SMAN 8 Asah bakat Siswa lewat Pensi

SMAN 8 Asah bakat Siswa lewat Pensi

SMAN 8 Asah bakat Siswa lewat Pensi
SMAN 8 Asah bakat Siswa lewat Pensi

Menyalurkan kreativitas siswa di bidang seni, OSIS SMAN 8 Kota Bogor

mengadakan Pentas Seni (Pensi), ’Asthaccurate 2.0 Miracle of art’, di lapangan seko­lah, Jalan Perumahan VBI, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (15/12).

Kegiatan itu dibuka Kepala SMAN 8, Dedeh Rohayati. Menurut Dedeh, Pensi ini merupakan ajang untuk mengasah bakat terpendam siswa-siswi di bidang kesenian. “Saya ber­harap nantinya akan lahir seniman yang berbobot,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap kegiatan ini bisa menjadikan siswa-siswi lebih kreatif lagi,

terutama di bidang seni. Selain itu, juga sebagai hiburan untuk lingkungan sekolah. Di mana para siswa baru selesai mengikuti peni­laian akhir semester ganjil. ”Jadi, semua itu dari siswa untuk siswa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 8 Bidang Kesiswaan, Ahmad, mene­gaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan di antara para siswa dan siswi SMAN 8 Kota Bogor sekaligus memperingati HUT ke-24 SMAN 8.

Bahkan, kegia­tan ini untuk persiapan mengikuti FLS2N dan semangat dalam

meng­gapai mimpi menjadi kretif di bidang kesenian. “Ini menjadi catatan ring­an buat kita. Siswa perlu penyegaran sebagai pembangkit motivasi dan energi siswa untuk belajar.

Guru mau­pun orang tua tidak bisa memaksa anak untuk selalu belajar. Namun sekali-sekali perlu diberikan hiburan,” ujarnya

 

Sumber :

https://s.id/78Z9S

INI SYARAT DANA BOS BOLEH DIPAKAI KEGIATAN LAIN

INI SYARAT DANA BOS BOLEH DIPAKAI KEGIATAN LAIN

INI SYARAT DANA BOS BOLEH DIPAKAI KEGIATAN LAIN
INI SYARAT DANA BOS BOLEH DIPAKAI KEGIATAN LAIN

Kelebihan pembiayaan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBN 2019 kini bisa dipakai untuk keperluan lainnya. Tim Manajer BOS APBN Kota Bogor, Teddy Kusnadi, mengatakan, hal itu bisa dilakukan, asalkan seluruh komponen telah dan sudah terpenuhi pembiayaannya.

”Kalau sepuluh komponen telah terpenuhi, tapi ada kelebihan pembiayaan BOS

bisa digunakan ke pembiayaan lainnya. Tapi, pemanfaatan dana itu harus diputuskan melalui rapat bersama dewan guru dan komite sekolah,” ujar Teddy.

Pembiayaan lain dimaksud dengan petunjuk teknis BOS APBN 2019, kata Teddy, yakni peralatan pendidikan yang mendukung kurikulum yang diberlakukan pemerintah.

Lalu, membangun jamban/WC beserta sanitasi dan kantin sehat, bagi SD yang belum mempunyai prasarana tersebut serta membeli mesin ketik untuk kebutuhan kantor.

Lelaki yang juga menjabat sebagai Kasi Kesiswaan SMP Disdik Kota Bogor itu

menambahkan, komponen lainnya juga mencakup kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan selesai semester, ulangan kenaikan kelas dan ujian sekolah atau nasional.

”Komponen pembiayaannya fotokopi/penggandaan soal, fotokopi laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan guru kepada kepala sekolah serta dari kepala sekolah ke disdik dan orang tua/wali peserta didik.

Bahkan, biaya transport pengawas ujian yang ditugaskan di luar sekolah tempat

mengajar yang tidak didanai pemerintah pusat/pemerintah daerah,” papar Teddy

 

Sumber :

https://s.id/78Z6-

Pendidikan Kewarganegaraan Bisa Bentuk Karakter Siswa

Pendidikan Kewarganegaraan Bisa Bentuk Karakter Siswa

Pendidikan Kewarganegaraan Bisa Bentuk Karakter Siswa
Pendidikan Kewarganegaraan Bisa Bentuk Karakter Siswa

SDN Sindangs­ari 2, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terus mengembangkan

pem­belajaran pendidikan kewargane­garaan terhadap peserta didik. Sebab, pendidikan tersebut memuat tatanan sosial yang kondusif bahkan mem­beri suasana bagi tumbuh kembang­nya berbagai kualitas pribadi pe­serta didik. Mengingat sekolah merupakan bagian integral masy­arakat.

”Jadi, pendidikan kewarganegaraan perlu dikembangkan sebagai pusat

pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sepanjang hayat. Se­hingga mampu memberikan ketela­danan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran de­mokratis,” ujar Kepala SDN Sindangs­ari 2, Atikah, kemarin.

Menurut dia, mata pelajaran ke­warganegaraan bisa berfungsi se­bagai wahana kurikuler peng­embangan karakter warga negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab.

”Sekolah kami terus mengembang­kan pembelajaran mata pelajaran tersebut

sebagai pusat pengembangan wawasan, sikap dan keterampilan hidup dalam kehidupan demokratis,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://s.id/78Z6-

324 Siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru Ikuti MPLS

324 Siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru Ikuti MPLS

324 Siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru Ikuti MPLS
324 Siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru Ikuti MPLS

Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2019/2020 ini, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pekanbaru menerima siswa sebanyak 324 orang, sejak Senin 15 Juli 2019 kemarin, mereka menjalani kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menurut Kepala SMA Negeri 1 Pekanbaru Dra. Wan Roswita, M.Pd, pada PPDB

tahun ini pihaknya menerima siswa untuk 9 lokal, dari total 324 siswa yang diterima tahun ini Enam dinataranya mahasiswa dari daerah terpencil yang merupakan titipan dari Pemerintah.

Ketika disingngung mengenai pelaksanaan PPDB disekolahnya, Wan mengaku memang ada terjadi riak berupa protes dari orang tua, namun hal itu bisa diselesaikan, karena memang dalam melaksanaan PPDB tahun ini pihaknya mengacu pada aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau dikatakan ada riak, pastilah ada, karena jikapun kita diposisi orang tua

yang anaknya ingin bersekolah disekolah Negeri, tentu akan berupaya sebisanya. Hanya saja dalam seleksi PPDB ini kita menggunakan aturan yang telah ditetapkan pemerintah, jadi kalau ada yang protes, kita sampaikan hal itu kepada orang tua,” sebutnya Wan, Selasa (16/7/2019).

Untuk masa MPLS ini dijelaskan Wan, dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan. MPLS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut.

“Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan

lainnya di sekolah itu. Tak terkecuali pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah,” ungkapnya

 

Baca Juga :

Wagubri Edi Natar Buka Pelatihan Jurnalistik

Wagubri Edi Natar Buka Pelatihan Jurnalistik

Wagubri Edi Natar Buka Pelatihan Jurnalistik
Wagubri Edi Natar Buka Pelatihan Jurnalistik

Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI Edi Afrizal Natar Nasution, Selasa (16/7/2019)

pagi, membuka kegiatan pengenalan jurnalistik untuk siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru, saat itu Edi sempat bercerita masa-masa dia sekoalh diamana Ia pernah menuntut ilmu dahalu.

“Zaman kami dulu yang ada hanya mading, jadi kami menyalurkan bakat menulis dan lainnya itu hanya dipapan mading tanpa ilmu jurnalistik. Kalian hari ini sangat beruntung, karena ada yang akan memberikan ilmu jurnalistik,” ujar Edy mengawali sambutannya.

Edy menatakan, kegiatan yang ditaja oleh Forum Wartawan Legislatif (FWL)

DPRD Riau ini sangat sejalan dengan upaya memberantas informasi-informasi tidak benar alias Hoax yang saat ini marak terjadi.

“Apa yang dilakukan oleh FWL ini kami kira cukup bagus, dan mudah-mudahan dari kegiatan ini akan melahirkan mereka yang anti hoax, dalam arti tidak mudah begitu saja percaya ketika ada informasi yang dilihat melalui berbagai media sosial,” kata mantan Danrem 031/Wirabima ini.

Karena itu Edy mengajak kepada peserta agar bisa mengikuti kegiatan ini dengan serius, dan diharapkan juga bisa menularkan ilmu yang diperoleh kepada teman-temannya yang lain yang beleum mendapat kesempatan mengikuti pelatihan.

“Ilmu ini sangat langka, karena itu ikutilah dengan sebaik-baiknya dan yang

 

paling utama sekali lagi adalah bagaimana kalian nantinya bisa menjadi pelopor

pencegahan berita atau informasi-informasi Hoax,” pungkasnya.

Sementara Kepala SMAN 1 Pekanbaru Dra. Wan Roswita, M.Pd mengucapkan terimaksih kepada FWL yang telah memilih sekolah yang dipimpinnya menjadi lokasi pelatihan, dan berharap kegiatan ini akan memberi nilai postif bagi seluruh peserta.

“Sebanyak 40 orang siswa kelas XI dan kelas XII yang mengikuti kegiatan ini. Mudah-mudahan ilmu yang diberikan narasumber dalam kegiatan ini bisa diserap dengan baik oleh mereka, terutama dalam menangkal informasi-informasi hoax,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

SMK Farmasi Dumai Hadir Untuk Menjawab Kebutuhan Tenaga Farmasi dan Kimia Industri

SMK Farmasi Dumai Hadir Untuk Menjawab Kebutuhan Tenaga Farmasi dan Kimia Industri

SMK Farmasi Dumai Hadir Untuk Menjawab Kebutuhan Tenaga Farmasi dan Kimia Industri
SMK Farmasi Dumai Hadir Untuk Menjawab Kebutuhan Tenaga Farmasi dan Kimia Industri

Kebutuhan akan tenaga ahli farmasi pada masa kini, memang sangat diperlukan.

Pesatnya perkembangan era modern kali ini membuat bidang kesehatan di masyarakat memang menjadi prioritas.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Dumai, menjawab semua kebutuhan itu. Mengedepankan lulusan yang terdidik dan bisa menjawab kebutuhan tenaga farmasi, sekolah ini membuka kesempatan kepada seluruh calon siswa-siswinya untuk menjadi tenaga farmasi yang bisa bersaing.

Terletak di Jalan Raja Ali Haji No 50 kecamatan Dumai Barat kelurahan Purnama

(Ex Komplek UNRI Dumai), sekolah ini membuka dua jurusan yang siap membuat anak didik bisa bersaing.
Jurusan tersebut antara lain, Kimia Industri dan Jurusan Farmasi.
Telah berdiri selama lima tahun, sekolah ini banyak mendapatkan penghargaan salah satu di antaranya adalah, menempati posisi ke 2 UNBK tahun ajaran 2018/2019.

Syamwal Kaldun S.Pd l, selaku kepala sekolah, Sabtu (29/6), mengatakan, bahwa

sekolah ini merupakan sekolah satu-satunya yang berfokus kepada bidang farmasi di Kota Dumai.
Banyak lulusan yang sudah bekerja di perusahaan industri maupun yang sudah menjadi asisten apoteker.
“Sekolah ini adalah sekolah satu-satunya yang ada di Dumai yang bertujuan untuk memfokuskan kepada bidang farmasi,” Katanya.
Di bawah naungan yayasan Universitas Riau (UNRI), sekolah ini juga menyediakan asrama bagi para peserta didiknya yang berasal dari luar kota yang akan belajar di sekolah tersebut.
“Untuk para peserta didik yang berasal dari luar kota kami juga menyediakan fasilitas asrama,” Sampai Kepala Sekolah.
Syamwal juga menambahkan, selain ditunjang dengan infrastruktur yang memadai, sekolah ini juga mempunyai guru-guru yang berkompeten di bidangnya masing-masing.
“Selain infrastruktur yang memadai, kita juga turut mempunyai para pendidik yang sangat berkompeten di bidangnya masing-masing,” Tuturnya.

Amril: Sistem Zonasi Tunjang Pemerataan Pendidikan

Amril: Sistem Zonasi Tunjang Pemerataan Pendidikan

Amril Sistem Zonasi Tunjang Pemerataan Pendidikan
Amril Sistem Zonasi Tunjang Pemerataan Pendidikan

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis gelar Sosialisasi Penerimaan

Peserta Didik Baru (PPDB) dan sistem informasi pengalaman sekolah (SIPlah) Tingkat SD/SMP se Kabupaten Bengkalis Tahun 2019/2020 bertempat Gedung Aula SDN 2 Mandau dan dihadiri oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengatakan kepada sejumlah wartawan Program PPDB dengan sistem zonasi, prestasi atau perpindahan tersebut.

Menurut Kepala Daerah Bengkalis dengan adanya program tersebut dapat meratakan pendidikan di sekolah Indonesia, khususnya Kabupaten Bengkalis.

“Dengan adanya sistem tersebut, tidak ada lagi yang namanya sekolah favorit,

karena semuanya telah sama, sama-sama memberikan ilmu kepada generasi bangsa Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis tiga periode dari Fraksi Partai Golakr ini juga menjelaskan Pemerintah Kabupaten Bengkalis tetap konsisten terhadap pembangunan dunia pendidikan.

“Pendidikan, merupakan fokus pembangunan yang sangat penting bagi proses pembangunan diberbagai bidang dan menjadi sebuah investasi jangka panjang. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengalokasikan anggaran pendidikan di atas 20 persen dari APBD,” ujar Amril Mukminin.

Amril Mukminin juga menegaskan kepada seluruh sekolah untuk terus

berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, baik dari sekolah SD, SMP, maupun SMA dan SMK yang kini telah berada dibawah Pemerintah Provinsi.

“Meskipun tidak dibawah Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kita tetap harus berkoordinasi. Apa saja masalahnya sampaikan. Karena dengan adanya komunikasi yang baik dapat menyelesaikan segala persoalan yang ada,” tegasnya.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/zKd8a2OZ0ff02W

Ayo! Raih Beasiswa Bagi Anak Petani Sawit

Ayo! Raih Beasiswa Bagi Anak Petani Sawit

Ayo! Raih Beasiswa Bagi Anak Petani Sawit
Ayo! Raih Beasiswa Bagi Anak Petani Sawit

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) yang bekerja sama

dengan APKASINDO dan sejumlah perguruan tinggi kembali menggelar program beasiswa bagi anak petani sawit.

Program beasiswa tahun 2019 ini dibuka mulai tanggal 1 Juni hingga 5 Juli 2019 dengan 5 lembaga penyelenggara program yakni, AKPY-STIPER, Politeknik LPP, Politeknik Citra Widya Edukasi, Politeknik Kampar dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian dan Agrobisnis Perkebunan.

Sejumlah Program Studi dengan beragai jenjang pendidikan, Diploma I, II dan IV

bisa dipilih oleh anak petani sawit yang ingin melanjutkan kuliah melalui program beasiswa ini.

Adapun syarat untuk memperoleh beasiswa ini, pertama melakukan pendaftaran secara online melalui website Alpensi. Selanjutnya penerima beasiswa haruslan putra-putri petani sawit dibuktikan dengan surat keterangan kepala desa diketahui RW dan RT setempat.

Selanjutnya, calon penerima adalah lulusan SMA/SMK/MA dan sederajat dengan tahun kelulusan 2017, 2018, 2019 dengan usia maksimum 22 tahun. Sehat jasmani dan rohani.

Menyerahkan foto copi ijazah/SKHUN (bagi yang belum menerima ijazah)

berlegalisir 2 lembar, Foto copy KTP dan KK 2 lembar dan pas foto 3×4 2 lembar.

Ketua APKASINDO Kota Dumai, H Abdul Kasim SH menyambut baik program beasiswa tahun BPDP-KS 2019 ini. Ia mengimbau kepada anak-anak petani sawit Dumai untuk ikut mendaftar.

“Ini merupakan program tahunan saya imbau anak-anak Dumai untuk mendaftar dan lulus dalam program beasiswa ini,” ungkapnya Minggu (02/06/2019).

Dikatakannya lagi, tahun 2016 lalu ada 6 orang anak petani sawit dumai yang mendapatkan beasiswa ini. Tahun 2017 berjumlah 8 orang dan tahun 2018 lalu meningkat jadi 9 orang

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/97262Uaw6AkbR

Waduh… 62 Pelajar SMP di Bengkalis tak Lulus UN

Waduh… 62 Pelajar SMP di Bengkalis tak Lulus UN

Waduh... 62 Pelajar SMP di Bengkalis tak Lulus UN
Waduh… 62 Pelajar SMP di Bengkalis tak Lulus UN

Sebanyak 62 orang dari 11.606 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di

kabupaten Bengkalis masuk dalam Daftar Nominasi Tetap (DNT) dilaporkan tidak lulus mengikuti ujian nasional (UN) tahun pelajaran 2018/2019. Mereka tidak lulus karena tidak mengikuti UN.

Sementara itu pelajar yang akan mengikuti UN susulan sebanyak 34 orang. Dari

jumlah tersebut 2 orang merupakan peserta UN berbasis kertas pensil (UNKP) dan 32 orang UN berbasis komputer (UNBK)

“Peserta UN yang terdaftar di DNT 11.606, yang tidak ikut UN ada 62 orang dan

yang memperolah nilai hasil UN 11.544,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Bengkalis, Randy Vernanda, kepada wartawan.

Disinggung terkait peringkat hasil UN 2018/2019 tersebut, Randy menyebutkan,

kabupaten Bengkalis berada di rangking kelima, dengan jumlah total nilai 213,58. Dengan rincian, mata pelajaran Bahasa Indonesia 65,37, Bahasa Inggris 49,40, Matematika 49,80, dan IPA 49,01.

Dibandingkan dengan 2018 lalu terjadi penurunan peringkat. Tahun pelajaran 2017/2018 Kabupaten Bengkalis berada di rangking 3 besar.

“Kita berada di posisi kelima se-Provinsi Riau dari 12 kabupaten/kota,” katanya.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/97262Uaw6AkbR

Berikan Contoh Agar Anak Gemar Membaca

Berikan Contoh Agar Anak Gemar Membaca

Memberikan misal langsung kebiasaan baca terhadap anak-anak oleh orang tua adalahsalah satu teknik yang efektif untuk menambah minat baca anak. Berikan Contoh Agar Anak Gemar Membaca. Selama ini tidak sedikit orang tua yang melulu menyuruh saja anak-anaknya supaya menyimak buku-buku pelajaran, sedangkan mereka sendiri sibuk bekerja di kantor dan aktivitas-aktivitas lainnya.

Dalam situasi ini, anak bakal merasa membaca melulu sekedar perintah orang tua yang mesti dilaksanakan, tidak lagi sesuatu yang unik atau urusan yang menjadi kesukaan. Justru bakal menjadi beban yang malah membuat anak-anak merasa susah. Kebanyakan anak-anak yang mempunyai minat baca ialah mereka yang mendapatkan misal yang baik dari orang tuanya.

Di lokasi tinggal kita dapat menyediakan bacaan guna anak, menyuruh anaknya ke pusat-pusat kitab untuk menjadikan kitab sebagai barang belanjaan, membudayakan menyimak di lokasi tinggal untuk semua anggota keluarga. Sebagai orangtua kita pun memberikan kesempatan waktu khusus guna menemani anak-anak ke acara-acara literasi. Dengan demikian, misal yang baik dari orang tua akan menciptakan anak-anak merasa menyimak sebagai kegiatan menyenangkan.

Mereka bakal nyaman dalam menyimak dan merasa menyimak sebagai sebuah keperluan dan hiburan. Jangan paksakan anak-anak guna membaca kitab pelajaran di masa-masa awal, biarkan mereka memilih bacaan yang mereka suka, meskipun kitab cerita. Syaratnya kisah itu mendidik dan tidak merusak moral mereka.

Sumber : https://www.studybahasainggris.com/