yang dikeluarkan membuat sudut pandang jadi lebih lebar hingga layar menjadi terlihat sangat jelas dari beberapa sudut pandang. Dan juga listrik yang dibutuhkan lebih sedikit.

Dilihat Dari Material Fisik Yang Disusun

Layar dari type LCD singkatan dari Liquid Crystal Display adalah type layar yang tersusun atas matrik-matrik kristal cair yang dimana menghasilkan tiga warna dasar yaitu Red, Green dan Blue singkatannya RGB. Matrik-matrik tersebut akan menghasilkan warna yang diproses melalui osilasi switching, osilasi switching ini akan merubah dasar dari ketiga warna tersebut menjadi satu warna yang akan bisa dilihat oleh mata pengguna. Warna-warna tersebut bisa terlihat karena cahaya backlight / yang berwarna putih, hingga nantinya LCD terlihat seperti panel menggasilkan warna.

Light Emitting Diode (LED) adalah layar datar yang disusun oleh matrik-matrik LED. Menghasilkan tiga warna dasar seperti LCD yaitu Red, Green, dan Blue (RGB). LED menghasilkan warna yang kasat mata. Layar type LED ini tidak membutuhkan backligh karena layar LED ini di setiap matriknya sudah menghasilkan cahayanya sendiri. Inilah bagian utama yang membedakan antara LED dan LCD.

Dilihat Dari Harganya

Monitor yang memakai teknologi LCD kalau dijual lagi harganya lebih rendah untuk tipe perangkat yang sama. Tapi untuk yang type IPS LCD memiliki harga lebih tinggi daripad tipe LCD yang biasa dan harganya nyaris sama dengan harga layar tipe LED.
Harga perangkat monitor layar LED lebih sedikit mahal jika dibandingkan dengan LCD hal ini karena biaya pembuatan layar tipe LED ini lebih tinggi jika dibandingkan LCD untuk perangkat dan ukuran yang sama.

Dilihat Dari Ketajaman Warnanya

Layar LED mempunyai ketajaman lebih tinggi jika dibandingkan dengan layar tipe LCD.
Layar LED mempunyai ketajaman yang dihasilkan lebih tinggi dan kontrasnya lebih bagus. Bisa dilihat kalau kedua dari tipe layar tersebut dibandingkan dengan cara berdampingan. Maka kontras warna utamanya antara penampilan warna putih dan hitamnya akan bisa terlihat jelas mana yang lebih enak dipandang.

Sekian artikel tentang perbedaan antara layar tipe LED dan layar tipe LCD. Semoga artikel ini bermanfaat serta menambah pengetahuan.

Sumber: https://www.ram.co.id/

Pengertian, Wujud, Prinsip, Hubungan dan Seni Budaya dalam Islam

Pengertian, Wujud, Prinsip, Hubungan dan Seni Budaya dalam Islam

Pengertian, Wujud, Prinsip, Hubungan dan Seni Budaya dalam Islam
Pengertian, Wujud, Prinsip, Hubungan dan Seni Budaya dalam Islam

Pengertian dan Hakikat Seni dan Budaya dalam Islam

            Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa : budaya adalah pikiran, akal budi, adat istiadat. Bahasa inggris sering menggunakan istillah Culture danCivilization untuk merujuk arti budaya. Sedangkan daalm bahasa arab, terdapat istillah al-tsaqafah dan al-hadlarah. Para ahli sosial cenderung berpendapat bahwa kata al-tsaqafah menunjuk pada aspek ide. Sedangkan kata al-hadlarah menunjuk kepada aspek material. Maka al-hadlarah lebih tepat sebagai terjemahan dari civilization, sementara kata al-tsaqafah lebih tepat diterjemahkan sebagai culture. Sedang kan kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat, akhlak, kesenian , ilmu dll). Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup, way of life, dan kelakuan.

Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. Untuk memudahkan pembahasan, Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. Kehidupan Spritual 2. Bahasa dan Kesustraan 3. Kesenian 4. Sejarah 5. Ilmu Pengetahuan.  Menurut Taylor, kebudayaan adalah kompleks yang menyangkut pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Aspek kehidupan Spritual, mencakup kebudayaan fisik, seperti sarana (candi, patung nenek moyang, arsitektur) , peralatan (pakaian, makanan, alat-alat upacara). Juga mencakup sistem sosial, seperti upacara-upacara (kelahiran, pernikahan, kematian). Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah, pantun, syair, novel-novel. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu ; visual arts dan performing arts, yang mencakup ; seni rupa (melukis), seni pertunjukan (tari, musik) Seni Teater (wayang) Seni Arsitektur (rumah,bangunan , perahu). Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince (ilmu-ilmu eksakta) dan humanities (sastra, filsafat kebudayaan dan sejarah).

  • Wujud Kebudayaan

Menurut Kontjaraningrat, wujud kebudayaan meliputi :

  1. Wujud ideal, berupa ide-ide,norma, peraturan, hukum, dan sebagainya
  2. Wujud tingkah laku, berupa aktivitas tingkah laku berpola dari manuasia dalam masyarakat. Pola tingkah laku yang mendasar dan dimaksudkan dalam ajaran islam meliputi hal-hal sebagai berikut :
  3. a)Ketakwaan, beriman, cinta , dan takut kepada allah swt. Tidak ada satupun yang patut disembah dan dihormati selain allah swt yang membuahkan kerendahan hati dan keberanian moral dan optimisme.
  4. b)Penyerahan diri mencakup penghindaran diri dari kejahatan nafsu hewani, memberikan kemuliaan sejati pada kepribadian, dan menjamin kelestarian serta usaha untuk kebajikan.
  5. c) Kebenaran menciptakan pola tingkah laku setia pada realita atau suatu pendekatan realistis terhadap kehidupan dan ketulusan.
  6. d) Keadilan baik terhadap diri sendiri, maupun orang lain,atau makhluk lain. Keadilan menjamin penghindaran diri dari perbuatan tidak adil yang tidak sepatutnya dilakukan terhadap siapapun. Keadilan pada diri sendiri menjamin upaya yang tinggi untuk meningkatkan kehidupan yang alamiah,sehat,dan teguh.
  7. e) Cinta terhadap makhluk tuhan, termasuk terhadap diri sendiri, akan membuahkan upaya yang simpati, kebaikan,rasa hormat,kemurahan hati dan menghindarkan diri dari melukai perasaan pihak lain.
  8. f) Hikmah mendorong seseorang untuk menumbuhkan tingkah laku berdasarkan keilmuan dan mencapai penalaran yang semakin tinggi terhadap realita dan fenomena.
  9. g) Keindahan membuahkan kemanisan, kelembutan, dan keluwesan yang muncul dalam moral dan kebiasaan.
  10. Wujud benda, berupa benda hasil karya. Peradaban sering disebut juga untuk kebudayaan yang memiliki sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan, dan sebagainya. Maka, peradaban adalah bagian dari kebudayaan tapi tidak sebaliknya.
  • Prinsip-Prinsip Kebudayaan Islam

Suatu kebudayaan bisa bergerak kearah yang lebih maju atau bergerak mundur. Dalam istillah lain, suatu kebudayaan bisa bergerak kearah yang lebih baik atau bergerak ke arah yang lebih buruk. Dalam hal ini tergantung pada aktor-aktor penggeraknya.

                 Prinsip kebudayaan dalam islam adalah salah satu di antara dua alternatif. Sepanjang sejarah umat manusia, kebudayaan hanya mempunyai dua model tersebut yaitu membangun atau merusak. Kedua model kebudayaan itu hidup dan berkembang saling berganti (al-anbiya:104)

                 Di samping itu, prinsip kebudayaan dalam pandangan islam adalah adanya ruh (jiwa) di dalamnya dan ruh itu tidak lain adalah wahyu allah (al-quran menurut sunnah rasul-nya), seperti yang dinyatakan oleh surat asy-syuraa: 52 dan 53. Selain itu tentu saja ada ruh di luar wahyu.

                 Jika ruh budaya adalah wahyu allah, maka kebudayaan bergerak ke arah membangun. Seperti yang dibuktikan oleh para rasul allah sejak adam sampai nabi muhammad saw. Sebaliknya jika ruh budaya adalah bukan wahyu allah, maka kebudayaan bergerak ke arah yang merusak. Itulah model kebudayaan yang digerakkan fir’aun, qorun, para kapitalis, dan komunis.

  • Hubungan  Antara Agama dan Budaya

Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya meupakan dinamika ilahi. Bahkan menurut Hegel, keseluruhan karya sadar insane yang beupa ilmu, tata hokum, tata Negara, kesenian, dan filsafat tak lain daipada proses realisasi diri dari ruh ilahi.

Sebaliknya, menurut kaum rohaniawan (terutama dari kalangan Katolik), menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya, karena menurutnya, agama merupakan keyakinan hidup rohani pemeluknya, sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Keyakinan ini disebut Iman, dan Iman merupakanpemberian dari Tuhan, sedang kebudayaan merupakan karya manusia. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. Adapun menurut para ahli antropologi, bahwa agama merupakan salah satu unsure kebudayaan. Hal itu, karena para ahli antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbol – simbol agama. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing-masing agama. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan nalanya.

Disinilah bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Berbagai tingkah laku keagamaan, menurut ahli antropologi, bukanlah diatur oleh ayat-ayat dari kitab suci, melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan.

Sebagai sebuah kenyataan, agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi kaena keduanya terdapat nilai dan simbol. Agama dalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. Agama memerlukan sistem simbol, dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan. Tetapi keduanya perlu dibedakan. Agama adalah sesuatu yang final, universal, abadi, dan tidak mengenal perubahan (absolut). Sedangkan kebudayaan bersifat particular, relative dan temporer. Agama tanpa kebudayaan memang dapat berkembang sebagai agama pribadi, tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat.

Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan :

  1.             Agama mempengaruhi kebudayaan dalam pembentukannya, nilainya adalah agama, tetapi simbolnya adalah kebudayaan. Contoh: bagaimana solat mempengaruhi bangunan.
  2.             Agama dapat mempengaruhi simbol agama.

        Contoh : kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan.

  1.             Kebudayaan dapat menggantikan sistem nilai dan simbol agama.Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan yaitu, keduanya adalah sistem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada peubahan.

                  Agama dalam persepektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas, yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normative dan tata sosial serta memahamkan dan menafsikan dunia sekitar. Sementara seni tradisi meupakan ekspresi cipta, karya, dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesan-pesan religiusitas, wawasan filosofis dan kearifan lokal.

Baik agama maupun kebudayaan, sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. Misalnya, dalam menyambut anak yang baru lahir, bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah, sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhaban dan bacaan berjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu mendoakan kesolehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapn ketuhanan dan kemanusiaan. Demikian juga dalam tahlilan, baika agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal.

Islam datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. Dengan demikian islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat, akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan membawa madharat di dalam kehidupannya. Sehingga islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaa.

Dari sudut pandang Islam, kebudayaan itu terbagi menjadi tiga macam :

  1.    Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam.

Dalam kaidah fiqh disebutkan : al-a’datu muhakkamatun. Maksudnya, adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat, yang merupakan bagian dari budaya manusia, mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum.  Tetapi yang perlu dicatat, bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syariat, seperti kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan.

  1. Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan ajaran Islam, kemudian direkonstruksi sehingga menjadi Islami.

Contohnya adalah tradisi jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam. Seperti talbiyah yang sarat dengan kesyirikan, thawaf di Ka’bah dengan telanjang direkonstruksi dengan menghilangkan unsur-unsur jahiliyahnya menjadi bentuk ibadah yang telah ditetapkan aturan-aturannya. Dalam konteks seni sastra budaya Arab dalam bentuk syair-syair Jahiliyah isinya direkonstruksi dengan memasukkan nilai-nilai Islam.

  1. Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam.

Contohnya, budaya ngaben yang dilakukan oleh masyarakat Bali, yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita dan secara besar-besaran. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar.

               Suatu hal yang harus disadari bahwa asas (fondasi) dari budaya Islam itu adalah menumbuh kembangkan kesadaran berketuhanan (rabbaniyah, ribbiyah). Maka dari itu, apapun bentuk manivestasi dari budaya Islam tersebut didasari dan dimaksudkan untuk tegaknya nilai-nilai ketuhanan pada setiap manusia dan tujuannya tidak lain dalam rangka mencari keredaan Tuhan. Karena itu dapat dipastikan dalam rangka mencari keredaan Tuhan tersebut, setiap muslim dalam aktivitasnya mengharapkan balasan dari Tuhan berupa pahala.

  • Seni Islami sebagai Manifestasi Budaya Umat Islam

Seni (fan,art) secara umum merupakan penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwa manusia, dilahirkan dengan perantara alat komunikasi ke dalam bentuk yang ditangkap oleh indera pendengar (seni suara) penglihatan (seni tulis/lukis) atau dilahirkan dengan perantara gerak (seni tari, drama)” (Ensiklopedi Indonesia, V/3080,3081). Secara sederhana bisa dikatakan bahwa esensi dari seni itu adalah apa saja yang mengandung keindahan atau kebaikan. Penilaian terhadap keindahan atau kebaikan itu sendiri kadang-kadang sangat subyektif, temporer (tidak abadi), dan lokal (tidak global).

Dalam Islam, untuk menggambarkan sesuatu itu indah atau baik dapat digunakan istilah ihsan, shalih, atau jamil. Dalam hadis dijelaskan ihsan termasuk salah satu dari trilogy arkan al-din (tiang/fondasi agama), yaitu iman, islam, danihsan. Penjabaran dari ihsan bedasarkan hadis tersebut adalah “ engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihatnya, maka pasti sesungghunya Dia melihatmu. Sedang kata shalih  biasanya disandarkan dengan kata amal, sehingga menjadi amal shalih, secara harfiyah bermakna kerja yang baik. Perkataan jamil  biasanya dihubungkan dengan hadis Nabi yang popular, “ Allah itu indah (jamil) dan menyenangi keindahan”.

Secara definitive, seni menurut Islam pada hakikatnya sebgai refleksi dan ekspresi dari berbagai cita rasa, gagasan, dan ide sebgai media komunikasi yang begaya estetis untuk menggugah citarasa inderawi dan kesadaran manusiawi dalam memahami secara benar berbagai fenomena, panorama, dan aksioma yang menyangkut dimensi alam, kehidupan, manusia dan keesaan / keagungan ketuhanan berdasarkan konsepsi ilahi dan nilai-nilai fiti yang tertuang dan tesajikan dalam bentuk suara/ucapan, lukisan/tulisan, geak dan berbagai implementasi dan apresiasi lainnya. Oleh karena itu tiada satu pun bentuk apresiasi dan karya seni yang bebas nilai. Maka dalam menilai satu seni sebagai seni Islam diperlukan criteria dan rambu-rambu yang jelas sehingga dapat membedakan dan memilahkannya dari kesenian jahiliyah meskipun bernama ataupun menyebut lafal keislaman.

Di antara kaidah-kaidah (rambu-rambu) yang menjadi criteria seni Islam tersebut, menurut Yusuf Al-Qaradhawi, adalah :

  1. Harus mengandung pesan-pesan kebijakan dan ajaran kebaikan di antara sentuhan estetiknya agar terhindar laghwun (perilaku absurdisme, hampa, sia-sia).
  2. Menjaga dan menghormati nilai-nilai susila Islam dalam pertunjukkannya.
  3. Tetap menjaga aurat dan menghindari erotisme dan keseronokan.
  4. Menghindari semua syair, teknik, metode, sarana dan instrument yang diharamkan syariat terutama yang meniru gaya khas ritual religious agama lain (tasyabbuh bil kuffar)dan yang menjurus kemusyrikan.
  5. Menjauhi kata-kata, gerakan, gambaran yang tidak mendidik atau meracuni fitrah.
  6. Menjaga disiplin dan prinsip hijab.
  7. Menghindari perilaku takhanus (kebancian).
  8. Menghindari fitnah dan praktek kemaksiatan dalam penyajian dan pertunjukkannya.
  9. Dilakukan dan dinikmati sebatas keperluan dan menghindari berlebihan (israf dantabdzir) sehingga melalaikan kewajiban kepada Allah.

Menurut Islam seni bukan sekedar untuk seni yang absurd dan hampa nilai (laghwun). Keindahan bukan berhenti pada keindahan dan kepuasan estetis, sebab semua aktivitas hidup tidak terlepas dari lingkup ibadah yang universal. Seni Islam harus memiliki semua unsur pembentuknya yang penting yaitu, jiwanya, prinsipnya, metode, cara penyampaiannya, tujuan dan sasaran. Motivasi seni Islam adalah spirit ibadah kepada Allah menjalankan kebenaran (haq), menegakkan dan membelanya demi mencari ridha Allah swt, bukan mencari popularitas ataupun matei duniawi semata. Seni Islam harus memiliki risalah dakwah melalui sajian seninya yaitu melalui tiga pesan:

  1. Ketauhidan, dengan menguak dan mengungkap kekuasaan, keagungan dan transdensi (kelemahannya) dalamm segala-galanya, ekspresi dan penghayatan keindahan alam, ketakberdayaan manusia dan ketergantungannya terhadap Allah, prinsip-prinsip uluhiyah dan ubudiyah.
  2. Kemanusiaan dan penyelamatan hak-hak asasi manusia serta memelihara lingkungan seperti, mengutuk kezhaliman, penjajahan, perampasan hak, penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan, memberantas kriminalitas, dsb.
  3. Akhlak dan Kepribadian Islam, seperti pengabdian, pengorbanan, kesetiaan, kepahlawanan , dll. Juga penjelasan nilai-nilai Islam dalam berbagai segi menyangkut keluarga dan kemasyarakatan, pendidikan, ekonomi, dan politik.

Puncak dari manifestasi seni Islam adalah Al-Qur’an. Maka dari itu ukuran jiwa seni bagi setiap Muslimitu adalah seberapa besar kesadaran dan penghayatan nilai-nilai Al-Qur’an pada dirinya. Penghayatan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an tersebut menumbuhkan kesadaran terhadap ayat-ayat Tuhan lainnya, yakni jagad raya ini (ayat kauniyah). Artinya, estetika dan harmoni seni Islam tidak saja diwarnai oleh nilai-nilai Al-Qur’an.

Baca Artikel Lainnya:

8 Macam Model J.E Kemp

8 Macam Model J.E Kemp

8 Macam Model J.E Kemp
8 Macam Model J.E Kemp

Menurut Kemp (1977) pengembangan instruksional atau desain intruksional itu terdiri dari 8 langkah, yaitu:

  1. Menentukan Tujuan Intruksional Umum (TIU)

TIU merupakan tujuan yang ingin dicapai untuk masing-masing pokok bahasan

  1. Menganalisis karakterisasi peserta didik

Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui latar belakang pendidikan sosial, budaya peserta didik, serta untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil

  1. Menentukan TIK

TIK ini bagi peserta didik antara lain berguna untuk mengetahui apa yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan kriterian keberhasilannya. Bagi guru TIK ini membantu dalam menentukan materi dan evaluasi pelajaran

  1. Menetukan materi pelajaran

Dalam menetukan pelajaran ini harus disesuaikan dengan TIK

  1. Menetapkan penjagaan awal
  2. Menentukan strategi belajar mengajar

Dalam memilih strategi belajar mengajar harus sesuai TIK selain itu juga harus memperhatikan faktor. a). efesien, b). efektivitas, c). ekonomi, d). peserta

  1. Mengkoordinasi sarana penunjang, yang meliputi tenaga fasilitas alat, waktu dan tenaga
  2. Mengadakan evaluasi

Evaluasi ini digunakan untuk mengontrol dan mengkaji keberhasilan dan program secara sistem

Sumber: https://sel.co.id/

Tujuan, Manfaat, Sifat dan Tugas Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Tujuan, Manfaat, Sifat dan Tugas Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Tujuan, Manfaat, Sifat dan Tugas Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
Tujuan, Manfaat, Sifat dan Tugas Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Tujuan Hubungan Sekolah dan Masyarakat

Hubungan sekolah dengan masyarakat dibangun dengan tujuan popularitas sekolah di mata masyarakat. Popularitas sekolah akan tinggi jika mampu menciptakan program-program sekolah yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan dan cita-cita bersama dan dari program tersebut mampu melahirkan sosok–sosok individu yang mapan secara intelektual dan spiritual. Dengan popularitas ini sekolah eksis dan semakin maju. Tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat diantaranya sebagai berikut:

1 Memberi penjelasan tentang kebijaksanaan penyelenggaraan sekolah situasi dan perkembangannya.

2 Menampung sarana-sarana dan pendapat-pendapat dari warga sekolah dalam hubungannya dengan pembinaan dan pengembangan sekolah.

3 Dapat memelihara hubungan yang harmonis dan terciptanya kerja sama antar warga sekolah sendiri.

Sedangkan menurut Mulyasa (2007: 50), tujuan dari hubungan sekolah dengan masyarakat adalah: (1) memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan peserta didik; (2) memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat; dan (3) menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah.

Tujuan utama yang ingin dicapai dengan mengembangkan kegiatan husemas adalah:

  1. Peningkatan pemahaman masyarakat tentang tujuan serta sasaran yang ingin direalisasikan sekolah.
  2. Peningkatan pemahaman sekolah tentang kedudukan serta aspirasi masyrakat tersebut terhadap sekolah.
  3. Peningkatan usaha orang tua siswa dan guru-guru dalam memenuhi kebutuhan anak didik, serta meningkatkan kuantitas serta  kualitas bantuan orang tua siswa dalam kegiatan pendidikan di sekolah.
  4. Peningkatan kesadaran masyrakat tentang pentingnya peran serta mereka dalam memajukan pendidikan di sekolah dalam era pembangunan.
  5. Terpeliharanya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah serta apa yang dilakukan oleh sekolah.
  6. Pertanggung jawaban sekolah atas harapan yang disebabkan masyrakat kepada sekolah.
  7. Dukungan serta bantuan masyarakat dalam memperoleh sumber-sumber yang diperlukan untuk meneruskan dan meningkatkan program sekolah.

Manfaat Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Manfaat dari hubungan sekolah dengan masyarakat adalah menambah atau meningkatkan simpati masyarakat secara sadar dan sukarela yang dapat meningkatkan harga diri sekolah serta dukungan terhadap sekolah secar spiritual dan material atau finansial. Hal ini akan tampak sebagai berikut:

1 Adanya saling pengertian antara sekolah dengan pihak luar.

2 Adanya kegiatan yang membantu karena mengetahui manfaat, arti dan pentingnya peranan masing-masing.

3 Adanya kerjasama yang erat dengan masing-masing pihak dan merasa ikut bertanggungjawab atas suksesnya usaha pihak lain.

Sifat Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Bahwa pada dasarnya hubungan sekolah dengan masyarakat haruslah bersifat pedagogis, sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan manfaat untuk kemajuan sekolah. Dan secara rinci dapat dijelaskan di bawah ini:

  1. Hubungan timbal balik yang menghasilkan manfa’at bagi kedua belah pihak.
  2. Hubungan yang bersifat suka rela berdasarkan prinsip bahwa sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan (integral) dari masyarakat.
  3. Hubungan yang bersifat kontinyu atau berkesinambungan antara sekolah dengan masyarakat.
  4. Hubungan keluar sekolah guna menambah simpati masyarakat terhadap sekolah.
  5. Hubungan ke dalam sekolah menambah keyakinan mempertebal pengertian para civitas akademika tentang segala pemilikan material dan immaterial sekolah.

Tugas Pokok Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

  1. Memberikan informasi dan menyampaikan ide atau gagasan kepada masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkannya.
  2. Membantu pemimpin yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang memerlukannya.
  3. Membantu pemimpin mempersiapkan bahan-bahan tentang permasalahan dan informasi yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat tertentu.
  4. Membantu pemimpin dalam mengembangkan rencana dan kegiatan lanjutan yang berhubungan dengan pelaksanaaan kepada masyarakat sebagai akibat dari komunikasi timbal balik dengan pihak luar, yang ternyata menumbuhkan harapan untuk penyempurnaaan kegiatan yang telah dilakukan oleh organisasi.
  5. Melaporkan tentang pikiran-pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah pendidikan.
  6. Membantu kepala sekolah bagaimana usaha untuk memperoleh bantuan dan kerja sama.
  7. Menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan.
  8. Menunjukkan pergantian keadaan pendapat umum.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

PPDB 2019, SKTM Melalui Proses Verifikasi

PPDB 2019, SKTM Melalui Proses Verifikasi

 

PPDB 2019, SKTM Melalui Proses Verifikasi

Calon peserta didik pemegang Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang mendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 akan melalui tahap verifikasi. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 yang masih digodok oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Seperti yang dikutip dari kemdikbud.go.id

Kemendikbud akan membuat aturan yang tegas agar pemegang SKTM wajib diverifikasi oleh pemerintah daerah yang mengeluarkan untuk bisa digunakan sebagai syarat jalur keluarga miskin PPDB 2019.

“(Permendikbud) tidak banyak yang berubah. Tapi item-itemnya jauh lebih tegas. Misalnya SKTM harus diverifikasi,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad, saat Taklimat Media di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.

Bekaca pada PPDB 2018

Hamid mengatakan sekolah tidak bisa disalahkan begitu saja atas kasus penyalahgunaan SKTM pada pelaksanaan PPDB. Pada dasarnya sekolah hanya menerima SKTM dari para calon peserta didik. Jadi, sebenarnya bukan sekolah yang harusnya melakukan verifikasi SKTM, tetapi pihak yang menerbitkan.

Validasi atau verifikasi

“Seharusnya yang menerbitkanlah yang melakukan validasi atau verifikasi. Sekolah tidak punya jangkauan ke instansi pemda yang mengeluarkan SKTM. SKTM kan surat keterangan yang dikeluarkan pemda. Jadi bukan mendorong sekolah melakukan verifikasi, justru harusnya yang menerbitkan (SKTM). Nembaknya bukan ke sekolah atau Kemendikbud, itu salah nembak. Harusnya tanya ke dinas kependudukan dan catatan sipil atau instansi pemda yang mengeluarkan,” ujar Hamid menegaskan.

Hamid menjelaskan

Kemendikbud menargetkan Permendikbud tersebut terbit pada minggu kedua Januari 2019 setelah berkoordinasi dan mendapatkan validasi dari kepala daerah. Saat ini Kemendikbud sudah memetakan zona di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah zona yang telah dipetakan mencapai 2.580 zona. Diharapkan Permendikbud tentang Zonasi diterbitkan pada awal tahun 2019.

Artikel Terkait:

Tren Rok Lebar Bangkit Lagi, Sontek 3 Gayanya di Sini

Tren Rok Lebar Bangkit Lagi, Sontek 3 Gayanya di Sini

 

Tren Rok Lebar Bangkit Lagi, Sontek 3 Gayanya di Sini

Jakarta Jika Anda salah satu penggemar rok, mungkin tren yang satu ini justru sudah sangat akrab. Ya, tren rok lebar tidak lagi hanya digunakan saat Anda ingin menampilkan kesan klasik, namun juga kekinian yang keren.

Coast London

Coast London membangkitkan kembali tren rok lebar yang serbaguna, terutama jika Anda memadukannya dengan pilihan atasan yang juga menarik. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi pilihan gaya ketika Anda ingin mengenakan rok lebar dari Coast London.

1. Chic & Refined

Coast London mencoba memadukan Cosette Meslita Skirt, rok lebar bersiluet dasar yang benar-benar khas dengan Carrie Corset Top. Mencolok dengan caranya yang menarik, rok lebar ini dihadirkan dalam cetakan floral yang indah, sesuai untuk digunakan menghadiri acara penting untuk gaya feminin.

2. Bigger & Classy

Bagi Anda penggemar tampilan yang lebih klasik, Coast London merekomendasikan padu padan antara Simone Belted Skirt dan Livia 3/4 Sleeve Shirt. Simone Belted Skirt adalah rok lebar bagi pendamba tampilan impresif untuk acara-acara khusus dengan warna yang berani dan siluet yang asimetris.

3. Pretty & Feminine

Untuk tampilan yang lebih sederhana, namun tetap menonjolkan kesan elegan, Coast London memiliki Emma Skirt. Rok lebar yang memiliki siluet modern, serta edgy ini akan membuat Anda tampil manis.

 

Sumber : https://www.modelbajumuslimbatik.com/

SMKN 1 Mundu Cirebon Bekali Siswa dengan Basic Safety Training

SMKN 1 Mundu Cirebon Bekali Siswa dengan Basic Safety Training

 

SMKN 1 Mundu Cirebon Bekali Siswa dengan Basic Safety Training

SMKN 1 Mundu Cirebon

DISDIK JABAR – SMKN 1 Mundu Cirebon memberikan program keterampilan kepada siswa untuk meningkatkan potensi dalam memasuki dunia kerja. Program tersebut berupa pelatihan kelautan yaitu Diklat Basic Safety Training (BST). BST merupakan pembekalan untuk para pelaut atau calon pelaut dibidang keterampilan yang berstandar dan bersertifikasi sesuai ketentuan.

Wakil Kepala SMKN 1 Mundu Cirebon

Wakil Kepala SMKN 1 Mundu Cirebon Bidang Hubungan Industri, Rachmat Indrianto mengatakan standard dan sertifikasi Diklat BST, sesuaidengan ketentuan konvensi internasional (STCW 1995) Amandemen 2010 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, telah mendapat pengesahan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan, Jakarta.

Sertifikasi

“Sertifikasi tersebut merupakan syarat orang untuk bekerja di laut yang berlaku secara internasional dengan berstandar STCW 1995 Amandemen 2010 oleh IMO (International Maritime Organization),” ujar Rachmat saat ditemui di SMKN 1 Mundu Cirebon, Jl. Kalijaga Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon, Rabu (2/1/2019).

Rachmat mengatakan diklat tersebut melatih peserta dalam konsep, prinsip dan teknik penyelamatan diri, pencegahan kebakaran dan pemadaman kebakaran, pertolongan pertama kecelakaan, keamanan diri dan tanggung jawab sosial di kapal, sesuai dengan peraturan.

Diklat BST

Selain itu, sasaran dari pelaksanaan Diklat BST adalah mencetak pelaut pemula dan pelaut berpengalaman, sebagai bagian dari awak kapal yang bertanggung jawab untuk keamanan dan pencegahan polusi dalam pengoperasian kapal.

Materi yang dipelajari diantaranya adalah Elementary First Aid (IMO Model Course 1.13), Personal Survival Techniques (IMO Model Course 1.19), Fire Prevention and Fire Fighting (IMO Model Course 1.20), Personal Safety and Social Responsibilities (IMO Model Course 1.21), dan Review and Assessment.

“Mesin kapal dikirim lengkap dari pemerintahan pusat. Di SMKN 1 Mundu Cirebon juga terdapat area simulasi bertahan hidup di laut. Selain itu, sekarang standar sekoci harus tertutup dan ada total 16 orang yang masuk,” ujar Rachmat.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Museum Mode Terbaik di Dunia yang Fashionista Wajib Kunjungi

Museum Mode Terbaik di Dunia yang Fashionista Wajib Kunjungi

Museum Mode Terbaik di Dunia yang Fashionista Wajib Kunjungi
Museum Mode Terbaik di Dunia yang Fashionista Wajib Kunjungi

 

Museum Mode Terbaik di Dunia

Museum Mode Terbaik di Dunia – Apakah yang terpikir di benakmu tentang museum hanyalah berisi barang-barang atau lukisan kuno dari ratusan tahun yang lalu? Sekarang sudah banyak museum modern yang menginspirasi dan menampilkan karya-karya seni-nya melalui fashion di museum mode terbaik di dunia.

Dari koleksi yang didedikasikan untuk orang-orang tertentu dari desainer ternama dunia sampai fashion haute couture ada di museum mode terbaik di dunia. Yuk, simak museum mode terbaik di dunia yang wajib kamu kunjungi!

 

Museum Mode Terbaik di Dunia yang Fashionista Wajib Kunjungi

Christian Dior Museum and Garden

Rumah masa kecil Chistian Dior, sebuah vila tebing di pinggiran Granville, Prancis adalah tempat ia memulai debutnya sebagai museum pada tahun 1988. Koleksi ini tidak hanya menampilkan kreasi desainer yang indah, namun juga banyak potongan yang dirancang oleh rumah mode lainnya. Perancang terkenal, seperti Yves Saint Laurent, Marc Bohan, dan John Galliano semua ada disini.

The Balenciaga Museum

Sebagai museum pertama yang didedikasikan untuk apa yang disebut “designer’s designer,” museum Balenciaga adalah suar yang bersinar bagi perancang Basque, berdiri di Getaria, Spanyol. Saat ini, pamerannya menampilkan 70 barang dari pakaian dan 20 aksesori dari 1.200 keping koleksi permanennya, dikumpulkan dari kolektor pribadi dan teman dekat perancang.

The Gucci Museum

The Gucci Museum berdiri di Florence, Italia, bertempat di dalam bangunan Palazzo della Mercanzia dari abad pertengahan, ruang ultra modern ini memiliki gaun luar biasa, tas kulit sporty, dan bahkan Cadillac Seville Classic yang dirancang Gucci. Museum ini tidak secara eksklusif menampilkan produk Gucci. Termasuk instalasi seni kontemporer di galeri, pameran perdananya adalah instalasi video oleh artis Bill Viola, yang ditutup pada bulan Januari.

Ferragamo Museo

Museum ini didedikasikan untuk Salvatore Ferragamo, penemu wedge dan cage heel, dibuka pada tahun 1995 di Florence, Italia. Meskipun perancang sepatu ini membuat namanya di Florence, dia berutang banyak pada kesuksesan pertamanya ke bintang-bintang Hollywood yang memuja ciptaannya. Salah satu contohnya yaitu Marilyn Monroe.

Museum at FIT

New York Fashion Institute of Technology telah memberi bintang mode dunia seperti Nanette Lepore, Reem Acra museumnya sendiri. Salah satu dari sedikit di kota New York yang bebas untuk dikunjungi, host pameran berputar selalu untuk menarik dari koleksi mengesankan potongan dari desainer seperti Chanel, Halston, Alaia, dan Balenciaga.

Sumber : https://merkterbaik.com/

Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif

Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif

Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif
Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif

 

Induktif

Contoh paragraf induktif :

a. Maka dari itu saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kerja bakti seminggu sekali. Karena, jika lingkungan hidup bersih maka kita juga akan sehat. Maka dari itu, kegiatan kerjanbakti sangat penting di lingkungan sekolah.

Contoh paragraf induktif dari koran :

a. Padalah DPRD Surabaya sudah memproduksi banyak perda. Bila dihitung dari awal 2012, jumlah perda yang di sahkan DPRD mencapai belasan aturan. Namun, sampai kini tak pernak ada proses pengenalan kepada masyarakat.

b. Dalam APBD 2012, terungkap dana tersebut mencapai RP 248 juta. Berdasar alokasi anggaran, sosialisasi sedianya dilakukan terhadap dua ribu orang. Namun, sampai sekarang dana itu masih utuh alias tak terpakai sama sekali.

Deduktif

Contoh paragraf deduktif :

Kebersihan sangat menjadi masalah di sekolah. Ini terjadi karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal “kebersihan adalah sebagian dari iman”.

Contoh paragraf deduktif dari koran :

a. KOTA – Jarang ada pasar tradisional yang menyediakan layanan kesehatan seperti pasar Songgolangit Ponorogo. Dinamakan pos kesehatan pasar alias poskespas karena ditujukan melayani pedagang dan pembeli. Tingkat kunjungan pasien mencapai 20 orang perhari kendati letak poskespas itu terpencil di dekat area parkir. “Letakya nyelempit, kalau orang baru pasti bingung mencari, ungkap karmini, salah seorang pedagang yang menjadi pasien setia poskespas Pasar Songgolangit, kemarin (16/8).
b. Pos kesehatan di pasar itu memang di khususkan melayani pedagang dan pembeli. Pedagang tidak akan khawatir meninggalkan dagangannya karena haanya berobat masih di kawasan pasar. Mereka dapat antre saat sepi pembeli. “kebanyakan periksa gula darah dan rematik, mayoritas pasiennya berusia tua,” papar Yayuk. (pra/hw)
c. Ada juga perda penyelenggaraan pendidikan. Aturan itu juga menggariskan sejumlah kebijakan baru di bidang pendidikan. Misalnya, alokasi bantuan personal kepada sisiwa SD, SMP, SMA/MK swasta. Dengan alokasi itu, siswa tidak mampu tidak perlu khawatir memikirkan biaya membeli seragam, hinnga buku tulis. Sebab, pemkot akan menanggung dalam bentuk barang.

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/